Anda di halaman 1dari 1

Warisan

Kedua-dua hak individu untuk menghabiskan kekayaan seseorang. Dan hak kolektif
didalam sebanyak mungkin seseorang adalah suatu anggota masyarakat, harus
dipuaskan secara serempak. Tabeat-tabeat individu berbeda dengan sangat besar.
Kesakitan atau kejadian-kejadian lain mungkin juga mempengaruhi sesorang keluar
dari semua pertimbangan. Maka, perlu bahwa suatu disiplin tertentu diletakkan
terhadap dia dalam kepentingan masyarakat.
Islam telah mengambil dua aspek, pertama kali pembagian wajib dari kekayaankekayaan seseorang yang meninggal diantara keluarga-keluarga dekatnya, dan
kedua kalinya suatu pembatasan atas kebebasan mewariskan melalui wasiat dan
testamen-testamen. Para ahli waris yang sh tidak memerlukan sesuatu ketentuan
dengan testamen, dan mewaris kekayaan orang yang meninggal didalam
perbandingan-perbandingan yang ditentukan oleh hukum. Suatu testamen
diperlukan hanya untuk kepentingan mereka yang tidak mempunyai hak untuk
mewaris dari seseeorang yang meninggal.
Ada persamaan didalam orang tua dari kategori yang sama, dan seorang tidak
dapat menghadiahkan kepada satu anak laki-laki (lebih tua atau lebih muda) lebih
daripada kepada yang lain, apakah lebih banyak atau lebih sedikit. Biaya-biaya
pertama atas kekayaan yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal adalah
beaya-beaya untuk pemakamannya. Apa yang tinggal kemudian pergi kepada
orang-orang yang meminjami, pinjaman yang mempunyai prioritas diatas hak-hak
para ahli waris. Tempat ketiga, testamennya dilaksanakan, menurut ukuran dan
keluasan yang ia tidak melebihi 1/3 dari kekayaan yang tersedia (sesudah
pemakaman dan pembayaran pinjaman-pinjaman), Hanya setelah pemenuhan
kewajiban-kewajiban yang lebih dahulu ini maka ahli waris dipertimbangkan. Kawan
hidup laki-laki atau perempuan, orang tua, keturunan-keturunan (anak-anak lelaki
dan anak-anak perempuan) adalah para ahli waris golongan pertama, dan mewaris
didalam semua persoalan. Saudara laki-laki dam saudara perempuan , dan
keluarga-keluarga lain yang lebih jauh mewaris dari seseorang yang meninggal
hanya didalam ketiadaan keluarga-keluarga yang lebih dekat. Diantara keluargakeluarga yang lebih jauh kita mendapatkan para paman, para bibi, para saudara
sepupu, para keponakan dan lain-lainnya.
Tanpa masuk kedalam perincian-perincian teknis, peraturan-peraturan dasar
tertentu boleh ditentukan. Seorang pembunuh dikeluarkan dari pewarisan
korbannya sendiri, meskipun jika pengadilan memutuskan bahwa ia adalah suatu
persoalan kematian dengan kejadian yang tak sengaja. Pemikiran yang merupakan
dasarnya rupa-rupa adalah untuk mencegah (prevent) semua godaan untuk
membunuh keluarga yang kaya dalam pandangan untuk mewaris lebih dahulu. Nabi
juga