Anda di halaman 1dari 36

SULFONAMIDA

FARMAKOLOGI II
BY: DELINA HASAN
FARMASI SM IV, FKIK UIN SYARIF
HIDAYATULLAH
2015

DH-FARM SMIV-2015

Pendahuluan
Sulfonamida merupakan

kemoterapeutik yang pertama yg


efektif pada terapi penyakit sistemik.
Sekarang, penggunaannya terdesak
oleh kemoterapeutik lain yg lebih
efektif dan kurang toksik.
Banyak organisme yg menjadi resisten
thd sulfonamida.
Penggunaannya meningkat kembali
sejak ditemukan kotrimoksazol yaitu
kombinasi trimetoprim dengan
sulfametoksazol.
DH-FARM SMIV-2015

Sejarah
Domagk (1932):

Prontosil (zat warna azo)


efektif thd Streptococcus
-haemolitikus dan
bakteri lain.
Kemudian Protonsil
dikonversi menjadi
metabolit aktifnya yaitu
sulfanilamida (paraaminobenzensulfonamid
a).
Sulfonamida adalah
nama generik turunan
sulfanilamida.
DH-FARM SMIV-2015

Protonsil

RUMUS

Berbagai variasi pada radikal R pada gugus amida

(-SO2NHR) dan pada gugus amino (NH2)


menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia, dan
daya antibakteri sulfonamida.
Kebanyakan sulfonamida tidak larut dalam air.
Garam natriumnya larut.
DH-FARM SMIV-2015

Pendahuluan

DH-FARM SMIV-2015

Aktivitas Antimikroba
Sulfonamida mempunyai spektrum

yang luas, tapi kurang kuat


dibandingkan antibiotika.
Daya kerja umumnya bakteriostatik,
tapi pada kadar tinggi dalam urin daya
kerjanya bakterisida.

DH-FARM SMIV-2015

Aktivitas Antimikroba
Kuman yang sensitif terhadap sulfonamida secara
invitro adalah:
- Streptococcus pyogenes
- Streptococcus pneumoniae
- Bacillus anthracis
- Corynebacterium diphteriae
- Haemophyllus influenzae
- Vibrio cholerae
- Chlamydia trachomatis
- Beberapa Protozoa
Rentang MIC adalah 0,1 g/ml utk C. trachomatis hingga
4-64 g/ml utk E.coli.

Banyak galur gonococcus, stafilococcus, meningococcus,


pneumococcus, dan streptococcus yang sudah resisten.

DH-FARM SMIV-2015

Mekanisme Kerja
Mekanisme kerjanya berdasarkan

antagonisme saingan (kompetitif).


Kuman membutuhkan PABA (p-amino
benzoic acid) untuk membentuk asam
folat (THFA)
Asam folat digunakan untuk sintesis
purin dan DNA/RNA
Sulfonamida menyaingi PABA dgn
menghambat/mengikat enzim
dihidropteroat sintase (DHPS) shg
menghambat pembentukan asam
folat
Sulfonamida menyebabkan bakteri
keliru menggunakannya sebagai
pembentuk asam folat
Sintesis asam folat, purin, dan
PABA : p-aminobenzoic acid;
DHPS : Dihydropteroate
DNA/RNA gagal sehingga
synthase;
pertumbuhan bakteri terhambat
DH-FARM SMIV-2015

DHFR : Dihydrofolate

Mekanisme Kerja

PABA : p-aminobenzoic acid;


DHPS : Dihydropteroate
synthase; DHFR : Dihydrofolate reductase,
DH-FARM SMIV-2015
9

Mekanisme Kerja
Toksisitas selektif sulfonamida

terjadi karena sel-sel mamalia


mengambil asam folat yg didapat
dalam makanan sedangkan
bakteri kekurangan kemampuan
ini dan harus mensintesis asam
folat.

Kombinasi sulfonamida dan

trimetoprim (suatu 2,4-diamino


pyrimidine) akan menguatkan
efek antibakteri. Kombinasi ini
menyebabkan penghambatan
ganda pada pembentukan asam
folat.

DH-FARM SMIV-2015

PABA : p-aminobenzoic acid;


DHPS : Dihydropteroate
synthase; DHFR :
Dihydrofolate reductase, 10

Mekanisme Kerja
Trimetoprim menghambat

dihidrofolat reduktase (DHFR).

Trimetoprim bersifat toksisitas

selektif karena afinitasnya thd


enzim DHFR bakteri 50.000 kali
lebih besar daripada afinitasnya
thd enzim DHFR manusia.

Adanya darah, nanah, dan jaringan

nekrotik dapat menyebabkan efek


antibakteri berkurang karena
kebutuhan asam folat bakteri sudah
terpenuhi dalam media yang
mengandung basa purin.
DH-FARM SMIV-2015

PABA : p-aminobenzoic acid;


DHPS : Dihydropteroate syntha
DHFR : Dihydrofolate reductase
11

Resistensi Bakteri
Resistensi biasanya ireversibel tetapi tidak

disertai resistensi silang terhadap kemoterapeutik


lain.

Resistensi kemungkinan disebabkan karena:

- meningkatkan produksi PABA atau


- mengubah struktur molekul enzim yang
berperan
dalam sintesis asam folat.
Banyak galur gonococcus, stafilococcus,

meningococcus, pneumococcus, dan


streptococcus
yang
sudah resisten.
DH-FARM
SMIV-2015

12

Obat lain yang menghambat kerja


sulfonamida:
Obat lain yang mirip PABA tidak boleh

diberikan diberikan bersama sulfa karena


akan meniadakan efek sulfa.

Contoh:

- prokain
- benzokain
- para amino salisilat
DH-FARM SMIV-2015

13

Farmakokinetik
Absorpsi:
Secara umum absorpsi dalam sal. cerna mudah
dan cepat kecuali sulfonamida yang digunakan
secara lokal untuk infeksi usus seperti
sulfamezatin, sulfadiazin, dan sulfametoksin.
Sebanyak 70-100% dosis oral diabsorpsi di sal.
cerna.
Distribusi:
Kadar sulfa aktif dalam urin 10 kali lebih tinggi
dari pada dalam plasma >>> Cocok untuk
desinfektan saluran kemih.
Sulfa tersebar ke seluruh jaringan.
Sulfa dapat melalui sawar uri sehingga dapat
menimbulkan efek antimikroba dan efek toksik
pada janin
DH-FARM SMIV-2015

14

Farmakokinetik
Metabolisme:
Terjadi perubahan secara asetilasi dan oksidasi.
Hasil oksidasinya menyebabkan reaksi toksik
sistemik berupa lesi di kulit dan reaksi
hipersensitif.
Hasil asetilasinya menyebabkan hilangnya
aktivitas obat.
Bentuk asetil dari beberapa sulfa sukar larut
dalam air sehingga sering menimbulkan kristal
uria dan komplikasi ginjal lainnya.
Ekskresi:
Hampir semua sulfa diekskresi melalui ginjal,
sedikit yang diekskresi melalui feses, empedu,
dan ASI.
DH-FARM SMIV-2015

15

Klasifikasi Sulfonamida
Berdasarkan kecepatan absorpsi dan ekskresi:

DH-FARM SMIV-2015

16

Sulfonamida dengan absorpsi dan ekskresi cepat


Sulfisoksazol
Merupakan prototip golongan ini dengan efek
antibakteri kuat.
Distribusinya hanya sampai cairan ekstrasel,
sebagian terikat pada protein plasma
Kadar puncak dalam plasma 2-4 jam setelah dosis
oral 2-4 gram.
95% diekskresi melalui urin dalam 24 jam setelah
dosis tunggal
Kadar dalam urin jauh lebih tinggi dari kadar dalam
plasma sehingga daya kerjanya sebagai bakterisida.
Kadar dalam SSP hanya 1/3 dari kadar darah.
Kelarutannya dalam urin lebih tinggi daripada
sulfadiazin sehingga resiko kristal uria dan hematuria
jarang terjadi.
DH-FARM SMIV-2015

17

Sulfametoksazol
Merupakan derivat dari sulfisoksazol yang
absorpsi dan ekskresinya lebih lambat, sering
dikombinasi dengan trimetoprim.
Sulfadiazin
Diabsorpsi cepat di sal. cerna
Kadar maksimum dalam darah setelah 3-6 jam.
Sukar larut dalam urin sehingga dapat timbul
kristal uria. Harus banyak minum sehingga
jml urin min. 1200 ml atau ditambah Na
bikarbonat.
Untuk mencegah kristaluria dikombinasi
dengan sulfamerazin dan sulfamezatin yang
disebut trisulfapirimidin (trisulfa).
DH-FARM SMIV-2015

18

Sulfonaminda yang Sedikit Diabsorpsi

Sulfasalazin
Absorpsi di sal. cerna sangat lambat.
Digunakan utk terapi ulcerative colitis
(ringan-sedang) dan regional enteritis.

DH-FARM SMIV-2015

19

Sulfonamida untuk topikal


Sulfasetamid
Adalah turunan sulfanilamida
Larutan garamnya digunakan untuk infeksi mata
Ag-sulfadiazin
untuk mencegah infeksi luka bakar.
Sulfonamida kerja panjang
Sulfadoksin
Masa kerjanya 7-9 hari.
Digunakan untuk kombinasi dengan pirimetamin
(sulfadoksin: pirimetamin=500 mg:25 mg)
untuk anti malaria yang resisten terhadap klorokuin.

DH-FARM SMIV-2015

20

Efek Nonterapi
1. Kristaluria
Pemakaian sistemik dapat menimbulkan
gangguan
sal. kemih karena terjadi penumpukan kristal
dalam ginjal yang menyebabkan iritasi dan
obstruksi.
Kristaluria dapat dikurangi dengan:
- penambahan basa seperti Na bikarbonat.
- minum yang banyak sehingga produksi urin
1-1,5 liter sehari
- kombinasi beberapa sulfa seperti trisulfa
yang terdiri dari sulfadiazin, sulfamerazin dan
sulfamezatin.
DH-FARM SMIV-2015

21

Efek Nonterapi
2. Reaksi Alergi
Gangguan pada kulit seperti eritema,
dermatitis, fotosensitivitas , dan demam.
Demam timbul pada hari ke 7 sampai ke 10
pengobatan disertai sakit kepala, menggigil,
rasa lemah dan erupsi kulit yang semua
bersifat reversibel.
Hepatitis dapat terjadi pada 0,1%
merupakan efek toksik atau sensitisasi yang
terjadi 3-5 hari setelah pengobatan
Dapat berlanjut jadi atrofi kuning akut dan
kematian.
DH-FARM SMIV-2015

22

Efek Nonterapi
Pemberian obat pada bayi dapat
menimbulkan
kelainan bilirubin.
3. Mual dan muntah: pada 2% penderita
4. Anemia hemolitik (jarang terjadi)
- Sulfadiazin menimbulkan reaksi ini 0,05%.
- Sulfadiazin menimbulkan agranulositosis
0,1%.

DH-FARM SMIV-2015

23

Interaksi
Sulfonamid dapat berinteraksi dengan:
- antikoagulan oral,
- antidiabetik sulfonil urea
- fenitoin

DH-FARM SMIV-2015

24

Penggunaan Klinik
Penggunaannya secara topikal berkurang karena kurang
atau tidak efektif, resiko kejadian sensitisasi tinggi kecuali
pemakaian lokal Na-sulfasetamid pada infeksi mata.
a. Infeksi saluran kemih
Bukan merupakan obat pilihan tetapi sulfisoksazol
masih efektif.
Obat untuk infeksi sal. kemih yang lain adalah
trimetoprim-sulfametoksazol, antiseptik sal.kemih,
derivat kuinolin, dan ampisilin.
b. Disentri basiler
Trimetoprim-sulfametoksazol masih merupakan
obat pilihan yang efektif dengan dosis 160 mg:800
mg
setiap 12 jam selama 5 hari.
DH-FARM SMIV-2015

25

Penggunaan Klinik
c. Trakhoma
Bukan merupakan obat pilihan.
Pemberian sulfonamida secara oral selama 3
minggu masih efektif.
Untuk konjungtivitis sulfasetamid 10%
topikal selama 10 hari.
d. Toksoplasmosis
Paling baik diobati dengan pirimetamin.
Lebih baik obat tersebut dikombinasi dengan
sulfadiazin, sulfisoksazol, atau
trisulfapirimidin.
DH-FARM SMIV-2015

26

Penggunaan Klinik
e. Kemoprofilaksis
Untuk mencegah kambuhnya demam
rematik, faringitis, disentri basiler dan
meningitis.
Sulfisoksazol 1 g 2kali sehari sebagai
pengganti bagi yang hipersensitf
terhadap
penisilin.

DH-FARM SMIV-2015

27

Kotrimoksazol
Kotrimoksazol adalah kombinasi trimetoprim-

sulfametoksazol 160 mg:800 mg


Kombinasi ini bersifat sinergik karena
menghambat pembentukan asam folat bakteri
melalui 2 tahap.

DH-FARM SMIV-2015

28

Spektrum Antimikroba
Mikroba yang peka terhadap kotrimoksazol:
- Streptococcus pneumoniae
- Corynebacterium diphtheriae
- Nisseria meningitides
- Staphylococcus aureus
- Staphylococcus epidermidis
- Streptococcus pyogenes
- Escherichia coli
- Proteus mirabilis
- Salmonella
Kedua komponen menunjukkan efek yang sinergik.
Kombinasi ini efektif walaupun mikroba sudah
resisten
thd sulfonamida maupun trimetoprim.
DH-FARM SMIV-2015

29

Mekanisme Kerja
Aktivitas antibakterinya berdasarkan atas

pada dua tahap yang berurutan dalam reaksi


enzimatik untuk membentuk tetrahidrofolat.
Sulfonamida menghambat masuknya PABA
ke dalam molekul as folat dan trimetoprim
menghambat terjadinya reaksi reduksi dari
dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat.
Tetrahidrofolat penting untuk reaksi
pemindahan satu atom C seperti
pembentukan basa purin yang penting untuk
pembentukan DNA/RNA.
DH-FARM SMIV-2015

30

Resistensi Bakteri
Frekuensi terjadinya resistensi terhadap

kotrimoksazol lebih rendah dari pada masingmasing komponennya.


Resistensi terhadap E. coli dan
Staphylococcus aureus meningkat.

DH-FARM SMIV-2015

31

Farmakokinetik
Volume distribusi trimetoprim lebih tinggi 9

kali dari pada sulfametoksazol.


Dengan dosis 1:5 ( 160 mg:800 mg) akan
mencapai rasio dalam darah yang efektif.
Obat masuk dalam SSP dan saliva dengan
mudah.
Diekskresi melalui urin dalam waktu 24 jam.

DH-FARM SMIV-2015

32

Efek Nonterapi
Efek samping berupa reaksi pada kulit lebih

sering dari pada karena sulfonamida.


Dapat timbul defisiensi asam folat berupa
megaloblastosis, leukopenia, dan
trombositopenia.
Ikterus terutama bagi penderita yang telah
mengalami hepatitis kolestatik alergi.

DH-FARM SMIV-2015

33

Penggunaan Klinik
Infeksi saluran kemih
Efek terapi kotrimoksazol terhadap
infeksi karena enterobacteriaceae lebih
kuat daripada komponen tunggalnya.
Infeksi saluran nafas
Tidak dianjurkan untuk pengobatan
faringitis akibat Strep. pyogenes karena
tidak membasmi mikroba.

DH-FARM SMIV-2015

34

Penggunaan Klinik
Infeksi Saluran Cerna
Efektif untuk infeksi shigella dan tifoid.
Kloramfenikol tetap masih merupakan obat
terpilih demam tifoid karena prevalensi resistensi
S. thypii masih rendah, namun dikhawatirkan efek
toksiknya.
Carier S. thypii dapat digunakan kotrimoksazol
dg dosis 160 mg trimetoprim:800 mg
sulfametoksazol 2 kali sehari selama 3 bulan.
Diare akut karena E. coli dapat dicegah oleh
kotrimoksazol atau trimetoprim tunggal.

DH-FARM SMIV-2015

35

Penggunaan Klinik
Infeksi lainnya:
Efektif untuk infeksi karena jamur nokardia.
Efektif thd bruselosis bahkan arthritis endokarditis
dengan dosis 2 tablet tiga kali sehari selama 1
minggu diikuti 2 tablet sehari selama 2 minggu.

DH-FARM SMIV-2015

36