Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ANALISIS FARMASI

PREPARASI SAMPEL
Kelompok

: - Emmanuel Melati 260110120129


- Fatimah Fika A.

260110120137

- Wildan Andiana

260110120145

- Annisa Eka F.

260110120152

Preparasi Sampel Kapsul Asam Mefenamat


1. Isi kapsul asam mefenamat dikeluarkan dari cangkangnya. Timbang isi kapsul asam
mefenamat hingga setara 250 mg asam mefenamat dan tempatkan pada labu ukur 250
ml.
2. Tambahkan ke dalam

isi kapsul asam mefenamat tersebut dengan campuran

Kloroform : Metanol (3:1) sebanyak 100 ml, kocok.


3. Encerkan kembali campuran dalam labu ukur dengan campuran Kloroform: Metanol
(3:1), campurakan dan saring.
4. Hasil saringan dapat digunakan untuk identifikasi dan penentuan kadar asam
mefenamat.
Sumber: Farmakope Indonesia IV, 1995
Preparasi sampel Injeksi Tramadol HCl
Untuk penentuan kadar pada sediaan injeksi Tramadol HCl tidak dibutuhkan preparasi
sampel secara khusus. Hal ini dikarenakan sediaan injeksi sudah jernih dan bebas dari
partikel-partikel. Sehingga dari sediaan injeksi Tramadol HCl tersebut dapat langsung
digunakan untuk penentuan kadar menggunakan spektrofotometri UV. Injeksi Tramadol HCl
umumnya tersedia di pasaran dalam dosis 100 mg (2 ml ampul) atau sekitar 50 mg/mL
(Binnor,et.al., 2013). Injeksi Tramadol HCl dengan konsentrasi 50 mg/ml atau 50.000 ppm
diencerkan terlebih dahulu dengan pelarut yang digunakan dalam sediaan tersebut, yaitu aqua
pro injeksi (a.p.i). Setelah diencerkan hingga didapat konsentrasi yang diinginkan, sampel
dimasukkan ke dalam kuvet dan diukur absorbansinya dengan spektrofotometri UV.
Sumber: Binnor, Anil K., et.al. 2013. Stability-Indicating UPLC Method for Tramadol
Impurities in the Tramadol Injection after Dilution by Infusion Fluids (5%
Dextrose and 0.9% Sodium Chloride). Sci Pharm;Vol. 81: 1003-1015.
doi:10.3797/scipharm.13505-20

Preparasi sampel Sirup Campuran Ibuprofen dengan Parasetamol

Preparasi Sampel
Dipindahkan sirup yang mengandung 200mg dalam 10ml (20mg/ml)ke dalam corong

pisah.
Selanjutnya dilakukan penambahan kloroform P sebanyak 10ml ke dalam corong

pisah yang sama


Dilakukan ekstraksi cair-cair (ECC) dengan prinsip pemisahan berdasarkan kelarutan
sampel dan tujuannya untuk memisahkan sampel dari matriksnya berdasarkan
kelarutan ibuprofen yang sangat mudah larut dalam kloroform P. Caranya dengan

melakukan pengocokan selama 1 menit dengan kecepatan konstan


Corong didiamkan hingga terbentuk 2 fasa yang memisah secara sempurna antara fasa
air dan fasa kloroform P (di bagian bawah). Ibuprofen terdapat pada fasa kloroform P,
diharapkan dengan sifat kelarutan ini, parasetamol yang cenderung bersifat semi polar
akan lebih tertarik pada fasa air dibandingkan dengan ibuprofen pada kloroform P

yang bersifat nonpolar.


Lapisan bawah (kloroform P) dikeluarkan dari corong dengan mengalirkan fasa
tersebut dan dilewatkan melalui kertas saring yang telah mengandung 2 gram natrium
sulfat anhidrat. Tujuan dari penambahan

natrium sulfat anhidrat adalah sebagai

pengikat fasa polar (Air dan matriks yang terlarut didalam fasa tersebut) yang
mungkin ikut terbawa mengalir ke dalam wadah yang telah berisi fase kloroform P.
Diharapkan dengan penambahan tersebut matriks yang terbawa menjadi semakin

sedikit dan didapatkan pemisahan yang sempurna dengan sampel.


Dilakukan penguapan kloroform P hingga tersisa serbuk ibuprofen yang tidak terlarut
di dalamnya. Sebenarnya sebisa mungkin tidak dianjurkan penggunaan pelarut yang
mudah menguap dalam preparasi pemisahan sampel. Namun dikarenakan ibuprofen
memiliki sifat kelarutan yang khas maka diharapkan dengan menguapkannya dari
kloroform P prosedur pengerjaan menjadi lebih efisien dan mendapatkan sampel yang

akan dianalisis.
Sampel serbuk yang didapatkan dilarutkan dalam NaOH 0,1N.
Sampel telah dipreparasi dan siap untuk dilakukan pengukuran

Sumber: FARMAKOPE INDONESIA 5, 2014


Preparasi Sampel Salep Asam Salisilat
PREPARASI SAMPEL SALEP ASAM SALISILAT DENGAN METODE CORONG
PISAH (Sumber : Nickerson, Beverly. 2011. Sample Preparation of Pharmaceutical Dosage

Forms: Challenges and Strategies For Sample Preparation and Extraction. New York :
Spring
Preparasi Sampel
Salep Asam Salisilat

Ditimbang 10 mg di atas kaca arloji


Diencerkan dengan 10 mL heksana
Dimasukkan ke beaker glass
Dimasukkan ke corong pisah
Diadd 10 mL aquades

Corong pisah

- Digojog perlahan sampai gas hilang sambil membuka tutup


kran pada corong pisah
- Didiamkan selama 2 menit
- Diambil bagian aquades
Larutan Berisi Asam Salisilat

PREPARASI SAMPEL SALEP ASAM SALISILAT DENGAN PELARUT CAIR


(Sumber : Kumar, B.K., Rajan V.S.T., and Begum N.T. 2012. Analytical method
development and validation of lidocaine in ointment formulation by UV spectrophotometric
method. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences (4) 2 : 610-614)
Penyiapan Sampel
Salep Asam Salisilat

- Ditimbang 0,01 gram di atas kaca arloji


- Diencerkan dengan 10 ml etanol dalam labu ukur
- Diambil 1 ml larutan dan dilarutkan dengan 10 ml etanol pada labu ukur
- Diambil 3 ml larutan dan dilarutkan dengan 10 ml etanol pada labu ukur
Pada penentuan kadar asam salisilat dapat dilakukan dengan menggunakan
spektrofotometri UV. Pertama, dibuat larutan stok baku dan larutan sampel dengan berbagai
Diperoleh larutan asam salisilat dengan

perbedaan konsentrasi.
larutan baku di ukur terlebih dahulu dan dilihat
konsentrasi Kemudian,
akhir 30 ppm
absorbansinya pada range 0,2 2,0. Jika pengenceran yang dilakukan memberikan hasil
absorbansi pada range tersebut, maka tidak perlu dilakukan pengenceran kembali. Dari
pengukuran larutan baku tersebut, maka bisa didapatkan kurva baku yang dapat digunakan

dalam penentuan kadar. Kemudian, larutan sampel dengan berbagai variasi konsentrasi
diukur dengan alat dan dilihat absorbansi yang diberikan. Hasil tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam persamaan kurva baku untuk mendapatkan nilai kadar dari sampel
(Nickerson, 2011).