Anda di halaman 1dari 4

No

Diagnosa
Perencanaan
keperawatan
Tujuan \ KH
Intervensi
Gangguan
Setelah
dilakukana. Tentukan ketajamana.
persepsi sensori:tindakan keperawatan penglihatan
penglihatan
selama 1x24 jam,b. Perhatikan tentangb.
berhubungan
diharapkan penglihatan penglihatan kabur
dengan
normal. Kriteria hasil: c. Letakkan barang c.
yang dibutuhkan
penurunan lapanga. Berpartisipasi
pandang.
dalam program
pengobatan
b. Mempertahankan
ketajaman
penglihatan
Resiko cidera
Setelah
dilakukanNIC:
Environment
berhubungan
tindakan keperawatanManagement
a.
dengan
selama 1 x24jam, a. Sediakan
keterbatasan
diharapkan
terbebas
lingkungan yang
pengelihatan
dari risiko terhadap
aman untuk pasien
akibat nodul.
cedera. Kriteria Hasil: b. Membatasi
b.
pengetahuan tentang
pengunjung
risiko
c.
menghindari paparan c. Menyediakan
tempat tidur yang
yang
yang
bisa
nyaman dan bersih
mengancam kesehatan
d. Menganjurkan
d.
keluarga
untuk
menemani pasien
e. Memberikan
penerangan yang
e.
cukup
f. Menghindari
f.
lingkungan yang
berbahaya

Rasional
Mengetahui proses
penyemuhan operasi
Mengetahui
keberhasilan operasi
Memudahkan pasien
mengambil barang
yang diperlukan

Mengurangi risiko
cedera pasien

Mengurangi adanya
infeksi dari luar
Mengurangi resiko
infeksi
Agar pasien
terkontrol
kebersihannya
Memberikan
kenyamanan pasien
Mengurangi risiko
cedera pasien

Gangguan konsepSetelah diberikan


1. Observasi adanya 1. Gangguan citra diri
gangguan citra diri
akan menyertai setiap
diri (Citra tubuh)asuhan keperawatan
pasien (ucapan
penyakit atau
yang
1x24 jam diharapkan
yang merendahkan
keadaan yang tampak
berhubungan
pasien dapat
diri
sendiri,
nyata bagi pasien.
dengan
beradaptasi dengan
ekspresi keadaan
Kesan seseorang
perubahan bentukcitra tubuhnya dengan
malu terhadap
terhadap dirinya
organ penglihatankriteria hasil:

yang
mengganggu
penampilan.

1.
Pasien
kondisinya)
mengatakan tidak malu
lagi dengan
keadaannya.
2. Identifikasi stadium 2.
2.
Pasien mau
psikososial tahap
melihat kelopak
perkembangan
matanya lagi.
3.
Benjolan pada
kelopak mata pasien
berkurang atau hilang.
3. Berikan
kesempatan untuk 3.
pengungkapan

sendiri akan
berpengaruh pada
konsep diri.
Mengetahui
hubungan antara
stadium
perkembangan, citra
diri dan reaksi serta
pemahaman pasien
terhadap kondisi
matanya.
Pasien membutuhkan
pengalaman yang
harus didengarkan
dan dipahami.

4. Dukung dan dorong


pasien, berikan
4. Pemberi perawatan
perawatan dengan
kadang- kadang
positif
memungkinkan
penilaian untuk
mempengaruhi
perawatan pasien dan
kebutuhan untuk
membuat upaya
untuk membantu
pasien merasakan
nilai pribadi.
5. Dorong sosialisasi
dengan orang lain.
5. Bersosialisasi dengan
orang lain dapat
meningkatkan
penerimaan diri dan
6. Anjurkan pasien
sosialisasi pasien.
untuk melakukan 6. Pengompresan yang
kompres hangat 4
lebih sering oleh
kali sehari selama
pasien akan lebih
15 menit di rumah.
cepat mendoronga
resolusi dari
penyumbatan duktus,
mempermudah
drainase dan
mempercepat
penyembuhan.

Kecemasan
Setelah
dilakukanNIC:
Anxiety
(ansietas)
tindakan keperawatanReduction
berhubungan
selama 1x24 jam,a. Gunakan
a.
dengan
kurangdiharapkan klien tidak pendekatan yang
pengetahuan,
mengalami
ansites. menenangkan
b. Jelaskan semua
kerusakan
Kriteria hasil:
b.
prosedur & apa
sensori, prosedura. Melaporkan
yang dirasakan
pembedahan dan intensitas
selama prosedur
kemungkinan
kecemasan
c.
Berikan obat untuk c.
hilang pandangan b. Melaporkan tidak
mengurangi rasa
adanya gangguan
kecemasan
persepsi sensori
d. Temani pasien
c. Menggunakan
d.
untuk memberikan
strategi koping
keamanan dan
effektif
mengurangi takut
e. Dorong pasien
e.
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketidaktakutan,
persepsi
Resiko infeksi
berhubungan
dengan riwayat
infeksi dan
hygiene yang
buruk.

Setelah diberikan
1.
asuhan keperawatan
1x24 jam diharapkan
infeksi tidak terjadi
dengan kriteria hasil:
2.
1. Tidak terdapat
tanda-tanda infeksi
(rubor, dolor, kolor,
tumor,
fungsiolaesa) dan
3.
adanya pus.
2. Pasien dapat
menjaga kebersihan
matanya.

Mengetahui
kecemasan yang
dialami pasien
Mengurangi rasa
kecemasan pasien
mengurangi rasa
kecemasan pasien
memberi
motivasi/mengurangi
rasa kecemasan yang
dialami pasien
mengetahui seberapa
pasien takut

Observasi adanya 1. Observasi dilakuakn


tanda-tanda infeksi
untuk deteksi dini
(rubor, dolor, kalor,
terhadap terjadinya
tumor, fungsiolaesa
infeksi.
serta adanya pus).
Observasi suhu tubuh
pasien dan timbulnya2. Peningkatan suhu
demam.
tubuh dapat
mengidentifikasikan
terjadinya infeksi.
Pada wanita,
anjurkan untuk
3. Tata rias yang
sementara tidak
digunakan merupakan
menggunakan tat
allergen dan media
arias.
yang baik untuk
pertumbuhan
mikroorganisme yang

2.

3.

4.

5.

akan menimbulkan
infeksi.
4.
Meningkatnya
Anjurkan pasien
kemerahan, adanya
segera lapor jika
terdapat tanda-tanda drainase purulen, dan
penurunan visus
infeksi,
merupakan tanda
meningkatnya
terjadinya infeksi
kemerahan, adanya
drainase purulen, dan sekunder. Pengenalan
dini terhadap tandapenurunan visus.
tanda tersebut akan
mempercepat
dimulainya tindakan
untuk mencegah
memburuknya kondisi
pasien.
5.
Kebiasaan pasien
Anjurkan pasien
untuk tidak menutup, untuk menutupi
matanya, memegangi
memegang atau
aatau menekan kelopak
menekan bagian
mata yang mengalami
kelopak mata yang
peradangan dapat
mengalami
menimbulkan infeksi.
peradangan.
6. Infeksi dapat terjadi
karena kebersihan
yang kurang baik.
Beritahu pasien
untuk menjaga
kebersihan
7. Obat antibiotic yang
perorangan, terutama diberikan dapat
mata.
membantu
Kolaborasi dalam
menurunkan
pemberian antibiotic peradangan dan
salep mata, tetes
mencegah terjadinya
mata atau oral
infeksi sekunder.
( tetrasiklin,
metronidazole)