Anda di halaman 1dari 71

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

PENYELESAIAN TUGAS BESAR STRUKTUR BETON BERTULANG II


1. MENENTUKAN KEYPLAN STRUKTUR
Menentkan model struktur untuk 2 unit ruko yang bersebelahan
dengan menentukan :
a. Dimensi Balok
b. Dimensi Kolom
c. Dimensi Plat Lantai

Model Struktur 2 unit ruko yang bersebelahan:

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 1

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Menentukan Dimensi Elemen Struktur Bangunan


Diketahui : Mutu Beton (fc) = 20 Mpa
Mutu baja tulanngan ulir (D) fy = 400 Mpa
Mutu baja tulangan polos () fy = 240 Mpa
Lebar Bangunan (B) = 4 m
Panjang Kolom (H) = 4 m
a. Dimensi Balok
Penentuan dimensi balok didasarkan pada Hand-Out
Desain Struktur Gedung Hanggoro Tri Cahyo dan SKSNIT-15-1991-03 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk
bangunan Gedung ayat 3.14.3 butir 1) sub butir (3).
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 2

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


H=

L
L
L
h
sampai ( tanpa p restress ) , ( prestress ) ; B=
12
14
24
2

Penentuan H pada balok induk diambil


balok anak diambil
b/h balok 0,3

L/12

dan penentuan

L/ 14 . Penentuan ini harus sesuai dengan

pada SKSNI-T-15-1991-03ayat 3.14.3 butir 1)

sub butir (3).


Penentuan Balok Induk
Untuk panjang bentang 1 (Bi1 = L1 = 6000 mm)
L 6000
h1 = 1 =
=500 mm=50 cm
12
12
1
1
b1= h1= 50=25 cm
2
2
b1 25
= =0,5>0,3 OK
h1 50
Jadi, dimensi balok induk 1 (B1) = 25 x 50 cm

Untuk panjang bentang 2 (Bi2 = L2 = 4000 mm)


L 4000
h2= 2 =
=333,3 mm=35 cm
12
12
1
1
b2= h2= 35=17,5 cm 20 cm
2
2
b2 20
= =0,57>0,3 OK
h2 35
Jadi, dimensi balok induk 1 (B2) = 20 x 35 cm

Untuk panjang bentang 3 (Bi3 = L3 = 3000 mm)


L 3000
h3= 3 =
=250 mm=25 cm
12
12
1
1
b3 = h3= 25=12,5 cm 20 cm
2
2
b3 20
= =0,8>0,3 OK
h3 25

Jadi, dimensi balok induk 1 (B3) = 20 x 25 cm


Penentuan Balok Anak
Untuk panjang bentang 1 (Ba1 = L1 = 6000 mm)
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 3

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


h1=

L1 6000
=
=428,6 mm=42,9 cm 45 cm
14
14

1
1
b1= h1= 45=22,5 cm 25 cm
2
2
b1 25
= =0,56> 0,3 OK
h1 45
Jadi, dimensi balok anak 1 (Ba1) = 25 x 45 cm

Untuk panjang bentang 2 (Ba2 = L2 = 4000 mm)


L 4000
h2 = 2 =
=285,7 mm=28,6 cm 30 cm
14
14
1
1
b2= h2= 30=15 cm 20 cm
2
2
b2 20
= =0,67>0,3 OK
h2 30
Jadi, dimensi balok anak 2 (Ba2) = 20 x 30 cm

b. Dimensi Kolom
Penentuan dimensi kolom didasarkan pada SKSNI-T-15-199103tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk
bangunan Gedung ayat 3.14.4 butir 1) sub butir (2)
dimana :
bkolom
0,4
hkolom
Kolom 1
b
b 30
kolom= = =0,75

memenuhi syarat
h
h 40

b
kolom 0,4
h

0,75

>

0,4 .....

OK!
Jadi, dimensi kolom 1 (K1) = 30 x 40 cm
Kolom 2
b
b 25
kolom= = =0,83

memenuhi syarat
h
h 30

b
kolom 0,4
h

0,83

>

0,4 .....

OK!
Jadi, dimensi kolom 2 (K2)= 25 x 30 cm
c. Dimensi Pelat Lantai
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 4

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


Sketsa Perencanaan
Sketsa ini menggambarkan tampak atas plat lantai 2
dan plat lantai dak. Dalam perencanaan ketebalan plat,
tinjauan cukup dilakukan pada satu titik, yaitu titik yang
memiliki luas bidang plat terbesar, tinjauan bidang E.

Gambar. Sketsa Perencanaan Ketebalan Plat


Persyaratan Perencanaan
Perencanaan dimensi pelat berdasarkan SNI 03-28472002 pasal 11.5 butir 3) sub butir (2) pada persamaan
(16) dan persamaan (17) memberikan persyaratan tebal
pelat minimum dengan balok yang menghubungkan tumpuan
pada semua sisinya harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
(a) Untuk myang sama atau lebih kecil dari 0,2 ( m 0,2),
harus menggunakan 11.5(3(2)) dimana :
Pelat tanpa penebalan...................................
Pelat dengan penebalan ...............................
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

120 mm
100 mm
Page 5

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


(b)Untuk m lebih besar dari 0,2 tapi tidak lebih dari 2,0 (0,2
m 2), ketebalan pelat minimum harus memenuhi :
fy
l n 0,8+
1500
h=
.(16)
36+5 ( m0,2)

dan tidak boleh kurang dari 120 mm


(c) Untuk m lebih besar dari 2,0 ( m> 0,2), ketebalan pelat
minimum tidak boleh kurang dari :
fy
l n 0,8+
1500
h=
..(17)
36+ 9

dan tidak boleh kurang dari 90 mm


Dimana :
l n= Panjang bentang terpanjang
fy= Tegangan leleh baja
= Rasio

dari

bentang

terpanjang

(ly)

dan

bentang

terpendek (lx) dari pelat


dua arah
m = Nilai rata-rata dari semua balok pada tepi dari suatu
panel.
Harga m diperoleh dari perumusan sebagai berikut :
E .I
m= cb b
Ecp . I p
Keterangan :
1
I beton= b h3
12
I slab=

1
I t 3
12 y

Ecb =modulus elastisitas beton=4700. 20


Ecp =modulus elastisitas slab=4700. 20
I b=Momeninersia balok
I p =Momeninersia slab

Perhitungan Ketebalan Plat


Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 6

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


Balok Induk (B1)

I balokinduk

Menghitung
I b=

1
1
b h3= 25 50 3=260416,667
12
12

I p=

1
1
b h3= 400 123=57600
12
12

Menghitung

1=

Ecb . I b
E cp . I p

m=

4700. 20 260416,667
4700. 20 57600

m=4,52
Balok Anak (Ba2)

Menghitung

I balok anak

I b=

1
1
3
3
b h = 25 45 =189843,75
12
12

I p=

1
1
3
3
b h = 400 12 =57600
12
12

Menghitung

2=

Ecb . I b
E cp . I p

m=

4700. 20 189843,75
4700. 20 57600

m=3,3
Balok Induk (B2)

Menghitung

I balok

I b=

1
1
3
3
b h = 20 30 =45000
12
12

I p=

1
1
3
3
b h = 300 12 =43200
12
12

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 7

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Menghitung

3=

Ecb . I b
E cp . I p

m=

4700. 20 45000
4700. 20 43200

m=1,042
MenghitungKekakuanrata-rata ( m)
m=

1 + 2 +2 3
4

m=

4,52+3,3+2(1,042)
4

m=2,5

Menghitung ketebalan plat


Berdasarkan peraturan SNI-03-2847-2002 pasal 11.5
ayat 3 butir (3) sub butir (c) yang mengatur tebal pelat
lantai minimum dengan balok yang menghubungkan
tumpuan pada semua sisinya tidak boleh kurang dari tebal
minimum pelat, dimana tebal minimum pelat lantai
m ( 2,5 ) >2,0

dengan

dihitung

dengan

menggunakan

rumus pada persamaan (17).


l =6 m=6000 mm
Diketahui : n
f y =240 MPa
=

fy
1500
36+ 9

l n 0,8+
h=

Ly 4 m
=
=1,33
Lx 3 m

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

l x =3 m
l y =4 m

Page 8

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


240
1500
36+ 9.(1,33)

4000 0,8+
h=

h=80,05 mm=8 cm 12 cm

Menentukan Ketebalan Plat


Menentukan ketebalan plat hendaknya memperhatikan
fungsi dan bentuk struktur bangunan, apabila bangunan
difungsikan untuk memikul beban hidup yang berat atau
konstruksi didesain dengan bentangan plat yang panjang,
faktor ketebalan plat sangat menentukan terjadinya lentur
pada plat. Sebab itu, plat lantai umumnya lebih tebal
dibandingkan dengan plat atap. Sehingga, diambil ketebalan
plat sebagai berikut:
- Plat lantai (T12)
- Plat atap (T10)

: 120 mm = 12 cm
: 100 mm = 10 cm

Penentuan Keyplan Struktur

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 9

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

2. MENENTUKAN PEMBEBANAN
Persyaratan dan Data Pembebanan
Pembebanan didasarkan pada

Pedoman

Perencanaan

Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SNI-03-1727-1989.


Pembebanan yang diperhitungkan untuk tugas ini cukup beban
gravitasi saja, beban mati (DL) dan beban hidup (LL).
a. Beban Mati (Dead Load / DL)
Beban mati (dead load) yaitu berat dari seluruh bagian dari
suatu struktur yang bersifat tetap. Beban mati yang diperhitungkan
pada tugas ini adalah berat sendiri dari masing-masing elemen
struktur seperti pelat, balok, kolom, dan dinding.
Selain beban mati dari berat sendiri elemen struktur, terdapat
beban mati tambahan. Beban mati tambahan (superimposed dead
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 10

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


load) yaitu beban mati tambahan yang muncul akibat beban-beban
mati yang bukan merupakan elemen struktural. Beban mati yang
digunakan pada struktur ini antara lain :
Beban penutup lantai (ubin keramik) sebesar 24 kg/m2
Beban ceiling/plafond sebesar 18 kg/m2
Beban water proofing sebesar 5 kg/m2
Beban dinding bata batu sebesar 250 kg/m2
Berat sendiri pelat lantai (t = 12 cm) sebesar 288 kg/m2.
Berat sendiri pelat atap (t = 10 cm) sebesar 240 kg/m2.
Perhitungan beban mati pada berat sendiri elemen struktur :
Berat sendiri plat lantai (t = 12 cm) = tebal pelat x beton
= 0,12 m x 24 kg/m3
= 288 kg/m2
Berat sendiri plat lantai (t = 10 cm) = tebal pelat x beton
= 0,10 m x 24 kg/m3
= 240 kg/m2
Perhitungan beban mati untuk beban balok
Berat dinding (h = 4 m)
= tinggi dinding x Beban dinding bata

batu
= 4 x 250
= 1000 kg/m2

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 11

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Sumber : SNI-03-1727-1989 tentang Pedoman Perencanaan


Pembebanan untuk
Rumah dan Gedung
b. Beban Hidup (Live Load / LL)
Beban hidup adalah beban yang terjadi akibat penghunian
atau penggunaan struktur gedung, baik akibat beban yang berasal
dari orang maupun barang yang dapat berpindah, atau mesin dan
peralatan serta komponen yang tidak merupakan bagian yang
tetap dalam struktur yang dapat diganti selama masa hidup dari
struktur gedung tersebut. Struktur direncanakan untuk rumah toko
(ruko), sehingga berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan
untuk Rumah dan Gedung (SNI-03-1727-1989), beban hidup pada :
Lantai sebesar250 kg/m2 (2,5 kN/m2)
Hal ini dikarenakan lantai 2 pada struktur bangunan akan
digunakan sebagai bagian dari toko dan berdasarkan pada SNI03-1727-1989 pasal 2.1.2 butir a sub butir (1) bahwa beban
hidup pada lantai gedung harus diambil menurut Tabel 2,
sehingga beban hidup pada lantai 2 diambil 250 kg/m2.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 12

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Lantai atap sebesar 100 kg/m2 (1,0 kN/m2).


Berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah
dan Gedung (SNI-03-1727-1989) pasal 2.1.2 butir b sub butir
(1) yang menyatakan bahwa beban hidup pada atap dan/atau
bagian atap serta pada struktur tudung (canopy) yang dapat
dicapai dan dibebani oleh orang, harus diambil minimum
sebesar 100 kg/m2 bidang datar. Sehingga beban hidup pada
lantai atap diambil 100 kg/m2.

Sumber

SNI-03-1727-1989

tentang

Pedoman

Perencanaan

Pembebanan untuk
Rumah dan Gedung
Perhitungan Pembebanan untuk Program Analisis Struktur
Beban Lantai 2
Beban hidup (LL) = 250 kg/m2
Beban mati (DL)
Keramik
= 24 kg/m2
Plafond
= 18 kg/m2
Jumlah (DL)
= 42 kg/m2

Beban Lantai Atap


Beban hidup (LL) = 100 kg/m2
Beban mati (DL)
Keramik
= 24 kg/m2

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 13

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


Plafond
Jumlah (DL)

Beban Balok
Berat dinding (h = 4 m)

= 18 kg/m2
42 kg/m2
= tinggi dinding x Beban dinding bata

batu
= 4 x 250
= 1000 kg/m2

3. MODEL STRUKTUR PADA PROGRAM ANALISIS STRUKTUR


Permodelan atau idealisasi struktur diperlukan untuk keperluan analisis struktur.
Permodelan ini dilakukan dengan membagi struktur menjadi elemen-elemen dasar
dengan cara memisahkan hubungan antara elemen-elemen struktur, kemudian mengganti
aksi elemen dengan sekumpulan gaya dan/atau momen, yang mempunyai efek ekivalen.
Gedung Ruko ini direncanakan memiliki 2 lantai, lantai 1 digunakan untuk took
dan gedung lantai 2 direncanakan sebagai rumah dan juga gudang penyimpanan barang
yang dirancang sebagai system rangka pemikul momen sedangkan lantai atap lantai 2
merupakan lantai dak yang digunakan untuk rooftank. Pelat pada struktur gedung ini
dimodelkan dengan elemen shell sehingga beban yang bekerja dalam per m2.
Material utama yang digunakan pada struktur gedung ini adalah material beton
bertulang. Elemen-elemen dari struktur beton bersifat monolit, sehingga struktur ini
mempunyai perilaku yang baik di dalam memikul beban gempa.
Pada struktur gedung beton bertulang, hubungan balok-kolom (beam column
joint) merupakan satu-satunya pemengang peran agar sistem pengekangan terhadap free
rotations of beam tidak akan terjadi. Sistem pengekangan akan terjadi dengan baik jika
balok, joint dan kolom merupakan satu kesatuan yang monolit dan kaku.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 14

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Gambar 3D Struktur Ruko 2 Lantai

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 15

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 16

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


4. TAMPILAN BIDANG MOMEN DAN BIDANG GESER UNTUK KOMBINASI 1,2DL+1,6LL
a. Tampilan Bidang Momen

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 17

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


5.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 18

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 20

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


b. Tampilan Bidang Geser

c. Gambar 3D Diagram Shear Force 2-2 (1,2 DL + 1,6 LL) Struktur Ruko 2 Lantai
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 21

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


d.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 22

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

57

94

56

93

31

30

90

92

90

17

89

16

e. Gambar Diagram Shear Force 2-2 (1,2 DL + 1,6 LL) Portal


yang Ditinjau
f.
g.
h.
i.
j.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 23

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


16. DESAIN PENULANGAN BALOK, KOLOM DAN PELAT LANTAI
1. Desain Penulangan Balok
k.
Misalnya perhitungan penulangan balok pada frame text 30,
data diketahui :
l.
B 30 x 60

b = 300 mm

h = 600 mm
1
fc < 30 Mpa maka dipakai
= 0,85

m.

fc = 20

n.
o.

fy = 400 Mpa
Dipilih diameter sengkang ,

= 10mm

p.

Dipilih diameter tulanagan utama,

= 20mm

q.

Tebal selimut beton, sesuai SNI 03 2847 -2002 untuk balok

dan kolom p = 40 mm tinggi efektif balok (d) :


1
r. d = h p+ s + 2 t

1
s. d = 600 40+10+ 2 20

t. d =

540

u.
Tulangan lentur daerah tumpuan

30

v.
w.

Dari SAP didapat Mu = 5288,3849 ton.mm = 52883849 Nmm

x. Mencari nilai momen nominal


y. Mu =

Mn

z. Mn =

Mu

aa. Mn =

52883849
0,8

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 24

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ab. Mn = 66104811,25 Nmm
ac.
ad.
ae. Penurunan rumus untuk perencanaan balok :
H =0
af.
ag. Gaya tarik baja = Gaya tarik beton
ah.
T=D
As
.
fy=0,85.
fc. b . 1 . c
ai.
aj.

1 . c=

ak.

a=

As . fy
0,85. fc .b

. b . d . fy . d . fy
=
0,85. fc. b 0,85. fc

al.
am. Menghitung momen nominal (Mn)
an. Mn = T.Jd
1
ao. Mn = As.fy. d 2 a

Rn=

1 . d . fy
2 0,85. fc

))

Mn
b . d2
1 . d . fy
2 0,85. fc

( (

. b . d . fy d
ar.

( (

.b .d.fy

ap. Mn =
aq.

Rn=

b.d

as.

1
Rn= . fy . 1 . m
2

at.

1
m

)) jika , m=

fy
0,85. fc

( 12 mfy. Rn )

au.
av. Mencari rasio penulangan
Mn
Rn=
aw.
b . d2
ax.

Rn=

661048811,25
300 5402

ay. Rn = 0,7556 N/mm2


az.
ba.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 25

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


bb.

m=

fy
0,85. fc

bc.

m=

400
0,85 20

bd.

m=23,529

be.
bf.
bg.
bh.

( 12 mfy. Rn )
1
2 23,529 0,7556
=
1
(
)
23,529
400
=

1
m

=0,001933

bi.
bj. Cek terhadap rasio penulangan:
bk. Tulangan tarik minimum :
1,4 1,4
min=
=
=0,0035
bl.
fy 400
bm.
bn. Tulangan tarik maksimum :
bo.

b=

0,85 . fc . 1. 600
fy (fy+ 600)

bp.

b=

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

bq.

b=0,021675

br.

max =0,75.

bs.

max =0,75.0,021675

bt.

max =0,016256

bu.
bv.

=0,001933

bw.

min =0,0035

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 26

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


bx. Karena < min maka yang digunakan dalam mencari As
adalah

=0,0035

by.
bz. Mencari Luas Tulangan
As= . b . d
ca.
cb.

As=0,0035 300 540

cc.

As=567 mm2 As dari SAP=502,29mm 2

cd.

ce.

cf.

cg.

Luas tulangan utama (t = 19 mm):


1
A= d 2
4
1
A= 3,14. 202
4
A=314 mm

ch.
ci.

cj.

ck.

Jumlah tulangan (n):


As
n=
A
n=

567
314

cl.

n = 1,8057 2

cm.
cn.

Luas tulangan utama yang timbul :

co.

cp.

cq.

AS ytb=n

1
2
d
4

AS ytb=2

1
2
3,14 .20
4

AS ytb=628 mm

digunakan 2 tulangan

cr.

cs.

Cek syarat

AS ytb > As

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 27

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


628 mm2 > 567 mm2

ct.
cu.
cv.
cw.

OKE, AMAN

Cek terhadap momen nominal yang timbul :


AS ytb . fy
a=
0,85 . fc . b
628 400
0,85 20 300

cx.

a=

cy.

a=49,2549

cz.
da.

1
Mn ytb =AS ytb . f y .(d a)
2

db.

1
Mn ytb =628 400 (540 49,2549)
2

dc.

Mn ytb =129461584,3 Nmm

dd.
de.

Syarat

Mn ytb > Mn
129461584,3 Nmm>52883849 Nmm OKE , Aman

df.
dg.

Jadi digunakan tulangan tarik 2D19, dan tulangan tekan :

dh.
di.
dj.

As
As
As

= 50% As
= 50% 567
= 283,5 mm2 As dari SAP = 234,96 mm2

dk.
dl.
Digunakan tulangan tekan 2D19, untuk mempermudah
pemasangan sengkang
1
AS ytb=n d 2
dm.
4

dn.

do.
dp.
dq.

1
AS ytb=2 3,14 202
4
AS ytb=628 mm 2
Cek syarat

AS ytb > As

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 28

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


628 mm2> 567 mm2

dr.

oke, aman

Tulangan Lentur daerah lapangan


ds.
Dari SAP didapat Mu = 3595,6027 ton.mm = 35956027
Nmm
dt.
Mencari nilai momen nominal :
du. Mu = Mn
Mu
Mn=
dv.

35956027
0,8

dw.

Mn=

dx.

Mn=44945033,75 Nmm

dy.
dz.

Penurunan rumus untuk perencanaan balok :


ea.
H = 0
eb. Gaya tarik baja = gaya tekan beton
ec.
T = D
As
.
fy=0,85.
fc
.b
.
ed.
.c
1

1 . c=

ee.

As . fy
0,85. fc .b

ef.
a=

. b . d . fy .b . fy
=
0,85. fc. b 0,85. fc

eg.
Mn=T . Jd
eh.

1
Mn=As . fy . d a
2

ei.

Mn=. b . d . fy . d

)
1 . b . fy
2 0,85. fc

( (

))

ej.

Mn=

1 . b . fy
2 0,85. fc

( (

. b . d . fy . d
bd

))

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 29

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ek.

Bila , m=

fy
0,85. fc

el.

1
Rn= . fy . 1 . m
2

em.

en.
eo.
ep.
eq.
er.

1
m

( 12 mfy. Rn )

Mencari rasio penulangan


Mn
Rn= 2
bd
Rn=

44945033,75
300 540 2

Rn=0,513775 N /mm2

es.
et.

m=

fy
0,85 fc

eu.

m=

400
0,85 20

ev.

m=23,5294

ew.
ex.
ey.
ez.
fa.
fb.
fc.
fd.
fe.
ff.
fg.
fh.

( 12 mfy. Rn )
1
2 23,5294 0,513775
=
1
(
)
23,5294
400
=

1
m

=0,001304

Cek terhadap rasio penulangan


Tulangan tarik maksimum :
1,4 1,4
min =
=
=0,0035
fy 400
Tulangan tarik maksimum :
0,85. fc . 1 .600
b=
fy( fy+600)

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 30

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


0,85 20 0,85 600
400 ( 400+600 )

fi.

b=

fj.

b=0,021675

fk.
fl.
fm.

max =0,75. b

fn.

max =0,75 0,021675

fo.

max =0,016256

fp.
fq.
fr.
fs.
ft.

min

Karena < min maka yang digunakan dalam mencari As

adalah
fu.
fv.

= 0,001304
= 0,0035

=0,0035

Mencari Luas Tulangan


As= b d

fw.

As=0,0035 300 540

fx.

As=567 mm2

fy.
fz.
ga.

As dari SAP = 502,29 mm2

Luas tulangan utama (t = 20 mm) :


1
A= d 2
4

gb.

1
A= 3,14 202
4

gc.

A=314 mm2

gd.
ge.
gf.

Jumlah tulangan (n)


As
n=
A
567
314

gg.

n=

gh.

n=1,8057 2

digunakan 2 tulangan

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 31

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


gi.
gj.
gk.

gl.

gm.

gn.

Luas tulangan utama yang timbul :


1
AS ytb=n d 2
4
AS ytb=2

AS ytb=628 mm
Cek syarat

gr.

AS ytb > As
628 mm2> 314 mm2

go.
gp.
gq.

1
2
3,14 20
4

Cek terhadap momen nominal yang timbul :


AS ytb . fy
a=
0,85. fc. b
628 400
0,85 20 300

gs.

a=

gt.

a=49,2549 mm

gu.

1
Mn ytb =AS ytb . fy .(d a)
2

gv.

1
Mn ytb =628 400 (540 49,2549)
2

gw.

Mn ytb =129461584,3 Nmm

gx.
gy.
gz.
ha.
hb.
hc.
hd.

OKE, AMAN

Syarat

Mnytb > Mn

129461584,3 Nmm> 44945033,75 Nmm

Jadi digunakan tulangan tarik 2D19, dan tulangan tekan :


As = 50% As
As = 50%. 567
As = 283,5 mm2 As dari SAP = 234,96 mm2

he. Digunakan tulangan tekan 2D19, untuk mempermudah


pemasangan sengkang
1
2
As ' ytb=n d
hf.
4

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 32

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


hg.

hh.

hi.

As ' ytb=2
As ' ytb

1
3,14 202
4

= 628 mm2

Cek syarat

As ytb > As'

hj.
628 mm2> 283,5 mm2 OKE, AMAN
hk.
Tulangan Geser (sengkang)
hl.
Dari SAP didapat Vu = 6,21412 ton = 62141,2 N
hm. Kemampuan beton menahan geser
fc
Vc= . b . d
hn.
6
ho.

20
Vc= 300 540
6

hp.

Vc=120747,7 N

hq.
hr.

Kontrol tulangan geser :

hs.

Vc=0,6 Vc

ht.

Vc=0,6 120747,7

hu.

Vc=72448,6

hv.
hw.

Cek Vu> Vc

hx.

62141,2 N >72448,6 N OKE ,Tidak perlu tulangan geser

hy.

Kemampuantulangan menahan geser :

hz.

Vs=

Vu
Vc

ia.

Vs=

62141,2
120747,7=17179 N
0,6

ib.

1
1
fc . b . d= 20 300 540
3
3

ic.

1
fc . b . d=241495,3 N
3

id.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 33

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ie.

Jarak maksimum tulangan:

if.

jika , Vs

1
d
fc .b . d S maks=
3
4

ig.

jika , Vs

1
d
fc .b . d S maks=
3
2

ih.

Karena Vs

2
fc .b . d maka
3

ii.
ij.

d 540
S maks= =
=270 mm
2
2

ik.

Diambil jarak sengkang S=200 mm

il.
im.

Merencanakan tulangan geser diameter 10 (10):

in.

1
2
Av = d
4

io.

1
Av = 3,14. 102
4

ip.

Av =78,50 mm2

iq.
ir.

Kemampuantulangan yang timbul menahan geser :

is.

VS ytb =

Av . fy .d
S

it.

VS ytb =

78,5 400 540


200

iu.

VS ytb =84780 N

iv.

Cek V s ytb >Vs


iw.

84780 N >17179 N Oke

ix.
iy.

Jadi pada daerah frame 107 , dipasang :

iz.

Tulangan Tarik 2 D 20

ja.

Tulangan Tekan 2 D 20

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 34

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


jb.

Tulangan Geser s 10200 mm

jc.
jd.

Perhitungan Frame Selanjutnya pada AS 1 terlihat pada lampirantabel

je.

penulanganb alok pada AS 1

jf.
jg.
jh.
ji.
2. Desain Penulangan Kolom
jj.
Data di ketahui
jk. Joint 93
k2 25X30
jl.
K2 25X30
b = 250 mm , h = 300 mm
jm.
Fc = 20 Mpa fc 30 Mpa, maka nilai 1 = 0,85
jn.
Fy = 400 Mpa
=10 mm
jo.
Di pilih diameter sengkang
jp.

Dipilih diameter tulangan utama =20 mm

jq.
jr.
Tebal selimut sengkang sesuai dengan SNI 03 -2847-2002
untuk balok dan kolom
js.
p = 40 mm
jt.
Tinggi efektif balok (d)
1
p+

ju.
+
d=h s
2 t)

kb.

1
20 )
2

jv.

40+10
d=300 +

jw.

d= 240

jx.

d =

p+

jy.

d =

40+ 10+

jz.

d =

60

1
20
2

ka.
Perhitungan tulangan lentur kolom
pu=19,608233 ton=196082,33 N
Dari SAP di dapat
12

kc.

Mu=5,94110

ton. mm=5,941 10 Nmm

kd.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 35

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ke.
Beban aksial kolom dan beban aksial kolom pada posisi
ballanced :
600
kf. cb= 600+ fy d
600
240
600+ 400

kg.

cb=

kh.

cb=120300

ki.

kj. ab= 1 cb
kk. ab=0,85 120,3
kl. ab=102,255
km.
kn.
ko.
kp.
kq.

p
p

nb
nb
nb

Beban aksial pada kondisi ballanced


0,85 fc . ab . b
0,85 20 102,255 250

434583750 N

kr.

ks.
kt.
ku.

Beban aksial kolom :


pu
kv. pn=
kw.

pn=

196082,33
0,65

kx. pn=301665,123 N
ky.

kz.Mencari penulangan kolom dari kurva ( )


la.Batasan rasio penulangan lungitodinal kolom 8% 1%
lb. Rencana rasio penulangan lungitudinal adalah 0,42%
lc.Maka rasio penulangan kolom
ld. =0,04200
le. As= . b . d
lf. As=0,04200 250 300
lg.

As=3150 mm

lh.

li. Luas tulangan utama ( t= 20 mm)


Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 36

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


lj. A =

1
d2
4

lk.A =

1
2
20
4

ll. A =

314 mm

lm.
ln. Jumlah tulangan (n)
As
lo. n= A
3768
lp. n= 314
lq. n=10,032 12 tulangan
lr.
ls. Luas utama yang timbul.
1
2
lt.
ASytb = n 4 d
12

1
3,14 20 2
4

lu.

ASytb =

lv.

ASytb = 3768 mm2

lw.
lx.

Cek syarat

ASytb

3768 mm2 3150 mm2 OKE, AMAN

ly.
lz.
ma.
mb.

mc.

AS

Cek syarat aksial kolom :


0,8 Pn ytb > Pu

Pnytb = 0,85 fc

Ag AS ytb
fy . AS ytb
()+ ( )

250 3003768
400 3768
()+ ( )

md.

Pnytb = 0,85 20

me.
mf.

Pnytb = 26833344 N
0,8 Pn ytb
= 0,8 0,65 26833344

mg.

0,8 Pn

ytb

= 13953338,88 N

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 37

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


mh.

Cek syarat

mi.

0,8 Pn

ytb

Pu

13953338,88 N

196082,33 N

OKE,

AMAN
mj.
mk.
Cek batasan luas penampang tulangan kolom
AS ytb
ml.
1% AG .100 8
mm.

3768
1% 75000 .100 8 1 4,2 8 OKE

mn.
Perhitungan tulangan geser kolom
mo.
Dari SAP didapat Vu = 2,689 10 -15 ton = 2,689 10 -11
N
mp.
mq.

Kemampuan beton menahan geser:


Pu fc
Vc = 1+ 14. A 6 . b . d

mr.

Vc = ( 1 +

ms.

Vc = 109545,698 N

196082,33
14 250 300

20
6

250 240

mt.
Kontrol Tulangan Geser :
mu.
0,5 Vc = 0,5 0,6 109545,698
mv.
0,5 Vc = 32863,709 N
mw.
Cek Vu > 0,5 Vc
mx.
2,689 10-11< 32863,709 N Tidak memerlukan
tulangan geser
my.
mz.
Jarak tulangan geser ( sengkang ) :
na.
Mengacu ke SNI 03 2847 2002, pasal 9.10.10 apabila Vu
<0,5 Vc , secara teoritis tidak diperlukan tulangan geser, tetapi
tetap digunakan tulangan geser dengan mengacu sebagai berikut :
1. Semua batang tulangan non-prategang harus diikat dengan
sengkang dan sengkang ikat lateral, paling sedikit ukuran D-10
untuk tulangan longitudinal lebih kecil dari D-32, dan paling tidak
D-13 untuk tulangan D-36, D-44, D-56, dan bundel tulangan
longitudinal. Sebagai alternatif boleh juga digunakan kawat ulir
atau jaring kawat las dengan luas penampang ekuivalen.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 38

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


2. Spasi vertikal sengkang dan sengkang ikat tidak boleh melebihi 16
kali diameter tulangan longitudinal, 48 kali diameter batang atau
kawat sengkang/sengkang ikat, atau ukuran terkecil dari komponen
struktur tekan tersebut.
nb.
Maka dipilih D tulangan sengkang minimum yaitu s = 10
mm untuk tulangan longitudinal D < 32 (SNI 9.10.10-1)
nc.
nd.
ne.
Spasi vertikal tulangan sengkang dipilih yang terkecil dibawah
ini ( SNII 9.10.10.5-2 ) :

S = 16t = 16 * 20 = 320 mm
S = 48s = 48 * 10 = 480 mm
Ukuran kolom terkecil S = 250 mm
nf.
Jadi dipilih jarak sengkang terkecil yaitu S = 250 mm
ng.
nh.
Luas tulangan geser diameter 10 ( 10 ) :
1
2
ni.
Av = 4 d
1
4

nj.

Av =

nk.

Av = 78,5 mm2

nl.
nm.

3,14.102

nn.

Kemampuan tulangan yang timbul menahan geser :


Av . fy . d
Vsytb=
S

no.

VSytb =

78,5 400 240


250

np.
VSytb = 30144 N
nq.
nr.
Jadi Dipilih :
ns.
Tulangan lentur kolom 12 t 20
nt.
Tulangan geser kolom s10 - 250 mm
nu.
Perhitungan Joint Selanjutnya pada AS 1 terlihat pada
lampiran tabel penulangan kolom pada AS 1
nv.
3. Desain Penulangan Pelat Lantai
nw.

Data diketahui :

nx.

= 1000 mm

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 39

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ny.

= 120 mm

nz.

Fc

= 20 Mpa 30 Mpa, maka nilai 1 = 0,85

oa.

Fy

= 400 Mpa

ob.

Dipilih diameter tulangan utama t = 10 mm

oc.

Tebal penutup (d) = 20

od.
oe.

Tinggi efektif (d):

of.

d=hd '

og.

d=12020 '

oh.

d=100 mm

oi.

Tinggi efektif arah x (dx):

oj.

1
dx=hd ' t
2

ok.

1
dx=12020 10
2

ol.

dx=95 mm

om.
on.

Tinggi efektif arah y (dy)

oo.

1
'
dx=hd t t
2

op.

1
dx=1202010 10
2

oq.

dx=85 mm

or.

Beban yang bekerja:

os.

Beban mati (DL) = 42 kg/m2

ot.

Beban hidup (LL) = 250 kg/m2

ou.

qu=1,2 DL+ 1,6

ov.

qu=1,2.42+1,6.250

ow.

qu=450,4 kg/m

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 40

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ox.
oy.
oz.
pa.
pb.
pc.
pd.
pe.
pf.
pg.
ph.
pi.
pj.
pk.
pl.
a. Tipe Pelat A

pm.
pn.
po.
pp.
kg.m
pq.
kg.m
pr.

Ly
Lx

4
1

Mencari Momen
Mlx=0,001. qu. Lx

. X = 0,001 450,4 12 63 = 28,375

Mly=0,001. qu . Lx

.X

Mtx=0,001.qu . Lx

-56,300 kg.m
Mty=0,001.qu . Lx
ps.

= 0,001 450,4 1 2 13

= 5,855

. X

0,001 450,4 1 2 125 =

. X

0,001 450,4 1 2 79

-35,582 kg.m
pt.
b. Tipe Pelat B
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 41

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

pu.
pv.
pw.
px.

Ly
Lx

4
3

1,33

Mencari Momen
Mlx=0,001. qu . Lx

141,876 kg.m
Mly=0,001 .qu . Lx
py.

.X =

0,001 450,4 1,332 35 =

.X =

0,001 450,4 1,332 18 =

0,001 450,4 1,332 75 =

72,965 kg.m
Mtx=0,001. qu . Lx
pz.

.X=

-299,966 kg.m
Mty=0,001. qu . Lx
qa.

.X=

0,001 450,4 1,332 57 =

-231,055 kg.m
qb.
c. Tipe pelat C

qc.
qd.
qe.
qf.
qg.

Ly
Lx

2,5
3

Mencari Momen
Mlx=0,001. qu. Lx

105,394 kg.m
Mly=0,001. qu . Lx
qh.
85,126 kg.m
Mtx=0,001.qu . Lx
qi.
-243,216 kg.m
Mty=0,001.qu . Lx
qj.

0,8

. X

0,001 450,4 0,8 2 26 =

. X

0,001 450,4 0,8 2 21 =

. X

0,001 450,4 0,8 2 60 =

. X

0,001 450,4 0,8 2 55 =

-222,948 kg.m
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 42

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


qk.
d. Tipe pelat D

ql.
qm.
qn.
qo.

Ly
Lx

4
1,75

2,29

Mencari Momen
Mlx=0,001. qu. Lx

57,933 kg.m
Mly=0,001. qu . Lx
qp.

. X

0,001 450,4 2,29 2 42 =

. X

0,001 450,4 2,29 2 10 =

13,794 kg.m
Mtx=0,001.qu . Lx
qq.
-114,486 kg.m
Mty=0,001.qu . Lx
qr.

. X

= 0,001 450,4 2,292 83 =

. X

= 0,001 450,4 2,292 57 =

-78,623 kg.m
qs.
e. Tipe pelat E

qt.
qu.
qv.
qw.

Ly
Lx

1,5
1,25

1 ,2

Mencari Momen
Mlx=0,001. qu. Lx

26,743 kg.m
Mly=0,001. qu . Lx
qx.
19,705 kg.m
Mtx=0,001.qu . Lx
qy.
-60,523 kg.m
Mty=0,001.qu . Lx
qz.

. X = 0,001 450,4 1,22 38=

. X = 0,001 450,4 1,22 28=

. X = 0,001 450,4 1,22 86

. X = 0,001 450,4 1,22 74

-52,078 kg.m
ra.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 43

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


rb.

rc.
rd.
re.

Dari perhitungan diambil momen maksimum:


Mlx= 141,876 kg.m

rf.

Mly=

85,126

rg.

Mtx=

-299,966 kg.m

rh.

Mty=

-231,055 kg.m

ri.
rj.
rk.
rl.
rm.

Contoh Perhitungan Penulangan Lapangan arah x :


Mlx=141,876 kg . m= 1418760 N .mm
Mencarai nilai momen nominal :
Mu= Mlx

rn.

Mn=

Mlx

ro.

Mn=

1418760
0,8

rp.

Mn=

rq.
rr.
rs.
rt.
ru.

1773450 Nmm

Mencari rasio penulangan


Mn
Rn= 2
bd
Rn=

1773450
2
1000 100
2

Rn=0,17735 N /mm

rv.
rw.

kg.m

m=

f y
0,85. fc

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 44

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


400
0,85 20

rx.

m=

ry.

m=23,529

rz.

1
2 m. Rn
1
m
fy

sa.

1
2 23,529 0,17735
1
23,529
400

= 0,00045

sb.
sc.
sd.
se.
sf.
sg.
sh.
si.
sj.
sk.
sl.

Cek terhadap rasio penulangan :


Tulang tarik maksimum :

= 0,0035 untuk pelat


min

Tulangan tarik minimum:


0,85 . fc . .600
b=
fy (fy+ 600)
b=

b= 0,02168

sm.

sn.

so.

sp.
sq.

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

max

= 0,75.

max

= 0,75 0,02168

max

= 0,01626

Syarat min max


Karena min , digunakan min = 0,0035 untuk mencari

As
sr.
ss.
st.

Mencari Luas Tulangan


As= min . b . dx

su.

As=0,0035 1000 95

sv.

As= 332,5

sw.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 45

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


sx.

Luas tulangan utama t =

sy.

1
A= d 2
4

sz.

1
A= 3,14 102
4

ta.

A=78,5 mm

tb.

Jumlah tulangan (n)

tc.

n=

As
A

td.

n=

332,5
78,5

te.

n=4,2357 5

digunakan 4 tulangan

tf.
tg.

Jarak tulangan :

th.

Jarak tulangan dalam 1m = 1000/n = 1000/5 = 200 mm

ti.

Jarak maksimum tulangan 2h = 2 120 = 240 mm

tj.
tk.

Luas tulangan utama yang timbul :

tl.

1
2
ASytb = n 4 d

tm.

1
2
ASytb = 5 4 3,14 10

tn.

ASytb = 392,5 mm2

to.

Cek syarat

ASytb

AS

392,5 mm2

tp.

332,5 mm2

Oke, aman

tq.
tr.
ts.

Cek terhadap momen nominal yang timbul :


a=

ASytb . fy
0,85. fc. b

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 46

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


392,5 400
0,85 20 1000

tt.

a=

tu.

a=9,23529

tv.
tw.

1
Mn ytb= ASytb . fy .( d a)
2

tx.

1
Mn ytb=392,5 400(100 9,23529)
2

ty.

Mn ytb= 14975029 Nmm

tz.

Syarat

Mnytb> Mn

14975029 Nmm>1773450 Nmm

ua.
ub.
uc.

Penulangan lapangan arah x, dipakai tulangan 510 200

mm
4. Desain Penulangan Tangga
ud.

Data Perencanaan Tangga

ue.

Tinggi antar lantai

= 4,0 m = 400 cm

uf.

Lebar tangga

= 1,0 m = 100 cm

ug.

Dimensi Bordes:

uh.

Panjang bordes

= 100 cm

ui.

Lebar bordes

= 100 cm

uj.
uk.

Mencari sudut kelandaian tangga ():

ul.

Tangga dibuat model L, tangga ini berbentuk seperti huruf L

yang bagian tertentu berbelok arah.


um.

Tinggi lantai = 4,0 m = 400 cm, direncana tinggi lantai

sebelum bordes

= 130 cm

un.

Tinggi lantai setelah bordes

400 130

= 270 cm

uo.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 47

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


up.

Tangga sebelum bordes (tangga bagian I) :

uq.

Mencari sudut kelandaian tangga, tinggi optrade (tanjakan)

dan antrade (injakan)


ur.

Tinggi

= 130 cm

us.

Lebar = 200 cm

ut.
13
uu.
0

uv.

uw.
ux.
uy.
uz.

200

=tan1

130
200

33,024

va.
vb.

Mencari tinggi optrade (tanjakan) dan antrade (injakan):

vc.Menurut diktat konstruksi bangunan sipil karangan Ir. Supriyono :


vd.
ve.

2Opt + Ant =6165

untuk mencari antrade (injakan):

Digunakan, 2Opt + Ant =62 , untuk mencari antrade (injakan):

vf. 2Opt + Ant =62


vg.

Ant .
2

tan ) + Ant = 62

vh.

Ant .
2

tan 33,024) + Ant = 62

vi. 0,65 Ant + Ant = 62


vj. 0,65 Ant + Ant = 62
vk.

Ant =27,0 cm

vl.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 48

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


vm.

Mencari nilai optrade (tanjakan) :

vn.

2Opt + Ant =62

vo.

2Opt + Ant =62

vp.

2Opt + 27,0=62

vq.

Opt= 18 cm

vr.
vs.

Sehingga dengan metode pendekatan didapat :

vt.

Jumlah optrade :

vu.
vv.
vw.

(noptrade )=

tinggi lantai tangga bagian I 130


=
=7
Optrade
18

Jumlah Antrade:
n

antrade

) = jumlah optrade 1 = 7-1 = 6

vx.
vy.

Dengan program excel ,perbandingan perhitungan tangga

sebelum bordes (tangga bagian I) dan tangga setelah bordes (tangga


bagian II):

vz.
wa.
wb.

Jadi didapat hasil :

wc.

Antrade

= 30 cm

wd.

Intrade

= 18 cm

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 49

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


we.

Jumlah optrade tangga bagian

=7

wf.

Jumlah optrade tangga bagian

II

= 17

wg.

Jumlah intrade tangga bagian

=6

wh.

Jumlah intrade tangga bagian II

= 16

wi.
wj.

Menghitung tebal pelat tangga :

wk.

Tebal selimut beton = 2 cm

wl.

Tebal pelat tangga :


H
27

wm.

hmin =

wn.

130
sin 33,024
hmin =
27

wo.

hmin = 8,83 cm 10 cm

wp.

Digunakan tebal pelat tangga , h = 10 cm

wq.
wr.

h' =h+

Opt
cos
2

ws.

7
h' =15+ cos 33,024
2

wt.

h' =

13,12 cm

wu.
wv.
ww.

Maka ekuivalen tebal anak tangga :


h' h= 13,12 10 = 3,12

wx.
wy.

Gmbr tangga: terdapat pada lampiran desain tangga

wz.
xa.

Maka data untuk perhitungan penulangan :

xb.

b=1000 mm

xc.

h=100 mm

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 50

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


p=20 mm

xd.
xe.

xf. d=h p

xg.

d=10020 12

xh.

d=

68 mm

xi.
xj.Pembebanan pelat tangga (h = 0,12 m) : ( tabel 2 . 1 PPIUG
1989 )
1. Beban Mati (DL)
xk.
Berat anak tangga

= 0,0312 1 2400

= 0,02 1 2100

= 0,01 1 2400

74,787 kg /m
xl.
42
xm.
24
xn.
70

Spesi (2 cm)
kg /m

Berat lantai keramik (1cm)


kg /m
Berat sandaran tangga

= 0,7 0,1 1000 1 =

kg /m

xo.

DL

210,787 kg /m
2. Beban Hidup (LL)
xp.
LL = 1,50 250 kg/m = 250 kg/m
xq.
Beban yang bekerja di pelat tangga :
qu=1,2 DL+ 1,6
xr.
xs.

qu=1,2 210,787+1,6 250

xt.

qu=

652,945 kg /m

xu.
xv.

Pembebanan balok bordes (h= 0,11 m) :

1. Beban Mati (DL)


xw. Berat anak tangga

= 0,1 1 2400 = 240

kg /m
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 51

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


xx.
42
xy.
24
xz.
70

Spesi (2 cm)

= 0,02 1 2100

= 0,01 1 2400

kg /m
Berat lantai keramik (1cm)
kg /m

Berat sandaran tangga

= 0,7 0,1 1000 1 =

kg /m

ya.

DL

= 376

kg /m

2. Beban Hidup (LL)


yb.
LL = 1,0 250 kg/m2 = 250 kg/m2
yc.
yd.
Beban yang bekerja di pelat tangga :
qu=1,2 DL+ 1,6
ye.
yf.

qu=1,2 376+1,6 250

yg.

qu=

851,2 kg /m

yh.
yi.Hasil analisis pelat tangga dan pelat bordes didapat SAP :
yj.

Perhitungan penulangan pelat tangga :

yk.

Untuk momen maximum (M11), area text 10

yl.Momen Ultimate dari SAP :


ym.

Mu=41136,83 N . mm

yn.
yo.Mencari nilai momen nominal :
yp.

Mu=Mn

yq.

Mn=

Mu

yr.

Mn=

41136,83
0,8

ys.

Mn= 51421,0375 N.mm

yt.
yu.

Mencari rasio penulangan

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 52

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


yv.
yw.

Rn=

Mn
b d2

Rn=

51421,0375
1000 682

Rn=0,01112047 N /mm2

yx.
yy.
yz.

m=

fy
0,85. fc

za.

m=

400
0,85 20

zb.

m=23,529

zc.

zd.

1
2 m. Rn
1
m
fy

ze.

1
2 23,529 0,01112047
1
23,529
400

zf. = 0,0000278
zg.
zh.
zi. Cek terhadap rasio penulangan :
zj. Tulang tarik maksimum :
1,4
min=
=0,0035untuk pelat
zk.
400
zl.
zm.
zn.

Tulangan tarik minimum:


0,85 . fc . .600
b=
fy (fy+ 600)
b=

zo.

b= 0,02168

zp.
zq.

zr.
zs.
zt.

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

max

= 0,75. b

max = 0,75 0,02168

= 0,01626
max

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 53

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


zu.

Syarat min max

zv.0,0035 0,0000278 0,01626


Karena min , maka digunakan min= 0,0035 untuk mencari As

zw.
zx.

zy.Mencari Luas Tulangan


zz.

As= min . b . dx

aaa.

As=0,0035 1000 68

aab.

As=

238 mm2

aac.
aad.

Luas tulangan utama t = 12 :

aae.

1
A= d 2
4

aaf.

1
2
A= 3,14 12
4

aag.

A=113,04 mm

aah.
aai.
aaj.
aak.
aal.
aam.

aan.
aao.

Jumlah tulangan (n)


n=

As
A

n=

238
113,04

n=2,1054 4 digunakan 4 tulangan

aap.
aaq.

Jarak tulangan :

aar.

Jarak tulangan dalam 1m = 1000/n = 1000/4 = 250 mm

aas.
aat.

Luas tulangan utama yang timbul :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 54

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


aau.

1
2
ASytb = n 4 d

aav.

1
2
ASytb = 4 4 3,14 12

aaw.

ASytb = 452,16 mm2

aax.

Cek syarat

AS

ASytb

238 mm2

452,16 mm2

aay.

Oke, aman

aaz.
aba.

Cek terhadap momen nominal yang timbul :

abb.

a=

ASytb . fy
0,85. fc. b

abc.

a=

452,16 400
0,85 20 1000

abd.

a=10,63906 mm

abe.
abf.

1
Mn ytb= ASytb . fy .( d a)
2

abg.

1
Mn ytb=452,16 400( 68 10,63906)
2

abh.

Mn ytb= 11336641 Nmm

abi.
abj.

Syarat
abk.

Mnytb > Mn

11336641 Nmm>

51421,0375

Nmm

abl.
abm.

Tulangan pelat tangga digunakan , 412 250 mm

abn.

Perhitungan penulangan pelat tangga :

abo.

Untuk momen maximum (M22), area text 4

abp.

Momen Ultimate dari SAP :

abq.

Mu= 327544,4Nmm

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 55

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


abr.
abs.

m encari nilai momen nominal :

abt.

Mu=Mn

abu.

Mn=

Mu

abv.

Mn=

327544,4
0,8

abw.

Mn= 409430,5 Nmm

abx.
aby.
abz.

aca.
acb.

Mencari rasio penulangan


Rn=

Mn
b d2

Rn=

409430,5
1000 682

Rn= 0,08854466 N/mm2

acc.
acd.

m=

fy
0,85. fc

ace.

m=

400
0,85 20

acf.

m=23,529

acg.

ach.

1
2 m. Rn
1
m
fy

aci.

1
2 23,529 0,08854466
1
23,529
400

acj.

= 0,00022194

ack.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 56

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


acl.
acm.
acn.

Cek terhadap rasio penulangan :

aco.

Tulang tarik maksimum :

acp.

= 0,0035 untuk pelat

min

acq.
acr.

Tulangan tarik minimum:

acs.

act.
acu.

b=

0,85 . fc . .600
fy (fy+ 600)

b=

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

b= 0,02168

acv.
acw.

acx.

acy.

max

= 0,75.

max

= 0,75. 0,02168

max

= 0,01626

acz.
ada.

Syarat min max

adb.

0,0035 0,00022194 0,01626

adc.

Karena min , digunakan min = 0,0035 untuk mencari

As
add.
ade.
adf.

Mencari Luas Tulangan

As= min . b . d

adg.

As=0,0035 1000 68

adh.

As=

413 mm2

adi.
adj.

Luas tulangan utama t = 12

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 57

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


adk.

1
A= d 2
4

adl.

1
2
A= 3,14 12
4

adm.

A=113,04 mm2

adn.
ado.
adp.
adq.
adr.

Jumlah tulangan (n)

ads.

n=

As
A

adt.

n=

238
113,04

adu.

n=2,1054 4

digunakan 4 tulangan

adv.
adw.

Jarak tulangan :

adx.

Jarak tulangan dalam 1m = 1000/n = 1000/4 = 250mm

ady.

Luas tulangan utama yang timbul :

adz.

1
2
ASytb = n 4 d

aea.

1
2
ASytb = 4 4 3,14 12

aeb.

ASytb = 452,16 mm2

aec.
aed.
aee.

Cek syarat

ASytb

AS

452,16 mm2

238 mm2

Oke, aman

aef.
aeg.

Cek terhadap momen nominal yang timbul :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 58

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


aeh.

a=

ASytb . fy
0,85. fc. b

aei.

a=

452,16 400
0,85 20 1000

aej.

a=10,63906

mm

aek.
ael.

1
Mn ytb= ASytb . fy .( d a)
2

aem.

1
Mn ytb=452,16 400( 68 10,63906)
2

aen.

Mn ytb= 11336641 Nmm

aeo.
aep.
aeq.

Syarat

Mnytb> Mn

11336641 Nmm>

409430,5 Nmm

aer.

Tulangan pelat tangga digunakan , 412 250 mm

aes.

Perhitungan penulangan balok bordes :

aet.

Untuk momen maximum (M11), area text 10

aeu.

Momen Ultimate dari SAP :

aev.

Mu=18193,96 Nmm

aew.
aex.

Mencari nilai momen nominal :

aey.

Mu=Mn

aez.

Mn=

Mu

afa.

Mn=

18193,96
0,8

afb.

Mn= 22742,45 N.mm

afc.
afd.

Mencari rasio penulangan

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 59

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


afe.
aff.
afg.

Rn=

Mn
b d2

Rn=

22742,45
1000 682

Rn=0,004918

afh.
afi.

m=

fy
0,85. fc

afj.

m=

400
0,85 20

afk.

m=23,529

N/mm2

afl.

afm.

1
2 m. Rn
1
m
fy

afn.

1
2 23,529 0,004918
1
23,529
400

afo.
afp.
afq.
afr.
afs.
aft.
afu.
afv.
afw.
afx.
afy.
afz.
aga.

-0,000012298

Cek terhadap rasio penulangan :


Tulang tarik maksimum :

= 0,0035 untuk pelat


min

Tulangan tarik minimum:


0,85 . fc . .600
b=
fy (fy+ 600)
b=

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

b= 0,02168

agb.

agc.

agd.

max

= 0,75.

max

= 0,75 0,02168

max

= 0,01626

age.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 60

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


agf.

Syarat min max

agg.

0,0035-0,000012298 0,01626
Karena min , digunakan min= 0,0035 untuk mencari As

agh.
agi.
agj.
agk.

Mencari Luas Tulangan


As= min . b . d

agl.

As=0,0035 1000 68

agm.

As= 238 mm2

agn.
Luas tulangan utama t = 12 :
ago.

1
2
A= d
4

agp.

1
A= 3,14 122
4

agq.

A=113,04 mm2

agr.
ags.
agt.
agu.
agv.
agw.

agx.
agy.

Jumlah tulangan (n)


n=

As
A

n=

238
113,04

n=2,1054 4

digunakan 4 tulangan

agz.
aha.

Jarak tulangan :

ahb.

Jarak tulangan dalam 1m = 1000/n = 1000/4 = 250mm

ahc.

Luas tulangan utama yang timbul :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 61

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ahd.

1
2
ASytb = n 4 d

ahe.

ASytb = 4

ahf.

ASytb = 452,16 mm2

1
2
3,14 12
4

ahg.
ahh.

Cek syarat

ASytb

452,16 mm2

ahi.

AS
238 mm2

Oke, aman

ahj.
ahk.

Cek terhadap momen nominal yang timbul :

ahl.

a=

ASytb . fy
0,85. fc. b

ahm.

a=

452,16 400
0,85 20 1000

ahn.

a=10,639 mm

aho.
ahp.

1
Mn ytb= ASytb . fy .( d a)
2

ahq.

1
Mn ytb=452,16 400( 68 10,639)
2

ahr.

Mn ytb=11336641 Nmm

ahs.
aht.
ahu.

Syarat Mnytb> Mn
11336641 Nmm>22747,45 Nmm

ahv.
ahw.

Tulangan balok bordes digunakan , 412 250 mm

ahx.

Perhitungan penulangan balok bordes :

ahy.

Untuk momen maximum (M22), area text 10

ahz.

Momen Ultimate dari SAP :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 62

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


aia.

Mu=57144,23 Nmm

aib.
aic.

Mencari nilai momen nominal :

aid.

Mu=Mn

aie.

Mn=

Mu

aif.

Mn=

57144,23
0,8

aig.

Mn= 71430,2875Nmm

aih.
aii.
aij.

aik.
ail.

Mencari rasio penulangan


Rn=

Mn
2
bd

Rn=

71430,2875
2
1000 68

Rn= 0,01545 N/mm2

aim.
ain.

m=

fy
0,85. fc

aio.

m=

400
0,85 20

aip.

m=23,529

aiq.

air.

1
2 m. Rn
1
m
fy

ais.

1
2 23,529 0,01545
1
23,529
400

ait.

= -0,0000386

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 63

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


aiu.
aiv.
aiw.
aix.

Cek terhadap rasio penulangan :

aiy.

Tulang tarik maksimum :

aiz.

= 0,0035 untuk pelat

min

aja.
ajb.

Tulangan tarik minimum:

ajc.

ajd.

b=

0,85 . fc . .600
fy (fy+ 600)

b=

0,85 20 0,85 600


400 (400+600)

b= 0,02168

aje.
ajf.
ajg.

ajh.

aji.

max

= 0,75.

max

= 0,75 0,02168

max

= 0,01626

ajj.
ajk.

Syarat min max


0,0035 -0,0000386 0,01626

ajl.
ajm.

Karena min , digunakan min = 0,0035 untuk mencari

As
ajn.
ajo.
ajp.

Mencari Luas Tulangan


As= min . b . d

ajq.

As=0,0035 1000 68

ajr.

As=

238 mm2

ajs.
ajt.

Luas tulangan utama t = :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 64

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


aju.

1
A= d 2
4

ajv.

1
2
A= 3,14 12
4

ajw.

A=113,04 mm2

ajx.
ajy.
ajz.
aka.
akb.

Jumlah tulangan (n)

akc.

n=

As
A

akd.

n=

238
113,04

ake.

n=2,1054 4

digunakan 4 tulangan

akf.
akg.

Jarak tulangan :

akh.

Jarak tulangan dalam 1m = 1000/n = 1000/4 = 250 mm

aki.
akj.

Luas tulangan utama yang timbul :

akk.

1
2
ASytb = n 4 d

akl.

ASytb = 4

akm.

ASytb = 452,16 mm2

akn.

Cek syarat

ako.

1
3,14 122
4

ASytb

AS

452,16 mm2

238 mm2

Oke, aman

akp.
akq.

Cek terhadap momen nominal yang timbul :

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 65

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


akr.

a=

ASytb . fy
0,85. fc. b

aks.

a=

452,16 400
0,85 20 1000

akt.

a=10,63906

aku.
akv.

1
Mn ytb= ASytb . fy .( d a)
2

akw.

1
Mn ytb=452,16 400( 100 10,63906)
2

akx.

Mn ytb=11336641 Nmm

aky.
akz.
ala.
alb.

Syarat

Mnytb> Mn

11336641 Nmm>71430,2875 Nmm


Tulangan pelat tangga digunakan , 412 250 m

alc.
ald.
ale.
alf.
alg.
alh.
ali.
alj.
alk.
all.
alm.
aln.
alo.
alp.
alq.
Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)
Taufik Akbar
(5113412023)

Page 66

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II

alr.

LAMPIRAN-

LAMPIRAN
als.
alt.
alu.
alv.
alw.
alx.
aly.
alz.
ama.
amb.
amc.
amd.

1. LAMPIRAN MODEL STRUKTUR RUKO 2 LANTAI


2. LAMPIRAN PEMBEBANAN BERDASARKAN SNI

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 67

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


ame.

Tabel Perhitungan Tangga

amf.
amg.
amh.
ami.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 68

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


amj.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Tabel Perhitungan Pelat Lantai

Page 69

Tugas Besar Struktur Beton Bertulang II


amm.
amn.
amo.
amp.
amq.
amr.
ams.
amt.
amu.
amv.
amw.
amx.

Mafrianti P. Irianinngsih (5113412022)


Taufik Akbar
(5113412023)

Page 70