Anda di halaman 1dari 2

PUNCAK DAN KEPENUHAN WAHYU: YESUS KRISTUS

Inti dan ciri khas (identitas) agama Kristiani, khususnya Katolik, adalah YESUS KRISTUS.
Kristen berarti pengikut Kristus. Tetapi siapakah Yesus Kristus itu? Ada beberapa hal istimewa
yang membedakan-Nya dari semua orang ataupun penganjur agama lain, yakni:
1. Perhitungan tahun yang dipakai saat ini, bahkan oleh orang-orang yang tak bertuhan atau
menyangkal Tuhan, adalah berdasarkan tahun kelahiran Yesus Kristus. Mereka akan memakai
perhitungan sebelum Masehi dan sesudah Masehi, di mana pembagian tersebut menjadi
sebelum kedatangan-Nya dan sesudah kedatangan-Nya.
2. Hari Minggu sebagai hari istirahat semua orang di dunia berdasarkan hari kebangkitan Yesus.
Sebelum Yesus bangkit, ada orang beristirahat pada hari ke tujuh (Sabtu), namun sesudah
Yesus bangkit, semua orang beristirahat pada hari pertama (Minggu).
3. Yesus Kristus bangkit dari mati, Yesus bangkit berarti menjadi hidup kembali. Ia lahir, hidup,
mati, kemudian hidup kembali. Kebangkitan Yesus adalah peristiwa sentral pewahyuan Allah
dan puncak iman kita. Oleh karena itulah kita percaya bahwa Yesus selalu menyertai kita.
4. Yesus Kristus adalah Putera Allah, Yesus bisa bangkit dari kematian karena Ia adalah putera
Allah. Yesus menyebut Allah sebagai: Bapa-Nya dan Allah menyebut Yesus sebagai PuteraNya.
5. Yesus lahir untuk mati, agar Ia bisa menebus dosa manusia. Inilah misi atau tujuan perutusan
Yesus yang lahir ke dunia dan menjadi manusia. Ini pula-lah yang menjadi tema sentral Injil
Markus: Yesus Kristus adalah Putera Allah yang tersalib.

Warta dan pribadi Yesus membawa pertentangan. Konflik dengan mereka yang
memegang kekuasaan pasti berbahaya. Mewartakan cinta kasih Allah tanpa syarat bagi
orang jahat sekali pun, menjengkelkan mereka yang merasa berjasa di hadapan Allah.
Pribadi Yesus dirasakan sebagai batu sandungan yang membahayakan ketentraman
umum. Ia bergaul dengan siapa saja, berteman dengan sampah masyarakat, makan
bersama dengan orang jahat dan pelacur. Ini menimbulkan kebencian luas. Di lain pihak
ia dikagumi oleh rakyat kecil. Ia berani melawan imam yang dianggap merupakan wakil
Allah. Imam agung merasa Yesus sungguh berbahaya. Yesus membiarkan diri ditangkap.
Lalu diadili secara paling tidak adil. Imam agung menolak Yesus. Yesus wafat di salib.
Seakan-akan Allah menjatuhkan vonis. Warta dan karya-Nya sepertinya tidak direstui
Allah. Yesus seakan-akan musuh Allah, dan penipu yang berpihak pada Yesus berarti
melawan Allah. Yesus sepertinya gagal total. Allah yang diandalkan-Nya seakan-akan
tidak merestui warta dan pribadi-Nya. Dengan membiarkan diamati berarti Allah tidak
merestui-Nya. Dan hal ini seakan menguji iman Yesus sendiri : Allahku, ya Allahku
mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mk 15:34).

JULIETH YOSPA R R K

PUNCAK DAN KEPENUHAN WAHYU: YESUS KRISTUS

Salib memang tak terselami. Namun inilah maksud kedatangan-Nya di dunia ini. Orang
lain lahir ke dunia untuk hidup di dalamnya. Tetapi Yesus datang untuk mati di dalamnya.
Bagi Kristus, kematian merupakan tujuan dan pemenuhan hidup-Nya. Segala kata dan
tindakan-Nya hanya dapat dipahami dengan penuh dalam hubungannya dengan salib.
6. Yesus Kristus adalah satu-satunya tokoh yang kedatangan-Nya dipermaklumkan terlebih
dahulu dan diramalkan oleh para nabi bangsa Israel, tetapi juga oleh para tokoh dari bangsa
lain seperti Roma, Yunani, Tiongkok, dan lain-lain.
Yesus bukanlah seorang penguasa melainkan seorang awam. Yesus tidak membawa
agama, tetapi hubungan pribadi dengan Allah. Yesus mengajak orang untuk ikut serta dalam
hubungan pribadi-Nya dengan Allah. Inti pewartaan Yesus adalah kasih. Bukan tobat dan
perbuatan dahulu baru kasih Allah, melainkan kasih Allah terlebih dahulu pada manusia baru tobat
dan perbuatan yang sesuai, karena Allah memberi kasih tanpa batas. Oleh karena itu, inti dan ciri
khas iman Kristiani adalah pribadi Yesus Kristus yang merupakan Tuhan dan Kristus manusia. Jadi
yang paling penting bukan ajaran Yesus, bukan pula pada perkataan dan perbuatan-Nya yang
lampau, melainkan kedudukan-Nya sekarang, yang kini sebagai Tuhan di tengah-tengah kita.
Dasar iman kita adalah Yesus Kristus menurut pewartaan para rasul. Iman kita tertuju dan
mengandalkan Allah sendiri yang menyapa kita melalui pribadi Yesus dari Nazaret.

JULIETH YOSPA R R K