Anda di halaman 1dari 3

PENGATURAN PERNAPASAN

Pusat pernapasan : MO dan pons.


3 kelompok utama pusat pernapasan :
1. Kelompok pernapasan dorsal
letak di dorsal medula
menyebabkan inspirasi
merupakan irama dasar pernapasan
2. Pusat pneumotaksik
letak di dorsal bagian superior pons
mengatur kecepatan dan pola bernapas
membatasi inspirasi
meningkatkan kecepatan pernapasan dengan cara memperpendek ekspirasi
jika sinyal pneumotaksik kuat : kecepatan pernapasan meningkat 30 - 40
kali/menit
jika sinyal pneumotaksik lemah :menurunkan kecepatan hanya beberapa kali
pernapasan/menit
3. Kelompok pernapasan ventral
letak di ventrolateral medula
menyebabkan inspirasi dan ekspirasi
fungsi : hanya sebagai mekanisme pendorong bila dibutuhkan ventilasi paru
yang lebih besar, karena kelompok ini inaktif selama tenang yang normal.
sehingga tidak ikut berperan dalam menentukan irama dasar yang mengatur
pernapasan.
Kemungkinan pusat pernapasan yang lain :
1. Pusat Apnea
Letak di pons bagian bawah
Fungsinya bekerjasama dengan pusat pneumotaksik untuk mengatur
dalamnya inspirasi

2. Reflex Inflasi Hering Breuer


Reflex saraf yang berasal dari paru-paru untuk membantu mengatur
pernapasan.
Yang paling penting terletak di otot dinding bronkus dan bronkiolus paru
yaitu reseptor regang yang menjalarkan sinyal melalui n.vagus. Kalau paru
sangat teregang (terinflasi),maka terjadi respons umpan balik ,ramp inspirasi
dimatikan kemudian inspirasi selanjutnya dihentikan.
Reflex ini juga meningkatkan kecepatan pernapasan.
Pengaturan Kimia Pernapasan
Kelebihan CO2 atau ion hidrogen terutama merangsang pusat pernapasan,
menyebabkan peningkatan sinyal inspirasi dan ekspirasi yang kuat ke otot
pernapasan.
Pengaruh CO2 dan Ion Hidrogen
Perubahan konsentrasi CO2 dan ion hidrogen tidak langsung mempengaruhi
pusat pernapasan.
Perubahan konsentrasi CO2 dan ion hidrogen ini lebih dahulu mempengaruhi
area kemosensitif, baru kemudian area ini mempengaruhi pusat pernapasan
yang lain.
Ion hidrogen merangsang neuron sensoris pada area kemosensitif secara
langsung. Sedang CO2 merangsang secara sekunder.Tapi CO2 lebih kuat
merangsang neuron kemosensitif daripada ion hidrogen, sebab : sawar darah
otak dan sawar darah cairan serebrospinal hampir seluruhnya impermeabel
terhadap ion hidrogen.
Akibatnya kalau P CO2 darah meningkat ,maka P CO2 cairan interstisial
medula dan cairan serebrospinal juga ikut meningkat.
Oksigen tidak penting bagi pengaturan langsung terhadap pusat pernapasan :

Karena sistem dapar oksigen hemoglobin mengalirkan oksigen dalam jumlah


yang hampir normal ke jaringan.
Pengaturan Pernapasan Selama Latihan
Pada latihan yang berat ,pemakaian oksigen dan pembentukan CO2 dapat
meningkat 20 kali lipat.
Hal ini karena ventilasi alveolus meningkat.
Peningkatan ventilasi ,disebabkan:
1. Otak, ketika menjalarkan impuls ke otot yang berkontraksi, dianggap
mengirimkan impuls kolateral ke batang otak untuk merangsang pusat
pernapasan.
2. Selama latihan, gerakan tubuh terutama lengan dan tungkai, dianggap
meningkatkan ventilasi paru dengan merangsang proprioseptor sendi
dan otot, yang kemudian menjalarkan impuls eksitasi ke pusat
pernapasan.
3. Hipoksia yang terjadi di dalam otot, menghasilkan sinyal saraf aferen ke
pusat pernapasan untuk merangsang pernapasan.