Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEBIDANAN KEPADA IBU HAMIL DENGAN

ABORTUS INCOMPLET TERHADAP Ny. S DI RS.


MARGA HUSADA TAHUN 2012

BAB. I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan suatu kejadian penting pada setiap


pasutri dan merupakan awal dari kehidupan seorang manusia.
Selayaknya kehamilan disiapkan dengan matang dari kesehatan
ibu dan buah hati. Saat inipun ibu sudah harus diberi pengertian
bagaimana seharusnya ia menjaga kondisi tubuh untuk
kelancaran

kehamilan

dan

perkembangan

janin

dalam

kandungan. Kehamilan itu sendiri adalah hasil pertemuan antara


sel telur dengan sel sperma disaluran tuba fallopi dan
membentuk sebuah janin. Pada umumnya setiap kehamilan
berakhir dengan lahirnya bayi yang sempurna. Tetapi dalam
kenyataannya tidak selalu demikian, sering kali perkembangan
kehamilan mendapat gangguan seperti pendarahan, gangguan
perdarahan yang sering timbul pada awal kehamilan salah
satunya adalah abortus. Abortus adalah penghentian sebelum
janin dapat hidup.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh American Collage of
Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dilakukan bahwa
sekitar 15% kehamilan mengalami keguguran, sedangkan data
lain menyebutkan bahwa janinnya sekitar 15-40% dari
kehamilan yang terjadi. Angka sebenarnya mungkin lebih besar,
karena bisa saja keguguran terjadi sebelum seorang wanita
menyadari bahwa dirinya hamil. Dari jumlah tersebut sekitar 6075% angka keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai
12 minggu.

Abortus bila tidak ditangani dengan baik maka akan


mengakibatkan perdarahan yang hebat sampai syok dan berakhir
dengan kematian. Selain itu juga akan mengakibatkan perforasi,
infeksi dan tetatus serta payah ginjal akut. Untuk mengatasi
masalah perdarahan dilakukan tindakan asuhan kebidanan
rehidrasi cairan dan transfusi darah.
Dengan adanya fenomena di atas penulis tertarik untuk
mengelola klien dengan masalah abortus.

B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan umum
Memperoleh gambaran hasil pengelolaan asuhan kebidanan
pada klien dengan abortus incompletus di RS Marga Husada
Pati.

2. Tujuan khusus

Memperoleh gambaran tentang :


a. Gambaran hasil pengkajian pada pasien
b. Gambaran prioritas tindakan asuhan kebidanan untuk
mengatasi masalah dengan abortus
c. Gambaran perencanaan tindakan asuhan kebidanan untuk
mengatasi masalah yang muncul
d. Gambaran tindakan asuhan kebidanan
e. Gambaran hasil dari tindakan kebidanan yang telah
dilakuk an.

BAB.II
TINJAUAN TEORI
1. Pengertian Abortus

Abortus atau keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi


sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Dibawah ini
dikemukakan beberapa definisi para ahli tentang abortus
A. EASTMEN : Abortus ialah keadaan terputusnya suatu
kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri
diluar uterus. Belum sanggup diartikan apabila fetus itu
beratnya terletak antara 400 1000 gram atau usia
kehamilan kurang dari 28 minggu.
B. JEFFCOAT : Abortus adalah pengeluaran dari hasil
konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu.
C. HOLMER : Abortus adalah terputusnya kehamilan
sebelum minggu ke-16, dinamakan proses plasentasi
belum siap. (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)

2. Etiologi Abortus (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)

Faktor-faktor yang menyebabkan kematian fetus adalah :


A.

Kelainan

ovum

Menurut HERTIG dkk, pertumbuhan abnormal dari


fetus sering

menyebabkan abortus spontan. Menurut

penyelidikan mereka, dari 1000 abortus spontan, maka


48,9% disebabkan karena ovum yang patologis ; 3,2%
disebabkan oleh kelainan letak embriio, dan 9,6%
disebabkan

karena

plasenta

yang

abnormal.

Pada ovum abnormal 6% diantaranya terdapat degenerasi

hidatid vili. Abortus spontan yang disebabkan oleh karena


kelainan dari ovum, berkurang kemungkinannya kalau
kehamilan sudah lebih dari satu bulan, artinya makin muda
kehamilan saat terjadinya abortus makin besar kemungkinan
disebabkan oleh kelaninan ovum (50-80%)

B. Kelainan genetalia ibu


Misalnya

pada

ibu

yang

menderita

a. Anomali kogenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis


dll)

b. Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri


fisaka
c. Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti
nidasi

dari ovum yang sudah dibuahi, seperti

kurangnya

progesterone

endometritis, mioma,

atau

estrogen,

submucosa

d. Uterus terlalu cepat teregang (kehamilan ganda,


mola)
e. Distosio uterus, misalnya karena terdorong oleh
tumor
C.

pelvis.
Gangguan

sirkulasi

plasenta

Kita jumpai pada ibu yang menderita penyakit nefritis,


hipertensi,toksemia
plasenta, dan

gravidarum,

endometritis

D.

anomali

oleh karena lues.

Penyakit-penyakit
Misalnya

ibu
pada

a. Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi


seperti

pneumonia, tifoid, pielitis, rubeola,

demam malta dan

sebagainya. Kematian fetus

dapat disebabkan karena


infasi

kuman

atau

toksin dari ibu


virus

pada

atau
fetus.

b. Keracunan Pb, nikotin, gas racun, alkohol dan lainlain

c. Ibu yang asfiksia seperti pada dekompensasi kordis,


penyakit

paru

berat,

anemia

gravis.

d. Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolisme,


hipertiroid, kekurangan vit A, C atau E,
diabeters

melitus.

E.

Antagonis

Rhesus

Pada antagonis rhesus, darah ibu yang melalui plasenta


merusak darah fetus, sehingga terjadi anemia
pada fetus

yang berakibat meninggalnya fetus.

F. Terlalu cepatnya korpus luteum menjadi atrofis, atau


faktor

servixs, yaitu inkompetensi serviks, servisitis.

G.Perangsang pada ibu yang menyebabkan uterus


berkontraksi;

umpamamanya: sangat terkejut, obat-obat

uterotonika,

ketakutan, laparotomi, dan lain-lain.

Atau dapat juga karena

trauma

fetus; selaput janin rusak langsung


benda

langsung
trauma

dan

terhadap
instrumen,

obat-obatan.

H. Penyakit Bapak : umur lanjut, penyakit kronis seperti :


TBC,

anemia,

nefritis, sifilis,
dll) sinar rontgen,

dekompensasi

kordis,

malnutrisi,

keracunan (alkohol, nikotin, pada,


avitaminosis.

Frekuensi
Diperkirakan frekuensi keguguran spontan berkisar antara
10-15%. Namun demikian, frekuensi keguguran yang
pasti sukar ditentukan, karena abortus buatan banyak yang
tidak dilaporkan, kecuali bila terjadi komplikasi. Juga
karena sebagian keguguran spontan hanya disertai gejala
dan tanda ringan, sehingga wanita tidak datang ke dokter
atau

rumah

sakit.

Menurut SIEGLER dan EASTMAN, abortus terjadi pada


10% kehamilan. Menurut EASTMAN, 80% dari abortus
terjadi pada bulan ke 2-3 kehamilan, sementara SIEMENS

mendapatkan 76% (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002).


3.

Klasifikasi
Abortus

dapat

dibagi
A.

atas

Abortus

bagian

spontan

Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului


faktor-

faktor mekanis ataupun medisinalis, semata-

mata

disebabkan oleh

faktor-faktor

alamiah.

B. Abortus Provakotus (induced abortion)


Adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai
obat -obatan maupun alat-alat. Abortus ini lalu dibagi lagi
menjadi
a. Abortus medisinalis (abortus theraupetica)
Adalahabortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan
bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu
(berdasarkan indikasi medis), biasanya perlu mendapat
persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.
b.Abortus kriminalis
Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan
yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
4. Klinis Abortus Spontan
Dapat dibagi atas :
A. Abortus kompletus (keguguran lengkap) : artinya seluruh
hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga rongga rahim kosong.
Terapi: Hanya dengan uterotonika
B. Abortus inkompletus (keguguran bersisa) : hanya sebagian
dari konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah
desi dua atau plasenta.
Gejala: Didapat antara lain adalah aminore, sakit perut, dan

mules-mules, perdarahan yang sedikit atau banyak dan


biasanya berupa stosel(darah beku),sudah ada keluar fetus
atau jaringan.
Terapi :Bila ada tanda tanda syok maka atasi dulu dengan
pemberian cairan dan transfusi darah. Kemudian keluarkan
jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan
kuretase setelah itu beri obat obat uterotenika dan
antibiotic.
C. Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung)
Adalah abortus yang sedang berlangsung, dengan astium
sudah terbuka dan ketuban yang teraba.
Kehamilan ini tidak dapat dipertahankan lagi.
Terapi: seperti abortus inkompletus
D. Abortus Iminens (Keguguran membakat)
Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan
memberikan obat-obat hormonal dan antispasmodika serta
istirahat. Kalau perdarahan setelah beberapa minggu masih
ada maka perlu ditentukan apakah kehamilan masih baik
atau tidak. Kalau reaksi kehamilan 2 kali berturut-turut
negatife maka sebaiknya uterus dikosongkan (kuret)
E. Missed Abortion
Adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap
berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan
atau lebih. Fetus yang meninggal ini
a.bisa keluar dengan sendirinya dalam 2-3 bulan sesudah
fetus mati
b.bisa direabsorbsi kembali hingga hilang.
c .Bisa terjadi mengering dan menipis yang disebut : fetus
papyraceus
d.bisa jadi mola karnosa, dimana fetus yang sudah mati
1minggu akan mengalami degenerasi dan air ketubannya
diresorbsi.
F. Abortus habitualis (keguguran berulang) adalah keadaan

dimana penderita mengalami keguguran berturu-turut


3kali atau lebih. Menurut HERTIG abortus spontan terjadi
dalm 10% dari kehamilan dan abortus habitualis 3,6
9,8% dari abortus spontan
G.Abortus infeksiosus dan abortus septik :
Abortus infeksiosus adalah keguguran yang disertai
infeksi genital.
Abortus septik adalah keguguran disertai infeksi berat
dengan penyebaran kuman atau toksinnya ke dalam
peredaran darah atau peritoneum, hal ini sering
ditemukan pada abortus inkompletus, atau abortus
buatan, terutama yang kriminalis tanpa memperhatikan
syarat -syarat asepsis dan antisepsis. Bahkan pada
keadaan tertentu dapat terjadi perforasi rahim.
5. Komplikasi Abortus
A. Perdarahan (hemorrhage)
B.Perforasi : sering terjadi sewaktu dilatasi dan kuretase
yang dilakukan oelh tenaga yang tidak ahli.
C. Infeksi dan tetanus
D. Payah ginjal akut
E. Syok, pada abortus dapat disebabkan oleh :
a. Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik
b. Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau
endo septic.

BAB. III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN
PATOLOGIS
TERHADAP Ny. S DENGAN ABORTUS
INKOMPLIT
DI RS MARGA HUSADA PATI TAHUN 2012
I. Pengkajian secara auto anamnesa
Hari/ tanggal : Kamis, 9 Februari

Jam : 07.00 WIB

A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Pasien

2. Identitas Penanggung

jawab
Nama Istri

: Ny. S

Nama Suami : Tn. Yuma

Umur

: 20 tahun

Umur

: 45tahun

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Suku

: Jawa

Pendidikan : SMK

Pendidikan :SMA

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga Pekerjaan

: SWASTA

Alamat

: Ds. Kranggan I/3

Ds.Kranggan

Alamat

3. Keluhan Utama
Ibu datang kiriman bidan dengan hamil 3 bulan
mengeluarkan

darah dari jalan lahir.

4. Riwayat Perkawinan
Usia Menikah

: 20 tahun

Lama menikah

: 5 bulan

Banyaknya menikah : 1 kali


5. Riwayat Menstruasi
Menarche

: 12 tahun

Siklus

: 30 hari

Lamanya

: 6-7 hari

Banyaknya

: 3 x ganti softex

Keluhan

: Tidak ada

6. Riwayat persalinan lalu


Ibu baru hamil ini
7. Riwayat Kehamilan Sekarang
HPHT

: 15 Nopember 2011

HPL

: 22 Agustus 2012

ANC

: TM I x

Imunisasi TT : belum
8. Riwayat Kesehatan Ibu dan Keluarga
a. Data kesehatan ibu
Ibu tidak pernah dirawat di rumah sakit, penyakit
keturunan

tidak ada, tidak ada penyakit menular

b. Data kesehatan keluarga


Ibu mengatakan di dalam keluarga tidak ada yang
menderita

penyakit menular dan keturunan.

9. Pola Kebiasaan sehari-hari


a. Nutrisi
Sebelum hamil : Makan 2-3 x/hari dengan porsi
sedang,
atau, dengan

1 piring nasi, lauk 1 potong tempe/tahu,


1 mangkuk kecil sayur, dan 7-8

gelas air putih perhari


Saat hamil : Ibu makan 2 x/hari dengan porsi nasi
sedikit,

lauk kadang mau kadang tidak, minum

air putih 4-5

gelas hari.

b. Eliminasi
Sebelum hamil : BAB 1 x sehari, BAK 5-6 x sehari
Saat hamil : BAB kadang ya kadang tidak, BAK 3-4 x
sehari
c. Personal hygiene
Sebelum hamil : Mandi 2 x sehari, pagi dan sore
Saat hamil : Mandi 2 x sehari, pagi dan sore
d. Pola istirahat
Sebelum hamil : Tidur malam 7-8 jam/hari, tidur siang
1-2

jam/hari
Saat hamil : Tidur malam 6 jam/hari, tidur siang 1-2

jam/hari

e. Seksualitas
Seksualitas antara ibu dan suaminya 3x seminggu
10. Riwayat Kontrasepsi
Ibu belum pernah menggunakan kontrasepsi
11. Riwayat Psikologi pasien
a. Apakah kehamilan ini direncanakan : ya
b. Respon terhadap kehamilan : keluarga senang dengan
kehamilan.
B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan umum :
KU

: Baik

RR

: 20

Kesadaran

: Composmetis

: 36,50c

BB

: Sebelum hamil 48 kg

BB

: Saat hamil 49 kg

x/mt

Tinggi badan : 160 cm


LILA

: 24 cm

TD

: 110/70 mmhg

Nadi

: 80 x/mt

2. Pemeriksaan fisik Head to toe


a. Kepala : Mesocephal
b. Mata : konjungtiva merah muda, sclera putih.
c. Hidung : keadaan bersih, tidak ada benjolan hidung
d. Mulut : bibir lembab tidak ada sariawan,tdk ada gigi
berlobang.
e. Telinga : Keadaan bersih, bentuk simetris, tidak ada
kotoran
f. Leher : Tidak ada pembesaran tyroid dan pemb.vena
jugularis
g. Dada : Bentuk payudara simetris kanan dan kiri, belum
ada

hiperpigmentasi areola mamae.

h. Abdomen : Keadaan pembesaran abdomen sesuai


dengan usia

kehamilan.

i. Genetalia : Terlihat darah keluar dari jalan lahir

j. Ekstremitas
Atas : Bentuk simetris, turgor kulit baik, dapat
digunakan

dengan baik, tidak ada kecacatan

Bawah : Bentuk simetris, keadaan kuku bersih, keadaan


kulit

baik.

3. Palpasi
Leopold I : TFU 2 jari di atas simphisis
Leopold II : Tidak dilakukan
Leopold III : Tidak dilakukan
4. Auskultasi
Tidak dilakukan
5. Perkusi : Reflek patela positif
6. Pemeriksaan penunjang

USG : Terlihat sisa jaringan hasil konsepsi

C. ASSASEMENT
Jam 07.15 wib
Ny.S umur 20 tahun G1 P0 A0 Hamil 12 minggu
dengan Abortus Incompletus
Masalah
Ibu merasa cemas karena keluar darah dari jalan lahir
Kebutuhan
Penangan segera kondisi pasien
D. PLANINNG / RENCANA TINDAKAN
Jam 07.20 Tanggal 9 februari 2012
1.Beritahu ibu tentang kondisi kehamilannya
2.Kolaborasi dokter untuk tindakan selanjutnya
3.Beri ibu infom concent
4. Lakukan pengawasan KU ibu

E. IMPLEMENTASI
1. Memberitahu ibu bahwa kehamilannya mengalami
kegugu-

ran dan masih ada sisa jaringan yang

harus dibersihkan

2. Memberi

ibu infom concent

3.

Melaksanakan advis dokter yaitu


Memberi injeksi oxytosin 10 unit secara IM
Memberi ibu invitec oral 1tablet untuk diminum
Memberitahu ibu untuk puasa sebelum curretage
4. Menyiapkan alat untuk curettage yaitu:
Speculum, tenaculum,sonde uterus,busi, sendok
curret,

bengkok,kom betadin,kassa steril,

handscoon steril,lampu

sorot, air klorin,air

DTT,APD,ember tempat kotoran.


5. Membantu dokter dalam pelaksanaan curettage.
6. Melakuka perawatan pasca curettage.
-Mengawasi KU, TTV ibu
-Membersihkan darah dari jalan lahir
-Membaringkan pasien dengan kepala miring dan tanpa
batal

-Memberitahu keluarga untuk tidak

makan/minum sebelum

ibusadar

-Memberitahu keluarga ibu boleh pulang kalau kondisi


sudah

baik

VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti kondisinya saat ini
2. Ibu sudah menandatangani surta persetujuan tindakan
3. Ibu sudah dinjeksi oxytosin
Ibu sudah minum invitec
Ibu sudah minum invitec
4. Alat curettage sudah siap
5. Cureetage sudah dilaksanakan
6. KU Ibu baik TD: 110/70 Mmhg, N: 80x/mt RR: 22x/mt
Ibu dibaringkan dengan kepala dimiringkan
Ibu tidak diberi makan sampai pasien sadar
Ibu masih istirahat diruangan sampai kondisi baik
DAFTAR PUSTAKA
Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, Spog. 1998. Ilmu
Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Jakarta. EGC
Prof. dr. Abdul Bani Saifuddin, Spog. Mph. 2001. Acuan
Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal. Yayasan Bina
Pustaka. Sarwono Prawirohardjo

Prof. Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo. 1992. Ilmu Kebidanan.


Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prof. Dr. dr. Rustam Mochtar, MPH. 2002. Sinopsis
Obstetri. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC

LAPORAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN III


PATOLOGIS DI RS MARGA HUSADA PATI
KABUPATEN PATI
Laporan ini sebagai salah satu tugas untuk memenuhi
Praktek Klinik Kebidanan Patologis Pada Semester V

disusun Oleh :

ARI HANDAYANI

NIM : PB.09.2001

ERNA SETYANINGSIH NIM : PB.09.2005


ISTIKOMAH

NIM : PB.09.2007

KORINGAH

NIM : PB.09.2009

NGATINI

NIM : PB.09.2015

STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS


PRODI D-III KEBIDANAN
Jl. Ganesha I Purwosari Kudus

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Rumah Sakit Marga Husada Kabupaten Pati merupakan Rumah
Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan Khususnya kepada

Anggota TNI, PNS TNI, dan keluarganya serta masyarakat umum


dengan pelayanan yang cukup memadai.
2. Cara kerja pelayanan Rumah Sakit Marga Husada Kabupaten Pati
telah disesuaikan dengan standart pelayanan Rumah Sakit pada
umumnya, sehingga meningkatkan suatu pelayanan kesehatan
kepada Anggota TNI, PNS TNI, dan Keluarganya serta masyarakat.
3. Sistem Rumah Sakit yang telah menggunakan komputer sebagai
alat bantu register sangat membantu kelancaran dalam pencarian
data pasien yang dibutuhkan sewaktu-waktu.

B. Saran
1. Lahan Praktek
a. Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan
dengan perkembangan saat ini.
b. Pertahankan mutu pelayanan yang telah dilakukan kepada
Anggota TNI, PNS TNI, dan Keluarganya serta masyarakat
umum demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal.
c. Pertahankan keramahan dalam pelayanan di Rumah Sakit
Marga Husada Pati.

2. Masyarakat
a. Di harapkan pada ibu hamil agar tetap memeriksakan
kehamilannya walaupun tidak ada keluhan, kesadaran untuk
pemeriksaan kehamilan di tingkatkan.
3. Praktikan

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan setelah melaksanakan


praktek patologis di Rumah Sakit.

KATA PENGATAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME sehingga
kami dapat menyusun laporan ini. Adapun laporan ini kami susun untuk
memenuhi tugas praktek kebidanan patologis di Rumah Sakit Marga
Husada Pati Kabupaten Pati.

Dalam menyusun laporan ini masih jauh dari sempurna, sehingga


kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan laporan ini. Dalam penyusunan laporan ini, kami ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. dr. Mutiara Nilamsari Kepala Rumah Sakit Marga Husada Pati
2. Rusnoto, SKM, M.Kes (Epid) selaku Direktur STIKES Muhammadiyah
Kudus
3. Noor Azizah, S.SiT

selaku Ka. Jurusan / Prodi D-III Kebidanan

STIKES Muhammadiyah Kudus


4.

Indah Risnawati, S.SiT

selaku Ka. UPT Praktek Klinik STIKES

Muhammadiyah Kudus
5. Serka Joko Supriyono, Am. Kep. selaku pembimbing Praktek Klinik di
Rumah Sakit Marga Husada Pati
6. Seluruh staf Rumah Sakit Marga Husada Pati yang telah membantu
dalam penyusunan laporan ini
7. Seluruh staf STIKES Muhammadiyah Kudus
8. Suami dan keluarga kami yang senantiasa memberikan dukungannya
untuk kami.
9. Teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini
Besar harapan kami atas laporan yang tersusun ini dapat
memberikan manfaat untuk para pembaca.
Atas perhatian dari pembaca, kami mengucapkan terima kasih

Pati,

Februari 2012
Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul..................................................................................................
Kata Pengantar..................................................................................................
Dafttar isi..........................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN.................................................................
A. Latar
Belakang
.................................................................................................
B. Tujuan
penulisan
.................................................................................................

BAB II

TINJAUAN TEORI.......................................................................

I. Pengertian Abortus
A. Pengertian Menurut EASTMEN
B. Pengertian Menurut JEFFCOAT
C. Pengertian Menurut HOLMER
II. Etiologi Abortus
A. Kelainan Ovum.
B. Kelainan
Genetalia
Ibu
.................................................................................................
C. Gangguan
Sirkulasi
Plasenta
.................................................................................................
D. Penyakit

penyakit
Ibu
.................................................................................................
E. Antagonis
Resus
.................................................................................................
F. Corpus
Luteum
Atrofis
.................................................................................................
G. Perangsangan pada Ibu..
H. Penyakit Bapak..
III. Klasifikai
A. Abortus
Spontan
.................................................................................................
B. Abortus Propokatus

IV. Klinis Abortus Spontan


A. Abortus Komletus.
B. Abortus Inkompletus.
C. Abortus Insipiens
D. Abortus Iminens
E. Missed Abortion.
F. Abortus Habitualis..
G. Abortus Infeksiosus
V. Komplikasi Abortus

A. Perdarahan.
B. Perforasi.
C. Infeksi dan Sepsis
D. Payah Ginjal..
E. Syok..
BAB III

TINJAUAN KASUS......................................................................

BAB IV

PENUTUP.....................................................................................

DAFTAR PUSAKA..........................................................................................