Anda di halaman 1dari 10

BAB VI

PERENCANAAN PONDASI
Berdasarkan ketentuan umum yang ada, ratio kedalaman tanah yang mampu
mendukung beban yang bekerja (D) dengan lebar pondasi (B) dengan :
D
1
B
Maka tipe pondasi yang di gunakan adalah jenis jenis pondasi dangkal, dan jika :
D

4
B
Maka tipe pondasi yang digunakan adalah tipe pondasi dalam.
Pada perencanaan ini pondasi yang direncanakan dengan kedalaman 1 m dan lebar
pondasi yang direncanakan1,5 m.
D 1,0
=
= 0,667 < 1 Termasuk pondasi dangkal .
B 1,5

A. Penentuan Dimensi Pondasi


1. Ukuran Pondasi
Estimasi beban tambahan dengan kedalaman pondasi 1,0 m dengan tegangan ijin
tanah sebesar 200 kN/m2dan tebal tapak diperkirakan 0,40 m.
Berat tanah timbunan = 0,60 . 17,0kN/m3

= 10,20 kN/m2

= 0,40 . 24,0kN/m3

= 9,6 kN/m2 +

Berat tapak

= 19,80 kN/m2
= 0,0198 MPa

Dari hasil Output SAP 2000, didapatkan :

Pu

= 874,376 kN

Mu

= 9,360 kN.m

tanah ijin= 200 kN/m2


Luas perlu untuk pondasi :
Pu
Aperlu = teg.netto
=

874,376 . 103
0,2000 0,0198

= 4852253,052 mm2
Pondasi bujursangkar dengan B = L =

4852253,052 = 2202,7830 mm

Diambil pondasi dengan ukuran (2300 x 2300) mm.

Tegangan tanah yang terjadi :


-

Terhadap gaya aksial, tanah timbunan, dan berat sendiri pondasi


P = Pu + berat tanah timbunan + berat sendiri ponadasi tapak
= 874,376 + 10,20.(2,32 0,352) + 9,6. 2,32
=977,868 kN

tanah =

P u 977,868 . 10 3
=
A
230 0 . 230 0

= 0,1848 N/mm2

Terhadap momen

tanah =

Mu
9,360 . 10 6
=
1
1
2
2
. b.l
. 230 0 . 2300
6
6

= 0,0046 N/mm2

Kontrol daya dukung tanah :

tanah =

Pu Mu

A
1
. b . l2
6

tanah maks = 0,1848 + 0,0046 = 0,1994 N/mm2

tanah min = 0,1848 - 0,0046 = 0,1802 N/mm2


diambil yang terbesar, maka :
tanah= 0,1994 Mpa

< tanahijin = 0,2000 MPa

. . . . . . OK!!!

2. Telapak pondasi menurut kriteria geser


Tebal pondasi biasanya ditentukan berdasarkan persyaratan kuat geser. Pada
perencanaan ini diambil langkah memperkirakan terlebih dahulu tebal pondasi,
yang kemudian diperiksa kuat gesernya.
Tebal telapak pondasi (h)

= 400 mm

Tebal selimut beton (Pb)

= 75 mm

Diameter tulangan pokok () = 20 mm


d

= 400 75 .20 = 315 mm

a. Untuk arah kerja dua arah


bx

= lebar kolom + 2(d)


= 350 + 2 . .315
= 665 mm

bo

= 4bx

Gaya geser total yang bekerja :


Vu

= tanah. (A - bo)
= 0,1994. (23002 4 . 665)
= 1054295,596 N = 1054,296 kN

Kuat geser beton adalah :

V c = 1+

2 ( 2 f ' c ) b o .d
1
dan f ' c . b o . d
c 6
3

Karena c = 1, maka :

( 21 ) 6( 2 30) . ( 4 .66 5 ).(31 5 )

V c = 1+

= 4589367,309 N

1
1
f 'c . b o . d = 30 .665 . ( 4 . 315 ) = 1529789,103 N
3
3

Diambil nilai terkecil dari persamaan tersebut yaitu :


Vc= 1529,789 kN
Kuat geser beton maksimum adalah :
V c = (4

f ' c ) b o. d

V c = (4

30 ) . 665 . 4 . 315 = 18357469,24 N

Vc= 18357,469 kN > 1529,789 kN

Kuat geser pondasi dengan hanya memperhitungkan kuat geser beton minimumnya
saja :
Vn = Vc = 0,75 . 1529,789 kN = 1147,342 kN > Vu = 1054,296 kN... OK!
Dengan demikian tebal d = 315 mm cukup untuk menahan beban yang bekerja
pada dua arah.

b. Untuk arah kerja satu arah


L = . B lebar kolom d
= . 2300 . 350 315 = 660 mm
Vu = tanah . (bw .L)
= 0,1994 . (2300) . (660)
= 302689,2,96 N = 302,689 kN
Kuat geser beton adalah :

1
V c = ( f ' c) b w . d
6
1
V c = ( 30 ) 230 0 . 315
6
= 661374,988 N = 661,375 kN
Vn = Vc = 0,75 . 661,375 kN = 496,031 kN > Vu = 302,689 kN .. . . OK!!!
Dengan demikian tebal d = 315 mm juga cukup untuk menahan beban yang bekerja
pada satu arah dan pondasi memenuhi persyaratan geser.

Zona geser penulangan dua arah


KOLOM 35 cm x 35 cm

d/2

35

230

bx

d/2

230
Zona geser penulangan satu arah

L'

KOLOM 35 cm x 35 cm

230

230

Gambar 6.1. Zona Geser pada Pelat Pondasi

B. Penulangan Pondasi

Momen rencana (Mu) pada penampang kritis momen lentur dengan asumsi pondasi
bekerja sebagai balok kantilever lebar dengan arah kerja dua arah :
Dengan, L1= . 2300 - . 350 = 975 mm
Mu
= tanah. (0,5) . L12.B
= 0,1994 . (0,5) . 9752. 2300 .10-6
= 217,988 kN.m
Momen nominal (Mn) kopel blok tekan beton :
Mu = Cc(z)
Mu
= 0,85 f' c. a . b . ( d - a )

217,988
= 0,85 . 30 . a .1000 . ( 315 - a ) . 106
0,65
Diperoleh :
a1 = 44,960 mm
c = 44,960 mm/0,85 = 52,893 mm
d - c s
=
c
cu
s =

d-c
315 - 52,892
. cu =
c
52,9892

. 0,003 = 0,01 49

fs= s . Es = 0,0149 .2.105 = 2973,201 MPa > fy = 390 MPa


Nilai tegangan tersebut melebihi nilai tegangan leleh ijin = 390 MPa, maka fs
diambil sebesar fy = 390 MPa. Tulangan baja yang diperlukan harus memperhatikan
batas luas tulangan minimum.
Persamaan keseimbangan gaya tekan dan tarik:
Cc = T s
0,85.f c.a.b = As.fs
As
= (0,85.f c.a.b) / fs
= (0,85. 30 . 44,960. 1000) / 390
= 2761,846 mm2
Rasio penulangan () :
As
2761,846
=
=
=0,0 0 88
b . d 1000 . 31 5
min =

1,4 1,4
=
=0,0 036
f y 390

>min maka digunakan = 0,0088


As.perlu= . b .d = 0,0088 . 1000 . 315 = 2761,846 mm2
Diameter tulangan yang dipakai,= 16 mm
A = .2 = . 202
= 314,159 mm2

Jarak tulangan perlu (s) :


A. b
314,159 . 1000
s=
=
A sperlu
2761,846

= 113,748 mm, dipakai jarak tulangan s = 100mm.

Luas tulangan perlu yang digunakan :


A. b
314,159 . 1000
=
=
As tersedia
S pakai
10 0

= 3141,592 mm2 > As perlu = 2761,846

mm2
-

Menurut SK SNI T-15-1991-03 jarak antar tulangan maksimum adalah :


3 .tebal pelat = 3 . 400 = 1200 mm
500 mm
Maka, jarak tulangan yang digunakan terpenuhi (20-100).
Hitung kuat tumpuan pondasi :
A1 = 350 . 350 = 122500 mm2
A2 = 2300 . 2300 = 5290000 mm2
A2
5290000
A2
=
= 6,571 > 2 , maka digunakan
=2
A1
122500
A1

Kuat tumpuan pondasi :


Ktf
= (0,85)f c.A1.(2)
= 0,7 . 0,85 . 30 . 3502. (2). 10-3
= 4373,25 kN
Kuat tumpuan kolom :
Ktk
= 0,7 . 0,85 .30 . 3502. 10-3

= 2186,625 kN

Pu = 874,376 < Ktk = 2186,625 kN < Ktf = 4373,25 kN, maka beban dari kolom
dapat dilimpahkan kepada beton saja. Untuk meyakinkan transfer beban kolom,
luas pasak (dowel) minimum yang diperlukan :
As.perlu = 0,005 Ag = 0,005 .3502 = 612,5 mm2
Digunakan tulangan yang sama dengan tulangan pokok pada kolom yaitu 16.
Jumlah tulangan 4 batang, maka ( As = 804,25 mm2). Panjang penyaluran dowel :
d b . . f y 16 . 39 0
l db =
=
=284,8157 mm
4 f' c
4. 30
dan tidak boleh kurang dari :
l db = 0,04.db.fy = 0,04. 16 . 390 = 249,6 mm
factor modifikasi = As.perlu/As.tersedia= 612,5 mm2/ 804,25 mm2 = 0,7616
Panjang penyaluran yang diperlukan, sama dengan panjang penyaluran dasar
dikalikan factor modifikasi.
l db.perlu = 284,8157

. 0,76 = 216,4599 mm

maka,digunakanpanjang penyaluran 225 mm.

1. Kontrol kapasitas Penampang


Pn
= . 0,85 . fc .Ag
= 0,65 . 0,85 . 30 . (3502) . 10-3
= 2030,4375 kN
Pn
= 2030,4375 kN > Pu = 874,376kN . . . . . OK!!!
2. Kontrol kapasitas momen :
As tersedia = 3141,592 mm2
C

= 0,85 . f c . bw . a
= 0,85 . 30 . 2300 .a
= 58650 a

=As .fy
= 3141,592. 390
= 1130973,12 N

C
=T
58650a = 1130973,12 N
a
= 19,2834
Mn

= T( d a )
= 1130973,12 N (317 . 19,2834). 10-6
= 347,614 kN.m

.Mn= 0,65 . 347,614 kN.m


.Mn= 225,950 kN.m>Mu = 217,988 kN.m . . . . . OK!!!
Pondasi yang direncanakan mampu menahan beban yang bekerja.

c. Gambar Penulangan Pondasi


35

10 - 80

416
20 - 100

40

20 - 100

230

20 - 100

20 - 100

20 - 100

230

20 - 100

230

Gambar Penulangan Pondasi