Anda di halaman 1dari 7

Bab IV Uang dan Perbankkan

A. Pengertian Uang Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang Dengan demikian, uang didefinisikan sebagai segala sesuatu (benda) yang diterima oleh masyarakat sebagai alat perantara dalam melakukan tukar-menukar atau perdagangan. Agar masyarakat menerima dan menyetujui penggunaan benda sebagai uang maka harus memenuhi dua persyaratan yaitu persyaratan psikologis dan teknik. Sebagai berikut:

Persyaratan psikologis, yaitu benda tersebut harus dapat memuaskan bermacam-macam keinginan dari orang yang memilikinya sehingga semua orang mau mengakui dan menerimanya.

Syarat teknis adalah syarat yang melekat pada uang, di antaranya:

a. Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability)

b. Nilainya relatif stabil (stability of value).

c. Mempunyai nilai yang cukup tinggi (high of value)

d. Mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility).

e. Mudah dibawa atau dipindahkan (portability).

f. Diterima dan disenangi umum (acceptability)

B. FungsiUang

1. Fungsi Asli

a. Sebagai alat tukar (medium of exchange)

b. Sebagai satuan hitung (a unit of account)

2. Fungsi Turunan

a. Sebagai penyimpan nilai atau kekayaan (Store of Value) Uang bermanfaat jika disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. Selain itu nilai nominal uang yang tertera pada uang kertas atau logam merupakan nilai yang memiliki daya beli yang sama dalam jangka waktu tertentu selama harga belum naik.

b. Sebagai alat pembayaran utang Pada saat berutang ataupun saat melakukan pembayaran, utang dihitung dengan satuan uang

c. Sebagai penunjuk harga Semua barang dan jasa yang diperjualbellikan dipasar ditunjukkan harganya dengan uang

d. Sebagai alat pemindah kekayaan Seseorang yang memiliki kekayaan dalam bentuk lain (tanah, rumah, gedung, pabrik) dapat dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang

e.
e.
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang
dipindahkan dalam bentuk lain dengan perantaraan uang e. Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang

Sebagai alat pencipta kesempatan kerja Dengan uang orang dapat mendirikan perusahaan, dan tentunya perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja.

C. JenisUang

1. Menurut Keberlakuannya Sebagai Alat Pembayaran

a. Uang Kartal : Uang yang diterbitkan pemerintah (BI) dalam bentuk uang kertas (Fiat Money) dan logam

b. Uang Giral : disebut juga deposit money yaitu uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk deposito, cek dan rekening giro yang dikeluarkan oleh bank umum

2. Menurut Nilainya

a. Full Bodied Money : uang yang nilai instrinsiknya = nilai nominalnya yaitu uang yang terbuat dari logam mulia (emas dan perak).

b. Token Money : uang yang nilai nominalnya lebih besar (>) nilai instrinsiknya. Contoh uang kertas dan uang logam zaman sekarang yang terbuat dari timah dan nikel

yaitu uangkertas (disebut fiduciary yaitu uang kepercayaan) dan uang logam.

Alasan suatu negara memakai uang kertas sebagai perantara transaksi :

Ongkos pembuatannya murah

Uang kertas mudah dibawa ke mana-mana

Uang kertas memudahkan untuk transaksi

3. Menurut bahan pembuatannya

4. Menurut lembaga yang mengeluarkan

a. Bank Sentral (BI) Mempunyai hak dalam mencipatakan dan mengedarkan uang kartal sebagai alat pembayaran yang sah dalam transaksi sehari-hari. Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi

b. Bank Umum ; dapat mencipatakan uang giral melalui tabungan masyarakat yang ditarik dengan cek ataupun giro sebagai alat pembayaran.

D. Permintaan dan Penawaran Uang

1. Permintaan Uang Permintaan uang adalah istilah yang digunakan para ekonom untuk menerangkan mengapa individu dan perusahaan memegang uang. Jadi permintaan uang adalah hasrat individu dan perusahaan untuk memegang kekayaannya dalam bentuk uang tunai bukan dalam bentuk lain. Pada hakekatnya permintaan uang adalah kebutuhan individu dan perusahaan memegang uang.

uang adalah kebutuhan individu dan perusahaan memegang uang. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 1
uang adalah kebutuhan individu dan perusahaan memegang uang. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 1
Permintaan uang dipengaruhi oleh 3 faktor yang prinsipnya sejalan dengan Teori J.M Keynes Liquidity of

Permintaan uang dipengaruhi oleh 3 faktor yang prinsipnya sejalan dengan Teori J.M Keynes Liquidity of Preference, yaitu :

a. Motif Transaksi (Transaction Motive) Motif utama orang memegang uang/menyimpan uang, yaitu untuk transaksi. Orang membutuhkan uang untuk membeli segala keperluan hidup dan kehidupannya. Keperluan untuk bertransaksi tergantung pada pendapatan seseorang.

b. Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive) Konsumen dan produsen tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi secara pasti pada keesokan hari dari aktivitas hidupnya, apakah masih sehat, pembayaran kredit berjalan lancar dan lainnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan ini , perlu dicadangkan sebagian pendapatan untuk mengatasi hal tersebut. Kebutuhan uang untuk berjaga-jaga akan meningkat jika kondisi politik tidak stabil dan terjadi krisis ekonomi. Makin besar nilai transaksi pertahunnya makin besar jumlah uang yang diperlukan untuk berjaga-jaga.

c. Motif Spekulasi (Speculation Motive) Spekulasi berarti melakukan suatu tindakan atas ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham atau harga emas akan meningkat di masa depan maka mereka akan membeli rumah, saham atau emas dan bukan menyimpan uang. Jadi dalam hal ini, dengan melakukan tindakan spekulasi mereka berharap akan mendapatkan keuntungan. Jika orang kurang berani berspekulasi, maka mereka akan memilih tetap menyimpan uang sebagai harta.

Selain itu, faktor-faktor lain yang memengaruhi permintaan uang adalah :

Tingkat Harga Apabila harga-harga barang dan jasa semakin tinggi, semakin tinggi pula permintaan masyarakat terhadap uang, karena masyarakat membutuhkan uang lebih banyak untuk membayar harga-harga yang semakin mahal Sebaliknya, jika harga-harga barang dan jasa turun maka permintaan masyarakat terhadap uang pun ikut menurun.

Tingkat Suku Bunga Semakin tinggi tingkat suku bunga, semakin kecil permintaan terhadap uang. Mengapa demikian? Karena, dengan semakin tingginya tingkat suku bunga, masyarakat akan lebih suka menabung uangnya di bank daripada menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain.

Ekspektasi atau Perkiraan (Ramalan) Apabila masyarakat meramalkan keadaan ekonomi menjadi lebih baik maka permintaan terhadap uang akan meningkat, sebab masyarakat akan lebih terdorong untuk melakukan transaksi lebih banyak atau melakukan spekulasi lebih banyak.

Meningkatnya produksi barang dan jasa agar bisa melakukan pembelian atas peningkatan produksi barang dan jasa, masyarakat membutuhkan uang lebih banyak sehingga permintaan akan uang pun meningkat

lebih banyak sehingga permintaan akan uang pun meningkat 2. Penawaran Uang Penawaran uang adalah jumlah uang
lebih banyak sehingga permintaan akan uang pun meningkat 2. Penawaran Uang Penawaran uang adalah jumlah uang
lebih banyak sehingga permintaan akan uang pun meningkat 2. Penawaran Uang Penawaran uang adalah jumlah uang
lebih banyak sehingga permintaan akan uang pun meningkat 2. Penawaran Uang Penawaran uang adalah jumlah uang
2.
2.

Penawaran Uang Penawaran uang adalah jumlah uang yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada wilayah dan aktu tertentu. Pada hakekatnya penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian. Jumlah keseluruhan uang yang beredar dalam perekonomian disebut stok uang – sangat ditentukan oleh kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral ketika memperbanyak atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Pengertian penawaran uang atau uang beredar dalam arti sempit uang secara sempit adalah jumlah uang kartal dan uang giral yang beredar pada suatu waktu tertentu biasa disebut dengan Narrow Money (M1). Adapun pengertian penawaran uang atau uang beredar dalam arti luas adalah jumlah uang kartal, uang giral dan uang kuasi yang beredar pada suatu waktu tertentu disebut dengan Broad Money (M2).Yang dimaksud uang kuasi adalah uang yang tersimpan di bank dalam bentuk tabungan, deposito berjangka dan tabungan valuta asing milik swasta domestik (swasta dalam negeri). Pengertian penawaran uang atau uang beredar harus dibedakan dalam arti sempit dan dalam arti luas bermanfaat untuk mengetahui berapa jumlah uang yang dapat digunakan untuk melancarkan transaksi perdagangan. Adapun penggolongan uang beredar dalam arti luas selain bermanfaat untuk mengetahui berapa jumlah uang yang dapat digunakan untuk melancarkan transaksi perdagangan, juga bermanfaat untuk mengetahui berapa jumlah uang yang dalam waktu singkat dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa. Selanjutnya selain istilah “uang beredar”, terdapat juga istilah “mata uang dalam peredaran”. Keduanya memiliki arti yang berbeda. Jika “uang beredar” sama artinya dengan “penawaran uang”, maka yang dimaksud dengan “mata uang dalam peredaran” adalah jumlah uang kartal yang ada dalam peredaran. Dengan demikian, “mata uang dalam peredaran”merupakan salah satu komponen dari “uang beredar”. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Uang

a. Kebijakan Moneter Bank Sentral Penawaran uang atau jumlah uang yang beredar sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan moneter yang dijalankan oleh Bank Sentral. Dengan melakukan kebijakan moneter, Bank Sentral dapat menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

b. Tingkat Pendapatan Masyarakat Pada umumnya, semakin tinggi pendapatan masyarakat, akan semakin banyak jumlah uang yang dimiliki (diterima) masyarakat sehingga jumlah uang yang beredar juga semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya.

c. Tingkat Harga Kenaikan biaya produksi (misalnya disebabkan oleh naiknya harga BBM akibat pengurangan subsidi) umumnya akan menyebabkan naiknya hargaharga barang dan jasa. Jika harga-harga barang dan jasa naik, maka harus tersedia lebih banyak uang agar masyarakat bisa membayar kenaikan tersebut. Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar.

Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2
Itu berarti, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 2

d.

Selera Masyarakat Jika selera masyarakat terhadap barang dan jasa meningkat maka akan mendorong peningkatan permintaan. Jika permintaan meningkat, maka harga barang dan jasa akan meningkat. Jika harga barang dan jasa meningkat, maka pemerintah harus menambah jumlah uang yang beredar, agar masyarakat bisa membayar kenaikan tersebut.

e. Meningkatnya Produksi Barang dan Jasa Selain mampu memengaruhi permintaan uang, meningkatnya produksi barang dan jasa juga bisa memengaruhi penawaran uang. Peningkatan produksi barang dan jasa yang tidak diimbangi dengan penambahan jumlah uang yang beredar akan mengakibatkan deflasi. Agar tidak terjadi deflasi, pemerintah perlu menambah penawaran uang (jumlah uang yang beredar).

f. Kebijakan Anggaran yang Dianut Jika negara menjalankan kebijakan anggaran defisit, maka semakin tinggi belanja negara akan semakin tinggi pula penawaran uang, sebab Bank Sentral harus menyediakan uang lebih banyak untuk menutupi anggaran yang defisit. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencetak uang baru. Dan, pencetakan uang baru sudah pasti akan menambah penawaran uang (jumlah uang yang beredar).

E.

TeoriUang

1. Teori Kuantitas David Ricardo Menurut David Ricardo, perubahan jumlah uang yang beredar akan memengaruhi harga. Jika jumlah uang yang

beredar sedikit, harga-hargaakan turun sehingga nilai uang naik. Jika jumlah uang yang beredar banyak,harga- harga akan naik sehingga nilai uang turun. Hubungan tersebutdirumuskan sebagai berikut:M = kp

Keterangan

M = Money (jumlah uang yang beredar)

k

= konstanta

p

= price (tingkat harga)

Salah satu kelemahan teori David Ricardo yaitu menganggap semuauang yang dimilikimasyarakat pasti digunakan

untuk membeli. Padahalada sebagian uang yang digunakan masyarakat untuk menabung atauberinvestasi. Oleh

karena itu, menurut teori ini jika jumlah uang yang beredarditambah dua kali lipat maka harga-harga juga akan naik dua kali lipat.

2. Teori Kuantitas Irving Fisher Teori Irving Fisher merupakan perbaikan dari teori David Richardo.Dalam bukunya “The Purchasing Power of Money”, Irving Fishermenyatakan bahwa nilai uang (yang ditunjukkan oleh tinggi rendahnyaharga) sangat dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar, kecepatanperedaran uang dan volume perdagangan. Teori kuantitas Irving Fisherdirumuskan sebagai berikut:MV = PT

Keterangan

M=money (jumlah uang yang beredar) V=velocity (kecepatan peredaran uang) P=price (tingkat harga umum) T=trade (volume
M=money (jumlah uang yang beredar)
V=velocity (kecepatan peredaran uang)
P=price (tingkat harga umum)
T=trade (volume perdagangan)
Contoh Soal
Diketahui: M = Rp 100.000,00

V=5

T = 4000

Berapakah P? Jawab MV = PT Rp100.000 x 5 = P . 4000

Rp500.000,00 = P . 4000

=

P = Rp125,00

Kemudian, Irving Fisher menyempurnakan rumusnya dengan membagi uang menjadi dua, yaitu uang kartal(M) dan uang giral (M1), dan membagi pula kecepatan peredaran uang menjadi dua, yaitu kecepatan peredaran uang kartal (V) dan kecepatan peredaran uang giral (V1). Dengan demikian, setelah disempurnakan rumus Irving

Fisher berubah menjadi:(MV) + (M1V1) = PxT

3. Teori Persediaan Kas (Cash Balance Theory) Oleh Alfred Marshall Teori Persediaan Kas disebut juga “Cash Balance Theory”. Menurut Alfred Marshall perubahan dalam penawaran uang atau jumlah uang yang beredar akan menimbulkan perubahan harga-harga yang sama tingkatnya. Teori ini dirumuskan, sebagai berikut : M = k . p . y

500.000

4000

Keterangan:

M=money (jumlah uang yang beredar) k= koefisien (jumlah uang untuk persediaan kas) P= price (tingkat harga) Y= yield (pendapatan)

4. Teori Pendapatan Dari Keynes Merupakan penyempurnaan dari teori kuantitas yang dikemukan oleh Irving Fisher

M V y = P y T y Keterangan :

M = jumlah uang V y = kecepatan peredaran uang P y = harga rata-rata barang dan jasa T y = jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan

barang dan jasa T y = jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited
barang dan jasa T y = jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited

BANK

A. Pengertian Bank

Bank adalah lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai lembaga yang menjadi sarana dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yaitu kebijakan moneter. Di Indonesia Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, tentang Perbankan menyatakan: Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

B. Fungsi Bank

1.

Sebagai penghimpun dana dari masyarakat, antara lain dalam bentuk:

a) tabungan biasa yang bisa diambil setiap saat;

b) deposito (tabungan berjangka) yang hanya bisa diambil setelah jangka

c) waktu tertentu;

d) giro atau rekening koran, yaitu simpanan yang bisa diambil hanya dengan menggunakan cek atau bilyet giro; Kegiatan menghimpun dana dari masyarakat disebut kredit pasif.

2.

Sebagai penyalur dana kepada masyarakat dalam bentuk:

a) kredit produktif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan produksi, seperti membuka usaha bengkel dan mendirikan perusahaan.

b) kredit konsumtif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan konsumsi, seperti membeli perabot.

Dana yang disalurkan bank kepada masyarakat berasal dari tabungan atau simpanan masyarakat dan dari dana bank sendiri. Kegiatan bank menyalurkan dana kepada masyarakat disebut kredit aktif.

3.

Sebagai perantara lalu lintas moneter Dalam hal ini, bank memberikan jasa pelayanan di bidang keuangan, seperti: jasa pengiriman uang, melakukan inkaso dan diskonto.

C. Bank Sentral (Bank Indonesia)

1. Pengertian

Pengertian Bank Indonesia sebagai Bank Sentral menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 menjelaskan sebagai berikut. Yang dimaksud dengan Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of the resort.(Penjelasan,Pasal 4 Ayat 1).

2. Fungsi BI Tujuan Bank Indonesia ditetapkan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan
2.
Fungsi BI
Tujuan Bank Indonesia ditetapkan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah
yang dimaksudkan dalam undang-undang tersebut adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa serta
terhadap mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut maka tiga tugas pokok BI (berdasarkan UU Ri
No.
3 Tahun 2004) yaitu :
a. Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

c. mengatur dan mengawasi bank umum sehingga Bank Indonesia sering juga disebut banknya para bank (banker's of bank) Selain tugas pokok diatas, BI juga memiliki berapa peran yaitu :

a. bertindak sebagai bank pemerintah (tempat pemerintah menyimpan dan meminjam uang)

b. bertindak sebagai bank pada bank umum

c. regulator pasa uang/valuta asing

d. pencetak, pengedar dan penarik uang

D. Bank Umum Pengertian Bank Umum menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum melaksanakan kegiatan menghimpundana dari masyarakat, memberikan pinjaman kepada masyarakat, sertamemberikan jasa pelayanan di bidang keuangan. Dikatakan umum karenamemberikan jasa kepada masyarakat umum, dan dapat beroperasi di seluruhwilayah.

Bank umum memiliki beberapa fungsi pokokberikut ini :

1. Menghimpun dana dari tabungan masyarakat.

2. Memberikan pinjaman (kredit).

3. Menyediakan mekanisme pembayaran.

4. Menciptakan uang giral.

5. Menyediakan fasilitas untuk memperlancar perdagangan luar negeri.

6. Menyediakan jasa trusty, seperti pengelolaan pensiun, dan rencana pembagian laba, sebagai wali amanah serta sebagai perantara pemindahan dan registrasi bagi perusahaan.

7. Menyediakan jasa-jasa keuangan dan lainnya seperti pialang, inkaso, dan sebagainya.

E. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang dimaksud dengan bak perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak

memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran. Bank Indonesia mendorong kerjasama (linked program) antara bak umum dan BPR dalam rangka penyaluran kredit kepada usaha kecil dan menengah (UKM) Adapun usaha-usaha yang bisa dilakukan BPR adalah:

1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan bentuk lain yang sama dengan itu,

dalam bentuk tabungan, deposito dan bentuk lain yang sama dengan itu, Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition
dalam bentuk tabungan, deposito dan bentuk lain yang sama dengan itu, Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition

2.

memberikan pinjaman (kredit)

3. menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasar prinsip syariah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia

4. menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan

tabungan pada bank lain.

F. Bank Syariah Bank syariah adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta dan didirikan atas dasar hukum agama Islam. Berkaitan dengan bank, ada dua konsep dalam hukum agama Islam, yaitu: larangan penggunaan sistem bunga, karena bunga (riba) adalah haram hukumnya. Sebagai pengganti bunga digunakan sistem bagi hasil. Bank syariah diatur secara formal sejak di amendemennya UU No. 7 Tahun 1992 dengan UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia

Berbeda dengan bank yang beroperasi secara konvensional yang mempergunakan suku bunga, bank syariah ber operasi berdasarkan prinsip bagi hasil. Seorang penabung di bank syariah tidak menerima pendapatan bunga dari uang yang ditabung, tetapi menerima pendapatan bagi hasil dari dana yang ditanamkan di bank. Demikian juga dengan pembiayaan berdasarkan bagi hasil (kalau bank umum disebut sebagai kredit), bank tidak mendapatkan pendapatan bunga kredit, tetapi memperoleh pendapatan bagi hasil. Dalam bank syariah, kedudukan bank adalah sebagai pemodal (investor). Sedangkan nasabahnya bertindak sebagai Mitra Pemakai Modal. Sedangkan dalam bank umum, hubungan antara bank dan nasabah adalah sebagai kreditur (menyimpan) dan debitur (meminjam) saja.

G. Produk Bank

1. Kredit Pasif Ada beberapa alternatif bentuk simpanan dari bank, yaitu :

a) Tabungan (Saving Deposit) Simpanan yang penarikkannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati (dengan buku tabungan dan ATM). Fasilitas produk tabungan lainnya adalah Kartu debit (debit card) yang merupakan kartu pengganti uang untuk pembiayaan sehari-hari. Debit Card digunakan sebagai alat bayar maka secara otomatis tabungan yang bersangkutan akan berkurang. Hal ini berbeda dengan Credit Card yang merupakan bentuk utang terhadap bank.

b) Deposito Berjangka (Time Deposit) Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dan bank. Jangka waktu penarikan dan jatuh tempohnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Deposito berjangka dapat ditarik atau diuangkan pada saat jatuh tempoh oleh pihak yang namanya tercantum dalam bilyet giro. Deposito tidak dapat diambil oleh deposan sebelum jatuh tempo.

d) c) Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit) Deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperjualbelikan
d)
c) Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit)
Deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperjualbelikan
Giro (Demand Deposit)
Simpnan yang dapat digunakan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lain atau
dengan cara pemindahbukuan.
e) Deposit on Call, adalah simpanan yang tetap berada di bank, dan bisa diambil setelah ada pemberitahuan
terlebih dulu dari nasabah.

f) Loan Deposit, adalah pinjaman dari bank yang kemudian dititipkan lagi di bank untuk diambil sewaktu-

waktu.

g) Deposit Automatic Roll Over, adalah jenis deposito yang jika saat jatuh tempo uangnya tidak diambil, secara otomatis deposito tersebut langsung diperpanjang disertai dengan penghitungan bunganya.

2. Kredit Aktif

Kredit aktif merupakan kegiatan bank dalam menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk:

a) Kredit rekening koran, adalah kredit (pinjaman) yang diberikan kepada nasabah sesuai kebutuhannya. Jaminan dari kredit rekening koran bisa berupa surat-surat berharga, barang-barang yang ada di gudang peminjam, barang-barang bergerak (seperti mobil) dan barang-barang tidak bergerak (seperti tanah, bangunan).

b) Kredit aksep, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan cara bank menandatangani aksep yang ditarik oleh nasabah. Sesudah aksep ditandatangani, aksep dapat diperjualbelikan oleh nasabah.

c) Kredit dokumenter, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan dokumen milik nasabah. Contoh dokumen yang bisa diberi kredit adalah surat pengiriman barang dan sejenisnya.

d) Kredit reimburs (letter of credit) adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membantu pembayaran atas barang-barang yang diimpor dari luar negeri. Bank bersedia memberikan pinjaman setelah melihat bukti-bukti pengiriman barang (bukti-bukti impor). Setelah memiliki dana maka nasabah akan membayar kepada bank seperti perjanjian semula.

e) Kredit surat berharga, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membantu pembelian surat- surat berharga. Dalam pembelian tersebut, semua atau sebagian harga pembelian dibayar oleh bank. Dan sebagai jaminan, untuk sementara surat-surat berharga tersebut dipegang oleh bank.

Selain menyediakan pelayanan kredit pasif dan kredit aktif, bank juga memberikan jasa pelayanan yang lain sebagai berikut:

a. Transfer (pengiriman uang)

b. Melakukan diskonto Bank memberikan jasa pembelian dan penjualan surat berharga yang dijamin sendiri oleh bank yang bersangkutan.

c. Melakukan inkaso Bank memberikan jasa menagih piutang yang dimiliki nasabah kepada nasabah yang lain. Sebagai balas jasa, bank memperoleh imbalan tertentu sesuai perjanjian dalam nota inkaso.

d. Menyediakan cek perjalanan Cek perjalanan disediakan bank agar nasabah tidak perlu membawa uang tunai berjumlah besar ketika bepergian. Jika diperlukan, cek dapat diuangkan di bank terdekat selama di perjalanan.

cek dapat diuangkan di bank terdekat selama di perjalanan. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 5
cek dapat diuangkan di bank terdekat selama di perjalanan. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 5

e. Melakukan bankers orders Bankers orders adalah pemberian kuasa dari seseorang atau badan hukum kepada bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang secara berkala, seperti pembayaran listrik, telepon, dan gaji pegawai.

f. Mengeluarkan kartu kredit (credit card)

g. Melakukan jual-beli valuta asing Bank ikut serta melakukan jual beli valuta asing dengan kurs (nilai tukar) yang berlaku.

h. Menyediakan Save Deposit Box (SDB) Bank menyediakan jasa penitipan benda-benda berharga, seperti ijazah, sertifikat serta emas dan berlian yang ditempatkan dalam box (kotak atau lemari) yang tahan api dan aman dari pencurian.

i. Memberikan jaminan bank (bank garansi) Bank memberikan jaminan kepada nasabah yang sedang membuat perjanjian dengan pihak lain. Apabila suatu saat nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya maka banklah yang menjamin dan bersedia memenuhi kewajiban tersebut.

3. Jasa Peminjaman di Bank (Kredit)

H. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) LKBB adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat untuk membuayai investasi perusahaan. Tujuan diadakannya LKBB antara lain untuk memacu perkembangan pasar uang dan pasar modal serta membantu penyediaan dana untuk membuka usaha baru dan mengembangkan usaha yang telah ada. LKBB dapat digolongkan menjadi:

1. LKBB Pembiayaan Pembangunan, seperti PT Bahana dan PT Uppind.

2. LKBB Pembiayaan Investasi, seperti PT Ficorinvest, PT Merchant Investment Cooperation (PT Merincop), PT Indonesia Investment International (PT Indovest).

3. LKBB Pembiayaan Perumahan, seperti PT Papan Sejahtera.

4. Lembaga keuangan lainnya, yang tidak termasuk bank dan tidak termasuk LKBB, di antaranya meliputi:

a. Perusahaan asuransi, yaitu perusahaan yang membuat perjanjian untuk menanggung risiko tertentu yang bisa menimpa nasabah, seperti kebakaran dan kecelakaan. Untuk itu nasabah wajib membayar premi kepada perusahaan. Contoh perusahaan asuransi antara lain PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Jasa Raharja.

b. Perusahaan Leasing (Sewa Guna Usaha), yaitu perusahaan yang menyewakan barang-barang modal (seperti mesin-mesin) untuk digunakan oleh perusahaan yang memerlukannya selama jangka waktu tertentu dengan sistem pembayaran secara berkala. Setelah jangka waktu tertentu, barang-barang modal tersebut dapat dibeli oleh perusahaan penyewa sesuai kesepakatan.

c. Perusahaan Pegadaian, yaitu perusahaan yang memberikan pinjaman kepada nasabah dengan jaminan berupa barang-barang bergerak (bisa dipindahkan) seperti kendaraan, kulkas, dan TV. Perusahaan ini terutama ditujukan untuk membantu masyarakat ekonomi lemah.

d. Pasar Modal (Bursa Efek), yaitu pasar yang memperjualbelikan suratsurat berharga jangka panjang. Bagi yang
d. Pasar Modal (Bursa Efek), yaitu pasar yang memperjualbelikan suratsurat berharga jangka panjang. Bagi
yang memerlukan modal maka bisa mendaftarkan diri sebagai emiten (peminjam modal). Emiten meminjam
modal dengan cara menjual surat-surat berharga.
Futures Market (Pasar Berjangka) yaitu pasar yang memperjualbelikan komoditas (berbagai barang) dengan
penyerahan di masa mendatang. Kemudian, berdasarkan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, semua
LKBB harus diubah bentuknya menjadi bank atau perusahaan efek.

I.

Kredit Kata kredit berasal dari bahasa latin credere yang artinya kepercayaan. Dalam masyarakat, pengertian kredit sering disamakan dengan pinjaman, artinya bila seseorang mendapat kredit berarti mendapat pinjaman. Dengan demikian, kredit dapat diartikan sebagai tiap-tiap perjanjian suatu jasa (prestasi) dan adanya balas jasa (kontra prestasi) di masa yang akan datang. Syarat-Syarat Kredit dikenal dengan istilah 5C yaitu :

a. Character, yaitu sifat atau watak pribadi debitur untuk memperoleh kredit, misalnya kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.

b. Capital, adalah kemampuan modal yang dimiliki dalam rangka untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya, terutama dalam hal likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditasnya.

c. Capacity, adalah kemampuan debitur untuk melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan dana/kredit dan

mengembalikannya.

d. Collateral, adalah jaminan yang harus disediakan sebagai pertanggungjawaban bila debitur tidak dapat melunasi

utangnya.

e. Condition of economic, adalah keadaan ekonomi suatu negara secara keseluruhan yang memengaruhi kebijakan

pemerintah di bidang moneter, khususnya berhubungan dengan kredit perbankan. selain 5C di atas, ada syarat krredit yang lain yang disebut 3R yaitu :

1)

Return, perlu adanya pertimbangan atas hasil yang akan dicapai debitor setelah memperoleh pinjaman

2)

Repayment, seorang kreditor juga perlu memperhitungkan kemampuan, jadwal, serta jangka waktu

3)

pengembalian secara tepat. Riks and Bearing Ability, dalam memberikan kredit, seorang kreditur juga harus mempertimbangkan daya tahan debitor untuk menanggung resiko.

harus mempertimbangkan daya tahan debitor untuk menanggung resiko. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 6
harus mempertimbangkan daya tahan debitor untuk menanggung resiko. Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 6

Jenis-Jenis Kredit

a. Kredit Usaha kredit yang digunakan untuk membiayai kegiatan usaha atau bisnis, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif seperti ; usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, jasa konsultasi dan berbagai bentuk usaha lain.

b. Kredit Konsumsi kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Jenis kredit konsumtif yang cukup laris adalah kredit kepemilikan rumah dan kredit kendaraan. Pada umumnya kredit konsumtif bunganya lebih tinggi daripada kredit untuk menjalankan usaha

c. Kredit Serbaguna kredit yang dipergunakan untuk berbagai tujuan antaranya untuk konsumsi ataupun untuk usaha. salah satu produk kredit serbaguna yang sering dipasarkan adalah kredit tanpa agunan (jaminan). pada produk kredit tanpa aguna, bukan berarti kredit ini tanpa syarat, melainkan nasabah yang ingin mengambil kredit diwajibkan memiliki penghasilan bulanan yang berjumlah tertentu dan mampu membuktikannya (slip gaji).

berjumlah tertentu dan mampu membuktikannya (slip gaji). Peranan Kredit Dalam Perekonomian 1. Meningkatkan Daya

Peranan Kredit Dalam Perekonomian

1.

Meningkatkan Daya Guna Uang Daripada disimpan, uang akan lebih berguna jika dipinjamkan kepada orang lain untuk mencapai tujuannya.

2.

MeningkatkanDaya Guna Barang Dengan adanya kredit, pengusaha bisa memperoleh pinjaman untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang lebih berguna. Selain itu, dengan adanya penjualan secara kredit, barang-barang lebih cepat sampai ke tangan konsumen.

3.

MeningkatkanKecepatan Peredaran dan Lalu Lintas Uang Dengan adanya kredit, masyarakat bisa lebih cepat memperoleh uang atau modal. Dengan demikian, uang bisa beredar dan berpindah lebih cepat dan lebih lancar.

4.

MeningkatkanKegairahan Berusaha Dengan adanya kredit, pengusaha lebih bergairah dalam berusaha dan mengembangkan perusahaannya, karena mereka mudah memperoleh pinjaman modal yang diperlukan.

5.

Meningkatkan Daya Beli Dengan mengelola kredit yang diperoleh, seseorang bisa meningkatkan pendapatannya. Itu berarti, kredit mampu meningkatkan daya beli.

6.

Memperlancar Kegiatan Perdagangan Perdagangan berjalan lebih lancar dengan adanya kredit, sebab kadangkadang tidak semua orang memiliki uang tunai yang cukup untuk melunasi pembeliannya.

7.

7. Menjalin Hubungan Internasional Negara maju yang memiliki uang atau dana berlebih, umumnya akan meminjamkan uangnya

Menjalin Hubungan Internasional Negara maju yang memiliki uang atau dana berlebih, umumnya akan meminjamkan uangnya kepada negara sedang berkembang dengan syarat dan imbalan tertentu. Dalam hal ini akan tercipta hubungan yang saling membutuhkan antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).

antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).
antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).

8. Sebagai Alat Kebijakan Moneter Pemberian kredit merupakan salah satu alat kebijakan moneter. Apabila ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemerintah bisa memperlonggar syarat-syarat pemberian kredit. Sebaliknya, jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah bisa memperketat syarat-syarat pemberian kredit.

Kebaikan dan Keburukan Kredit

Kredit mempunyai beberapa kebaikan, di antaranya sebagai berikut :

1. Meningkatkan produktivitas.

2. Memperlancar konsumsi barang atau jasa.

3. Memperlancar tukar-menukar atau perdagangan.

4. Memperlancar arus peredaran uang dan barang.

Adapun keburukan kredit antara lain sebagai berikut :

1. Produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (overproduction), sehingga dapat menjatuhkan harga barang.

2. Timbul spekulasi dalam perdagangan, sehinggamembawa akibat yang tidak baik.

3. Dapat menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang),karena meningkatkan jumlah uang yang beredar.

4. Kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untukhidup melebihi kemampuannya.

5. Kredit produktif memberi kesempatan kepada orang- orang atau badan mendirikan badan usaha untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.

Sumber

Ekonomi SMA Jilid 1, MT. Ritonga, Yoga Firdaus. PT. Phibeta Jakarta 2007 Ekonomi Fenomena di Sekitar Kita 1, Rusdarti-Kusmuriyanto. PT. Tiga Serangakai Pustaka Mandiri, 2008 Ekonomi SMA Kelas X, Alam S.Esis. 2006

BSE Ekonomi Kelas X Chumidatus Sa'dyah (http://bse.kemdiknas.com)

BSE Ekonomi Kelas X Chumidatus Sa'dyah (http://bse.kemdiknas.com) Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 7
BSE Ekonomi Kelas X Chumidatus Sa'dyah (http://bse.kemdiknas.com) Materi Ajar Ekonomi_Kelas X_Limited Edition Page 7