Anda di halaman 1dari 17

ANESTHESI UNTUK

PASIEN DENGAN
PENYAKIT NEUROLOGI
DAN PSIKIATRI
Riken Mediana
MORGAN

PENYAKIT CEREBROVASCULAR

Pertimbangan PreOperasi

Riwayat TIA atau Stroke


Resiko stroke berlebih dgn berlebihnya umur dan
tipe operasi, meningkat pada bedah
cardiovaskular dibanding bedah non neurologis.
Operasi kelainan katup pd bedah jantung
terbuka, resiko stroke
Post op Stroke pd bedah noncardivascular
hipotensi / hipertensi
Hipotensi dgn hipoperfusi berat thrombosis
intracerebral dan infark
Hipertensi stroke hemorragic, robeknya blood
brain barier & edema cerebral.
Pasien TIA seharusnya tidak menjalani operasi
elektif tanpa pemeriksaan medis yg adekuat
seperti dopler dan imaging

Management Preoperative
Kita harus menentukan jenis stroke &
defisit neurologi
Kondisi komorbid pasien tua : hipertensi,
hiperlipid & DM.
Stroke trombotik >>px aterosklerosis,
Stroke embolik >>kelainan katup mitral
atau endocarditis
Stroke hemorragik >> hipertensi, ruptur
anuerisma cerebral, malformasi arterivena
Stroke nonhemoragik/ TIA warfarin /
antiplatelet resiko ! Periksa CT & BT
Hipertensi, angina pektoris, gagal jantung
kongestif & hiperglikemi harus dikontrol

Management Intraoperative
Anesthesi

Umum lebih baik daripada


Regional Anesthesia
Tekanan darah harus dipertahankan atau
sedikit diatas normal ada pergeseran
kekanan pada autoregulasi cerebral.
Grafik 27-1

Obat vasopressor tdk boleh iskemia miocardial


Vasodilator & adrenergic blokade selama

operasi
Penggunaan neuromuscular blocking agent (MR)
dimonitor pada bagian tubuh yang tidak paresis
Succinylcholine tdk digunakan hiperkalemia

KEJANG
Preoperative
Terjadi ok sinkronisasi aktivitas elektrik di
otak
Partial ( focal) : Simple, complex
General : Absence ( petit mal), myoclonic,
clonic, tonic, tonic-clonic (grand mall),
atonic, tak terklasifikasi

Management Preoperative
Evaluasi : penyebab kejang, tipe kejang
dan obat yang biasa diminum utk
mengatasi kejang
Dewasa : kelainan struktural otak
(kecelakaan, tumor, degenerasi & stroke)
atau kelainan metabolik ( uremia,
kelainan hepar, hipoglikemi, hipokalsemia
& keracunan obat)
Bila terjadi kejang: jaga airway &
oksigenasi dengan baik.
Thiopental 50-100 mg iv, phenytoin
500-1000 mg iv , diazepam 5-10 mg iv

Kejang tonic klonic : phenytoin,


carbamazepin & valproat
Kejang partial : phenytoin & carbamazepin
Carbamazepin, ethosuximide, felbamate &
valproat : depresi ssm tulang &
hepatotoksik prx lab
Obat kejang tetap diminum sebelum
operasi untuk therapi maintenan
Management Intraoperative
Ketamine & methohexitale sbbkan
kejang dihindari
Atracurium, cisatracurium,meperidin
epileptogenic krn laodanosin &
normeperidin.

PENYAKIT DEGENERASI &


DEMYELINATING

A.

PENYAKIT PARKINSONS
Pertimbangan Preoperative
Dikenal sebagai paralisis agitans
Penyakit progresif, rigiditas cogwheel,
tremor.
Tx mengontrol symptoms
Tremor ringan-sedang
anticholinergics (amantadine &
selegiline)
Tremor berat (akinesia &
ketidakseimbangan tubuh) Levodopa

Efek samping : mual, muntah, diskinesia,


irritabilitas jantung & hipotensi orthostatic
Bromocriptin (Parlodel) / pergolide
(permax) agonis dopamin selama ini
sering dipakai !
Pertimbangan Anesthesi
Phenotiazine, butyrophenones
(droperidol)
& metoclopramide me > aktivitas
dopaminergik dihindari
Premedikasi anticholinergic (SA) &
antihistamine (diphenhydramine)
Extubasi ventilasi adequat &
lancarnya Airway

B.PENYAKIT ALZHEIMER
Pertimbangan Preoperative
Adanya pe intellektual : Dementia
Kehilangan memori ingatan, depresi
labilnya emosi, apraxias & aphasia
Tx :Cholinesterase inhibitors tacrine,
donepezil & rivastigmine
Pertimbangan Anesthesi
Regional anesthesi kooperatif
General anesthesi disukai ok eliminasi
obat > cepat
Postoperasi bingung SA & scopolamin

C. MULTIPLE SCLEROSIS
Pertimbangan Preoperative
Penyakit autoimun yg diawali infeksi virus
Diazepam, dantrolene, baclofene kontrol
spastisitas
Bethanechol mentx retensi urine
Interferon -1b, Interferon 1a,glatiramer
me frekuensi relaps sampai 30 %
Pertimbangan Anesthesia
Spinal sbbkan exaserbasi
Epidural tdk sbbkan efek shg dipakai tu
utk op obstetrik

Paresis / paralisis succinylcholine


dihindari hiperkalemi
Demyelinasi sensitive me suhu
tubuh
me suhu 0,5 C konduksi blok
D. SYNDROME GUILLAN BARRE
Polyneuropathy demyelinating akut
Diikuti dgn infeksi virus TGI & Traktus
respiratorius, sindrome paraneoplastik
bersama dgn peny hodgkins atau
komplikasi HIV
Succinylcholine hiperkalemiahindari
Regional kontroversial

SPINAL CORD INJURY


Pertimbangan Preoperative
Disebabkan fraktur & dislokasi kolumn vertebrae,
kompresi / fleksi medulla spinalis thorakalis /
ekstensi medulla spinalis servikalis
Luka diatas C 3-5 ( innervasi diaphragma)
bantuan ventilator
Transeksi diatas T1 quadriplegi, diatas
L4 paraplegi
Pertimbangan Anesthesi
Transeksi Akut
Mencegah kerusakan > lanjut ok gerakan
pasien , manipulasi jalan nafas & posisi
24 jam 1 kortikosteroid do tinggi ( 1jam :
methylprednisolon 30 mg/kg, 23 jam : 5,4
mg/kg/jam )

Ketamin mencegah tjd hipotensi


Succinylcholine 24 jam 1
Transeksi Kronis
Komplikasi hiperrefleksia hiperkalemia
anesthesi regional & anesthesi umum
dalam
Suhu tubuh dimonitor u/ operasi T1
vasodilatasi kronik & hilangnya reflek
fisiologis vasokontriksi kulit
hipothermia


A.

PENYAKIT PSIKIATRI
DEPRESI
Merupakan kelainan mood yang ditandai
dgn pesimis & sedih
Disebabkan ok kekurangan dopamin,
norepinephrine, serotonin
Tx : Tricyclic antidepresant, MAO
inhibitors & atypical antidepressant
Pancuronium, ketamin, meperidine,
epinephrine me ambang kejang
dihindari

B. SCHIZOPHRENIA
Adanya gangguan berpikir, delusional
paranoid & halusinasi
Kelebihan aktivitas dopaminergik di otak
Tx : phenotiazine, thioxantenes,
oxoindoles , dibenzoxazepines dan
butirophenones
Efek samping : sedasi & anti cemas
Enflurane & ketamin me ambang
kejang dihindari