Anda di halaman 1dari 12

TELAAH KRITIS ARTIKEL

An experimental study of users responses to qualified audit


reports in China
I.

RINGKASAN

Masalah Penelitian
Penelitian ini tergerak untuk dilakukan dikarenakan adanya permasalahan terkait
independensi dari standar audit yang telah diterapkan di China, yang dimana salah satu
penyebabnya ialah ikut campurnya pemerintah atau memberikan intervensi didalamnya.
Dalam hal ini, peneliti encoba memberikan standar audit yang dirasa lebih professional yang
berasala dari US. Memahami apa standar ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat
China lebih khususnya melihatrespon dari investor dan kreditor yang dimana memiliki
peranan kepentingan terhadap laporan audit yang disertai opini yang sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya dan independensinya dapat lebih terjaga.

Teori
Pada kelanjutannya, proses yang dilakukan peniliti ditunjang dengan beberapa teori yang
relevan dengan studi kasus yang ditilit yang di ungkapkan oleh beberapa orang yang ahli
dibidangnya dan hanya beberapa yang akan kami kutip,, antara lain:
1. Arens and Loebbecke,1999; Geiger, 1994; Holt and Moizer,1990. Profesional audit
selntasnya memberikan jasa audit yang haruslah independent dalam melakukan proses
pemerikasaan laporan keuangan yang dipercayakan kepadanya, selanjutnya laporan
akan disertai dengan opini yang disesuaikan dengan tingkat kredibilitas dari suatu
laporan keuangan yang diaudit.
2. Fields dan Wilkins (1991) mengatakan pada dasarnya motif auditoruntuk memberikan
pendapat yang dikatakan memenuhi syarat ialah agar dapat mencegah dan
meminimalkan litigasi potensial yang mungkin dilakukan pengguna eksternal yang
menyatakan bahwa adanya kelalaian dari auditor.
3. Blackwell, Noland and Winter, 1998;Hathely, Innes and Brown, 1991; Lim, 1997).
Mengatakan bahwa tingkat dari kondisi keuangan atau kredibilitas laporan keuangan
akan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil oleh para
penggunannya, bila opini yang diberikan auditor ialah wajar pengecualian hal ini
dapat diartikan bahwa laporan keuangan memiliki kesalahan yang bila dijadikan

acuan sebagai pengambilan keputusan akan dapat tidak sesuai dengan apa yang
diharapkan.

Latar Belakang dan Hipotesis


Pada perkembangannya pemerintah china secara bertahap mengurangi keterlibatannya
dalam operasi bisnis yang bersifat dapat mengahambat. Dalam kaidahnya aduit yang
dilakukan secara independent merupakan hal yang penting bagi para pengguna laporan
keuangan yang telah dilakukan prosedur audit secara professional dengan mengungkap atau
memberikan opini yang sesuai dengan kenyataan yang ada yang telah terindentifikasi.
Melihat begitu pentingnya perananya akuntansi yang dimana pada China ialah sistem
akuntansi publik, CIPA telah menerbitkan serangkaian reformasi perbaikan serta perubahan
agar praktek audit serta untuk membentuk standart auditing di China. Keberanian untuk
melepas sponsor dari pemerintah, satu set standart independent telah dirumuskan dalam tiga
batch sejak akhir tahun 1995, yang disertai dukungan teknis dari perusahaan international
Big 5 (Xio et al. 2000). Penerapan GAAS yang diadopsi secara selektif yang dimana
independensi auditor saat ini sangatlah ditekankan. Pengadopsian pelaporan audit yang
berkiblat kepada AS telah diperkenalkan, terdapat empat jenis laporan audit yang saat ini
dimasukan ke dalam standar auditing di China.
Pada 1 Januari 1996 mulainya diberlakukannya Standar dalam melakukan audit di China,
Namun pemerikasaan selain bentuk standar opini wajar tanpa pengecualian tidak muncul
dalam praktek sampai akhir 1996 hal ini disebabkan auditor China tidak ingin mengeluarkan
laporan audit non standart yang bertujuan memberikan kenyamanan atau kesenangan bagi
klien dan mensponsori otoritas pemerintah (Xu, 1998). Acuan dasar standar ialah dengan
mengadopsi dari laporan audit yang berlaku di AS, melihat hal ini peneliti mengandaikan
bahwa perubahan pada bentuk format dan kata-kata dari laporan audit. Melihat hal tersebut,
yang sebenarnya harus ditekannkan ialah bagiamana prosedur standart audit yang telah
ditetapkan di China dapat berjalan dengan sebagaiamana mestinya dan independensinya
dapat terjaga serta pembaca atau pengguna laporan keuangan dapat mengerti dan tepat dalam
mengambil keputusan yang mendasarkan pada laporan keuangan tersebut. Terkait penentuan
Hipotesis oleh peneliti ialah sebagai berikut:
H1. Kualifikasi laporan audit memiliki "konten informasi" yang relevan dengan
keputusan pengguna laporan keuangan di lingkungan audit saat ini di China.
Dalam fungsinya laporan audit yang dilaksanakan secara independent serta mengacu pada
aturan yang telah ditetapkan dapat membantu dalam memberikan jaminan bahwa laporan

keuangan yang telah diaudit sesuai dengan dengan kenyataan yang ada, hal ini akan
berdampak positif kepada lebih akurat dan tepatnya para pengguna dalam mengambil
keputusan. Pesan yang harus diakui oleh pengguna laporan keuangan ialaha laporan audit
memiliki konten informasi yang dimana dapat kita lihat apakah hasil memang berkualitas dan
bersih. Maka dari itu, hipotesis primer dilengkapi oleh dua sub hipotesis agar proses
penganalisisan data dapat dilaksanakan dengan baik:
H1.1. Pendapat auditor yang berkualitas, berbeda dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian, memiliki dampak negatif pada penilaian pengguna kredibilitas dari
laporan keuangan.
H1.2. Pendapat auditor yang berkualitas, berbeda dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian, memiliki dampak negatif pada pengguna keputusan investasi dan kredit.

Desain Penelitian
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan data-data yang buersumber dari
berbagai jenis laporan audit dan berbagai jenis pendapat auditornya, kemudian hal lain ialah
dengan cara wawancara dan pengamatan secara langsung dalam lingkup internal karena pada
lingkup ekternal tidak tersedianya data sebagai acuan dalam menunjang kegiatan penelitian.
Pendekatan yang diterapakan ialah eksperimental yang dimana untuk melihat serta
memanipulasi pengaruh variable dependent terhadap variable independent.
Desain penelitian
Instrument Percobaan
Pada desain penelitian ini ialah instrument percobaan yang dimana pengamatan awal
dilakukan dengan mengamati beberapa kasus laporan keuangan perusahaan di China yang
difungsikan untuk mencari dana kreditan kepada pihak terkait. Peneliti menggunakan
informasi menganai latar belakang bisnis perusahaan, keuangan dari perusahaan yang
dilengkapi rasio dua tahun terakhir dan laporan hasil audit keuangan. Hal yang selanjutnya
dilakukan ialah melakukan modifikasi kecil tanpa mengubah instrument awal didalamnya,
kemudian diseminarkan selama dua hari kepada badan usaha dan petugas pinjaman dari
lembaga keuangan dan melihat keputusan apa yang akan diambil dari hasil seminar tersebut.
Instrument percobaan dilakukan untuk di jadikan pembanding di dalam fase eksperiment
nantinya.
Peserta eksperimen

Untuk meperoleh sample investor dan kreditor, peneliti memilih mahasiswa program
Executive MBA di empat Universitas kunci di China dengan catatan harus memiliki
pengalaman diberbagai bidang minimal 5 tahun. Untuk peserta dari eksperimental diharapkan
dapat memberikan penilaian kredibilitas audit data keuangan dan memberikan rekomendasi
baik investasi atau kredityang dikemas dalam suatu studi kasus yang telah disediakan. Peserta
terdiri dari manajer bisnis dan petugas kredit atau pinjaman dari bank dan lembaga keuangan
lainnya yang peneliti telah tetapkan.
Keterangan
Spesifikasi Pekerjaan:
Eksekutif Bisnis
petugas kredit dan pinjaman
TOTAL
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
TOTAL
Pengalaman Bekerja
Level Junior (<6 tahun)
Level Menengah (6-15 tahun)
Level Senior (>15 tahun)
TOTAL
Pemahaman Terhadap Laporan
Audit
Terbatas
Umum
Cukup/Mumpuni
TOTAL
Penggunaan Laporan Audit
Jarang
Pada umumnya
Dengan luas
TOTAL
Penggunaan Laporan Keuangan
Jarang
Pada umumnya
Dengan luas
TOTAL

ANALISIS DATA

Jumlah
Responden

Prosentase

140
75
215

65,1
34,9
100

152
63
215

70,3
29,7
100

45
53
117
215

20,9
24,7
54,4
100

62
135
17
214

29,3
62,8
7,9
100

73
117
24
214

34,2
54,6
11,2
100

48
116
50
214

22,5
54,2
23,3
100

Tabel ditatas berikut (Tabel 2) menunjukan statistik deskriptif mengenai penilaian


kredibilitas reponden dan investasi ataukredit. Dapat dilihat dari tabel 2 tersebut bahwa
penilaian

kredibilitas

responden

yang

menerima

laporan

audit

unqualifieddanqualifiedmasing-masing bernilai 4,360 dan 3,924.


Data tersebut menunjukkan bahwa kualifikasi laporan audit dalam hal pembatasan
ruang lingkup audit yang berkaitan dengan persediaan penilaian, pada tingkat agregat,
memiliki efek marjinal pada penilaian kredibilitas keuangan. Hasil tersebut memberikan efek
yang tidak mendukung hipotesis H1.1, bahwa kualifikasi dari laporan audit memiliki dampak
negatif pada kredibilitas laporan keuangan.
Disisi lainkeputusan responden dalam investasi atau kredit, sebagaimana ditunjukan
oleh Tabel 2, dimana masing-masinglaporan audit unqualified atau qualified, bernilai 3,495
dan 3,301 serta tidak menunjukan hasil statistik yang signifikan antar kelompok. Dengan kata
lain, bukti tersebut menunjukanbahwa keputusan investasi atau kredit dalam lingkungan audit
di Cina saat ini akan berbeda ketika menanggapi sebuah opini auditor. Sehingga, tidak
mendukung hipotesis H1.2.

Tabel 3 menunjukan statistik deskriptif mengenai hasil penelitian setelah peneliti


mengelompokan responden dalam subkelompokinvestor dan kreditor. Hasil uji data
tersebutmenunjukkan bahwa kualifikasi laporan audit tidak akan berdampak signifikan pada

keputusan yang dibuat oleh investor atau kreditor meskipun dapat mempengaruhi penilaian
kredibilitas laporan keuangan. Hal ini dapat dilihat dari varians yang berkaitan dengan
penilaian kredibilitas cukup marjinal dalam kelompok investor. Sebaliknya, kreditur lebih
kuat merasakan dampak opini auditor sebagai dampak negatif pada kredibilitas pernyataan
auditor.

Tabel 4 menunjukan hasil uji data statistik setelah responden dibagi berdasarkan
pekerjaan

dan

pengalaman

responden.

Berdasrkan

pengujian

One-way

ANOVA,

mengindikasikanterdapatperbedaan statistik secara signifikan dalam persepsi ketiga


subkelompok senioritas pekerjaanterhadapopini auditor.
Tabel 4 juga menunjukkan bahwa responden pada kelompok tingkat menengah
bereaksi paling sensitif terhadap kualifikasi laporan audit, dimanaditunjukan dari t-statistik
dan MW Z-skor yang secara statistik signifikan untuk penilaian keputusan kredibilitas dan
investasi / kredit. Dengan kata lain, para responden tingkat menengah memiliki pemahaman
yang relatif lebih baik terhadap perbedaan antara unqualified dan qualified dan menanggapi
kualifikasi laporan audit lebih hati-hati daripada tingkat senior dan tingkat junior.

Peneliti juga membagi responden menjadi tiga subkelompok, yaitu, pemahaman


terbatas, pemahaman umum, dan pemahaman yang cukup. Tabel 5 menunjukan hasil
pengujian One-way ANOVA yang mengungkapkan perbedaan signifikan antar kelompok
hanya dalam penilaian kredibilitas.
Namun, perbedaan muncul dari respon dalam yang cukup kelompok pemahaman
sehubungan dengan unqualifieddengan opini qualified. Tidak ditemukan perbedaan yang
signifikan di antara dua subkelompok lainnya. Meskipun begitu, dirasa tidak tepat untuk
menyimpulkan bahwa penggetahuan penggunaterhadap laporan audit memiliki dampak yang
signifikan terhadap pemahaman dan penggunaan pada data keuangan dalam proses
pengambilan keputusan. Hal ini disebabkan responden dalam kelompok "pemahaman yang
cukup" hanya menyumbang 7,9% dari total responden, sehingga tidak mencerminkan secara
mayoritas.
SIMPULAN
Penelitian ini memberikan hasil yang beragam mengenai pengaruh kualifikasi laporan
audit terhadap "informasi" bagi pengguna pada lingkungan audit di Cina. Data menunujukan
bahwa pada sisi kreditor, pendapat auditor yang qualified memiliki dampak negatif pada
penilaian kredibilitas data keuangan pengguna, atau dapat menyebabkan pengguna menilai
laporan keuangan tersebut relatif kurang kredibel. Disii investor, kualifikasi laporan audit

hanya memiliki efek sedikit dalam penilaian kredibilitas keuangan. Namun secara
keseluruhan, tidak terdapat perbedaan signifikan yang ditemukan mengenai pengaruh
kualifikasi laporan audit terhadap keputusan investasi atau kreditdi Cina. Dengan demikian,
hipotesis utama dari penelitian ini hanya sebagian terbukti dan memiliki pendukung yang
lemah.
Terdapat beberapa penjelasan untuk mendukung penelitian ini. Pertama, penelitian ini
menunjukkan bahwa kandungan dan makna bentuk yang berbeda dari laporan audit mungkin
belum dipahami sepenuhnya oleh pengguna laporan keuangan di Cina. Bahkan, seperti yang
ditunjukkan hanya 7,9% dari responden menyatakan bahwa mereka cukup bisa memahami
makna atau implikasi dari laporan audit sementara sisanya mengkalim hanya memiliki
pemahaman umum atau terbatas pada laporan audit.
Penjelasan kedua, penelitian juga menunjukkan bahwa peran audit di Cina masih
terbatas karena laporan audit belum serius digunakan dalam keputusan investasi dan
pinjaman pengguna Cina. Studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar dari responden
jarang mengandalkan laporan keuangan dalam membuat keputusan bisnis dan keuangan.
Seperti terlihat pada Tabel 1, 54,2% dari responden melaporkan bahwa mereka hanaya
menggunakan laporan keuangan umum, dan 22,5% dari mereka mengaku jarang
menggunakanlaporan keuangan dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Selain itu, sekitar 34%
dari total responden menyatakan bahwa mereka jarang menggunakan laporan audit.
Penjelasan lain adalah bahwa adopsi kualifikasi laporan audit gaya barat mungkin
membuat pengguna Cina untukmemahami atau menafsirkannya. Masalah di sini bukan hanya
teknis pelaporan audit, tetapi juga perbedaan yang berasal dari variasi bahasa dan budaya
yang berlaku di Barat dan China. Oleh sebab itu, adaptasi dalam hal tertentu di China harus
dilakukan dalam praktik audit Cina.
Meskipun demikian, terdapat temuan dalam penelitian iniyang memiliki beberapa
implikasi positif bagi perkembangan audit di Cina. Penelittian inimembuat profesi audit di
Cina atau otoritas pemerintah harus melakukan upaya lebih besar untuk meningkatkan
kesadaran pengguna tentang peran positif audit. Selanjutnya, auditor di Cina harus
meningkatkan kesadaran publik tentang sifat, makna, dan implikasi dari laporan audit dalam
rangka meningkatkan relevansi dan kegunaan audit untuk investasi dan keputusan kredit.
II. KRITIK
A. KRITIK TERHADAP VALIDITAS INTERNAL
- Validitas Isi
Validitas isi dalam penelitian ini bisa dikatakan baik.

Karena dalam penelitian ini isi atau materi atau bahan alat ukur tersebut betulbetul merupakan bahan yang representatif terhadap bahan pembelajaran yang
diberikan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peneliti hendak meneliti
pandangan responden terhadap laporan audit sehingga dia menggunakan opini
auditor sebagai dasar pengukuran (Variabel bebas) yang akan berpengaruh
-

terhadap keputusan investasi dan kredit.


Validitas berhubungan dengan kriteria
- Validitas Serentak
Validitas serentak dalam penelitian ini dapat dikatakan baik.
Karena peneliti telah membedakan responden dengan mengelompokan sesuai
pekerjaan, gender, pengalaman kerja, tingkat penggunaan audit report dan

penggunaan laporan keuangan.


Validitas Konstruk
Peneliti melihat dari hubungan variabel dan data yang hendak dicari,
penelitian ini harusnya bisa memperoleh hasil yang sesuai dengan teori yang
digunakan. Karena apabila dilihat dari metode dan data yang digunakan dalam

penelitian ini sudah dapat dikatakan baik.


B. KRITIK TERHADAP VALIDITAS EKSTERNAL
- Syarat pertama : dapat digeneralisir ke semua objek
Objek yang dipilih oleh peneliti adalah peserta seminar EMBA program di 4
empat universitas yang berbeda di China. Pelajar part time ini bekerja di industri
bisnis seperti manufacturing, telekomunikasi, komersial dan perdagangan, transportasi
dan kontruksi atau institusi keuangan luar negeri dengan pengalaman kerja minimal 5
tahun.
Menurut kami validitas eksternalnya masih kurang, karena akan lebih baik lagi
apabila penelitian ini menambahkan objek lain seperti investor yang sudah terjun di
bursa efek dan bank China yang memberi fasilitas kredit. Sehingga respondennya
-

sudah berpengalaman di bidangnya dan informasi yang diberikan lebih baik lagi.
Syarat kedua : dapat digeneralisir ke situasi yang berbeda
Peneliti meneliti pada kondisi ekonomi saat itu. Kondisi China saat itu dapat
dikatakan baik karena disebutkan dalam jurnal memiliki return capital sekitar 10%
kepada investor luar atau ada pinjaman berumur 10 tahun dari bank. Arus investasi
saat itu sangat besar sehingga ada kecenderungan orang-orang berinvestasi dan
senang untuk melakukan kredit. Validitas eksternalnya pada kondisi ini diambil 2
tahun terakhir.
Menurut kami sebaiknya kondisi yang diambil jangan hanya 2 tahun terakhir,
karena jika hanya 2 tahun akan tidak terlalu jelas gambaran kondisi ekonomi Cina,

sebaiknya peneliti melihat 3-4 tahun sebelumnya agar terlihat jelas perubahan kondisi
-

ekonomi Cina.
Syarat ketiga: dapat digeneralisir ke waktu yang berbeda
Peneliti menggunakan rentang waktu 2 tahun terakhir. Rentang waktunya
relatif singkat. Seperti yang kami jelaskan diatas sebaiknya peneliti menggunakan
rentang waktu 3-4 tahun agar perubahan kondisi dari objek yang diteliti bisa terlihat

dengan jelas.
C. KRITIK TERHADAP KUALITAS PENGUMPULAN DATA DAN ANALISI DATA
Data dikumpulkan dengan cara kuersioner skala linkert 1-7. Data ini merupakan data
primer. Data yang hendak diteliti ini merupakan data yang bersifat kualitatif sehingga
data ini harus dikuantitatifkan. Kualitas yang diperoleh sudah benar namun tidak bisa
digenarlisir ke semua objek karena sampel data kalangan mahasiswa. Sebagian besar
koresponden tidak bisa dijamin memahami secara detail. Selain itu data yang digunakan
rentang waktu 2 tahun terakhir, kami menilai bahwa rentang waktu tersebut relatif
singkat.
D. KRITIK ANALISIS DATA
Tidak ada pemeriksaan khusus pada efek potensial dalam variabel dependen
(Misalnya, penilaian kredibilitas keputusan pengguna laporan audit dalam investasi /
kredit). Investor dan kreditor mungkin memiliki masalah yang berbeda dalam
keputusan, yang dapat mengacaukan mereka dalam pemanfaatan laporan audit. Selain
itu, kapasitas pekerjaan tertentu dari responden individu dalam subkelompok manajer
bisnis atau petugas pinjaman dapat mempengaruhi pemahaman responden dan
penggunaan laporan audit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi laporan audit tidak akan
berdampak signifikan pada keputusan yang dibuat oleh investor atau kreditor
meskipun dapat mempengaruhi mereka dalam penilaian kredibilitas laporan
keuangan.
E. KRITIK KECOCOKAN ANALISIS STATISTIK YANG DIGUNAKAN
Uji T yang digunakan untuk menilai perbedaan kredibilitas antara partisipan
yang menerima laporan unqualified dan qualified sudah sesuai dengan informasi
yang diinginkan yaitu perbedaan kredibilitas dari partisipan berdasarkan opini auditor.
F. KRITIK KONSISTENSI ANTARA MASALAH PENELITIAN FORMULASI
HIPOTESIS
Mengingat masalah yang diangkat merupakan perkembangan audit yang ada
di Cina dan hipotesis yang dihasilkan oleh latar belakang atau masalah ini merupakan
informasi yang relevan bagi para pengguna laporan keuangan di Cina, kami menilai
bahwa

latar belakang dan hipotesis sudah cukup konsisten, dikarenakan dengan

adanya penelitian ini peneliti akan mengetahui apakah informasin laporan keuangan
sesudah diaudit relevan dengan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan,
walaupun seharusnya pengguna laporan ini perlu dijabarkan dengan jelas pada
masalah ini.
G. KRITIK TERHADAP KONSISTENSI
Konsistensi yang di lakukan oleh penilitian ini sudah cukup baik, terlihat dari
pengambilan metode eksperimental yang konsisten dari awal hingga akhir. Pemilihan
objek penelitian dan ruang lingkup juga sangat konsisten yakni memilih manajer,
investor, dan calon kreditor sebagai objek penelitian.
Walaupun dalam pelaksanaan Ekperiment mungkin sedikit mengalami
kesulitan untuk menentukan jumlah sampel sehingga peneliti mengganti investor dana
kreditor menjadi mahasiswa sehingga hasilnya mungkin akan kurang realistis. Akan
tetapi mahasiswa yang dipilih tidak sembarangan, yang dipilih adalah yang memiliki
cukup pengalaman dalam bekerja namun belum tentu sama dengan objek yang
memiliki keseharian sebagai investor maupun sebagai kreditor yang sesungguhnya.
H. KRITIK TERHADAP IMPLIKASI
Implikasi dari rencana awal sebenarnya sedikit tidak sesuai di karenakan
dalam melakukan penelitian peneliti sudah menggantinya dengan objek yang di
anggap dapat menggantikan posisi sebagai objek utama yang telah di rencanakan
sejak awal.
Rencana awal memang ingin menggambarkan keadaan seluruh Cina namun
mengapa tidak menggunakan objek yang sesungguhnya saja meskipun dalam jumlah
koresponden yang lebih kecil nantinya mungkin akan menghasilkan data yang lebih
relevan dan sesuai dengan apa yang telah di rencanakan sejak awal. Koresponden
yang lebih kecil juga akan memudahkan peneliti dalam mengawasi hasil sehingga
lebih independent di dalamnya
I. KRITIK TERHADAP KETERBATASAN
Salah satu keterbatasan yang di ungkapkan adalah efek eksternal yang tidak
sesuai dengan apa yang di inginkan, sehingga membuat peneliti harus lebih hati hati
dalam mengambil sebuah keputusan nantinya,
Namun hal tersebut dapat di minimalisir keadaanya dengan membandingkan
hasil kesimpulan nantinya dengan kesimpulan peneliti yang sebelumnya atau dengan
peneliti yang menggunakan objek dengan semestinya.
Jika memiliki kendala ruang lingkup yang luas sehingga sulit untuk
mendapatkan objek yang di inginkan mengapa tidak melakukan penelitian dengan
ruang lingkup yang lebih sempit namun dapat lebih dapat di awasi tingkat
independensinya dari objek dan dapat menggunakan objek sesuai yang di harapkan

tanpa harus mengganti objek dan mempengaruhi hasil kesimpulan maupun membuat
peneliti harus lebih teliti dalam mengambil kesimpulan dikarenakan perbedaan objek
sejak awal.
III. KEKURANGAN PENELITIAN SECARA KESELURUHAN
a. Peneliti menggunakan rentang waktu 2 tahun terakhir. Rentang waktunya relatif
singkat. Alahkah baik lagi jika peneliti melakukan seri waktu yang panjang.
b. Dengan adanya desain eksperimen, hanya efek utama antara kualifikasi dari laporan
audit (variabel independen) dan tanggapan pengguna (variabel dependen) yang diuji.
c. Tidak ada pemeriksaan khusus pada efek interaktif potensial dalam variabel dependen
(Misalnya, penilaian kredibilitas keputusan pengguna dan investasi / kredit). Investor
dan kreditor mungkin memiliki masalah yang berbeda dalam keputusan pembuatan
yang dapat mengacaukan pemanfaatan laporan audit mereka. Juga, kapasitas pekerjaan
tertentu dari responden individu dalam baik subkelompok manajer bisnis atau petugas
pinjaman dapat mempengaruhi pemahaman responden dan penggunaan laporan audit.
d. Pergantian responden menjadi mahasiswa yang dikarenakan kesulitan untuk
mementukan jumlah sampel. Sehingga hasilnya mungkin kurang realistis dibanding
dengan responden yang berpengalaman dalam dunia investor dan kreditor.
e. Validitas eksternal percobaan mungkin akan terpengaruh jika peserta tidak memiliki
satu keahlian di bidang khusus. Jadi, hati-hati diperlukan dalam kesimpulan dari
temuan penelitian ini.