Anda di halaman 1dari 3

FEBRIANANDA

WISANG R
125020300111049
AUDIT ATAS KAS DAN INVESTASI
Saldo kas meliputi penerimaan ditangan yang belum disetor, kas di bank serta akun impres
seperti kas kecil dan rekening di bank. Saldo-saldo tertentu, seperti sertifikat deposito, treasury
bills, instrumen pasar uang, dan akun-akun lain yang mempunyai pembatasan dalam
penggunaannya harus diklasifikasikan sebagai investasi atau setara kas.
TUJUAN AUDIT ATAS KAS DAN INVESTASI
Tujuan keseluruhan dari audit atas saldo kas dan investasi adalah untuk menilai apakah saldo
akun tersebut telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
diterima umum
PROSES AUDIT ATAS KAS DAN INVESTASI
1. Menilai Risiko
Identifikasi Risiko
Sumber Risiko
Perekonomian anjlok
Bagian Keuangan membuat
kesalahan pembukuan angsuran
periodik.
Bisnis anjlok
Sumber Risiko
PRESSURE
Memaksimalkan rasio lancar
Memaksimalkan
Bunga

Pendapatan

Memaksimalkan Nilai Investasi


OPPORTUNITY
Pengendalian Internal atas
dokumen dan catatan lemah
Pengendalian Internal atas
monitoring lemah

RISIKO BISNIS KLIEN


Implikasi Risiko
Pendapatan bunga meningkat.
Bunga lebih tinggi atau
rendah, mempengaruhi laba
dan pajak.
Deviden per saham kecil.
RISIKO KECURANGAN
Implikasi Risiko
Meningkatkan nilai kas dan
setara kas
Pendapatan bunga menjadi
besar
Saldo
beban
amortisasi
dilaporkan terlalu kecil

Asersi
Valuation
Accuracy dan Valuation
Valuation
Asersi
Valuation dan Accuracy
Valuation dan Accuracy
Valuation dan Accuracy

Kiting, pencurian kas

Existance, dan Valuation

Penyalahgunaan kas

Existance, dan Valuation

Implementasi Pengendalian internal


Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai pengendalian internal:
1. Pemisahan tugas yang memadai. Fungsi keuangan harus tetap independen dari akuntansi.
2. Otorisasi yang tepat. Hanya General Manajer atau Manajer Keuagnan yang boleh
mengotorisasi pengeluaran dan pemakaian kas.
3. Dokumen dan Catatan yang memadai. Catatan atas kas masuk dan kas keluar harus
dilakukan secara real-time.
4. Pengendalian Fisik Terhadap Aktiva dan Catatan. Akses ke kas dibatasi.

Menilai Resiko Salah Saji Material


Karena seluruh transaksi akuntansi melalui akun kas sebagai bagian dari siklus cradle-to-grave,
kas dipengaruhi oleh satu atau seluruh proses bisnis entitas. Oleh karena itu resiko pada saldo
kas dan investasi dapat dikatakan bersifat pervasif dan dapat berpengaruh kepada tingkat asersi
serta memiliki risiko tinggi.
2. Menanggapi Risiko
Pengujian Subtantif atas Saldo Kas dan Investasi
a. Mengaudit saldo akun kas umum. Dalam memperoleh bukti mengenai kewajaran, auditor
harus mereview perhitungan manajemen atau melakukan perhitungan sendiri atas kas
umum (kas ditangan). Langkah yang dapat dilakukan adalah :
1) Menelusur saldo awal ke saldo audit tahun lalu, dan
2) Membandingkan rekonsiliasi bank dari perusahaan
b. Mengaudit saldo akun kas bank. Dalam memperoleh bukti mengenai kewajaran, auditor
harus melakukan perhitungan dengan melakukan hal berikut:
1) Membandingkan rekonsiliasi bank dari perusahaan,
2) Mengkonfirmasi atas informasi saldo akun dengan setiap bank atau lembaga keuangan
di mana klien memiliki akun, dan
3) Memverifikasi dan menetapkan cutoff atas ketepatan dan unsur-unsur rekonsiliasi
seperti setoran dalam perjalanan dan cek yang beredar.
b. Mengaudit atas saldo akun kas kecil. Dalam memperoleh bukti mengenai kewajaran
saldo akun kas kecil, auditor harus melakukan perhitungan sendiri di tanggal interim atau
pada akhir tahun.
c. Mengaudit saldo akun setara kas (investasi). Dalam memperoleh bukti mengenai
kewajaran, auditor harus mereview perhitungan manajemen atau melakukan perhitungan
sendiri atas investasi, pendapatan bunga dan dividen. Cara yang dapat dilakukan adalah :
1) Membandingkan saldo investasi tahun berjalan dengan saldo tahun sebelumnya
setelah mempertimbangkan penagaruh aktivitas operasi dan pendanaan tahun berjalan
terhadap kas dan investasi,
2) Mengkonfirmasi informasi atas investasi mengenai transaksi aktivitas investasi dengan
penerbit, kustodian, pialang dan pihak imbangan.
3) Melakukan penilaian atas investasi dengan kearifan profesionalnya atau dengan
bantuan ahli.
4) Memverifikasi harga perolehan atas utang, dan tingkat bunga efektif yang akan
digunakan untuk mengakui pendapatan bunga.
d. Mengaudit saldo akun setara kas (investasi). Prosedur audit kas yang lebih luas jika
auditor menduga terdapat kecurangan atau penyalahgunaan kas. Tiga prosedur audit yang
dilakukan adalah:
1) Extended Bank Reconciliation Procedure, memperluas prosedur audit atas rekonsiliasi
bank dengan memeriksa penghapusan unsur yang harus direkonsiliasi pada
rekonsiliasi bank bulan sebelumnya dan unsur yang harus direkonsiliasi pada bulan
berjalan.
2) Pembuktian Kas (Proof of Cash), dengan merekonsiliasi penerimaan dan pengeluaran
kas yang tercatat pada buku klien dengan kas yang disetorkan atau dikeluarkan dari
akun bank pada suatu periode tertentu.
3) Pengujian Untuk Kiting (Tests for Kiting), membuat skedul transfer antarbank.
Prosedur Analitis atas Saldo Kas dan Investasi

Karena sifatnya yang bersisa, kas tidak memiliki hubungan yang dapat diprediksi dengan akun
laporan keuangan lain. Maka, prosedur analitis substantif untuk audit kas terbatas hanya pada
perbandingan saldo kas dengan saldo tahun sebelumnya dan dengan saldo anggaran.
3. Melaporkan
Evaluasi Bukti Audit
Auditor harus melakukan review atas dokumentasi bukti audit terkait dengan saldo kaun kas dan
setara kas. Setelah itu auditor dapat menilai kembali materialitas maupun merubah penilaian
terhadap risiko untuk melihat apakah terdapat risiko baru yang muncul. Auditor juga harus
mengevaluasi dampak salah saji seperti telah disebutkan pada ISA 450 dan ISA 540.
Membuat Laporan Audit
Auditor kemudian menyelesaikan semua dokumentasi terkait saldo kas dan setara kas. Dari
dokumentasi tersebut diambil keputusan-keputusan audit yang penting bagi auditor untuk
merumuskan opini.