Anda di halaman 1dari 1

Kodein

Kodein atau metilmorfin adalah opium (turunan morfin) dari golongan fenantrena.
Obat ini memiliki beberapa khasiat bagi pasien, baik dewasa maupun anak.
Kodein dapat dikonversikan menjadi morfin sehingga memiliki efek anti-nyeri
(analgesik), meredakan batuk dan sesak napas (antitusif), serta anti-diare.
Kodein merupakan analgesik agonis opioid. Kodein memiliki efek anti-nyeri
diindikasikan sebagai pereda atau penghilang nyeri hebat yang tidak dapat diatasi
dengan analgesik non-opioid. Efek kodein terjadi apabila kodein berikatan secara
agonis dengan reseptor opioid di berbagai tempat di susunan saraf pusat. Efek
analgesik kodein tergantung afinitas kodein terhadap reseptor opioid tersebut.
Kodein dapat meningkatkan ambang rasa nyeri dan mengubah reaksi yang timbul
di korteks serebri pada waktu persepsi nyeri diterima dari thalamus.
Kodein merupakan prodrug, karena di saluran pencernaan kodein diubah menjadi
bentuk aktifnya, yakni morfin dan kodeina-6-glukoronida. Sekitar 5-10% kodein
akan diubah menjadi morfin, sedangkan sisanya akan menjadi bentuk yang bebas,
atau terkonjugasi dan membentuk kodeina-6-glukoronida (70%), norkodeina
(10%), hidromorfona (1%). Seperti halnya obat golongan opiat lainnya, kodein
dapat menyebabkan ketergantungan fisik, namun efek ini relatif sedang bila
dibandingkan dengan senyawa golongan opiat lainnya.
Komposisi :
Tiap tablet Codein 10 mg mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat setara dengan
Kodein 10 mg
Tiap tablet Codein 15 mg mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat setara dengan
Kodein 15 mg
Tiap tablet Codein 20 mg mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat setara dengan
Kodein 20 mg
Mekanisme kerja :
Kodein merangsang reseptor susunan saraf pusat (SSP) yang dapat menyebabkan
depresi pernafasan, vasodilatasi perifer, inhibisi gerak perilistatik usus, stimulasi
kremoreseptor dan penekanan reflek batuk.