Anda di halaman 1dari 1

Hurdle Technology merupakan konsep mengenai kombinasi berbagai pengawetan dan

landasan ilmiah yang dikembangkan oleh Leistner, seorang peneliti dari Jerman. Hurdle
technology atau dikenal juga dengan teknologi kombinasi adalah metode yang
mengkombinasikan dua atau lebih metode pengawetan pada level rendah dibandingkan bila
pengawetan tersebut dilakukan dengan metode pengawetan tunggal. Hurdle technology tidak
hanya sekedar mengkombinasikan berbagai metode pengawetan, namun juga dapat
digunakan untuk mengoptimalkan efek pengawetan yang diinginkan tanpa memberikan
perlakuan pengawetan yang berlebihan. Setiap faktor yang berperan dalam pengawetan atau
metode yang digunakan untuk tujuan pengawetan disebut hurdle. Beberapa contoh hurdle
tersebut termasuk garam, pH berkurang, aktivitas air berkurang, perlakuan panas dan
kemasan (Leistner, 2000).
Pembuatan Medium Nutrien Broth (NB)
1.

Disiapkan semua alat dan bahan.

2.

Ditimbang Ekstrak beef dan Pepton

3.

Ekstrak beef dan Pepton dilarutkan dengan sedikit air.

4. Dimasukkan dalam erlenmeyer dan dicukupkan volumenya dengan aquades sampai 250
ml kemudian erlenmeyer ditutup dengan kapas.
5.

Disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121o C selama 15 menit.

6.

Medium didinginkan dan disimpan dalam kulkas.

7.

Diamati dan dicatat warna dan bentuk sehari setelah penyimpanan.

Pembuatan Medium Potato Dextrosa Broth (PDB)


1.

Disiapkan semua alat dan bahan.

2.

Kentang dikupas dan dipotong kecil-kecil, dicuci sampai bersih.

3.

Ditimbang kentang dan Dekstrosa

4.

Kentang dimasak sampai mendidih, selama 15 menit.

5. Kemudian disaring, dan ekstraknya dicampur dengan Dextrosa, lalu dipanaskan kembali
sampai zat tersebut larut sempurna.
6. Dimasukkan dalam erlenmeyer dan dicukupkan volumenya dengan aquades sampai 250
ml kemudian erlenmeyer disumbat dengan kapas.
7.

Disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121o C selama 15 menit.


8. Medium didinginkan dan disimpan dalam kulkas.
9. Diamati dan dicatat warna dan bentuk sehari setelah penyimpanan.