Anda di halaman 1dari 29

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI

PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KEGIATAN


PEMERIKSAAN
1.

Pengantar.
Pengawasan

dan

pengendalian

kegiatan

pemeriksaan

merupakan control pimpinan terhadap bawahannya/pemeriksa melalui


dari penerimaan laporan sampai pemberkasan agar tidak terjadi
kesalahan-kesalahan dan penyalahgunaaan wewenang.
2.

Standar Kompetensi.
Memahami

pengawasan

dan

pengendalian

kegiatan

pemeriksaan pelanggaran disiplin dibidang Provos.

BAB I
PENGERTIAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
KEGIATAN PEMERIKSAAN
Kompetensi Dasar.
Memahami pengertian pengawasan dan pengendalian kegiatan
pemeriksaan.
Indikator Hasil Belajar.
1.

Menjelaskan pengertian pengawasan kegiatan pemeriksaan.

2.

Menjelaskan pengertian pengendalian kegiatan pemeriksaan.

1.

Pengertian-pengertian.
a.

Pengawasan adalah suatu kegiatan control yang dilakukan


pimpinan

agar tidak terjadi kesalahan administrasi

dan

penyalahgunaan wewenang.
b.

Pengendalian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh


pimpinan agar tidak keluar dari ketentuan yang tidak ada.

BAB II
PEMBAHASAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
KEGIATAN PEMERIKSAAN
Kompetensi Dasar.
Memahami penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan dan
memahami kelengkapan administrasi pemeriksaan.
Indikator Hasil Belajar.
1.

Menjelaskan penerimaan dan penanganan laporan/pengawasan.

2.

Menjelaskan kelengkapan administrasi pemeriksaan.

1.

Penerimaan dan Penanganan Laporan/Pengaduan.


a.

Laporan/pengaduan tentang dugaan terjadinya pelanggaran


disiplin, diterima dari :
1)

Laporan/pengaduan dari masyarakat/pihak korban dalam


bentuk tertulis maupun lisan.

2)

Laporan yang dibuat oleh pengemban fungsi pngawasan


dan pengamanan internal Polri.

3)

Laporan/pengaduan

yang

berasal

dari

pelimpahan

satuan kewilayahan lain.


b.

Laporan/pengaduan

dari

masyarakat/pihak

korban

dalam

bentuk tertulis dan laporan yang dibuat oleh pengemban fungsi


pengawasan internal yang dialamatkan langsung kepada
Kasatker/Kasatwil/Satuan Provos Polri/Yanduan diteruskan oleh
petugas penerima laporan sesuai dengan alamat surat dengan
menggunakan buku ekspedisi khusus laporan/pengaduan.
c.

Laporan/pengaduan

dari

masyarakat/pihak

korban

dalam

bentuk lisan diteliti dan dipelajari oleh petugas penerima


laporan,

dan

jika

materi

laporan/pengaduan

tersebut

mengandung unsure pelanggaran disiplin, maka ditindaklanjuti


dengan menuangkan materi laporan/pengaduan tersebut ke
dalam Laporan Polisi sesuai format yang ditetapkan.
d.

Setelah

laporan/pengaduan

mendapat

arahan/disposisi

Kasatker/Kasatwil/Satuan Provos Polri/Yanduan, di agendakan


dalam buku agenda khusus laporan/pengaduan selanjutnya
oleh

petugas

penerima

laporan

meneruskannya

kepada

pejabat/petugas Polri yang ditunjuk untuk menindaklanjuti.


5

e.

Laporan/pengaduan yang berasal dari pelimpahan kesatuan


kewilayahan diajukan oleh petugas penerima laporan kepada
Kasatker/Kasatwil/Satuan

Provos

Polri/Yanduan

untuk

mendapatkan petunjuk lebih lanjut.


f.

Materi laporan/pngaduan yang telah dituangkan ke dalam


bentuk

Laporan

Polisi

oleh

petugas

penerima

laporan,

selanjutnya kepada pelapor diberikan surat tanda penerimaan


laporan/pengaduan.
g.

Laporan Polisi diagendakan kee dalam buku Buku Register


laporan/pengaduan.

h.

Buku Register laporan/pengaduan ditangani oleh petugas yang


ditunjuk dan bertanggungjawab atas pelaksanaannya kepada
Atasan langsungnya sebagai sarana control untuk mengetahui
Bagian/Satuan/Unit mana yang menangani pemeriksaan atas
Laporan/pengaduan.

i.

Laporan/pengaduan

yang

Kasatker/Kasatwil/Satuan

Provos

telah

diterima

Polri/Yanduan,

oleh

selambat-

lambatnya 2 X 24 jam sudah harus mendapat arahan/disposisi


dan didistribusikan sampai kepada Pmeriksa yang ditunjuk
untuk menindaklanjutinya.
j.

Laporan/pengaduan yang disertai dengan Terperiksa selambatlambatnya 1X24 Jam telah dilakukan pemeriksaan guna
mendapatkan keputusan tentang status Terperiksa, apakah
terperiksa melakukan pelanggaran disiplin.tindak pidana atau
tidak.

k.

Setiap

laporan/pngaduan

tentang

terjadinya

perkara

pelanggaran disiplin yang masuk pada Fungsi Provos Polri di


tingkat pusat maupun kewilayahan, dituangkan kdalam bentuk
Laporan Polisi adalah merupakan dasar untuk pelaksanaan
kegiatan pemeriksaan yang kemudian dimasukkan dalam satu
Tata Naskah Perkara Pelanggaran Disiplin.
l.

Pelaksanaan

kegiatan

pemeriksaan

perkara

pelanggaran

disiplin dilakukan oleh pemeriksa berdasarkan surat perintah


pemeriksaan.
m.

Terhadap kasus yang perlu penanganan segera dan prioritas,


maka pada kesempatan pertama Pemeriksa segera membuat
rencana pemeriksaan yang memuat langkah-langkah yang
akan diambil oleh Pemeriksa dan saran tindak lanjutnya kepada
Pejabat Kasatker/Kasatwil/Atasan Pemeriksa.

n.

Setiap langkah pemeriksaan yang dilaksanakan, Pemeriksa


melaporkan

perkembangannya

kepada

Kasatker/Kasatwil/Atasan Pemeriksa khususnya tentang :

o.

1)

Saksi-saksi yang sudah diperiksa.

2)

Pengamanan dan pemeriksaan terpriksa.

3)

Barang bukti yang disita jika terdapat tindak pidana.

4)

Hambatan-hambatan yang ditemui.

5)

Kesimpulan dari hasil pemeriksaan.

Surat perintah pemeriksaan perkara dikeluarkan dan di tanda


tangani oleh Kepala Satuan Pemeriksa atau Pejabat yang
berwenang yang ditujukan kepada Pemeriksa yang diberi
tanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan.

p.

Surat perintah pemeriksaan dibuat rangkap 5 (lima) dengan


perincian :

q.

1)

3 (tiga) lembar untuk berkas perkara.

2)

1 (satu) lembar untuk Pemeriksa.

3)

1 (satu) lembar untuk arsip.

Surat perintah pemeriksaan dicatat dalam buku register surat


printah pemeriksaan dan diberi nomor urut sesuai urutan pada
nomor register.

r.

Seluruh buku rgister administrasi pemeriksaan berada pada


Pejabat

yang

ditunjuk

dan

bertanggungjawab

atas

pengisian/perawatannya kepada :

s.

1)

Kapus Provos Polri untuk tingkat pusat.

2)

Kasubbid Provos Polri untuk tingkat Polda.

3)

Kanit P3D untuk tingkat Polwil/tabes/Poltabes.

4)

Kanit P3D untuk tingkat Polrs/ta/Metro.

Semua

bentuk

dikeluarkan,

administrasi

dicatat

dalam

pemeriksaan
buku

yang

register

telah

administrasi

pemeriksaan sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia.


t.

Pengisian dan perawatan buku-buku register administrasi


pemeriksaan setiap bulan wajib dilaporkan kepada :
1)

Kadivpropam oleh Kapus Provos Polri.

2)

Kabidpropam oleh Kasubbid Provos Polri.

3)

Kapolwil/tabes/Kapoltabes oleh Kanit P3D.

4)

Kapolres/ta/Metro oleh Kanit P3D.

u.

Pejabat yang diberi tanggungjawab pengisian dan perawatan


buku-buku register administrasi pemeriksaan, wajib meminta
tandatangan pada semua buku register setiap 3 (tiga) sampai
dengan tanggal 5 (lima) pada bulan berikutnya dan buku
register ditutup setiap bulan.

v.

Setelah

pemeriksaan

selesai

dilakukan

dan

semua

kelengkapan administrasi pemeriksaan yang harus ada dalam


berkas telah selesai, maka:
1)

Pemeriksa

segera

menyusun

lembaran-lembaran

administrasi pemeriksaan sesuai dengan urutan yang


harus ada dalam berkas prkara.
2)

Pemeriksa melengkapi dan menyusun resume dan


kelengkapan-kelengkapan berkas lainnya yang belum
ada.

3)

Pemriksa meneliti tanda tangan, stempel, tanggal


pembuatan, dan jumlah dari setiap surat-surat/lembaranlembaran administrasi pemeriksaan.

4)

Pemeriksa melakukan pemberkasan.

5)

Pemriksa bersama-sama dengan pejabat lainnya yang


terkait memberikan penomoran berkas perkara dan surat
pengantar pengiriman berkas perkara.

w.

Apabila penanganan berkas perkara telah selesai, maka


pelimpahan perkara berupa pngiriman berkas perkara kepada
Ankum dapat dilaksanakan.

x.

Pemeriksa harus selalu melakukan koordinasi dengan Ankum


dari Terperiksa.

y.

Setelah berkas perkara diterima oleh Ankum, maka hal yang


wajib dilakukan sebagai berikut :
1)

Segera diagendakan dan dilaporkan kpada Atasan


Pemeriksa secara berjenjang.

2)

Setelah diagendakan dan dilaporkan kpada Atasan


Pemeriksa secara berjenjang, Pemeriksa wajib mengikuti
sejauh mana kesiapan Ankum untuk melaksanakan
siding disiplin terhadap Terperiksa.

3)

Pemeriksa melalui Atasan Pemeriksa mengingatkan


kepada Ankum Terperiksa bahwa tenggang waktu
pelaksanaan siding disiplin adalah 30 (tiga puluh) hari
sejak Ankum menerima berkas perkara pelanggaran
disiplin.

z.

Terhadap perkara yang dilimpahkan ke Fungsi Reskrim Polri,


Pemeriksa Provos Polri dapat menerima penjelasan tertulis
tentang perkembangan proses penyidikannya.

aa.

Kesatuan Reskrim Polri yang menerima pelimpahan perkara,


jika akan menghentikan Penyidikannya wajib memberikan
tembusan kepada Kepala Satuan Fungsi Provos Polri yang
melimpahkan perkara tersebut, untuk kepentingan pencatatan
data personel yang bersangkutan.

bb.

Sarana yang diperlukan untuk pengawasan dan pengendalian


laporan/pengaduan

dan

penanganan

laporan/pengaduan

adalah :
1)

Buku Register Laporan/Pengaduan.

2)

Buku

Register

Surat

Tanda

Penerimaan

Laporan/Pengaduan.
10

cc..

3)

Arsip Laporan/Pengaduan.

4)

Arsip Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan.

Sarana yang diperlukan untuk pengawasan dan pengendalian


kegiatan pemeriksaan meliputi :

dd..

1)

Buku Register Pemeriksaan.

2)

Kronologis penanganan perkara pelanggaran disiplin.

3)

Kartu control penyelesaian perkara pelanggaran disiplin.

4)

Papan control pemeriksaan.

5)

Gelar perkara.

Buku register pemeriksaan meliputi :


1)

Buku Rgister Laporan/Pengaduan.

2)

Buku Register Perkara Pelanggaran Disiplin.

3)

Buku Register Surat Pemberitahuan Dimulai/Dihentikan


Pemeriksaan.

4)

Buku Rgister Surat Panggilan.

5)

Buku Rgister Surat Perintah Pengamanan Barang Bukti.

6)

Buku Register Surat Perintah Pengamanan Barang Bukti.

7)

Buku Register Surat Perintah Pemeriksaan dan Surat


Perintah Tugas.

8)

Buku Register Pemeriksaan Saksi/Ahli dan Terperiksa.

9)

Buku Register Berkas Perkara Pelanggaran Disiplin.

10)

Buku Registr Penerimaan dan Ekspedisi Berkas Perkara


Pelanggaran Disiplin.

11)

Buku Register Barang Bukti.

12)

Buku Register Barang Temuan.

13)

Buku Register Surat Pemberitahuan Perkembangan


Hasil Pemeriksaan.
11

ee.

Kronologis

penanganan

perkara

merupakan

catatan

Pemriksa/Unit Pemeriksa atas setiap kegiatan pemeriksaan


yang dilakukan sebagai sarana pengawasan dan pengendalian
yang diperlukan oleh Atasan Pemeriksa untuk mengetahui
perkembangan

pemeriksaan

setiap

perkara

pelanggaran

disiplin yang ditangani.


ff.

Kartu

control

pnyelesaian

perkara

merupakan

catatan

Pemeriksa/Unit Pemeriksa atas setiap penyelesaian perkara


pelanggaran disiplin, diperlukan oleh Atasan Pemeriksa sebagai
sarana pengawasan dan pengendalian untuk mengetahui
perkembangan penyelesaian perkara pelanggaran disiplin yang
ditangani.
gg.

Kartu control penyelesaian perkara dibuat dalam 1 (satu)


lembar kertas yang tebal yang memuat kolom-kolom sebagai
berikut :
1)

Nomor Laporan/Pengaduan.

2)

Jenis Kasus.

3)

Nama Pelapor.

4)

Nama Terperiksa.

5)

Status Terperiksa.

6)

Jenis Barang Bukti.

7)

Keterangan yang diisi :


a)

Nomor Surat Perintah Pemeriksaan.

b)

Nomor Surat Pengiriman Berkas Perkara dan


Barang Bukti.

hh.

Papan control pemeriksaan terdiri dari kolom-kolom yang


merupakan tempat penyimpanan kartu control penyelsaian
perkara.
12

ii.

Kartu

control

penyelesaian

perkara

yang

sudah

diisi

dipindahkan dari kolom I ke kolom II dan kolom III berdasarkan


tingkat perkembangan penyelesaian perkara sebagai berikut :
1)

Pada kolom I :

perkara

yang

sedang

dalam

pross

pemeriksaan.
2)

Pada Kolom II

: perkara yang sudah dikirim berkas

perkaranya kepada Ankum.


3)
jj.

Padakolom III

: perkara yang sudah disidangkan.

Papan control pemeriksaan ditempatkan di ruang Pejabat


Provos Polri guna mengetahui :
1)

Seberapa jauh penanganan perkaranya.

2)

Unit Pmeriksa yang menangani.

3)

Berapa banyak perkara yang ditangani oleh masingmasing Unit Pemeriksa.

4)

Berapa kasus yang telah diselsaikan dan dikirim ke


Ankum.

kk.

Gelar perkara, perlu dilakukan terhadap perkara pelanggaran


yang diprioritaskan atau mendapat atensi khusus dari Pimpinan.

ll.

Peserta gelar perkara dapat disesuaikan dengan kepentingan


dan bobot permasalahan yang dibahas.

mm.

Pimpinan gelar perkara adalah Pejabat Propam/Provos Polri


atau Kasatker/Kasatwilnya.

nn.

Laporan hasil gelar perkara dilaporkan kee Pejabat Propam


atasannya secara singkat dengan memuat :
1)

Posisi perkara pelanggaran disiplin.

2)

Masukan/tanggapan hasil gelar.

3)

Kesimpulan gelar.
13

oo..

4)

Langkah pemeriksaan yang akan dilakukan.

5)

Saran.

Sarana yang diperlukan untuk pengawasan dan pengendalian


kegiatan penyelesaian dan penyerahan Berkas Perkara meliputi
:
1)

Berkas perkara.

2)

Buku

register

surat/nota

dinas

pengiriman

berkas

perkara.
3)

Buku rgister ekspedisi penyerahan berkas perkara.

4)

Tanda terima penyerahan berkas perkara.

5)

Berita acara penyerahan Terpriksa dan barang bukti


kpada Fungsi Rskrim Polri dalam hal Pemeriksa Provos
Polri melakukan penyidikan awal terhadap Terperiksa
yang melakukan tindak pidana.

2.

Kelengkapan Administrasi Pemeriksaan


a.

Kelngkapan

administrasi

dalam

pemeriksaan

perkara

pelanggaran disiplin terdiri dari :


1)

Kelengkapan administrasi yang merupakan isi berkas


perkara.

2)

Kelengkapan administrasi yang bukan merupakan isi


berkas perkara.

b.

Kelengkapan administrasi yang merupakan isi berkas perkara


terdiri dari :
1)

Sampul berkas perkara pelanggaran disiplin.

2)

Daftar isi berkas prkara pelanggaran disiplin.


14

c.

3)

Isi berkas perkara pelanggaran disiplin.

4)

Daftar barang bukti.

5)

Daftar saksi dan terperiksa.

Sampul berkas perkara pelanggaran disiplin, merupakan


lembaran depan belakang berkas perkara pelanggaran disiplin.

d.

Sampul depan berkas perkara pelanggaran disiplin diisi


berurutan :
1)

Nama Kesatuan (kopstuck).

2)

Logo Tri Brata.

3)

Frase BERKAS PERKARA PELANGGARAN DISIPLIN


berikut Nomor berkas dibawahnya.

4)

Nomor dan tanggal Laporan Polisi.

5)

Uraian singkat perkara.

6)

Terperiksa, meliputi : nama, pangkat/NRP, jabatan,


kesatuan dan keterangan lain.

7)

Melanggar pasal, diisi sesuai dengan yang disangkakan.

8)

Kolom tanda tangan Pemeriksa dan Kepala Kesatuan


atau Pejabat yang ditunjuk.

9)

Tanggal, bulan dan tahun berkas perkara pelanggaran


disiplin dibuat.

10)

Penomoran sampul berkas perkara diambil dari nomor


urut buku register berkas perkara pelanggaran disiplin.

e.

Daftar isi Berkas Perkara Pelanggaran Disiplin (BPPD), disusun


brdasarkan urutan-urutan penyusunan lmbaran yang menjadi isi
berkas perkara pelanggaran disiplin.

f.

Daftar isi berkas perkara pelanggaran disiplin, dimaksudkan


untuk mengetahui secara pasti tentang isi dan jenis surat yang
ada dalam berkas perkara serta lengkap tidaknya isi berkas
perkara pelanggaran disiplin.

g.

Daftar isi berkas perkara pelanggaran disiplin diberi tanggal srta


ditandatangani oleh Pemeriksa dan dibuat dalam rangkap 3
(tiga) sesuai dengan jumlah berkas perkara pelanggaran
disiplin.

h.

Isi berkas perkara, merupakan semua produk administrasi


berupa :

i.

1)

Berita acara resume.

2)

Laporan/pngaduan.

3)

Berita acara.

4)

Surat-surat.

Berita acara reume merupakan ikhtisar dan kesimpulan dari


hasil proses pemeriksaan perkara pelanggaran disiplin yang
ditangani dalam bentuk dan persyaratan tata cara penulisan
tertentu.

j.

Pembuatan berita acara resume, harus memenuhi persyaratan


formal, materiil dan penulisan serta dibuat oleh pemeriksa
dalam rangkap 4 (empat) sesuai dengan jumlah berkas perkara
pelanggaran disiplin.

k.

Laporan/pengaduan merupakan buku tertulis atas laporan atau


pengaduan

tentang

trjadinya

pelanggaran

disiplin

yang

merupakan syarat untuk dilakukan pemeriksaan perkara


pelanggaran disiplin.
l.

Laporan/pengaduan memuat :
1)

Pendahuluan, memuat waktu pembuatan laporan serta


identitas petugas yang membuat laporan serta identitas
pelapor/pengadu.

15

Materi

2)

laporan,

memuat

uraian

pelanggaran disiplin yang dilakukan secara lengkap.


Penandatanganan pelapor/pengadu

3)

disertai nama terangnya.


Penutup, memuat akhir pembuatan

4)

laporan/pengaduan dengan disertai pernyataan bahwa


laporan/pengaduan dibuat dengan sebenar-benarnya.
Pada

5)

bagian

akhir

laporan/pengaduan, sebelah kanan bawah dicantumkan


tempat dan waktupembuatan laporan/pengaduan serta
tanda tangan dan identitas pembuat laporan dan sebelah
kiri bawah dicantumkan Kepala selaku Pemeriksa atau
Atasan Pemeriksa yang ditunjuk, untuk mengetahui
pembuatan laporan/pengaduan.
m.

Sistem penomoran laporan/pengaduan diambil dari nomor urut


yang ada dalam buku register laporan/pengaduan.

n.

Berita acara dibuat atas kekuatan sumpah jabatan, serta


memenuhi persyaratan formal dan material yang meliputi :
1)

Berita acara pemeriksaan terhadap Saksi/Ahli.

2)

Berita acara pemeriksaan terhadap Terperiksa.

3)

Berita acara pengamanan orang sementara dan lanjutan


(jika dilaksanakan).

4)

Berita

acara

pengamanan

barang

khusus

tempat/pakaian/badan (jika dilaksanakan).


5)

Berita

acara

pengamanan

barang

bukti

(jika

dilaksanakan).
6)

Berita acara pelaksanaan tindakan lainnya.


17

o.

Surat-surat merupakan semua jenis surat yang ada kaitannya


dengan proses pemeriksaan perkara pelanggaran disiplin yang
ditangani meiputi :

p.

1).

Surat-surat biasa.

2).

Surat-surat perintah.

Surat-surat biasa meliputi :


1)

Laporan Polisi.

2)

Surat pemberitahuan dimulainya pemriksaan kepada


Ankum.

3)

Surat ketetapan pencabutan penghentian pemeriksaan.

4)

Surat pemberitahuan tentang ketepatan pencabutan


penghentian pemeriksaan.

q.

5)

Surat panggilan Saksi/Ahli.

6)

Surat panggilan Terpriksa.

7)

Surat permintaan keterangan Ahli.

Surat-surat perintah meliputi :


1)

Surat perintah pemeriksaan perkara.

2)

Surat perintah pemeriksaan perkara lanjutan.

3)

Surat perintah membawa.

4)

Surat perintah pengamanan orang sementara.

5)

Surat perintah pengamanan orang lanjutan.

6)

Surat

perintah

pengamanan

barang

khusus

tempat/pakaian/baan.
7)

Surat perintah pengamanan barang bukti.

8)

Surat perintah pelepasan pengamanan orang sementara.

9)

Surat perintah pembebasan pengamanan orang lanjutan.

18

r.

Contoh format berita acara dan surat-surat sebagai berikut :


1)

Berita acara pemeriksaan terhadap Saksi/Ahli terdapat


pada lampiran A1 Peraturan ini.

2)

Berita acara pemeriksaan terhadap Tereriksa terdapat


pada lampiran A2 Peraturan ini.

3)

Berita acara pengamanan orang sementara terdapat


pada lampiran A3 Peraturan ini.

4)

Berita acara pengamanan orang lanjutan terdapat pada


lampiran A4 Peraturan ini.

5)

Berita

acara

pengamanan

tempat/pakaian/badan

terdapat

barang
pada

khusus

lampiran

A5

Peraturan ini.
6)

Berita acara pengamanan barang bukti terdapat pada


lampiran A6 Peraturan ini.

7)

Berita acara pelaksanaan tindakan lainnya.

8)

Berita acara membawa Terperiksa/Saksi terdapat pada


lampiran A7 Peraturan ini.

9)

Berita acara pelepasan pengamanan orang sementara


terdapat pada lampiran A8 Peraturan ini.

10)

Berita acara pembebasan pengamanan orang lanjutan


terdapat pada lampiran A9 Peraturan ini.

11)

Laporan Polisi terdapat pada lampiran A10 Peraturan ini.

12)

Surat pemberitahuan dimulainya pemeriksaan kepada


Ankum terdapat pada lampiran A11 Peraturan ini.

13)

Surat pemberitahuan tentang ketetapan pencabutan


penghentian pemeriksaan terdapat pada lampiran A12
Peraturan ini.
19

14)

Surat panggilan Saksi/Ahli terdapat pada lampiran A13


Peraturan ini.

15)

Surat panggilan Terperiksa terdapat pada lampiran A14


Peraturan ini.

16)

Surat permintaan keterangan Ahli terdapat pada lampiran


A15 Peraturan ini.

17)

Surat perintah pemeriksaan perkara lanjutan terdapat


pada lampiran A16 Peraturan ini.

18)

Surat perintah pemeriksaan perkara lanjutan terdapat


pada lampiran A17 Peraturan ini.

19)

Surat perintah membawa terdapat pada lampiran A18


Peraturan ini.

20)

Surat perintah pengamanan orang sementara terdapat


pada lampiran A19 Peraturan ini.

21)

Surat perintah pengamanan orang lanjutan terdapat


pada lampiran A20 Peraturan ini.

22)

Surat

perintah

tempat/pakaian/baan

pengamanan
terdapat

barang

pada

lampiran

husus
A21

Peraturan ini.
23)

Surat perintah pengamanan barang bukti terdapat pada


lampiran A22 Peraturan ini.

24)

Surat perintah pelepasan pengamanan orang sementara


terdapat pada lampiran A23 Peraturan ini.

25)

Surat perintah pembebasan pengamanan orang lanjutan


terdapat pada lampiran A24 Peraturan ini.

20

s.

Daftar

barang

bukti

adalah

kelengkapan

administrasi

pemeriksaan yang merupakan isi berkas perkara, berisi rincian


barang bukti sesuai yang tercantum dalam berkas perkara
pelanggaran disiplin, dicatat dalam kolom-kolom yang terdiri
dari nomor urut, nomor register barang bukti, jenis barang bukti,
status kepemilikan barang bukti, diamankan tanggal, dari mana
dan oleh siapa, serta keterangan dan dibuat dengan maksud
sebagai salah satu upaya penerbitan dan pengamanan barang
bukti.
t.

Daftar saksi dan terperiksa adalah kelengkapan administrasi


pemeriksaan yang merupakan isi berkas perkara berisi identitas
lengkap para saksi dan terperiksa sebagaimana yang tercantum
dalam berkas perkara pelanggaran disiplin, dicatat dalam
kolom-kolom yang terdiri dari kolom nomor urut, nama,
Pangkat/NRP/Jabatan, kesatuan, alamat dan keterangan.

u.

Kelngkapan administrasi pemriksaan yang bukan merupakan isi


berkas perkara berupa :

v.

1)

Surat-surat.

2)

Buku register/kspedisi.

Kelengkapan administrasi pemeriksaan berupa surat-surat,


meliputi :
1)

Surat/nota dinas pengiriman berkas perkara pelanggaran


disiplin kepada Ankum.

2)

Surat perintah penghentian pemeriksaan.

3)

Surat ketetapan penghentian pemeriksaan.

4)

Surat pemberitahuan tentang ketetapan penghentian


pemriksaan kepada Ankum.
21

5)

Surat penyerahan berkas hasil penyidikan awal, barang


bukti dan terperiksa kepada Fungsi Reskrim Polri.

6)

Berita acara penyerahan berkas hasil penyidikan awal,


barang bukti dan Terperiksa kepada Fungsi Reskrim
Polri.

7)

Surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan


kepada pelapor.

8)

Surat perintah tugas.

9)

Surat-surat/balnko lain yang ada hubungannya dengan


pemeriksaan.

w.

Kelengkapan

administrasi

pemeriksaan

berupa

buku

register/ekspedisi meliputi :
1)

Buku register laporan/pengaduan.

2)

Buku register pelanggaran disiplin.

3)

Buku register surat perintah pemeriksaan.

4)

Buku register surat panggilan.

5)

Buku

register

surat

pemberitahuan

dimulainya

pemeriksaan/penghentian pemeriksaan kepada Ankum.


6)

Buku register surat peerintah tugas.

7)

Buku

register

surat

perintah

pengamanan

orang

sementara.
8)

Buku register surat perintah pengamanan orang lanjutan.

9)

Buku register surat perintah pengamanan barang khusus


tempat/pakaian/badan.

10

Buku register surat perintah pengamanan barang bukti.

11)

Buku register berkas perkara pelanggaran disiplin.

22

12)

Buku register ekspedisi berkas perkara pelanggaran


disiplin.

13)

Buku register barang bukti.

14)

Buku register Daftar Pencarian Orang Dan Barang


(DPO/DPB).

15)

Buku register surat pemberitahuan perkembangan hasil


pemeriksaan.

x.

Contoh format surat-surat dan buku-buku register/ekspedisi


sebagai berikut :
1)

Surat/nota dinas pengiriman berkas perkara terdapat


pada Lampiran B1 Peraturan ini.

2)

Surat perintah penghentian pemeriksaan terdapat pada


Lampiran B2 Peraturan ini.

3)

Surat ketetapan penghentian pemeriksaan terdapat pada


Lampiran B3 Peraturan ini.

4)

Surat pemberitahuan tentang ketetapan penghentian


pemeriksaan kepada Ankum terdapat pada Lampiran B4
Peraturan ini.

5)

Surat penyerahan berkas hasil penyidikan awal, barang


bukti dan Terperiksa kepada Fungsi Reskrim Polri
terdapat pada Lampiran B5 Peraturan ini.

6)

Berita acara berkas hasil penyidikan awal, barang bukti


dan Terperiksa kepada Fungsi Reskrim Polri terdapat
pada Lampiran B6 Peraturan ini.

7)

Surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan


kepada pelapor terdapat pada Lampiran B7 Peraturan
ini.
23

8)

Buku rgister laporan/pengaduan terdapat pada Lampiran


B8 Peraturan ini.

9)

Buku

register

pelanggaran

disiplin

terdapat

pada

Lampiran B9 Peraturan ini.


10)

Buku register surat perintah pemeriksaan terdapat pada


Lampiran B10 Peraturan ini.

11)

Buku registr surat panggilan terdapat pada Lampiran B11


Peraturan ini.

12)

Buku

register

surat

pemberitahuan

dimulainya

pemeriksaan/penghentian pemeriksaan kepada ankum


terdapat pada lampiran B12 Peraturan ini.
13)

Buku register surat perintah tugas terdapat pada


Lampiran B13 Peraturan ini.

14)

Buku

register

surat

perintah

pengamanan

orang

sementara terdapat pada Lampiran B14 Peraturan ini.


15)

Buku register surat perintah pengamanan orang lanjutan


terdapat pada Lampiran B15 Peraturan ini.

16)

Buku register surat perintah pengamanan barang khusus


tempat/pakaian/badan terdapat pada Lampiran B16
Peraturan ini.

17)

Buku register surat perintah pengamanan barang bukti


terdapat pada Lampiran B17 Peraturan ini.

18)

Buku register berkas perkara pelanggaran disiplin


terdapat pada Lampiran B18 Peraturan ini.

19)

Buku register ekspedisi berkas perkara pelanggaran


disiplin terdapat pada Lampiran B19 Peraturan ini.

24

20)

Buku register barang bukti terdapat pada Lampiran B20


Peraturan ini.

21)

Buku register Daftar Pencarian Orang Dan Barang


(DPO/DPB) terdapat pada Lampiran B21 Peraturan ini.

22)

Buku register surat pemberitahuan perkembangan hasil


pemeriksaan terdapat pada Lampiran B22 Peraturan ini.

23)

Berita acara pemeriksaan singkat pada Lampiran B23


Peraturan ini.

y.

Hal-hal yang
administrasi

perlu

diperhatikan

pemeriksaan

dalam

penyelenggaraan

perkara

pelanggaran

disiplin

yang

dipergunakan

dalam

meliputi :
1)

Segala

administrasi

pelaksanaan pemeriksaan menggunakan bentuk atau


format yang ditentukan/diatur dalam lampiran peraturan
ini.
2)

Penanggung

jawab

pemeriksaan

adalah

penyelenggaraan
pemeriksa

administrasi

yang

memiliki

pengetahuan administrasi umum khususnya administrasi


pemeriksaan yang ditunjuk oleh kepala kesatuannya.
3)

Hindarkan

kesalahan

dalam

pengisian

lanko-

blanko/formulir-formulir yang tersedia terutama nomor,


tanggal, bulan dan tahun.
4)

Dilakukan pendataan dan pencatatan secara tertib dan


teratur setiap kegiatan administrasi pemriksaan.

5)

Melakukan pendistribusian dan pengarsipan surat-surat


yang termasuk dalam administrasi pemriksaan secara
tertib dan teratur.

25
6)

Melakukan penyimpanan, penggunaan dan pengamanan


administrasi pemeriksaan secara tertib dan teratur.

7)

Setelah

penyerahan

Disiplin

(BPPD)

Berkas

Terperiksa

Perkara
kepada

Pelanggaran
Ankum

atau

pemeriksaan dinyatakan selesai, maka seluruh arsip


berkas perkara dan surat menyurat yang bukan isi
berkas perkara, wajib dibundel untuk disimpan.
8)

Pemeriksa perkara pelanggaran disiplin bertanggung


jawab atas penyerahan undel, kepada petugas yang
khusus ditunjuk mengelola arsip dan bntuk itu pemeriksa
perkara diberikan tanda terima.

9)

Dalam

pelaksanaannya

pengelolaan

administrasi

pemeriksaan agar ditunjuk Pegawai Negeri pada Polri


yang diberi tugas khusus.

26

BAB III
PENUTUP
Demikian Naskah Sekolah Sementara ini dibuat untuk dapat dipelajari
dan dipahami oleh para siswa sebagai pengenalan guna mempelajari ilmuilmu Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Pemeriksaan Provos untuk
dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
Bandung,
KOORGADIK

Dra. ATIH N. PURWATI


AKBP NRP 64050825

Juli 2009

GADIK

Drs. HASANUDDIN .
AKBP NRP 58020672

27

BAB III
PENUTUP
Demikian Naskah Sekolah Sementara ini dibuat untuk dapat dipelajari
dan dipahami oleh para siswa sebagai pengenalan guna mempelajari ilmuilmu Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Pemeriksaan Provos untuk
dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas dilapangan.

27

DAFTAR ISI

HALAMAN
PENGANTAR . .
STANDAR KOMPETENSI ....
BAB I

BAB II

BAB III

1
1

PENGERTIAN PENGAWASAN DAN


PENGENDALIAN .....
Kompetensi Dasar. .
Indikator Hasil Belajar
1. Pengertian-pengertian.
.

2
2
2
3

PEMBAHASAN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN


KEGIATAN PEMERIKSAAN ..
Kompetensi Dasar ...
Indikator Hasil Belajar .
1. Penerimaan dan Penanganan Laporan/Pengaduan .............
2. Kelengkapan Administrasi Pemeriksaan ...

4
4
4
5
14

PENUTUP ...

27