Anda di halaman 1dari 19

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

DAN
MUSKULOSKELETAL FEMUR
Oleh
Enno

KULIT
Kulit adalah organ tubuh paling luar yang dimiliki
manusia.
Kulit mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) &
mekanisme
pertahanan
tubuh
pertama
(pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan
dalam tubuh)
Lapisan kulit terdiri dari:
1.
2.
3.

lapisan epidermis
lapisan dermis
lapisan subkutis

LAPISAN EPIDERMIS
1. Stratum Korneum

kulit paling luar


terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati, tidak berinti
protoplasmanya berubah jadi keratin

2. Stratum Lusidum

dibawah lapisan korneum


lapisan sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma berubah jadi
protein ( eleidin)
lebih jelas di telapak kaki dan tangan

3. Stratum Granulosum

2-3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar terhadap


inti di tengahnya
mukosa tidak punya lapisan ini
tampak jelas pada tangan dan telapak kaki

Lanjutan..
4. Stratum Spinosum

beberapa lapis sel berbentuk poligonal yang berbedabeda / adanya proses mitosis
protoplasmanya jernih karena banyak mengandung
glikogen
inti ditengah
sel makin dekat ke permukaan makin gepeng
sel pada lapisan ini kaya akan RNA yang menginisiasi
sintesis protein untuk produksi keratin.

5. Stratum Basale

sel-selnya berbentuk kubus / kolumnar tersusun vertikal


pada perbatasan dermoepidermal
Lapisan epidermis paling bawah
mengadakan mitosis, berfungsi reproduksi

LAPISAN DERMIS
lapisan

lebih tebal dari epidermis


terdiri dari lapisan elatis dan fibrous padat dengan
elemen seluler dan folikel rambut
terdiri dari :
1. pars papilaris bagian yang menonjol ke epidermis
terdiri dari serabut saraf dan pembuluh darah
2. pars retikularis
jaringan ikat longgar yang tersusun dari serabut
kolagen dan serabut elastis
tempat menempelnya serat otot rangka (wajah dan
kulit kepala) dan otot polos (arrector pili muscles/
akar rambut)
berfungsi memberi kekuatan pada kelenjar dan
folikel rambut

LAPISAN SUB KUTIS


lanjutan

dari dermis
jaringan ikat longgar berisi sel lemak
(panikulus adiposa) untuk cadangan
makanan
terdapat ujung-ujung saraf tepi/reseptor
sensori somatik (rasa nyeri, tekanan,
sentuhan, suhu) , pembuluh darah dan
getah bening

FUNGSI KULIT
1. Fungsi Proteksi
menjaga bagian tubuh dari gangguan fisik dan mekanis
tekanan, gesekan, tarikan , gangguan kimiawi k/ ada
bantalan lemak
melanosit turut berperan dalam perlindungan terhadap
paparan sinar matahari tanning
2. Fungsi Absorbsi
proteksi kimia terjadi karena sifat stratum korneum yg
impermeabel terhadap berbagai zat kimia dan air
keasaman kulit ( ph 5 - 6.5) perlindungan kimiawi
terhadap bakteri maupun jamur
proses keratinisasi barier /sawar mekanis karena sel mati
melepaskan diri secara teratur

Lanjutan
3. Fungsi Eksresi
kel kulit mengeluarkan zat yang tidak berguna
atau sisa metabolisme nacl, urea, asam urat
dan amonia
kelenjar lemak fetus (karena pengaruh h androgen
ibu) memproduksi sebum untuk melindungi kulit
terhadap amnion lahir sebagai vernik kaseosa
sebum meminyaki kulit dan menahan evaporasi
air meningkat kulit tidak kering

lanjutan
4. Fungsi Pengaturan Tubuh
dengan cara mengeluarkan keringat dan kontraksi
pembuluh darah di kulit
tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis
( asetilkolin)
Pada bayi dinding pembuluh darah belum sempurna
fungsi pengaturan berkurang
5. Fungsi Keratinisasi
lapisan epidermis keratinosit, sel langerhans, melanosit
keratinisasi perlindungan kulit terhadap infeksi secara
mekanis fisiologis

FASCIA

- Otot rangka merupakan kumpulan fasciculus


(berkas sel otot berbentuk silindris yang diikat
oleh jaringan ikat).
- Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh
jaringan ikat yang disebut epimysium (fascia).
- Setiap fasciculus dipisahkan oleh jaringan ikat
perimysium
- Di dalam fascicle, endomysium mengelilingi 1
berkas sel otot.

FASCIA
PADA
FEMUR

OTOT
Otot membentuk

43% berat badan; > 1/3-nya


mrpkn protein tubuh & -nya tempat
terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh
istirahat
Proses vital di dalam tubuh (seperti Kontraksi
jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas,
peristaltik usus) terjadi karena adanya aktivitas
otot

TIPE JARINGAN OTOT


1.

Otot polos

memiliki 1 inti yangg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf


otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di
organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber
energi terutama dari metabolisme aerobik, awal kontraksi
lambat, kadng mengalami tetani, tahan terhadap kelelahan
2.

Otot rangka

3.

Otot jantung

memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik


(volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum
sarkoplasma (RS), sumber energi dari metabolisme aerobik &
anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah
memiliki 1 inti yang berada di tengah, dipersarafi oleh saraf
otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung,
sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dari metabolisme
aerobik, awal kontraksi lambat, tidak mengalami tetani, & tahan
terhadap kelelahan

OTOT
PADA
FEMUR

TULANG
BENTUK TULANG
TULANG

PANJANG (LONG BONE) : ekstremitas


TULANG PENDEK (SHORT BONE) : karpalia
dan tarsalia
TULANG GEPENG (FLAT BONE) : cranium,
pelvis, costae, skapula
TAK BERATURAN (IRREGULER BONE) :
vertebrae, wajah

TULANG
FEMUR

Fungsi Sistem Otot Rangka


1.
2.
3.
4.
5.

Menghasilkan gerakan rangka.


Mempertahankan sikap & posisi tubuh.
Menyokong jaringan lunak.
Menunjukkan pintu masuk & keluar
saluran dlm sistem tubuh.
Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi
otot:energi panas