Anda di halaman 1dari 19

Hernia Pada Wanita

Dan Diagnosa Banding

Oleh
Riama Elisabeth Silalahi

Pembimbing
dr. Abdi Gunawan, Sp.B
dr. David I Tambun, Sp.B

DEFINISI
Hernia merupakan protrusi atau
penonjolan isi suatu rongga
melalui defek atau bagian lemah
dari dinding rongga bersangkutan
pada hernia abdomen, isi perut
menonjol melalui defek atau
bagian lemah dari bagian
muskulo-aponeurotik dinding
perut.

EPIDEMIOLOGI
75%

kasus hernia terjadi di lipat paha


750000 herniorrhaphy di amerika serikat
- 25000 untuk hernia femoralis
- 166000 hernia umbilicus
- 97000 hernia post insisi
- 76000 hernia abdomen
Hernia inguinalis lebih sering 7 kali lipat
terkena dibandingkan dengan wanita.
hernia femoralis dikalangan wanita 4 kali
lebih sering dibandingkan dikalangan
pria

Wanita lebih sering mengalami hernia femoralis


karena:
Pada

canalis femoralis, pembukaan dari


canalis inguinalis dimana arteri femoralis,
vena dan syaraf melewati canalis tersebut.
Selain itu wanita sering partus sehingga
tekanan intraabdominal meningkat dan
annulus femoralis menjadi lemah
Bentuk pelvis wanita yang lebih horizontal
sehingga tekanan pada ligamentum
inguinalennya menjadi lebih besar
sehingga mudah kendor yang akan
menyebabkan annulus femoralisnya
menjadi lebih lemah

Hernia Femoralis
Hernia

femoralis adalah protusi atau


penonjolan usus ke dalam kanalis
femoralis.
Keluhan biasanya berupa benjolan
dilipat paha yang muncul terutama
pada waktu melakukan kegiatan
yang menaikkan tekanan intra
abdomen seperti mengangkat
barang atau batuk. Benjolan ini
hilang pada waktu berbaring.

Penatalaksanaan hernia
Femoralis
Pada

prinsipnya teknik operasi pada


hernia femoralis dapat dikelompokkan
dalam tiga tipe:
Low approach (pendekatan bawah) melalui
irisan dibawah ligamentum inguinale,
meliputi tekhnisk bassini dan kirschner
High approach (pendekatan atas) melalui
irisan di atas ligamentum inguinae, meliputi
teknik oschowitz dan lotheissein-McVay
Preperitoneal approach (pendekatan
preperitoneal) yang meliputi MvEvedy dan
Henry4

Diagnosa Banding

1.) Limfadenitis
Limfadenitis adalah radang yang
terjadi pada kelenjar limfa karena
infeksi, merupakan suatu reaksi
mikroorganisme yang terbawa
oleh limfa dari daerah yang
terinfeksi ke kelenjar limfa
regional yang kadang-kadang
membengkak

Etiologi Limfadenitis
Limfadenitis bisa disebabkan
oleh infeksi dari berbagai
organism yaitu bekteri, virus,
protozoa, riketsia atau jamur.

Gejala Limfadenitis
Gejala untuk menganalisa
apakah terkena penyakit ini
adalah kelenjar getah bening
yang terserang biasanya akan
membesar dan jika diraba teras
lunak dan nyeri, selain itu gejala
klinis yang timbul adalah demam,
nyeri tekan, dan tanda radang.

Penatalaksanaan
Limfadenitis

Pengobatan

tergantung dari oganisme


penyebabnya.
- Untuk infeksi bakteri, biasanya diberikan
antibiotik per-oral atau intravena.
- Pembesaran KGB biasanya disebabkan virus
dan sembuh sendiri, walaupun pembesaran KGB
dapat berlangsung mingguan
- infeksi KGB oleh bakteri (limfadentis) adalah
antibiotic oral 10 hari
- Bila penyebab limfadenopati adalah
mycobacterium tuberculosis maka diberikan
obat anti tuberculosis

2.) Lipoma
Lipoma

merupakan suatu tumor jinak


jaringan lemak yang berada di bawah
kulit yang tumbuh lambat, berbentuk
lobul massa lunak yang dilapisi oleh
pseudokapsul tipis berupa jaringan
fibrosa
Lipoma biasanya bersifat lunak pada
perabaan, dapat digerakkan dan tidak
nyeri. Pertumbuhannya sangat lambat
dan jarang sekali menjadi ganas.

Dari pemeriksaan fisik Lipoma


dapat ditemukan:
Nodul

subkutan ukuran rata-rata 2


10 cm
Sering berlobus
Dapat di mobilisasi
Konsistensi kenyal
Kulit di atas lesi normal
Diagnosis lipoma dapat ditegakkan
dari anamnesa dan gambaran
klinis atau dari fine needle biopsy 6

Penatalaksanaan
Tujuan

dilakukannya eksisi lipoma adalah


biasanya untuk kosmetik. Sebelum
dilakukan eksisi lipoma, persiapan dan alat
yang diperlukan harus disiapkan. Lipoma
dapat dilakukan dalam anestesi local
maupun umum tergantung pada lokasi dan
ukuran lipoma itu sendiri. Posisinya
tergantung pada posisi lesi.

3.) variks tunggal di muara vena


safena magna dengan atau
tanpa varises pada tungkai.
Konsistensi variks tunggal di
fosa ovalis lunak. Ketika batuk
atau mengedan benjolan
variks membesar dengan
gelombang dan mudah
dihilangkan dengan tekanan.

Untuk

membedakannya, perlu
diketahui bahwa munculnya hernia
erat hubungannya dengan
akivitas, seperti mengedan, batuk
dan gerak lain yang disertai
dengan peninggian tekanan intra
abdomen, sedangkan penyakit lain
seperti limfadenitis femoralis tidak
berhubungan dengan aktifitas
demikian.

TERIMA KASIH