Anda di halaman 1dari 3

Demam berdarah atau breakbone fever atau demam dengue adalah penyakit akut

yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegpty. Penyakit
demam berdarah memiliki gejala yang tidak sama atau beraneka ragam, mulai dari tanpa
gejala, demam ringan yang tidak spesifik,demam dengue atau demam berdarah dengue
sampai sindrom syok dengue.
NS1 merupakan suatu glikoprotein yang muncul dengan konsentrasi tinggi pada
pasien, ketika terinfeksi virus dengue pada tahap awal penyakit. NS1 merupakan gen
esensial di dalam sel yang terinfeksi dan berfungsi sebagai ko-faktor untuk replikasi virus.
NS1 diperlukan untuk kelangsungan hidup virus namun tidak diketahui dengan pasti
aktivitas biologisnya. Dari bukti yang sudah ada menunjukkan bahwa NS1 terlibat dalam
proses replikasi virus. NS1 dengue diekskresikan ke dalam sistem darah pada individuindividu yang terinfeksi dengan virus dengue. Antigen NS1 dapat ditemukan pada hari
pertama sampai hari ke sembilan sejak awal demam pada pasien dengue primer atau
dengue sekunder.
Untuk mempertahankan hidup, virus dengue memerlukan dukungan dari protein
yang mempertahankan tubuhnya, terutama untuk membantu masuk dalam sel inang.
Protein ini disebut sebagai protein struktural yang berfungsi sebagai enzim dan katalis
dalam upaya virus mempertahankan hidupnya.
Pemeriksaan NS1 Ag yang berarti nonstruktural 1 antigen adalah pemeriksaan yang
mendeteksi bagian tubuh virus dengue sendiri. Karena mendeteksi bagian tubuh virus dan
tidak menunggu respon tubuh terhadap infeksi maka pemeriksaan ini dilakukan paling
baik saat panas hari ke-0 hingga hari ke -4, karena itulah pemeriksaan ini dapat
mendeteksi infeksi virus dengue bahkan sebelum terjadi penurunan trombosit. Angka
sensitivitas dan spesifisitasnya pun juga tinggi. Bila ada hasil NS1 yang positif
menunjukkan kalau seseorang hampir pasti terkena infeksi virus dengue. Sedangkan
kalau hasil NS1 Ag dengue menunjukkan hasil negatif tidak menghilangkan kemungkinan
infeksi virus dengue dan masih perlu dilakukan observasi serta pemeriksaan lanjutan. Ini
terjadi karena untuk mendeteksi virus dengue diperlukan kadar yang cukup dari jumlah
virus dengue yang beredar, sedangkan pada fase awal mungkin belum terbentuk cukup
banyak virus dengue tetapi apabila pengambilan dilakukan setelah munculnya antibodi
maka kadar virus dengue juga akan turun.

Sebagian besar antigen secara teori seharusnya ada pada sel darah namun pada
pengujian NS1 digunakan sampel serum atau plasma karena NS1 merupakan glikoprotein
yang terekresi 48 k dalton yang tidak ada pada partikel virus yang terinfeksi tetapi
terakumulasi di dalam membran plasma selama proses infeksi dengue. NS1 sendiri
merupakan antigen non struktural dari virus dengue yang terakumulasi pada serum dan
plasma selama infeksi dengue berlangsung.
Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian kualitatif NS1 dengan menggunakan
pengujian immunokromatografi rapid tes dengan strip test SD BIOLINE Dengue NS1 Ag
rapid test. SD BIOLINE Dengue NS1 Ag rapid test adalah immunochromatographic in
vitro, salah satu langkah uji yang dirancang untuk penentuan kualitatif virus dengue
antigen NS1 dalam serum, plasma, atau whole blood manusia untuk diagnosis awal infeksi
demam berdarah akut. Perangkat tes ini berisi strip membran, yang sudah dilapisi dengan
lapisan antibodi spesifik terhadap NS1 pada daerah uji pita. Lapisan antibodi ini akan
mendeteksi dan mengikat antigen NS1 yang ada pada. Sampel yang berupa serum maupun
plasma akan bergerak sepanjang membran chromatographically (secara kapilaritas) ke
daerah tes (T) dan kontrol (C) membentuk garis merah sebagai indikator terbentuknya
ikatan antibodi-antigen partikel emas membentuk kompleks (tanda positif).
Dengan prinsip, SD BIOLINE Dengue NS1 Ag menghasilkan perangkat tes
jendela yang memiliki 2 jalur pra-dilapisi, "T" ( garis test) dan "C" (garis Control) Kedua
garis uji dan garis Control dalam hasil jendela tidak terlihat sebelum ditambahkan sampel .
Garis kontrol digunakan untuk kontrol prosedural dan harus selalu muncul jika prosedur
tes dilakukan dengan benar. Dengue NS1 Ag dapat mengidentifikasi virus dengue NS1
antigen dalam serum, plasma atau seluruh spesimen darah dengan tingkat tinggi
sensitivitas dan spesifisitas
Pada praktikum pemeriksaan NS1 digunakan sampel serum berkode NS1 X .
Sebelum memulai praktikum mula-mula dipastikan tanggal kadaluwarsa dari strip test,bila
reagen telah kadaluwarsa maka tidak dapat digunakan sebab sensitivitas reagen telah
berkurang sehingga ditakutkan adanya positif maupun negatif palsu. Pada stript test yang
digunakan memiliki tanggal kadaluwarsa tahun 2016, sehingga aman digunakan.
Kemudian barulah stript test dikeluarkan dan sampel ditambahkan sebanyak 3 tetes pada
sumur sampel strip test menggunakan pipet tetes disposable. Untuk sampel yang berbeda
maka digunakan pipet tetes dispossible yang berbeda pula untuk menghindari kerancuan
hasil uji, lalu hasil dibaca setelah 15 menit dan tidak boleh lebih dari 20 menit sebab dapat

memberi hasil positif palsu. Berdasarkan hasil uji pada sampel serum kode NS1 X
diperoleh hasil positif yang ditandai dengan munculnya garis berwarna merah pada area
test zona C dan zona T yang menunjukkan adanya ikatan antigen NS1 dan antibodi pada
membran. Dengan adanya garis merah pada area test zona C (kontrol) menunjukkan hasil
uji valid (tepat).
Jadi sampel serum berkode NS1 X positif dengue ( memiliki antigen NS1 Dengue).
Keuntungan mendeteksi antigen NS1 yaitu untuk mengetahui adanya infeksi dengue pada
penderita tersebut pada fase awal demam, tanpa perlu menunggu terbentuknya antibodi.
Dengan demikian kita dapat segera melakukan terapi suportif dan pemantauan pasien . Hal
ini tentunya akan mengurangi risiko komplikasi seperti demam berdarah dengue dan dengue
shock syndrome yang dapat berakibat kematian.
Sedangkan keterbatasan dari tes yaitu hasil negatif dapat terjadi akibat dari jumlah
virus dengue NS1 antigen yang ada dalam spesimen di bawah batas deteksi assay antigen.
Hasil tes negatif tidak bisa mengecualikan infeksi baru, keberadaan virus dengue NS1 Ag
terdeteksi mungkin berarti positif untuk infeksi dengue awal.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan (NS1 AG)

1.
2.

Antikoagulan ( EDTA, Heparin, citrate) tidak mempengaruhi hasil test


Digunakan pipet tetes dan tip mikropipet dispossible yang berbeda untuk setiap

3.
4.

sampel untuk menghindari kontaminasi silang


Sampel yang ikterik, hemolysis dapat memberikan hasil uji yang tidak sesuai.
Sampel serum dan strip uji harus pada kondisi suhu ruang sebelum digunakan untuk

5.
6.

pengujian.
Sampel yang mengandung rheumatoid faktor dapat memberi hasil positif palsu
Sampel dibaca tidak boleh dilakukan lebih atau kurang dari 15-30 menit. Jika dibaca
kuranng dari 15 menit dapat menyebabkan hasil negatif palsu dan apabila dibaca lebih
dari 30 menit maka akan dapat menyebabkan hasil yang didapat positif palsu