Anda di halaman 1dari 8

Definisi Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada
prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih
menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini :
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang
tertentu .
Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur
sebagai berikut :
Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa
(What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang MATERI.
1. Definisi Sistem
2. Karakteristik Sistem
3. Klasifikasi Sistem
4. Pengertian Pengembangan Sistem
5. Fungsi Analis Sistem

KONSEP SISTEM
Sistem adalah hubungan antara unit yang satu dengan unit yang lainnya yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya apabila satu unit didalam suatu perusahaan
mengalami gangguan, maka unit yang lainnya pun akan terganggu dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Suatu sistem merupakan totalitas yang kompleks dan terorganisasi serta
utuh. Suatu sistem sebenarnya mencakup suatu spectrum yang sangat luas dari suatu paham. Sistem
dapat berupa abstrak dan fisik. Sistem abstrak adalah suatu susunan atas suatu gagasan yang saling
bergantung satu dengan yang lainnya. Sedangkan sistem fisik adalah susunan teratur dari unsur-unsur
yang saling berkesinambungan. Suatu sistem terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan dan
beroperasi secara bersama utuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi jelas bahwa sistem bukan
merupakan suatu unsur yang tersusun secara tidak beraturan melainkan suatu unsur-unsur yang saling
berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

Definisi SISTEM
Sekumpulan elemen yang saling
berkaitan & saling
mempengaruhi dalam melakukan kegiatan
bersama
untuk mencapai suatu tujuan.
SUBSISTEM adalah Sistem
didalam suatu sistem
dimana sistem berada pada lebih dari satu
tingkat
Suatu sistem adalah bagian dari
sistem yg lebih
besar, sistem yg lebih besar itu adalah
SUPERSISTEM

Karakteristik Sistem
Karakteristik Sistem terdiri dari :
Komponen (Elemen)

Batasan sistem (Boundary)


Lingkungan luar (Environment)
Penghubung sistem (Interface)
Masukan (Input)
Keluaran (Output)
Sasaran sistem (Objective)
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen sistem
atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau
bagian-bagian dari
sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu
mengandung
komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem
ada subsistem yang
tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak
akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan
sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai. 4 Pengertian Sistem dan Analis Sistem
2. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas
suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari
sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat
bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar
yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan
demikian harus
tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang
merugikan harus ditahan
dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan
hidup dari
sistem.
4. Penghubung (Interface) Sistem
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu
subsistem dengan
subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya
mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output)
dari satu subsistem
akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan
melalui penghubung.
Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan
subsistem yang
lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Masukan (Input) Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Masukan
dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan
sinyal (signal
input). Maintenance input
adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut
dapat beroperasi. Signal

input adalah energi yang diproses untuk didapatkan


keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program
adalah maintenance
input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data
adalah signal
input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran (Output) Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan
masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem.
Misalnya untuk sistem
komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak
berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran
yang dibutuhkan.
7. Pengolah (Process) Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah
masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa
barang jadi. Sistem 5 Pengertian Sistem
dan Analis Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi
laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh
manajemen.
8. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu
sistem tidak
mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
Sasaran dari sistem
sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan
dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau
tujuannya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan
(goal) adalah, goal biasanya dihubungkan
dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam
ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem
utama, seperti
misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat
diterapkan. Untuk
sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian
atau subsistem
dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari
ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan
(goal) dan
sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.
Klasifikasi Sistem
Sistem Deterministik
sistem yg operasinya dapat diprediksi secara
tepat
contoh : program komputer
Sistem Probabilistik
sistem yg tidak bisa diramal dgn pasti
karena
mengandung unsur probabilitas
contoh : arisan, stok barang
Sistem Tertutup
sistem mandiri, sistem yg tidak bertukar
materi,
informasi, atau energi dgn lingkungan(tidak
dipengaruhi
oleh lingkungan)
contoh : reaksi kimia dlm sebuah tabung
tertutup

Sistem Terbuka
sistem yg berhubungan dgn lingkungan dan
dipengaruhi
oleh lingkungan
contoh :sistem keorganisasian, sistem
penawaran
Sistem alamiah
sistem yg terjadi karena alam (tidak dibuat
oleh
manusia)
contoh : sistem tata surya
Sistem buatan manusia
sistem yg dibuat oleh manusia
contoh : sistem komputer, sistem mobil
Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan
penyakit atau kelainan pada gigi dan
mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan. Seseorang yang
mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut sebagai dokter gigi.
Kedokteran gigi umum
Praktek kedokteran gigi umum meliputi tindakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatifterhadap
kondisi gigi dan mulut individu ataupun masyarakat.
Tindakan perawatan yang dapat dilakukan oleh
seorang dokter
gigi umum antara lain
penambalan gigi berlubang, pembersihan karang
gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan.
Seorang dokter gigi seringkali menggunakan sinar-x dalam menegakkan diagnosa.
Pendidikan dokter gigi
Di Indonesia,
seorang calon dokter gigi harus mengikuti pendidikan khusus di fakultas
kedokteran gigi selama kurang lebih 4 tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana
Kedokteran Gigi (S.KG.). Kemudian harus mengikuti masa magang/kepaniteraan
(ko-ass) di rumah
sakit atau sarana kesehatan
lainnya selama kurang lebih 2 tahun untuk mendapatkan gelar dokter gigi (drg).
Konsil Kedokteran Indonesia
berdasarkan UU no. 29 Tahun 2004 tentang praktik
Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi
masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan dari dokter dan dokter gigi, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi.
KKI bertanggung jawab kepada Presiden dan berkedudukan di Ibukota Negara
Republik Indonesia.
KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan,
penetapan, serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik
kedokteran dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis.
KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter dan
dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi dan
melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang
dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing.
Standar pendidikan profesi dokter dan dokter
gigi yang disahkan Konsil
ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran,
kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi
institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.
KKI mempunyai wewenang:
menyetujui dan menolak permohonan registrasi
dokter dan dokter gigi,
menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi
dokter dan dokter gigi,
mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter
gigi,
melakukan pengujian terhadap persyaratan

registrasi dokter dan dokter gigi,


mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan
kedokteran gigi,
melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan
dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh Organisasi
Profesi,
melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter
gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi, atau perangkatnya karena
melanggar ketentuan etika profesi.
Susunan organisasi Konsil Kedokteran Indonesia
terdiri atas:
Konsil Kedokteran
Konsil Kedokteran Gigi.
Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi
masing-masing terdiri atas 3 divisi yaitu:
divisi registrasi,
divisi standar pendidikan profesi,
divisi pembinaan.
Jumlah anggota Konsil Kedokteran Indonesia
berjumlah 17 orang yang terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari :
Organisasi Profesi Kedokteran 2 orang,
Organisasi Profesi Kedokteran Gigi 2 orang,
Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran 1
orang,
Asosiasi Institusi Pendidikan Kedoktan Gigi 1
orang,
Kolegium Kedokteran 1 orang,
Kolegium Kedokteran Gigi 1 orang,
Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan 2 orang,
Tokoh Masyarakat 3 orang,
Departemen Kesehatan 2 orang,
Departemen Pendidikan Nasional 2 orang.
Keanggotaan KKI untuk pertama kali ditetapkan
oleh Presiden atas usul Menteri Kesehatan (pasal 84 Undang Undang No. 29 Tahun
2004 tentang Praktik Kedokteran).

Hubungan antara
system dengan kedokteran gigi
Seperti yang
sudah dijabarkan satu persatu pada bab sebelumnya ;
Sistem adalah hubungan antara unit yang satu dengan unit yang lainnya
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan
serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan.
Sedangkan kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit
atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan.
berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan dari ilmu kedokteran gigi adalah tercapainya kemampuan dari
seseorang yang menuntut ilmu kedokteran gigi untuk dapat melakukan pencegahan dan perawatan
penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut dari pasien pasiennya.
Apabila salah satu unit mengalami gangguan, tebntu tujuan tidak akab tercapai. Seperti pada contohnya
seorang calon dokter gigi diwajibkan untuk menuntut ilmu sebelum menjadi dokter gigi, apabila pada
saat menuntut ilmu si calon dokter gigi tidak mempelajarinyadengan benar, tentu pada saat menjalani
profesinya nanti tidak dapat berjalan dengan baik, dan kenungkinan terjadi mal praktek lebih besar.

BABII
LANDASANTEORI
2.1.KonsepDasarSistem
Pengertiansuatusistemtentumempunyaibeberapapersyaratanumum,
persyaratanumumtersebutadalahbahwasistemharusmempunyaiunsur
lingkungan,interaksiunsurdengansuatutujuanyangakandicapai.
MenurutRaymondMcLeod(2004:9)yangdimaksuddengansistemadalah
sekelompokelemenelemenyangterintegrasidenganmaksudyangsamauntuk
mencapaisuatutujuan.
MenurtJogiyanto(2001:1)yangdimaksuddengansistemadalahsuatu
jaringankerjadariprosedurproseduryangsalingberhubungan,berkumpul
bersamasamauntukmelakukansuatukegiatanatauuntukmenyelesaikansuatu
sasarantertentu.Dandefinisilainnyayangdimaksuddengansistemadalah
kumpulandarielemenelemenyangberinteraksiuntukmencapaisuatutujuan
tertentu.
Sistemmempunyaielemenelemenpenyusunandiantaranyaadalah:
1.Tujuan
Sasaranatautujuandarisistemsangatmenentukansekalimasukanyang
dibutuhkansistemdanyangakandihasilkansistem,karenasuatusistem
akandikatakanberhasilapabilamengenaisasarandantujuan.
2.Batasan
Dalammencapaitujuandarisistemdibutuhkanbatasanbatasansuatu
sistemdengansistemyanglainnyaataudenganlingkunganluarnya.
Batasansuatusistemmenunjukkanruanglingkupdarisistemtersebut.9
3.Kontrol
Merupakanpengawasandaripelaksanaanpencapaiantujuansistemyang
dapatberupaasalmasukan,frekuensipemasukkandata,jenispemasukkan
danlainlain.

Suatusistemmempunyaikarakteristikatausifatsifattertentuyangmeliputi:
1.KomponenSistem
Segalasesuatuyangmenjadibagianpenyusunsistem.Komponensistem
dapatberupanyataataupunabstrak.Komponensistemdisebutsebagai
subsistem,dapatberupahalataukejadianyangterlibatdidalamsistem.
2.BatasanSistem
Batasansistemdiperlukanuntukmembedakansatusistemdengansistem
yanglain.Tanpaadanyabatassistem,makasangatsulituntuk
menjelaskansuatusistem,batassistemakanmemberikanscopetinjauan
terhadapsistem.
3.LingkunganLuarSistem
Adanyaapapundiluarbatasdarisistemyangmempengaruhioperasi
sistem.
4.PenghubungSistem
Penghubungsistemmerupakankomponensistem,yaitusegalasesuatu
yangbertugasmenjembatanihubunganantarkomponendalamsistem.10
5.MasukanSistem
Masukanmerupakankomponensistem,yaitusegalasesuatuyangperlu
dimasukkankedalamsistemsebagaibahanyangakandiolahlebihlanjut
untukmenghasilkankeluaranyangberguna.
6.KeluaranSistem
Keluaranmerupakankomponensistemyangberupaberbagaimacam
bentukkeluaranyangdihasilkanolehkomponenpengolahan.
7.PengolahanSistem
Pengolahanmerupakankomponensistemyangmempunyaiperanutama
mengolahmasukanagarmenghasilkankeluaranyangbergunabagipara
pemakainya.
8.Sasaransistem
Setiapkomponendalamsistemperludijagaagarsalingbekerjasama

denganharapanagarmampumencapaisasaran.
9.KendaliSistem
Setiapkomponendalamsistemperluselaludijagaagartetapbekerja
sesuaidenganperandanfungsinyamasingmasing.

2.4.PengertianKedokteranGigi
MenurutKamusBesarBahasaIndonesia(2008:338)yangdimaksud
Kedokteranadalahsegalasesuatuyangberhubungandengandokteratau
pengobatanpenyakit.
MenurutKamusBesarBahasaIndonesia(2008:451)yangdimaksudGigi
adalahtulangkerasdankecilkecilberwarnaputihyangtumbuhtersusunberakar
didalamgusidankegunaannyauntukmengunyahataumenggigit.
Darikeduadefinisidiatas,makadapatdisimpulkanbahwapengertian
kedokterangigiadalahsegalasesuatutentanggigiyangberhubungandengan
doktergigiataupengobatanpenyakityangterdapatdidalamgigi.