Anda di halaman 1dari 19

FINISHING AND

POLISHING
PROCEDURES

Finishing and Polishing


Procedures

Resin-based composite restorations


Dental amalgam
Cold alloy
Ceramic restorations
Acrylic resins for denture bases and
veneers
Air-abrasive technology

Resin-based Composite Restorations


Sulit untuk di finish dan polish sehingga high luster, karena
komposit berbasis resin mengandung matriks resin yang
relative lunak dengan partikel filler yang keras dalam
strukturnya.
Final finish dari restorasi komposit bergantung pada filler dan
matriks, persiapan design, keefektivitasan curing, dan waktu postcuring yang dibutuhkan material untuk mencapai sifat akhir.
Untuk beberapa material komposit, penundaan 10 menit atau
lebih dianjurkan setelah curing untuk memungkinkan
polimerisasi lengkap terjadi.
Lampu curing untuk mencapai polimerisasi seperti lampu
halogen, harus menghasilkan output cahaya minimal 475
nm/mm2 untuk sebagian besar photo initiated composites.
Chemically cured composites harus ditempatkan dengan benar
sesuai dengan working time dari material.

Dalam setiap tahap finishing dan polishing, operator


harus melakukan dalam satu arah saja.
Kemudian, setelah penggunaan abrasive, polishing
harus dilanjurkan dalam arah yang perpendicular
dengan sebelumnya. Proses ini memastikan bahwa
goresan menjadi lebih terlihat dan efektivitas dari
penghapusan goresan dapat dinilai lebih cepat.
Operator dapat memilih untuk menggunakan satu
sistem dari awal hingga akhir (misalnya abrasive
coated atau flexible abrasive-impregnated rubber disks)
atau menggabungkan sistem berbeda berdasarkan
pilihan dan lokasi dari restorasi (misalnya sandpaper
untuk anterior dan brush untuk posterior).

Teknik finishing dan polishing mencakup tiga tahap


esensial :
Pertama, kontur restorasi baik dengan burs 12-flute
karbida, 30 sampai 100 burs pm berlian, atau abrasif
dilapisi disk kasar, tergantung pada preferensi dokter gigi.
Kemudian menyelesaikan dengan burs 16-30-flute karbida,
burs berlian halus dan sangat halus, batu putih (aluminium
oksida), batu Arkansas putih, atau disk abrasive coated
yang halus dan sedang.
Terakhir, polish dengan polishing paste halus dan ekstra
halus (aluminium oxide atau diamond), abrasive coated
disks sangat halus, silicon carbide-impregnated brushes,
atau diamond-impregnated rubber polishing disks, cups,
atau poins.

Dental Amalgam
Burnishing saja tidak dapat memberikan permukaan
restorasi amalgam yang bebas goresan dan bebas
retensi. Handpieces berkecepatan rendah harus
digunakan untuk finishing dan polishing
restorasi amalgam.
Jika amalgam telah mengeras dan mencapai
tahap advanced, prosedur ini dapat digunakan pada
dental appointment ke depannya :
Kontur dengan stone hijau atau diamond burs, rubber
points coklat dan hijau dengan kecepatan rendah, dan
Aplikasikan campuran dari pumice halus dan air atau
alcohol dengan brush berputar atau felt wheel untuk
polishing permukaannya.

Cold Alloy
Cold alloy secara keseluruhan adalah material yang lunak.
Karena itu, cold alloy membutuhkan pendekatan berbeda
dengan yang biasanya digunakan untuk metal lain yang
digunakan di kedokteran gigi. Handpieces berkecepatan
rendah harus digunakan untuk finishing dan polisihing gold
alloy.
Tekniknya mencakup beberapa langkah ini :
Kontur dengan burs karbida, stone hijau (karbida silicon), atau stone
tanpa panas
Finish menggunakan stone pink (aluminium oxide), atau abrasive
impregnated rubber wheels medium dan points (hijau dan coklat)
Aplikasikan fine abrasive-impregnated rubber wheels, cups, dan
points, dan jika diperlukan
Aplikasikan Tripoli atau rouge dengan rag atau wheels kulit.

Ceramic Restorations

Permukaan ideal dari restorasi keramik adalah permukaan yang


polished dan glazed.
Polishing dapat meningkatkan strength permukaan karena porus dan
micro cracks dihilangkan.
Pendinginan yang memadai penting dalam vivo saat finishing dan
polishing restorasi keramik
Kontak terus-menerus antara restorasi dan instrumen rotary harus
dihindari.
Batu heatless (silikon karbida) memberikan pengurangan panas dan
dapat digunakan sebagai alternatif.
Instruksi dari manufaktur harus diikuti saat menggunakan dengan sistem
yang berbeda :

Kontur dengan disk berlian fleksibel, burs berlian, batu heatless atau polimer,
atau batu hijau (silikon karbida)
Finish dengan stone putih atau abrasive-impragnated rubber disks, cups, dan
points. Proses ini mungkin memerlukan dua atau tiga langkah, bergantung pada
sistem yang digunakan
Polish menggunakan abrasive-impragnated rubber disks, cups dan points yang
halus, dan jika dibutuhkan, gunakan pasta diamond yang diaplikasikan dengan
brush atau felt wheel
Aplikasikan lapisan overglaze atau natural glaze pada keramik jika dibutuhkan.

Acrylic Resin for Denture Bases and Veneers

Resin akrilik adalah bahan yang relatif lunak.


Untuk menghindari overheating, aplikasikan
sejumlah besar pumice slurry ke permukaan.
Langkah-langkah berikut direkomendasikan:
Kontur dengan tungsten, burs karbida, dan amplas
Gunakan poin karet untuk menghilangkan goresan
Aplikasikan pumice dengan roda kain, felt wheel,
bulu sikat, atau cangkir prophy, tergantung pada
sisi daerah yang perlu dipoles
Aplikasikan tripoli atau campuran kapur dan alkohol
dengan roda kain.

Air-Abrasive Technology
Sebagai alternative untuk mengunakan instrument pemotong
yang berputar, sistem air-abrasive dapat menghasilkan aliran
bertekanan tinggi yang presisi dan halus dari 25-30 nm
partikel aluminium oksida untuk menghilangkan enamel,
dentin dan material restorasi.
Karena air-abrasi menghasilkan panas minimal atau getaran,
potensi chipping gigi atau microfracturing diminimalkan.
Sistem ini telah digunakan untuk preparasi kavitas,
penghilangan fillings komposit yang rusak, akses endodontic
melewati crown porcelain, preparasi minimal untuk perbaikan
margin crown, persiapan tunnel, penghapusan noda dangkal,
membersihkan permukaan gigi sebelum adhesive bonding dan
mengasarkan permukaan internal porselen langsung atau
restorasi komposit sebelum ikatan perekat.

Air-Abrasive Polishing for Dental Hygiene


Procedures
Sering disebut sebagai polishing udara, air-abrasive
polishing berdasarkan pengiriman udara, air, dan
sodium bikarbonat yang terkontrol untuk
menghilangkan plak dan noda pada permukaan
gigi.
Dibandingkan dengan rubber cup dan teknik
prophylaxis pasta, air-abrasive polishing lebih efektif
dalam hal waktu, dan lebih memungkinkan untuk
mengakses banyak permukaan gigi.
Namun, permukaan dengan restorasi yang lebih lunak
seperti glass ionomers dapat rusak. Karena itu harus
digunakan dengan hati-hati dalam restorasi cosmetic.

DENTRIFICES

Dentrifices
Dentrifices tersedia antara lain pasta gigi, gel dan powder.
Fungsinya :
Pertama, tindakan abrasive dan deterjen mereka memberikan penghilangan
debris, plak, dan noda pellicle yang lebih efisien dibandingkan dengan
penggunaan sikat gigi saja.
Kedua, dentrifices mempolish gigi untuk memberikan peningkatan reflektansi
cahaya dan penampilan estetik superior. Cat tinggi, sebagai manfaat
tambahan, memungkinkan gigi untuk menahan akumulasi mikroorganisme
dan noda lebih baik dari permukaan kasar.
Akhirnya, pasta gigi bertindak sebagai kendaraan untuk pengiriman agen
terapi dengan manfaat yang diketahui; misalnya, fluorida, agen kontrol tartar,
agen desensitizing, dan agen remineralisasi. Fluorida meningkatkan ketahanan
terhadap karies dan mungkin, di bawah yang kebersihan yang tepat,
meningkatkan remineralisasi baru jadi lesi email non kavitas. Agen tartar
control, seperti kalium dan natrium pyrophosphates, dapat mengurangi tingkat
di mana deposito kalkulus baru terbentuk secara supragingiva. Desensitizing
agen dengan efikasi klinis terbukti adalah klorida strontium dan potassium
nitrat.

Komposisi
Konsentrasi abrasive dalam pasta
dan gel dentrifices lebih rendah 50%70% daripada powder dentrifices.
Powder harus digunakan lebih sedikit
dan lebih hati-hati teradap pasien,
terutama jika cementum dan dentin
terpapar untuk menghindari abrasi
dentin yang berlebihan dan
sensitivitas pulpa.

Abrasiveness
Pasta gigi yang ideal harus memberikan kemungkinan tindakan
pembersihan terbesar pada permukaan gigi dengan tarif abrasi
serendah mungkin.
Dentrifices tidak harus tinggi abrasivenya untuk dapat
membersihkan gigi dengan efektif.
Ini merupakan keuntungan karena permukaan akar yang terekspos,
sementum dan dentin, dapat terabrasi 35 dan 25 kali enamel.
Untuk mengevaluasi abrasivitas dentrifices, gunakan specimen
dentin dan sikat dengan dentrifices selama beberapa menit.
Kemudian hitung radio abrasivity dengan membandingkan jumlah
fosfor radioaktif (32P) yang dilepaskan dari masing-masing dentrifices
dan hasilnya dikali 1000 kali. Sebuah dentrifices harus mengandung
skor abrasivity dari 200 hingga 250 atau kurang untuk memenuhi
persyaratan tes abrasivity dari American Dental Association (ADA)
dan International Organization of Standardization (ISO).

ADA Accaptance Program


Dentrifices dinyatakan diterima ADA jika
memenuhi syarat berikut, antara lain :
Abrasivitas dari dentrifice tidak boleh melebihi
standar yang disyaratkan 250 (limit untuk standar
ISO).
Produsen harus menghasilkan data ilmiah,
biasanya dari uji klinis, yang memverifikasi klaim
produsen ingin membuat pada paket produk atau
iklan komersial. Iklan produsen juga dicek berkala
oleh konsil ADA. Dalam memasarkan produknya,
produsen tidak boleh mengclaim bahwa produknya
dapat memberikan benefit yang belum terbukti.

Toothbrushes
Kekakuan bulu sikat gigi tidak mempunyai efek
abrasi bagi jaringan keras dental.
Namun, saat dentrifices digunakan, ada bukti
bahwa sikat gigi dengan bulu sikat yang lebih
fleksibel lebih mudah bengkok dan membawa lebih
banyak partikel abrasive untuk kontak dengan
permukaan gigi. Interaksi ini harus menghasilkan
abrasi yang lebih efektif dan aksi pembersihan
pada area yang dapat dicapai bulu sikat.
Sikat gigi dengan tenaga baterai mengklaim dapat
membersihkan gigi lebih baik daripada sikat gigi
manual.