Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pendahuluan
Metalurgi (metallurgy) adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk
memperoleh logam (metal) melalui proses fisika dan kimia serta mempelajari caracara memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia logam murni maupun paduannya (alloy).
Metalurgi ada dua macam atau kelompok utama, yaitu :
a. Metalurgi ekstraktif (extractive metallurgy).
b. Metalurgi fisik dan ilmu bahan (physical metallurgy and material science).
Menurut Kirk-Othmer metalurgi ekstraktif adalah ilmu yang mempelajari
cara-cara pengambilan (ekstraksi) logam dari bijih (ore = naturally occuring
compounds) dan proses pemurniannya, sehingga sesuai dengan syarat-syarat
komersial.
Tahapan proses pada metalurgi ekstraktif adalah :
a. Pemisahan (separation), yaitu pembuangan unsur, campuran (compounds)
atau material yang tidak diinginkan dari bijih (sumber metal = source of
metal).
b. Pembentukan campuran (compound formation), yaitu cara memproduksi
material yang secara struktur dan sifat-sifat kimianya berbeda dari bijihnya
(sumbernya).
c. Pengambilan/produksi metal (metal production), yaitu cara-cara memperoleh
metal yang belum murni.
d. Pemurnian metal (metal purification), yaitu pembersihan, metal yang belum
murni (membuang unsur-unsur pengotor dari metal yang belum murni),
sehingga diperoleh metal murni.
II-1

II-2

Metalurgi ekstraktif dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :


1. Pirometalurgi
Pirometalurgi (pyrometallurgy) yang dalam proses ekstraksinya menggunakan
energi panas yang tinggi (bisa sampai 2.000oC). adalah teknik metalurgi paling
tua, dimana logam diolah dan dimurnikan menggunakan panas yang sangat
tinggi. Panas didapatkan dari tanur berbahan bakar batubara (kokas) yang
sekaligus bertindak sebagai reduktan. Suhu pada proses ini bias mencapai ribuan
derajat Celcius.
2. Hidrometalurgi
Hidrometalurgi (hydrometallurgy) yang menggunakan larutan kimia atau reagen
organik untuk menangkap logamnya. Hidrometalurgi merupakan cabang
tersendiri dari metalurgi. Secara harfiah hidrometalurgi dapat diartikan sebagai
cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut
berair (aqueous solution). Dua cabang metalurgi lainnya adalah pirometalurgi
dan elektrometalurgi.
3. Elektrometalurgi
Elektrometalurgi (electrometallurgy) yang memanfaatkan teknik elektro-kimia
(antar lain elektrolisis) untuk memperoleh logamnya. Elektrometalurgi, seperti
namanya, adalah pengolahan bijih logam menjadi logam murni dengan cara
elektrokimia. Natrium adalah logam yang paling sering diolah dengan cara ini.
2.2 Dampak Negatif Ekstraksi Metalurgi
Karena peralatan dan proses ekstraksi logamnya berlainan maka dampak
negatif yang ditimbulkan juga berlainan.
1. Pirometalurgi
Pencemaran lingkungan yang terjadi adalah :
a.

Panas yang terasa oleh para pekerja yang berada di sekitar peralatan

lebur.

II-3

b.

Gas buangan yang mengandung racun (CO, NO2, SO2, dll).

c.

Debu dan padatan yang beterbangan di sekitar pabrik.

d.

Terak (slag) yang bisa mengotori atau merusak lahan, walaupun dapat juga
dimanfaatkan sebagai material pengisi (land fill), pengeras jalan (road
aggregate) dan campuran beton ringan (light weight concrete aggregate).

2. Hidrometalurgi
Dampak negatifnya berupa pencemaran lingkungan oleh :
a.

Pembuangan sisa reagen yang beracun (sianida, air raksa, dll).

b.

Pembuangan ampas cair (liquid waste / liquid tailing) yang mengandung


metal berat yang berbahaya.

c.

Pembuangan ampas padat (solid waste / solid tailing) dapat mencemari


badan air bebas (sumur, sungai, danau dan laut) bila tidak diproses di dalam
kolam pengendap.

d.

Gas beracun yang timbul dari reaksi kimia (CO, NH 3, SO2, CN, dll)
walaupun jumlahnya tidak banyak.

3. Elektrometalurgi
Pencemaran lingkungan hanya terjadi pada saat membuang sisa-sisa elektroda
dan elektrolit yang kadang-kadang masih mengandung kadar logam berat dan
keasaman yang tinggi (pH rendah).