Anda di halaman 1dari 6

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Aktuator Pneumatik
Silinder Kerja Tunggal

DIAN SUKMA
EC-2B

Aktuator adalah bagian keluaran untuk mengubah energi suplai menjadi


energi kerja yang dimanfaatkan. Sinyal keluaran dikontrol oleh sistem kontrol dan
aktuator bertanggung jawab pada sinyal kontrol melalui elemen kontrol terakhir.
Aktuator / Penggerak, dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah
sinyal listrik menjadi gerakan mekanis. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan
dari keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau
kontroler. Pada instrumentasi actuator merupakan output terakhir sebagai penerus
perintah dari controller untuk melakukan tindakan eksekusi/koreksi.
Fungsi aktuator adalah sebagai berikut :

Penghasil gerakan

Gerakan rotasi dan translasi

Mayoritas aktuator > motor based

Aktuator dalam simulasi cenderung dibuat linier

Aktuator riil cenderung non-linier

Berikut berbagai jenis aktuator sesuai dengan prinsip kerjanya yaitu:


- Aktuator listrik
: Aktuator tenaga elektris, biasanya digunakan selenoid,
motor arus searah (mesin DC). Sifat mudah diatur dengan
torsi kecil sampai sedang.
- Aktuator hidraulik

: Aktuator tenaga hidraulik, torsi yang besar


konstruksinya sukar.

- Aktuator pneumatik

: Aktuator tenaga pneumatik, sukar dikendalikan.

Aktuator Pneumatik

Aktuator pneumatic adalah aktuator yang memanfaatkan udara bertekanan


menjadi gerakan mekanik. Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi
permukaan piston (arah maju) , sedangkan sisi yang lain (arah mundur) terbuka ke
atmosfir, maka gaya diberikan pada sisi permukaan piston tersebut sehingga batang
piston akan terdorong keluar sampai mencapai posisi maksimum dan berhenti.

Aktuator pneumatik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok yaitu:

1. Gerak lurus (linier) :


- Silinder kerja tunggal.
- Silinder kerja ganda.
Simbol-simbol aktuator linear sebagai berikut :

2. Gerak putar
- Motor udara
- Aktuator yang berputar /ayun
Simbol aktuator gerakan putar :

Aktuator yang paling banyak digunakan pada rangkaian pneumatik adalah


silinder. Silinder dapat bergerak maju (extend) atau mundur (retract) dengan cara
mengarahkan aliran udara bertekanan ke satu sisi dari piston menggunakan katup
pengatur arah. Berikut ini adalah dua tipe silinder pneumatik yang paling umum
atau sering digunakan di industri industri:
1. Silinder kerja tunggal
2. Silinder kerja ganda
Silinder kerja tunggal (single acting cylinder), merupakan jenis silinder yang
hanya memiliki satu port untuk masuknya udara bertekanan. Silinder ini
menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk mendorong ataupun menekan
piston dalam satu arah saja (umumnya keluar). Dan menggunakan pegas pada sisi

yang lain untuk mendorong piston kembali pada posisi semula. Akan tetapi silinder
ini memilki kelemahan dimana sebagian kekuatan dari silinder hilang untuk
mendorong pegas.
- Konstruksi Silinder Kerja Tunggal

Silinder kerja tunggal mempunyai seal piston tunggal yang dipasang pada
sisi suplai udara bertekanan. Pembuangan udara pada sisi batang piston
silinder dikeluarkan ke atmosfir melalui saluran pembuangan. Jika lubang
pembuangan tidak diproteksi dengan sebuah penyaring akan memungkinkan
masuknya partikel halus dari debu ke dalam silinder yang bisa merusak seal.
Apabila lubang pembuangan ini tertutup akan membatasi atau
menghentikan udara yang akan dibuang pada saat silinder gerakan keluar dan
gerakan akan menjadi tersentak-sentak atau terhenti. Seal terbuat dari bahan yang
fleksibel ditanamkan di dalam piston dari logam atau plastik. Selama
bergerak permukaan seal bergeser dengan permukaan silinder.
Gambar konstruksi silinder kerja tunggal sebagai berikut :

- Prinsip Kerja

Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston,


sisi yang lain terbuka ke atmosfir. Silinder hanya bisa memberikan gaya kerja
ke satu arah. Gerakan piston kembali masuk diberikan oleh gaya pegas yang
ada didalam silinder direncanakan hanya untuk mengembalikan silinder pada
posisi awal dengan alasan agar kecepatan kembali tinggi pada kondisi tanpa
beban. Pada silinder kerja tunggal dengan pegas, langkah silinder dibatasi oleh
panjangnya pegas.Oleh karena itu silinder kerja tunggal dibuat maksimum
langkahnya sampai sekitar 80 mm.
- Kegunaan
Menurut konstruksinya silinder kerja tunggal dapat melaksanakan
berbagai fungsi gerakan , seperti :

Menjepit benda kerja


Pengeluaran.
Pemotongan
Pengepresan.
Pengangkatan.