Anda di halaman 1dari 5

bagai macam arah.

Promosi program televisi terdiri dari dua bagian besar,


promosi on air dan promosi off air.
1. Promosi on air.
Maksud dari promosi on air adalah segala sesuatu ang dijadikan promosi
oleh stasiun televisi khususnya dengan menggunakan fasilitas media
televisinya. Banyak jenis promosi yang sering digunakan pengelola media
televisi untuk memperoleh berbagai macam programnya, contohnya
sebagai berikut;
a. Trailer; culikan-cuplikan program yang disusun secara ringkat sesuai
alur program yang sebenarnya. Digabungkan dengan narasi yang
memiliki daya Tarik pada identitas program. Contohnya; trailer film
action, sinetron, program berita, dan lain sebagainya.
b. Teaser; cuplikan-cuplikan film yang paling menarik. Teaser tidak perlu
didubbing ataupun diproduksi seperti halnya trailer. Treaser biasanya
hanya ada pada film-film cerita ataupun sinetron, yang sengaja dibuat
oleh produsernya. Sehingga dalam materi (kaset) yang telah dibeli hak
royalty-nya, akan terdapat potongan-potongan teaser tersebut. Stasiun
televeisi tinggal menyiarkan saja. Teaser disiarkan biasanya hanya
pada saat program film itu sedang berlangsung. Yaitu menjelang
commercial break, bumper in, bumper out. Agar penonton tetap
terjaga/tergoda untuk tidak mengubah saluran televisinya.
c. Super impose; promosi program yang biasanya ditampilkan dalam
layar televisi secara mendadak, beberapa detik dengan frekuensi tidak
sering. Bisa ditampilkan sebelum program dimulai untuk mengingatkan
ataupun ketika program sedang berlangsung untuk menginformasikan
audien yang baru bergabung.
d. Running text; promosi program tercetak/tertulis yang ditampilkan
dibagian paling bawah layar televisi yang berputar secara bergantian
dengan informasi lainnya. Hal ini biasanya merupakan kebijakan
stasiun televisi untuk memberikan pesan singkat tersebut.
e. Tag on; promosi program tentang segala sesuatu yang berbentuk still
photo, bukan gambar bergerak. Biasanya ini hanya berupa
pengumuman penting, pelayanan umum atau apapun yang memang
belum ada gambarnya.
f. Promo continuity; promosi tentang segala sesuatu yang disampaikan
oleh seorang penyiar/artis baik live ataupun recording, tentang
program ang akan disajikan. Program yang akan disiarkan bias selama
1 harian (pagi hingga sore), separo hari (pagi hingga sore/sore hingga
malam) hal ini biasanya untuk mengingatkan agenda siaran televisi
saat itu. Ada pula penyiar/artis yang menyampaikan promosi sinopsis
sebuah program menjelang program tersebut ditayangkan, agar
menarik perhatian audien.
2. Promosi off air.
Promo ini adalah promosi program televisi yang tidak menggunakan layar
televisi sebagai media promosinya. Hal ini perlu dilakukan untuk
meramaikan persaingan dengan competitor karena bentuk program yang
tidak jauh berbeda, akan menyulitkan audien mengingatnya apabila media
televisi tidak gencar mempromosikannya. Oleh sebab itu memanfaatkan
media selain televisi adalah jalan keluar yang tepat untuk memenangkan
persaingan tersebut. Karena program yang berkualitas seperti apapun
tidak akan sukses tanpa promosi yang sukses juga. Ada beberapa bentuk
promo off air, sebagai berikut;
a. Media cetak; promo program televisi dalam bentuk gambar dan tulisan
yang ditampilkan pada lembar koran, tabloid ataupun majalah. Hanya

b.

c.

d.

e.
f.

g.

saja stasiun televisi harus menyesuaikan audien sasarannya dengan


karakter media cetak yang ingin dijadikan lokasi promosinya.
Internet; promo program televisi dalam bentuk animasi, web (ruang
maya), ataupun pengumuman/statement, yang berada didalam format
dunia maya/internet. Biasanya setiap stasiun televisi memanfaatkan
website instansi masing-masing sebagai sarana untuk mempromosikan
seluruh komponen yang dimilikinya.
Billboard; bagi media televisi papan reklame luar ruang atau billboard
digunakan untuk membangun image. Keuntungan billboard sebagai
medium promosi antara lain dalam hal ukurannya ang dapat
disesuaikan dengan kebutuhan serta dapat ditambah dengan efek-efek
khusus seperti efek cahaya, gelombang, gerakan berputar dan
sebagainya. Billboard juga berfungsi untuk mengingatkan orang dijalan
raya untuk tidak lupa menonton program yang dipromosikan itu,
setelah mereka sampai di manapun untuk segera menyaksikannya.
Transit; media televisi dapat menggunakan terminal atau stasiun
transportasi untuk promosi, dengan memasang display atau poster
dibandara udara, stasiun kereta api atau terminal bis. Kendaraan taksi
atau badan bis kota juga sering digunakan untuk promosi bagi program
televisi. Promosi program juga bisa disajikan dalam kendaraan umum,
baik bis, kereta api, sehingga penumpang yang jumlahnya lebih kecil,
akan menjadikan sasaran yang lebih efektif dibandingkan ditempat lain
yang lebih besar jumlah orangnya.
Media penyiaran; media televisi dapat memanfaatkan radio untuk
mempromosikan, demikian juga radio dapat menggunakan televisi
sebagai sarana promosi.
Pamflet/brosur; promo selebaran yang mempublikasikan program
televisi yang menjadi unggulan ataupun spektakuler, dengan cara
membagi-bagikan pada masyarakat. Biasanya pamflet/brosur
diandalkan untuk mengundang audien dating seketika (program yang
mengandalkan audien aktif) yaitu pada saat itu sedang berlangsung
suatu produksi program televisi yang umumnya live.
Spanduk; promosi program televisi yang dipajang dilokasi-lokasi
strategis (dilihat dari audien sasaran) untuk mempublikasikan program
televisi yang biasanya menjadi unggulan. Spanduk juga dimanfaatkan
oleh pengelola program untuk mempromosikan program yang pada
umumnya live.

3. Line Producer: Host and Watchdog


Setelah poin-poin diatas terpenuhi, maka seorang produser dapat
menghubungi line producer agar dia bisa mengambil alih tugas Anda. Line
producer adalah penanggung jawab harian produksi yang dilakukannya. Seorang
line producer-lah yang akan mengurusi berbagai keperluan yang berkaitan
dengan produksi. Biarpun menyerahkan director melakukan tugasnya tanpa
intervensi, sebagai produser Anda harus tetap mengawasi jalannya produksi.

4. Postproduction Activities
Setelah fase produksi selesai dilaksanakan dengan baik, anda harus
melanjutkannya ke fase postproduction, kecuali produser yang bertanggung
jawab melakukan live broadcast production. Maka program diproduksi langsung
dan disiarkan saat itu juga dengan tingkat konsentrasi serta kehati-hatian yang
sangat tinggi. Jika produksi live on tape (rekaman), Anda harus berkoordinasi
dengan bagian postproduction editing.
a) Postproduction Editing
Pada fase editing ini, master shooting (hasil shooting) akan diedit

sehingga menjadi satu kesatuan acara yang sesuai dengan perencanaan naskah
yang sudah dibuat sebelumna. Hal-halnya dilakukan pada fase ini adalah, mixing
audio, subtitling, color correction, dan lain sebagainya. Sebelum final editing
dirampungkan, kehadiran seorang produser sangat penting untuk melakukan
koreksi terakhir pada program yang akan disiarkan tersebut.
b) Evaluation and Feedback
Lagi-lagi jika seorang independent producer, maka Anda harus mengajak
klien untuk melihat hasil editing sebelum finalisasi master edit dilakukan.
Kebanyakan klien yang mengeluh dengan hasil produksi bisa dipuaskan pada
fase editing ini. Dan yang terakhir adalah duduk bersama dengan kru produksi
dan lihat apakah program yang telah di produksi telah sesuai dengan program
objective yang diusung pada awal perencanaan. Pada fase ini bukan saatnya
untuk melakukan excuse dan saling menyalahkan tetapi lebih meminta sebanyak
mungkin feedback agar bisa diperbaiki di kesempatan selanjutnya.
c) Record Keeping
Pastikan Anda sebagai seorang produser mempunyai kepustakaan pita di
mana seluruh materi hasil master edit disimpan dengan baik, aman, dan
terlindungi dari kerusakan air, kelembapan udara, dan lain sebagainya. Datadata itu adalah sumber yang sangat penting untuk menghindari klaim dari pihak
lain atas hak cipta program yang Anda produksi.
Agar lebih memperkaya konsep standar operasional prosedur produksi
televisi dan bahan perbandingan menurut para ahli yang berpelngalaman,
selanjutkan akan dijabarkan pendapat dari Gerald Millerson dalam arti luas
sebagai berikut:
1. Praproduksi (Pre-production)
Praproduksi adalah tahap paling penting dalam sebuah produksi televisi,
yaitu merupakan semua tahapan persiapa sebelum sebuah produksi dimulai.
Makin baik sebuah perencanaan produksi, maka akan memudahkan proses
produksi televisi. Millerson memulai tahapan praproduksi dengan production
planning meeting (konsek program, tujuan, dan dasaran yang ingin dicapai).
Script untuk program dialog, variety show, kuis, hanya menggunakan outline
script yang mencakup apa yang harus dilakukan talent/pengisi acara, fasilitas
yang digunakan, dan video tape.
Kalau full script terdapat rehearsal script (setting, karakter pemain, dialog,
adegan) dan camera script (angle kamera, audio, cue, transisi, dan perubahan
set). Sedangkan pada program khusus siaran olahraga, penyiar olahraga bisa
membaca skrip yang sudah tersedia di teleprompter.
a) Development
Idea.
Analyzing the audience
Audiensi local atau nasional, target audiensi (laki/wanita/anak-anak)
usia, (kebutuhan dan selera audiensi). Audience research termasuk
analisis untuk ukuran factor keberhasilan dalam keputusan
pengembangan program. Researching the idea terdiri dari the script
atau property dan the talent.
Researching the program idea
Deciding on the production mode
Should you produce the show inside the studio or location? What
specific production mode you use; producing live, producing video tape
or producing film?
Preparing the program budget
Target audiensi.

Menentukan target audiensi harus dipikirkan sejak awal. Karena tidak


mungkin dan tidak pernah ada program televisi yang bisa ditonton oleh
semua kalangan, usia, jenis kelamin. Target penonton berdasarkan jenis
kelamin, usia dan SES (socio economy status). Jenis kelamin adalah lakilaki dan perempuan, jenis usia terdiri atas anak-anak, remaja, dan
dewasa. SES terdiri dari kelas A (kalangan atas), B (kalangan menengah
atas), C (kalangan menengah bawah), dan D (kalangan bawah).
Development treatment (pengembangan scenario).
Merumuskan ide.
Riset.
Penulisan outline.
Sinposis.
Penulisan treatment.
Penulisan naskah draft.
Review naskah.
Develop characters (membangun karakter); director dan creative cari
pemain.
Develop scene (membangun scene).
Develop script outlines (membangun script outline)
Semi script-show, merupakan skrip untuk acara-acara tertentu seperti,
dialog, variety show, dank us biasanya hanya menggunakan outlines
script. Dalam outline ini hanya mencakup apa yang harus dilakukan oleh
talent/pengisi acara, fasilitas yang digunakan, angle kamera, serta video
tape.
Fully script-show, merupakan skrip yang digunakan pada acara-acara yang
membutuhkan kesempurnaan skrip secara menyeluruh. Dalam full script
terdiri atas:
Preliminary script/draft/outline script. Digunakan sebagai bahan
untuk menjabarkan ide yang diinginkan untuk selanjutnya
dikembangkan sesuai kebutuhan.
Rehearsal script, skrip ini digunakan untuk persiapan distudio ketika
mulai latihan. Dalam skrip atau naskah ini sudah tercantum secara
detail tentang setting, karakter, sequence/scene, dialog, dan
adegan.
Camera script, yakni sebuah skrip yang sudah mengalami revisi,
yang terdiri atas angle kamera dan audio, cue, transisi, komposisi,
perubahan set, dan lain sebagainya.
Final skrip atau full script dari setiap program memiliki karakter masingmasing termasuk juga dari gaya script writer-nya. Final skrip bukanlah
harga mati untuk direalisasikan pada saat mengeksekusi program, sangat
fleksibel tergantung kondisi di lapangan. Sebagai panduan produksi
televisi, final skrip bisa terjadi perubahan-perubahan yang mungkin tidak
terlalu signifkan. Pada program televisi tertentu, final skrip mutlak
dipersiapkan secara matang dan detail, seperti:
Program televisi yang menyajikan di mana talent/pengisi acara
harus benar-benar mengikuti naskah/skrip yang direncanakan.
Sehingga talent dapat mempelajari susunan naskahnya, seperti
penyiar berita/pembawa acara olahraga bisa membaca terlebih
dahulu di alat teleprompter atau skrip yang sudah tersedia.
Program yang menginginkan pengaturan komposisi adegan secara
detail, misalnya perpindahan talent dari satu posisi ke posisi
lainnya. Ini juga untuk mempermudah juru kamera dalam
pengambilan gambar yang tersusun dengan baik.
Program tersebut membutuhkan dukungan video tape yang harus
ditayangkan. Sehingga kapan harus di-insert, presisi VT dalam
scene, serta memudahkan pengecekan kesinambungan gambar
yang menjadi satu kesatuan kerangka program televisi.

Program yang memiliki panjang durasi harus benar-benar dijaga


atau konsisten sesuai slot yang direncanakan.
Program berita televisi, drama, sinetron, serta sitcom sangat
mengandalkan final skrip yang baik agar hasilnya memuaskan. Berbeda
dengan program dialog atau program yang melakukan adegan secara
spontan tentu cukup menggunakan kosep outline script tetapi
kekuatannya ada pada kepiawaian acara (host) dalam menghidupkan
program tersebut.
b) Commissioning
Perbedaan karakter kru produksi berdasarkan, produksi tersebut dibuat oleh
stasiun televisi atau, atau production house. Besar kecilnya stasiun televisi
dan production house serta format program televisi. (produser EXP, associate
producer, line producer, creative, set designer, juru kamera, audio engineer,
video engineer.)
Budget. Estimasi biaya yang dibutuhkan utuk produksi suatu program
televisi harus dilakukan agar sesuai dengan perenanaan yang
diinginkan. Sebelum menulis perkiraan biaya yang dibutuhkan, seorang
produser harus melakukan penyesuaian harga yang berlaku saat
produksi akan dilaksanakan. Caranya dengan mengecek jasa peralatan
produksi, biaya sewa kebutuhan operasional, dan honor para pekerja
yang akan terlibat dalam produksi televisi tersebut.
Presenting the proposal. Tahapan memiiki proposal yang lengkap
berarti siap untuk dipresentasikan kepada client, kalau berkaitan
dengan sponsorship. Bila bekerja di stasiun televisi maka presentasi
ditujukan pada executive producer atau manajer program yang
bersangkutan sebagai supervise ang menilai kelayakan program.
Presentasi yang baik kemungkinan besar akan menghasilkan
disetujuinya program untuk dieksekusi atau memasuki tahapan
selanjutnya.
Casting. Memutuskan atau mencari seseorang yang akan menjadi
pengisi acara/talent/pemain pada program televisi dilaksanakan oleh
satu departemen khusus yaitu cast department yang dipimpin oleh
seorang casting director. Adapun beberapa stasiun televisi local serta
production house kecil, fungsi casting hanya melibatkan sutradara dan
produser saja.
Set design. Membangun sebuah design program televisi berarti
menerjemahkan ide/gagasan tim kreatif, membuat sketsa desain,
membuat set desain, membuat maket, hingga membangun set itu
sendiri. Perhitungan matematika, fisika dan estetika (menyatu) agar
sebuah set bisa menghasilkan kompisisi, warna, backdrop, ornament,
dan property yang kontras dan megah. Setting program televisi
memiliki bergam bentuk panggung, set yang harus dimiliki:
Set artistiks (tergantung jenis dan tujuan program).
Staging mechanic.
Design harus cocok dengan kebutuhan shoot (letak kamera,
lighting, soundsystem).
Karakteristik kamera video, akan berpengaruh pada tone serta
warna.

Proses membangun sebuah set studio bisa saja dilakukan berbarengan


dengan proses praproduksi lainnya. Dengan demikian, seorang
produser harus menyiapkan time schedule ang akan menjadi acuan
seluruh kru produksi yang terlibat pada suatu produksi televisi.