Anda di halaman 1dari 17

TUGAS

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Disusun Oleh :
Ayu Rizki Aulia (37599)
Indra Wijaya

(37748)

Jesica

(38417)

Askaviolita

(38502)

Astri Amalia

(38581)

JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

No
.

Kecelakaan

Jenis
Kecelakaan

Keterangan

Penyebab

Kecelakaan
pekerja
apartemen Green
Pramuka,Cempaka
Putih, Jakarta
Pusat. Selasa, 9
Juli 2013

Kecelakaan kerja
Sea Water Reverse
Osmosis, Jaya
Ancol, Jakarta
Utara. Rabu 19
Juni 2013

Kecelakaan
pekerja Hotel All
Star di Jalan
Dagen No.60 ,
Kelurahan
Sosromenduran ,
Kecamatan
Gedongtengen ,
Yogyakarta ,
Selasa 8 Januari
2013 .

Bangunan rumah
kantor runtuh di
Samarinda ,
Kalimantan
Timur , Selasa , 3
Juni 2014 .

Konstruksi

Maintenanc
e

Konstruksi

Konstruksi

Pekerja sedang mensuplai semen di


lantai 28. Setelah melempar 5 zak
semen, kaki korban tersangkut
kemudian kehilangan keseimbangan.
Saat terjatuh, pekerja sempat terkena
besi penyangga sebelum akhirnya
tewas di lantai dua. Pekerja tidak
mengenakan alat pengaman.
2 pekerja berada di bak penampungan
air laut berukuran 6x10 meter dengan
kedalaman 6-8 meter yang disebut
intake. Intake tersebut sedang dalam
perawatan pompa. Tiba-tiba seorang
pekerja tergeletak lemas di dasar
intake dan pekerja yang lain berteriak
meminta tolong, kemudian 2 pekerja
turun namun berteriak minta tolong
juga. Pada akhirnya 9 pekerja berada
di intake, sebagian tewas dan
sebagian lemas karena menghirup gas
beracun.
Kejadian terjadi sesaat setelah 4
pekerja mengeruk tanah di basement.
Tanah yang diratakan kemudian
longsor selebar 1-2 meter. Di bagian
atas basement ada besi untuk cor
menimpa pekerja . Menurut saksi mata
, sebanyak 4 pekerja (3 buruh
perempuan dan 1 buruh laki-laki)
tertimbun material bangunan sekitar 5
menit . Evakuasi korban berlangsung
selama setengah jam. Dua korban luka
berat dan dua korban lagi luka ringan.
Bangunan tiga lantai yang belum jadi
runtuh . Secara kasat mata ada
perbedaan antara perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan . Dilihat
dari gambar pembangunan gedung
tersebut tidak ada penjelasan secara
detail, misalnya besi cor ukuran
berapa dan besar tiang penyangganya
berapa besar . Akibat dari
pembangunan yang tidak sesuai
dengan perencanaan , sekitar 20
pekerja terjebak di reruntuhan
bangunan .

Kaki pekerja
tersangkut
kemudian
kehilangan
keseimbangan

Pek
tew
ka

Pekerja
menghirup gas
beracun saat
membersihkan
bak tempat
pengelolaan air
laut menjadi air
bersih

4p
tew
lain
me
pe
rum

4 pekerja
tertimbun
material
bangunan saat
mengeruk tanah
di basement

Du
luk
da
kor
luk
di r
RS
Ra

Ada perbedaan
antara
perencanaan dan
pelaksanaan
pembangunan
(pembangunan
tidak sesuai
dengan
perencanaan)

20
ter
rer
ba
da
sel
set
ter
leb
jam

Kecelakaan
gondola
Apartemen
Majesty, Bandung.
Kamis 4
September 2008

Kecelakaan
runtuhnya tangga
GOR Koja, Jakarta
Timur. Kamis 19
September 2013

Kecelakaan
tertimpa kaca di
proyek
pembangunan
hotel,
Banjarmasin.
Sabtu 31 Januari
2015

Konstruksi

Konstruksi

Konstruksi

Gondola yang mengangkut pekerja


miring karena tiang crane patah.
Seharusnya pekerja tidak akan jatuh
jika mempergunakan safety line (tali
pengaman - red), standar prosedur
aktivitas di ketinggian. Pekerja jatuh
setelah gondola yang mengangkutnya
miring hampir 45 derajat karena crane
yang menyangga gondola tersebut
patah. Pekerja kritis dan akhirnya
meninggal dengan luka kepala bagian
kanan retak dan kedua tangan serta
kakinya patah.
Bagian yang runtuh dalam bangunan
GOR Koja sebatas bagian kontruksi
tangga. Analisa sementara penyebab
kecelakaan itu adalah kelebihan bahan
beton cor yang dituang sehingga
bobotnya jauh melampaui kekuatan
kontruksinya. Akibat suara aba-aba
dari pelaksana pekerjaan tak
terdengar, maka pengisian cor beton
ke pompa terus dilakukan. Beban pada
konstruksi-pun terus meningkat hingga
melebihi ketentuan. Konstruksi
bekesting (cetakan beton) tangga
sudah dirancang untuk kapasitas
beban kurang lebih 2 ton. Sehingga
menyebabkan keruntuhan.
2 orang pekerja sedang menurunkan
kaca yang rencananya akan dipasang
di lantai atas bangunan hotel.
Sayangnya kaca tersebut jatuh dan
menimpa 2 pekerja lain dibawahnya.
Menurut keterangan yang ada, pekerja
yang berada dibawah tersebut bekerja
di luar jam kerja tanpa mengenakan
perlengkapan pengamanan diri.

Pekerja terjatuh
setelah gondola
yang
mengangkutnya
miring hampir 45
derajat karena
crane yang
menyangga
gondola tersebut
patah

1p
tew

Runtuhnya
konstruksi tangga
GOR Koja dan
pekerja tertimpa
reruntuhan
konstruksi tangga

6
l

Kaca yang akan


dipasang di lantai
atas terjatuh dan
mengenai pekerja
yang berada
dibawah.

2p
tew
pe
lain
luk

Kecelakaan proyek
perbaikan pasar
gunung batu
ambruk di Bogor.
Rabu 23 April
2014

Kecelakaan kerja
di sebuah proyek
pembangunan
gedung
perkantoran di
kawasan Jalan
Sudirman,
Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan,
pada Selasa 6 Mei
2014

Kecelakaan kerja
proyek
pembangunan
toko mebel terjadi
10
di kawasan Jalan
Braga, Kota
Bandung, Jawa
Barat

Maintenanc
e

Konstruksi

Konstruksi

Saat pekerja sedang melakukan


pengecoran atap di lantai tiga pasar
gunung batu karena tidak kuat
menahan beban berat, rangka baja
akhirnya roboh hingga ke lantai 1 dan
basement. Diduga adukan semen pasir
di lantai bawah tidak cukup kuat untuk
menahan pengecoran di lantai 3
sehingga pekerja yang posisinya
sedang berada di tengah terjatuh.
Peristiwa kecelakaan berawal saat
salah satu pekerja yang tengah berada
di lantai 9, secara tak sengaja
menyenggol stegger atau tiang
penyangga hingga akhirnya
terjatuh. Ironisnya tubuh pekerja asal
itu sebelum mencapai lantai dasar
terlebih dahulu menimpa rekan
lainnya yang tengah bekerja di lantai
di bawah lokasi pekerja terjatuh.
Akibatnya kedua tubuh pekerja
bangunan itu pun terjatuh ke lantai
dasar.
Kejadian ini bermula saat kedua
korban melakukan pengecoran
bersama 10 pekerja lainnya, di lantai
tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang
penyangga roboh, dan menyebabkan
kedua pekerja tersebut terjatuh.
Kondisi kedua korban sangat
mengenaskan, karena luka di bagian
kepala setelah membentur trotoar
jalan, dan tertimpa beton.

Adukan semen
pasir yang tidak
kuat menahan
beban berat
sehingga ambruk
dan melukai
pekerja.

14
luk

Pekerja secara tak


sengaja
menyenggol tiang
penyangga dan
kemudian tiang
penyangga
tersebut menimpa
pekerja lainnya.

1p
tew
pe
lain
sek

Tiang penyangga
roboh seningga
menyebabkan 2
pekerja terjatuh

seo
pe
bu
ba
kri
sem
sat
lain
tew

Polisi Selidiki Tewasnya Empat Pekerja di Sea Water Osmosis Ancol


Kamis, 20 Juni 2013 13:44 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak penyidik dari Polres Jakarta Utara masih


menyelidiki penyebab tewasnya empat pekerja dan lima pekerja lainnya lemas dalam
kecelakaan kerja saat membersihkan bak tempat pengelolaan air laut menjadi air bersih, Rabu
(19/6/2013) pukul 17.00 wib di Sea Water Reverse Osmosis, Jaya Ancol, Jakarta Utara.
"Kami masih melakukan penyelidikan apakah telah terjadi tindak pidana atau tidak.
Termasuk juga kami memanggil Puslabfor guna menentukan racun penyebab lemas dan
kematian korban," tegas Kapolres Jakarta Utara, M. Iqbal, Kamis (20/6/2013).
Saat ini, Iqbal mengaku pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi untuk dimintai
keterangan yakni Ir. Syahrul Akbar (46) yang merupakan Pimp proyek PT Sarana Tirta
Utama dan Kris (35) sebagai pengawas operator PT BF.
"Saat ini TKP sudah tiberi Police Line. Nanti kami akan memeriksa saksi lainnya yakni
korban yang lemas. Tapi saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam
perawatan RS," kata Iqbal. Seperti telah diberitakan sebelumnya, empat orang pekerja
ditemukan tewas dalam kecelakaan kerja saat tengah membersihkan bak tempat pengelolaan
air laut menjadi air bersih, Rabu (19/6/2013) pukul 17.00 wib di Sea Water Reverse Osmosis,
Jaya Ancol, Jakarta Utara.
Kapolres Jakarta Utara, M. Iqbal mengatakan akibat peristiwa tersebut, empat orang
meninggal dunia dan enam lainnya menderita lemas dan mendapatkan perawatan di rumah
sakit. "Korban meninggal dunia ada empat orang yakni Miftah, Sugiarto, Purnama, dan
Surya. Jenazahnya sudah dibawa ke RSCM," ucap Iqbal, Kamis (20/6/2013). Kemudian
enam orang yang mendapatkanperawatan yakni Mulyana dan Sunaryo dirawat di RS Sulianto
Saroso, Marizal, Nurdin dan Anim dirawat di RS Satyanegara.
Iqbal menuturkan kejadian berawal dari PT Jaya Ancol yang mempunyai perusahaan
Pemurnian air yaitu PT SARANA TIRTA UTAMA (STU). Dan dalam pelaksanaan kegiatan
dioperasionalkan oleh PT BETA PRAMESTI (PT BF) yang ditunjuk PT STU. Kemudian PT
STU memiliki proyek untuk pembersihan bak. Dan pengerjaanya Miftah dari PT STU
menunjuk Purnama dan Surya dari PT BF untuk membersihkan bak. Saat membersihkan bak,
Purnama dan Surya berteriak dan didengar oleh Miftah dan 6 org lain karyawan PT BF.
Kemudian Miftah dan Sugiarto masuk ke dalam Bak. Dan berteriak juga," ujar Iqbal. Setelah
itu, masuk lima pekerja dengan maksud menolang korban. Dan malah lima pekerja itu
pingsan lemas. Iqbal menduga lima pekerja itu keracunan. "Penyebab keracunannya masih

diselidiki, kami sudah lakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi,"
tegas Iqbal.

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/06/20/polisi-selidiki-tewasnya-empat-pekerjadi-sea-water-osmosis-ancol

Pekerja proyek Apartemen Green Pramuka tewas terjatuh


Selasa, 9 Juli 2013 17:31 WIB | Ridwansyah
Sindonews.com - Muhammad Rosyadi (32) tewas setelah terjatuh dari lantai 28 proyek
pembangunan apartemen Green Pramuka Jalan Achmad Yani, RawaSari Cempaka Putih,
Jakarta Pusat.
Abdullah, Seorang keamanan Apartemen mengatakan, kejadian berawal ketika korban
yang menggunakan alat berat hendak menyuplai semen ke Lantai 28. Awalnya korban
berhasil melempar semen, namun setelah melempar lima sak semen, kaki korban tersangkut
kemudian kehilangan keseimbangan. Setelah itu korban yang tidak mengenakan alat
pengaman langsung jatuh ke lantai dua dimana di lantai tersebut ada atap untuk lantai
dasar. "Korban hanya menggunakan kaos dan celana pendek, saat terjatuh dirinya juga
sempat terkena besi penyangga sebelum akhirnya tewas dilantai dua," tuturnya di lokasi,
Selasa (9/7/2013). Lebih lanjut Abdullah mengatakan, setelah terjatuh para pekerja langsung
berusaha mengevakuasi korban. Setelah 15 menit korban baru bisa dievakuasi menggunakan
alat berat. "Karena korban jaruh di atap, sehingga proses evakuasi memakan waktu,"
ucapnya.
Sementara itu Kapolsek Cempaka Putih Kompol Fitria Mega mengatakan, pihaknya
sudah memintai keterangan dari pimpinan proyek terkait jatuhnya Muhammad
Rosyidi. Menurutnya jika korban jatuh atas kesalahan prosedur, tentunya pimpinan proyek
harus mempertanggung jawabkan. Meski demikian Fitria mengatakan pihaknya masih
melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. "Saat ini kita sedang melakukan
penyelidikan, jika memang ditemukan ada pembiaran dari pimpinan proyek, tentu bisa
dikenakan sanksi kelalaian," ucapnya.
Sementara itu Project Manajer Pembangunan Apartemen Green Pramuka enggan
menjelaskan terkait jatuhnya salah seorang pekerja tersebut. Meski demikian pihak
manajemen proyek mengakui adanya perkerja yang tewas.
"Benar ada yang jatuh tadi, sekitar Pukul 09.30 WIB, namun detailnya saya tidak tahu,"
ucapnya saat ditemui di kawasan Apartemen Green Pramuka.
(ysw)
http://metro.sindonews.com/read/759103/31/pekerja-proyek-apartemen-green-pramukatewas-terjatuh-1373365872

Empat Pekerja Tertimbun Material Bangunan Hotel


Selasa, 08 Januari 2013 | 14:58 WIB
TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak empat buruh tertimbun material bangunan proyek
Hotel All Star di Jalan Dagen No 60, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen,
Yogyakarta, Selasa, 8 Januari 2013.
Kapolsek Gedongtengen Kompol Cahyo Wicaksono mengatakan, dari hasil pemeriksaan di
tempat kejadian perkara, sebanyak empat buruh Hotel All Star tertimpa material bangunan
dan tanah. Sebanyak empat pekerja mengalami kecelakaan kerja sekitar pukul 09.00 WIB.
Cahyo menjelaskan bahwa kejadian terjadi sesaat setelah empat pekerja mengeruk tanah di
basement. Tanah yang diratakan kemudian longsor selebar 1-2 meter. " Di bagian atas
basement ada besi untuk cor menimpa pekerja," kata dia di Polsek Gedongtengen,
Yogyakarta,
Menurut dia, keempat korban saat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih,
Yogyakarta. Sebanyak tiga korban buruh perempuan dan satu korban buruh laki-laki
merupakan warga Kelurahan Selopamioro, Kabupaten Bantul. Mereka luka berat dan ringan.
Dua korban yang luka berat dan dirawat di RS Panti Rapih adalah Triyadi, 30 tahun, dan
Yantini. Kaki kanan Triyadi tidak bisa digerakkan dan Yantini mengalami luka dan bengkak.
Adapun dua korban luka ringan adalah Pariyah, 55 tahun dan Kustinah, 26 tahun. Tangan
kanan Pariyah luka lecet dan kaki kiri Kustinah bengkak.
Menurut Cahyo, hasil penyelidikan menunjukkan kasus itu murni kecelakaan kerja. Petugas
polsek telah memeriksa mandor dan pengawas proyek bangunan. Saksi mata Ipung
Purwandari, mengatakan empat korban tertimbun tanah, batu, dan besi sekitar pukul 09.00
WIB. Sebanyak empat buruh itu tertimbun material bangunan saat bekerja di lantai bawah.
"Evakuasi korban berlangsung selama setengah jam. Buruh lain dan warga sekitar langsung
menolong mereka," kata dia di Jalan Dagen.
Ipung memperkirakan empat buruh tertimbun material bangunan sekitar 5 menit. Setelah
evakuasi, korban yang merupakan warga Kelurahan Selopamioro, Bantul, dibawa petugas

Polsek Gedongtengen ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.


Saksi mata itu merupakan pemilik Hotel Permata, yang bersebelahan dengan jarak satu
rumah dengan Hotel All Star. Ia melihat empat korban itu luka parah. "Korban luka berat.
Ada yang patah tulang," kata Ipung.
Kabid Pelayanan Dinas Perizinan, Golkar Made Yulianto, mengatakan pihaknya akan
mengirim tim ke lokasi kejadian untuk memastikan standar konstruksi bangunan hotel.
"Konstruksi bangunan dilihat sesuai standar nasional tidak. Contohnya gambar teknis, ukuran
besi, dan material lain," kata dia.
Menurut dia, kecelakaan kerja bisa diminimalisasi jika sebuah proyek bangunan memiliki
perencanaan konstruksi sesuai standar nasional. "Kami akan periksa jadi belum bisa
simpulkan. Kalau ada kesalahandalam perencanaan konstruksi IMB bisa dicabut kalau tidak
sesuai standar nasional," katanya.
Ia mengatakan Dinas Perizinan telah mengeluarkan Izin Membangun Bangun Bangunan
(IMBB) hotel lima lantai itu. Hotel All Star terdaftar di Dinas Perizinan dengan Nomor
0892/GT/2012_6148/01 tertanggal 5 September 2012. Hotel itu milik pengusaha bernama
Surya Hartono, yang tinggal di Jalan Gajahmada No 60.
http://www.tempo.co/read/news/2013/01/08/058452860/Empat-Pekerja-Tertimbun-MaterialBangunan-Hotel

Kantor Runtuh, Diduga Ada Kesalahan Teknis


Selasa, 03 Juni 2014 | 15:30 WIB
TEMPO.CO, Samarinda - Bangunan rumah kantor yang roboh di Samarinda, Kalimantan
Timur, pada Selasa, 3 Juni 2014, masih diselidiki penyebabnya. Tapi Kepala Badan Perizinan
Kota Samarinda Dadang Airlangga menyatakan secara kasat mata ada perbedaan antara
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia mengatakan perlu penyelidikan khusus untuk memastikan kesalahan teknis terhadap
pembangunan rumah kantor tersebut lantaran kesimpulan itu masih bersifat sementara. Perlu
diungkap apakah pembangunannya sudah sesuai atau tidak dengan perencanaan, katanya di
lokasi kejadian, Selasa, 3 Juni 2014.
Dadang menambahkan, dia sudah mendapatkan gambar pembangunan gedung tiga lantai itu.
Tapi, kata dia, dari gambar tersebut belum bisa diambil disimpulkan karena tak ada
penjelasan detail. "Gambar ini gundul semua, tak ada penjelasan, misalnya besi cor ukuran
berapa dan besar tiang penyangga berapa besar," ujarnya.
Secara teknis, Dadang mengatakan, seharusnya tiang lantai bawah lebih besar karena
menyangga dua lantai di atasnya. Tapi dari bangunan yang tersisa terlihat ukuran tiang sama
dari bawah hingga atas.
Dadang menyatakan hingga kini masih mencari tahu kontraktor yang mengerjakan bangunan
itu. Adapun bangunan itu diketahui merupakan milik Yulianus Ghazali, pengusaha asal
Samarinda.
Berdasarkan keterangan pekerja asal Kediri, Supardi, tiang penyangga dibuat dengan ukuran
23 x 23 sentimeter. Tiang penyangga dibuat sama dari lantai dasar hingga lantai tiga. Dadang
mengatakan perlu penyelidikan teknis konstruksi dengan melibatkan kepolisian untuk
mengungkap penyebab ambruknya bangunan itu.
Selasa pagi, 3 Juni 2014, bangunan tiga lantai yang belum jadi itu ambruk. Diperkirakan ada
20 pekerja bangunan yang terjebak di reruntuhan bangunan. Hingga kini evakuasi masih terus
dilakukan untuk menyelamatkan korban selamat di sela-sela reruntuhan. Sebelumnya dua

pekerja berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi. Mereka selamat setelah terjebak lebih dari
empat jam.
http://www.tempo.co/read/news/2014/06/03/078582171/Kantor-Runtuh-Diduga-AdaKesalahan-Teknis

Kecelakaan Gondola Apartemen Majesty


Kamis, 04/09/2008 10:49 WIB, Baban Gandapurnama - detikNews
News.detik.com, Bandung - Peristiwa tewasnya Hasan Bahar (28) karena jatuh dari
ketinggian 60 meter setelah gondola yang mengangkutnya miring karena tiang crane patah
cukup disesalkan. Seharusnya Hasan tidak akan jatuh jika mempergunakan safety line (tali
pengaman - red), standar prosedur aktivitas di ketinggian.
"Sepertinya pemilik gondola (kontraktor - red) tidak melakukan pengecekan berkala terhadap
alat yang dipakainya. Kalau sistem kerja mereka mengenakan safety line, kalaupun ada
kegagalan dalam sistem utama (gondola - red), safety line akan menahan para pekerja agar
tidak jatuh," tutur Sekjen Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) Arie Yashar Yusuf saat
dihubungi detikbandung, Kamis (4/9/2008).
Arie berpendapat seperti itu setelah dirinya mengamati lokasi kejadian dari foto-foto yang dia
peroleh di lokasi kejadian.
"Berdasarkan pengamatan dari foto yang saya ambil di lokasi kejadian, para pekerja yang ada
di gondola tersebut tidak menggunakan tali pengaman. Semestinya para pekerja yang bekerja
di ketinggian harus menggunakan tali pengaman. Serta tali pengaman mesti ada dua tali,"
kata Arie menjelaskan.
Hasan jatuh setelah gondola yang mengangkutnya miring hampir 45 derajat karena crane
yang menyangga gondola tersebut patah. Hasan kritis dan akhirnya meninggal dengan luka
kepala bagian kanan retak dan kedua tangan serta kakinya patah.
Gondola tersebut mengangkut tiga orang pekerja yakni, Hasan, Ade dan Ali. Rencananya
mereka akan melakukan pengecatan lantai 16 blok D Apartemen Majesty, Jalan Surya
Sumantri.
Polisi sementara menyimpulkan kejadian ini merupakan kecelakaan murni. Manajemen
Apartemen Majesty meminta PT Dwi Prakarsa selaku kontraktor dalam proyek pengecatan
gedung apartemen tersebut untuk bertanggung jawab.

http://news.detik.com/bandung/read/2008/09/04/104910/1000111/486/hasan-jatuh-karenatidak-pakai-tali-pengaman?nd771104bcj

Tangga GOR Koja Runtuh Kelebihan Beban Beton Cor


Selasa, 24/09/2013 12:34 WIB, Danu Damarjati detikNews
News.detik.com, Jakarta - Bagian yang runtuh dalam bangunan GOR Koja sebatas bagian
kontruksi tangga. Analisa sementara penyebab kecelakaan itu adalah kelebihan bahan beton
cor yang dituang sehingga bobotnya jauh melampaui kekuatan kontruksinya.
"Aba-aba 'stop' tidak terdengar karena suara mesin pompa cor sangat kencang," kata Kadis
Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono, di Gedung Disorda DKI Jakarta, Jatinegara,
Jakarta Timur, Selasa (24/9/2013).
Akibat suara aba-aba dari pelaksana pekerjaan tak terdengar, maka pengisian cor beton ke
pompa terus dilakukan. Beban pada konstruksi-pun terus meningkat hingga melebihi
ketentuan.
Konstruksi bekesting (cetakan beton) tangga sudah dirancang untuk kapasitas beban kurang
lebih 2 ton. Namun karena adanya gangguan pengerjaan, cor beton terus mengalir hingga
beban meningkat sampai 6 ton. Maka ambruklah konstruksi areal tangga itu.
Selain karena gangguan komunikasi, ambruknya sebagian konstruksi dalam proyek Gor Koja
Jakarta Utara itu karena salah satu pompa cor beton tak berfungsi. Seharusnya ada dua yang
berfungsi, namun karena hanya satu pompa yang berfungsi, maka ini menimbulkan
penumpukan beban hanya di satu titik, alias beban tak merata.
"Proses pengecoran memakai dua pompa cor beton dan yang berfungsi hanya satu. Sehingga
terjadi penumpukan beton pada satu titik yang mengakibatkan kapasitas beban melebihi dari
yang direncanakan," jelas Ratiyono.
Peristiwanya robohnya konstruksi bagian proyek GOR Koja terjadi pada hari Kamis (19/9)
sekitar 17.00 WIB. Enam pekerja mengalami luka-luka akibat kecelakaan itu, yaitu Riyanto
(19), Ilyas (48), Sulis (25), Khamir (53), Ngadiyono (27), dan Suwandi (32).
"Semua korban sudah pulang dari rumah sakit, kecuali Suwandi yang masih di rumah sakit.
Suwandi telah menjalani operasi tangan dan kaki dan kondisinya terus membaik," kata
Ratiyono.

http://news.detik.com/read/2013/09/24/123412/2367677/10/tangga-gor-koja-runtuhkelebihan-beban-beton-cor

2 Buruh tewas tertimpa kaca saat bekerja di proyek


pembangunan hotel
Reporter : Muhamad Agil Aliansyah | Minggu, 1 Februari 2015 23:59
Merdeka.com - Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di
Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa
kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel
tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1)
sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi
(37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.
Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40).
Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan
adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia
pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel
dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.
"Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di
luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri," kata Didik di
Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.
Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang
melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai
keterangan.

http://www.merdeka.com/peristiwa/2-buruh-tewas-tertimpa-kaca-saat-bekerja-di-proyekpembangunan-hotel.html

Proyek pasar ambruk lukai belasan pekerja


Haryudi ; Kamis, 24 April 2014 17:23 WIB
Sindonews.com - Proyek perbaikan Pasar Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor meminta
korban. Diduga karena tak kuat menahan beban pengecoran, lantai tiga pasar tersebut roboh
dan melukai belasan pekerja.
Informasi diperoleh menyebutkan peristiwa itu terjadi sekira pukul 23.30 WIB, Rabu 23 April
2014 malam saat para pekerja sedang melakukan pengecoran atap lantai tiga bagian depan.
Diduga tidak kuat menahan beban adukan semen pasir tiba-tiba saja atap bangunan roboh.
Para pekerja yang sedang meratakan coran itupun, ikut terjatuh ke lantai 1 dan basement.
"Saya sama dua orang pekerja lainnya selamat, karena saat roboh langsung loncat dan
megang pondasi sambil gelantungan," tutur Apud (47) salah satu korban yang mengalami
luka di kaki saat ditemui di Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM), Bogor, Kamis
(24/4/2014).
Lebih lanjut ia memaparkan saat sebagian besar para pekerja yang jatuh dari lantai 3 itu,
posisinya berada di tengah saat meratakan coran. Lantaran tidak kuat menahan beban berat,
rangka baja akhirnya roboh.
"Ada yang terkilir, ada yang terluka tertusuk rangka besi dan ketimpa material coran,"
ungkapnya.
Sementara itu Wandi (49) salah seorang korban mengaku terkejut begitu atap bangunan
roboh. Setelah terjatuh pun, ia bersama rekan-rekannya yang lain sempat terkena timbunan
semen dan material bangunan. Ia mengaku mengalami luka pada tangan bagian kanan dan
punggung akibat tertimpa material bangunan.
"Saya kaget dan pingsan, tahu-tahu saya sudah di dalam angkot mau dibawa ke rumah sakit,"
ucap Wandi yang mengalami luka pada bagian tangan dan punggung.
Sementara itu Kepala Unit Pasar Gunung Batu Iwan Arifin mengatakan meski tak ada korban
tewas, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Sebetulnya bekerja diatas ada sekitar 17 orang, tapi yang terjatuh 14 orang. Sembilan
diantaranya dirawat di RS Marzoeki Mahdi, tiga orang di RS Karya Bhakti, dan satu orang
lagi di RSUD Cibinong," ujarnya.
http://metro.sindonews.com/read/857347/31/proyek-pasar-ambruk-lukai-belasan-pekerja1398334997

Kecelakaan Kerja, 1 Pekerja Tewas, 1 Sekarat


By Tim Liputan 6 SCTV
on 07 Mei 2014 at 06:27 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Seorang pekerja tewas dan satu lainnya luka parah dalam
kecelakaan kerja di sebuah proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan Jalan
Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa 6 Mei 2014 petang.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (7/5/2014), peristiwa kecelakaan berawal
saat salah satu pekerja bernama Edi Prayitno yang tengah berada di lantai 9, secara tak
sengaja menyenggol stegger atau tiang penyangga hingga akhirnya terjatuh. Ironisnya tubuh
pekerja asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu sebelum mencapai lantai dasar terlebih dahulu
menimpa rekan lainnya, Heri, yang tengah bekerja di lantai di bawah lokasi Edi terjatuh.
Akibatnya kedua tubuh pekerja bangunan itu pun terjatuh ke lantai dasar.
Kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP)untuk mendapatkan
pertolongan. Sayangnya nyawa Edi tidak dapat tertolong. Ia tewas setelah tubuhnya
tertembus besi. Sementara korban lainnya hingga kini kondisinya kritis dan masih dirawat di
instalasi gawat darurat RSPP.
Hingga kini kasus kecelakaan kerja ini masih diselidiki dan ditangani Polsek Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan.
http://news.liputan6.com/read/2046470/kecelakaan-kerja-1-pekerja-tewas-1-sekarat

Tewas tertimpa beton


indosiar.com, Bandung - (Jumat : 24/01/2014) Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan
Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang. Dalam insiden ini, seorang pekerja
buruh bangunan kritis, sementara satu orang lainnya tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit
Hasan Sadikin Bandung. Kondisi korban sangat mengenaskan karena terjatuh dari lantai tiga,
dengan luka dikepala akibat terbentur trotoar dan tertimpa tiang beton yang roboh.
Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan toko mebel, di kawasan jalan Braga,
Bandung, Jawa Barat. Dalam insiden ini 2 orang pekerja menjadi korban, yaitu Uloh dan Ate.
Uloh mengalami kritis, sementara Ate tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin
Bandung.
Kejadian ini bermula saat kedua korban melakukan pengecoran bersama 10 pekerja lainnya,
di lantai tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang penyangga roboh, dan menyebabkan kedua
pekerja tersebut terjatuh. Kondisi kedua korban sangat mengenaskan, karena luka di bagian
kepala setelah membentur trotoar jalan, dan tertimpa beton.
Akibat kejadian tersebut kawasan jalan Braga sempat ditutup selama 2 jam. Pihak kepolisian
kini masih melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja tersebut, dan juga
memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik toko dan pimpinan proyek bangunan. Sementara
itu proyek pembangunan toko mebel berlantai tiga ini dihentikan sementara oleh aparat
kepolisian resor kota Besar, Polrestabes, Bandung. (Mohamad Abas/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/tewas-tertimpa-beton_114279.html