Anda di halaman 1dari 6

Tugas menjaga dan membumikan kebudayaan supaya lestari dan menjadi

kebanggaan semua generasi adalah merupakan sebuah keniscayaan walaupun


berat dan menantang di tengah-tengah gencarnya invasi kebudayaan luar yang
dirasa lebih hebat bagi generasi muda saat ini.
Festival Siak Bermadah merupakan sebuah rangkaian visualisasi tradisi seni
budaya Melayu yang telah menjadi darah dan daging bagi orang-orang Siak
dalam keseharian dan tutur laku. Madah yang bermakna sebuah perkataan,
ucapan, syair senandung yang indah yang keluar dari bangsa Melayu itu sendiri.
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang membuka festival itu menyebutkan,
sebagai daerah yang kaya akan tradisi budaya dan sejarah. Bahkan belum lama
ini Pemkab telah mengusulkan kepada menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia untuk di tetapkan Kabupaten Siak sebagai heritage city atau
kota pusaka yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang dilindungi dan
dilestarikan. Mudah-mudahan dengan ditetapkan sebagai heritage city tersebut
dapat meningkatkan rasa kebanggaan sebagai masyarakat Siak dan semakin
mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat untuk ikut menjaga peninggalan
sejarah dan budaya yang dimiliki.
Besar harapan masyarakat Siak agar pemerintah pusat dapat membantu
pengakuan UNESCO menetapkan Siak Sri Indrapura sebagai heritage city, karena
itu pusat diharapkan dapat mempromosikan potensi wisata Siak sehingga ke
depan menjadi destinasi wisata yang semakin ramai dikunjungi baik dari dalam
maupun luar negeri untuk meningkat ekonomi kerakyatan sesuai dengan
Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang bertujuan
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi; meningkatkan kesejahteraan
rakyat; menghapus kemiskinan; mengatasi pengangguran; melestarikan alam,
lingkungan, dan sumber daya; memajukan kebudayaan; mengangkat citra
bangsa; memupuk rasa cinta tanah air; memperkukuh jati diri dan kesatuan
bangsa; dan mempererat persahabatan bangsa.
Rasa lain dari imbas pelestarian dan kebudayaan menunjang kunjungan
wisatawan mancanegara ke Siak Sri Indrapura, Pemerintah Daerah telah
membuka pelabuhan internasional yang diharapkan dapat menambah jumlah
kunjungan wisatawan.
Pariwisata berbasiskan kebudayaan merupakan salah satu andalan Indonesia
dan yang paling diminati oleh wisatawan asing. Sebagaimana Indonesia memiliki
keanekaragaman dan kekayaan budaya termasuk budaya melayu yang ada di
daerah Siak ini.
Pendekatan manfaat seni budaya bagi pariwisata sebagai alternatif utama
memperkaya atraksi wisata di Kabupaten Siak merupakan pendekatan mendasar
dan dapat memberikan solusi bagi terselenggaranya program seni budaya
dengan mengetengahkan berbagai kesenian selektif yang mampu
mengembangkan nilai bisnis baik bagi pelaku seni itu sendiri maupun program
pemuliaan seni budaya, kata Syamsuar.

Kebudayaan sebagai implementasi dari karsa, karya, dan cipta manusia meliputi
berbagai aspek, seperti cagar budaya, sejarah, sastra, seni, bahasa, tenunan
Siak dan karya seni masyarakat serta makanan khas Melayu Siak harus
dilestarikan sehingga dapat menumbuh-kembangkan aspirasi yang mendorong
wisatawan untuk mengunjungi negeri kita yang tercinta ini.
Upaya dalam mengembangkan seni, budaya dan pariwisata terus digiatkan
seiring dengan derap pembangunan yang lakukan. Begitu juga dengan sajian
seni dan budaya jadi penopang dalam derap kemajuan yang dicapai pemerintah
lewat seni dan budaya. Di sinilah letak tantagannya, sebut dia.
Warisan seni dan budaya Melayu Riau, bermula dari Siak, bahkan Pemkab telah
berazam menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu di Riau. Tentunya
hal ini akan memberikan motivasi dan spirit bagi Pemkab dalam
mewujudkannya.
Festival Siak Bermadah ini merupakan wadah kreasi dan inovasi yang dilakukan
para insan-insan yang bergelut dalam seni dan budaya, melalui hasil karya yang
inovatif dan kreatif memiliki nilai plus. Dari tahun ke tahun budaya dan seni
menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Para seniman telah melahirkan ide-ide
kreativitas melalui hasil karya yang ditampilkan. Ini menandakan bahwa budaya
Melayu itu, sangat relevan dengan kondisi dan perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Wan Abdul Razak SH MH menyebutkan
festival Siak Bermadah merupakan salah satu upaya penerjemahan visi dan misi
Kabupaten Siak yakni untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai Pusat
Kebudayaan Melayu di Propinsi Riau tahun 2025. Selain itu, sebagai upaya untuk
menjaga dan melestarikan seni-budaya melayu warisan generasi masa lalu,
sehingga menjadi jati diri atau identitas masyarakat Siak yang berasakan pada
kebudayaan Melayu.
Juga wadah bagi para pelaku dan penggiat seni budaya se-Kabupaten Siak untuk
mengaplikasikan bakat, ilmu dan keterampilan dalam bidang seni-budaya
melayu Siak, dan media, untuk menyaring bakat-bakat individu terbaik penggiat
seni-budaya untuk diikutsertakan dalam kompetisi yang dilaksanakan di tingkat
provinsi dan tingkat nasional.
Ini jadi alat untuk mengukur sejauh mana perkembangan sosialisasi senibudaya Melayu Siak keseluruh wilayah dan masyarakat Kabupaten Siak yang
heterogen, kata dia, seraya menambahkan, kegiatan seni-budaya untuk
mengembangkan tingkat kunjungan wisata melalui potensi seni budaya yang
dimiliki.
Festival yang jadi helat tahunan ini, terdiri dari tiga bagian, yakni; lomba tradisi,
undangan tradisi.

Adalah para tamu undangan yang diundang dari daerah lain, baik dari kabupaten
yang terdapat di provinsi Riau, provinsi di luar Provinsi Riau dan dari luar negeri
dan jazz festival, yakni sebuah konsep baru untuk menyemarakkan Festival Siak
Bermadah.
Di katakan Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,M.Si, tugas menjaga dan membumikan
kebudayaan supaya lestari dan menjadi kebanggaan semua generasi adalah
merupakan sebuah keniscayaan walaupun berat dan menantang ditengahtengah gencarnya invasi kebudayaan luar yang dirasa lebih hebat bagi generasi
muda saat ini.
"Festival Siak Bermadah merupakan sebuah rangkaian visualisasi tradisi seni
budaya Melayu yang telah menjadi darah dan daging bagi orang-orang Siak
dalam keseharian dan tutur laku. Madah yang bermakna sebuah perkataan,
ucapan, syair senandung yang indah yang keluar dari Bangsa Melayu itu sendiri,
tambah Syamsuar.
Kabupaten Siak Sebagai Heritage City
Lanjut Bupati Siak, sebagai daerah yang kaya akan tradisi budaya dan sejarah
belum lama ini Pemerintah Kabupaten Siak telah mengusulkan kepada menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk ditetapkan Kabupaten Siak
sebagai Heritage City atau Kota yang memiliki kekayaan Budaya dan sejarah
yang dilindungi dan dilestarikan. Mudah-mudahan dengan ditetapkan sebagai
Heritage City tersebut dapat meningkatkan rasa kebanggaan kita sebagai
masyarakat Siak dan semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat
untuk ikut menjaga peninggalan sejarah dan budaya yang kita miliki. Selain itu
diharapkan agar pemerintah pusat dapat ikut mempromosikan potensi wisata
Siak sehingga kedepan menjadi Destinasi Wisata yang semakin ramai dikunjungi
baik dari dalam maupun Luar Negeri untuk meningkat ekenomi kerakyatan
sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan
kesejateraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran,
melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya, memajukan kebudayaan;
mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri
dan kesatuan bangsa, dan mempererat persahabatan bangsa, harapan Bupati
Syamsuar.
Alternative Utama Memperkaya Atraksi Wisata Di Kabupaten Siak
Bupati Siak juga memaparkan bahwa "Pariwisata berbasiskan kebudayaan
merupakan salah satu andalan Indonesia dan yang paling diminati oleh
wisatawan asing. Sebagaimana Indonesia memiliki keanekaragaman dan
kekayaan budaya termasuk budaya melayu yang ada di daerah Siak ini."
Semangat Kepariwisataan Indonesia dilandasi oleh prinsip yang tertuang dalam
pasal 5 Undang-undang kepariwisataan yakni: menjunjung tinggi Norma Agama

dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam


keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, Hubungan
antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan
lingkungan. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya, dan
kearifan local.
Pendekatan manfaat seni budaya bagi pariwisata sebagai alternative utama
memperkaya atraksi wisata di Kabupaten Siak merupakan pendekatan mendasar
dan dapat memberikan solusi bagi terselenggaranya program seni budaya
dengan mengetengahkan berbagai kesenian selektif yang mampu
mengembangkan nilai bisnis baik bagi pelaku seni itu sendiri maupun program
pemuliaan seni budaya. Kebudayaan sebagai implementasi dari karsa, karya,
dan cipta manusia meliputi berbagai aspek, seperti cagar budaya, sejarah,
sastra, seni, bahasa dapat menumbuh-kembangkan aspirasi yang mendorong
wisatawan untuk mengunjungi negeri kita yang tercinta ini.
Perlunya Konsep Tata Kota Yang Matang
Upaya dalam mengembangkan pariwisata terus kita giatkan seiring dengan
derap pembangunan yang kita lakukan. Pembangunan sarana prasarana
penunjang pariwisata seperti jalan raya yang sudah semakin baik, layak dan
memperpendek jarak bagi wisatawan luar yang akan bertandang ke Siak,
didukung pula dengan 3 buah jembatan penghubung yang membuat sungai
bukan lagi menjadi penghalang. Pendukung lainnya seperti konsep tata kota Siak
yang ramah dan hijau, penataan kawasan sungai Siak yang modern yang telah
menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat yang membuka wisata
kuliner di sana. Semoga segala upaya ini diringi dengan kebersamaan
masyarakat dengan ikut mejaga kota ini dengan tidak membuang sampah
sesuka hati, mejaga taman kota, serta tidak mencoret-coret tembok, tiang
sehingga merusak keindahan kota ini. Apa bila masyarakat sudah terbiasa
dengan konsep sadar wisata, maka hal itu akan membuat pengunjung akan
merasa lebih betah berlama-lama di negeri ini. (hms/Rishki NG.SH)