Anda di halaman 1dari 11

A.

BOROS (ISROF)
Boros adalah menyia-nyiakan sesuatu tanpa manfaat melebihi batas disetiap perbuatan,
misalnya menyia-nyiakan harta. Hal ini dilarang dalam islam, karena merupakan salah satu
penyakit hati. Boros juga didapat dalam bentuk makan dan minum yang berlebihan (makan
sebelum lapar dan minum sebelum haus), berpakaian menyolok dan menghamburkan uang untuk
sesuatu yang tidak berguna. Hal ini biasanya dilakukan hanya untuk memenuhi nafsu syahwat
dunia atau sekedar ingin mendapat pujian.
Dalam islam, kita sebagai muslim dianjurkan untuk bergaya hidup sederhana dan tidak
terlalu berlebihan dalam pencapaian kesenangan didunia. Bahkan agama islam menganjurkan
kita meninggalkan kemewahan dunia (Zuhud). Dalam hal ini dimaksudkan manusia tidak hanya
memikirkan dunia, tetapi juga memikirkan akhirat.
Dalil Tentang Isrof


31 : .

Artinya :
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid,
makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan. Al Arof 31





141 : .

Artinya :
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak
berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima
yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang
bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya
(dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Al Anam 141

Firman Allah SWT


20 : .

Artinya :
Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah
keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan
kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. .
(Q.S. Asy-Syura : 20)
Dari hadis dan firman Allah kita dapat mengetahui bahwa Allah menyukai orang-orang yang
sederhana dalam penghidupan dan tidak boros. Karunia yang Allah berikan sebaiknya digunakan
untuk membantu sesama manusia dan untuk kepentingan akhirat. Allah tidak melarang kita
untuk mencari dunia, untuk berkecukupan hidup dan itu juga merupakan kewajiban, akan tetapi
tetap harus diimbangi dengan mencari akhirat.
Firman Allah SWT

.
14 :

Artinya :
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi
Allahlah tempat kembali yang baik (surga). (Q.S. Ali Imron : 14)
1. Penyebab Israf
Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berperilaku Israf:
a.
b.
c.
2.

lingkungan keluarga.
seseorang berperilaku Israf adalah bergaul/berkawan dengan orang-orang Israf.
Israf bisa terjadi dikarenakan seseorang tidak menghiraukan akibat yang bakal terjadi.
Beberapa Hal yang Termasuk Perbuatan Berlebih-lebihan.

Perlu dibedakan antara berlebihan dengan pemurah. Bahwa orang yg berlebihan adalah
oarang yang memanfaatkan suatu perbuatan melebihi yang kita butuhkan atau menambah
sesuatu yang tidak semestinya. Menurut syaekh Nashir As Sa'di ada 3 hal yg bisa dikatagorikan
berlebihan, yaitu :

Menambah-nambah di atas kadar kemampuan, dan berlebihan dalam hal makan, karena makan

yang terlalu kenyang dapat menimbulkan hal yang negatif pada struktur tubuk manusia.
Bermewah-mewah dalam makan, minum dan lain-lain artinya dalam memakan atau meminum

sesuatu tidak boleh memperturutkan hawa nafsu, sehingga semua yang di inginkan tersedia.
Melanggar batasan-batasan yang telah di tentukan Allah Ta'ala.
Menumpuk-numpuk harta atau sesuatu hal yang tidak telalu dibutuhkan oleh kita maupun oleh

masyarakat.
Melakukan segala sesuatu yang berlebiha, contohnya terlalu banyak tidur bisa menyebabkan
berbagai penyekit terutama malas, dari penyakit malas inilah timbul berbagai dampak yang tidak

baik seperti tidak mau bekerja, kalaupun bekerja hasilnya pun tidak akan optimal
melakukan pekerjaanyang sia-sia, terkadang kita sebagai manusia suka denga hal-hal yang

bersifat hura-hura
memperturutkan hawa nafsunya, manusia dalam menghadapi hidup biasanya dihadapakan pada
dua permasalahan yaitu antara keperluan dan kebutuhan dengan keinginan.
Lawan dari israf adalah secukupnya atau sekedarnya, hidup sederhana bukan berarti kikir.
Orang sederhana tidak indentik dengan ketidak mampuan. Kesederhanaan timbul karena
pemahaman akan hakikat hidup didunia. Dalam pandangannya, dunia bukanlah tempat yang
abadi, dunia hanya sebagai tempat untuk beramalsehingga ketika ia diberi karunia berupa harta
benda maka ia akan pergunakan seperlunya sesuai dengan kebutuhannaya dan selanjutnya ia
belanjakan dijalan Allah.

3. Akibat dari Perbuatan Israf


Setelah kita mengetahui arti dari israf, dalil tentang larangan berbuat israf serta hal-hal
yang diketegorikan perbuatan israf, maka itu perlu juga mengetahui manfaat dampak yang
ditimbulakan akibat dari perbuatan israf, yaitu :

Dibenci oleh Allah Ta'ala(Q.S Al- Araf: 31).


Menjadi sahabat setan (QS. Al Isra (17): 27, Al Mujadilah (58) :19)
Tidak memiliki rasa kepedulian terhadap sesama manusia.
Menjadi orang yang akan tercela dan menyesal
Akan Allah binasakan
Menjadi orang yang tersesat (QS. 6: 141, 7:31)

Menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya.


4. Menghindari sifat israf dalam kehidupan sehari-hari
Cara menghindari sifat israf :
a.
b.

Memikirkan dan merenungkan akibat dan bahaya Israf.


Mengenjdalikan nafsu, dan mengarahkan untuk memikul beban dan klesulitan seperti shalat

malam, shadaqah, shaum sunat , dll.


c. Senantiasa memperhatikan sunnah dan perjalanan hidup Rasulullah SAW
d. Selalu memperhatikan kehidupan orang-orang salaf dari kalangan sahabat, mujahiddin dan
ulama.
e. Tidak menjalin persahabatan dengan orang-orang Israf.
B. Tabzir
Kata tabzir berasala dari kata bahasa arab yaitu bazara,yubaziru tabzir yang artinya
pemborosan sihingga menjadi sia-sia, tidak berguna atau terbuang. Secara istilah tabzir adalah
membelanjakan/mengeluarkan harta benda yang tidak ada manfaatnya dan bukan dijalan Allah.
Sifat tabzir ini timbul karena adanya dorongan nafsu dari setan dan biasanya untuk hal-hal yang
tidak disenagi oleh Allah serta ingin dipuji oleh orang lain
Jika israf menekankan pada berlebih-lebihannya maka, tabzir menekankannya pada
kesia-sian benda yang digunakan itu. Sikap tabzir dapat terjadi dalam berbagai hal, misalnya
boros dalam menggunakan uang, boros dalam menggunakan harta, boros dalam menggunakan
waktu dan lain sebagainya. Agama Islam melarang pada setiap umatnya untuk berlaku boros,
karena hal tersebut dapat merugikan pada diri sendiri dan orang lain.
1. Hal-hal yang Termasuk Tabzir
Selama manusia masih hidup berarti ia masih memerlukan makan, minum, berpakaian,
dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi agar tetap bisa bertahan hidup. Bagi sebagian orang,
untuk memenuhi kebutuhannya ia harus bekerja keras dan itupun hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan dasar, ada juga sebagian masyarakat yang tidak kebutuhan dasar saja yang terpenuhi
tetapi kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan mewah bisa terpenuhi. Bila manusia menuruti
seluruh keinginannya pastilah ia akan menjadi orang yang selalu merasa kurang dan terjebak
pada kesenangan sesaat.
Beberapa tindakan yang tergolong sebagai perbuatan tabzir, yaitu :

Membantu orang lain dalam kemaksiatan. Contoh : Memberi sumbangan kepada orang untuk
meminum-minuman keras

Mengkonsumsi makanan/minuman yg tidak ada manfaatnya dan justru membahayakan bagi

jiwa dan raga. misal : Rokok


Orang yang bersodakoh tetapi tidak ikhlas
Merayakan Hari Raya lebaran dengan berlebihan
Merayakan pesta pernikahan dengan berlebihan tidak sesuai dengan syari'at
2. Akibat dari Perbuatan Tabzir
Setiap aturan yang telah Allah buat untuk Hamba-Nya sudah pasti mengandung
hikmah/manfaat bagi hamba-Nya, begitupun larangan terhadap perbuatan tabzir (boros). Berikut
beberapa akibat yang dapat ditimbulkan dari perbuatan tabzir, yaitu :
Mendapat murka Allah
Mendapat siksa yang teramat pedih oleh Allah
Mendapat kesengsaraan dunia dan akhirat
Mendapat cacian dari orang lain
3. Menghindari sifat Tabzir dalam kehidupan sehari-hari
Cara menghindari sifat tabzir
a.
b.

Memiliki keinginan yang kuat untuk membina kepribadian istri dan anak-anaknya.
Selalu memikirkan dan merenungkan realita kehidupan manusia pada umumnya dan kaum

muslimin khususnya.
c. Memikirkan dan merenungkan akibat dan bahaya tabzir.
d. Tidak menjalin persahabatan dengan orang-orang tabzir
e. Selalu ingat karakter jalan hidup yang penuh beban dan penderitaan.
4. Dalil tentang Larangan Tabzir
Perilaku tabzir dilarang oleh Allah swt sebagaimana firman-Nya
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang
miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan
dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS. Al-Isra:26-27)
Berdasarkan ayat di atas, orang yang berlaku tabzir atau boros disamakan dengan saudara
setan. Padahal setan adalah makhluk yang ingkar kepada Tuhannya. Selanjutnya tempat kembali
orang yang ingkar adalah neraka yang penuh penderitaan dan kesengsaraan. Contoh perilaku
tabzir adalah mengadakan pesta-pesta yang tidak perlu dan tidak dicontohkan dalam Islam
Pesta-pesta semacam itu memakan banyak biaya. Banyak pula makanan dan minuman
yang tersia-siakan. Jika dana itu diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, berapa
banyak orang yang akan terbantu. Terlebih lagi perilaku semacam itu akan membawa seseorang

pada kesombongan. Ia termotivasi untuk memamerkan kekayaan dan kemewahan yang


dimilikinya.
C. GHIBAH
Perbuatan menggunjing dalam bahasa arab disebut ghibah yaitu membicarakan aib atau
cela(keburukan)seseorang atau sesuatu pihak kepada orang lain .Menurut hadis yang
diriwayatkan olehH.R.S. Muslim ,rasulullah bersabda : Bergunjing (ghibah)adalah engkau
menyebut saudaramu tentang apa apa yang ia tak menyenanginya.Menurut Al ghazali dan
lmam Nawawi,bahwa yang dimaksud oleeh hadist tersebut diatas,ialah meyebut kekurangan dan
keburukan seseorang dalam hal agamanya,akhlaknya,istri dan anaknya ,suaminya ,hartanya
,keturunannya,pakaiannya ,gaya jalannya ,pembantu rumah tangganya ,baik menyebut dengan
lisan maupun dengan isyarat(kedipan mata ,tangan,dan sebagainya).ada beberapa cara
mengumpata atau menggunjing antara lain :
1.

Bergunjing tentang bagian tubuh/badan misalnya dengan menyebut si pincang si tuli,si


pendek,si hitam ,si kuning dan sebagainya.

2.

Bergunjing tentang agamanya ,misalnya dengan mengatakan khianat ,


fasik,zalim,durhaka,tidakmembayar zakat dan sebagainya.

3.

Bergunjing tentang perkara dunia ,misalnya menyebut biadab ,kurang ajar,banyak


makan,nyinyir,dan sebagainya.

4.

Bergunjing tentang keturunan ,misalnya bapak atau ibunya hitam,tukang judi,tukang


rumput,tukang am[[ahdan sebagainya .

5.

Bergunjing tentang sifat daan perangai misalnya sombong,keras hati ,tidak punya
pendirian,tamak,dan sebagainya .

6.

Bergunjing tentang pakaian ,misalnya tidak bersih ,kurang rapi/pantas ,dan sebagainya .
Intinya adalah segala sesuatu yang apabila didengar oleh yang
digunjingkan ia merasa tidak senang.
Perbuatan menggunjing atau ghibah termasuk perbuatan dosa besar.Olehkarena itu
hindarilah perbuatan menggunjing pada semua kesempatan.apabila di suatu tempat ada orang
yang sedang menggunjing,maka kita harus berani mengatakan kepada mereka dengan cara yang
bijaksan bahwa menggunjing adalah haram,rasulullah bersabda ,Hindari prasangka karena
prasangka adalah berita yang paling dusta dan bohong,(HR Bukhari Muslim).

Kecurigaan yang berlebihan kepada orang lain akan menimbulkan


penyakit hati,seperti tajassus yaitu memojokkan orang lain dengan cara mencari cacat (aib)orang
lain agar kehormatannya tercemar. Allah mengumpamakan orang yang bergunjing itu sebagai
orang yang kanibal ,memakan daging saudaranya yang telah mati.

. Firman Allah SWT:

Artinya :hai orang orang yang beriman ,jauhilah kebanyakan dari prasangka
.Sesungguhnya ebagian dari prasangka itu adalah dosa an janganlah kamu mencari kesalahan
orang lain ,dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain .sukakah salah
seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?.Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya .Dan bertaqwalah kepada Allah .Sesunggunya Allah maha penerima
taubat lagi maha penyayang .(QS Al Hujurat:12)
Artinya :Kecelakaanlah bagi setiap penggunjing dan pencela
(QS Al-Humazah:1)
Artinya:Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat
mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata Bagi kami amal; -amal kami dan bagimu
amal amalmu,kesejahteraan atas dirimu,kami tidak ingin bergaul dengan orang yang jahil.(QS
Al Qasas:55)
Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
terhadapnya . Sesungguhnya pendengaran ,penglihatan ,hati ,dan semua itu akan diminta
pertanggungjawabannya .(QS Al Isra:36)
Artinya:

Dan apabila engkau melihat orangorang memperolok ayatayat.

Kami,menyingkirlah dari mereka ,sampai mereka pindah ke pembicaraan yang lain. Dan jika
engkau terlupa karena buaian syetan, setelah engkau sadar maka janganlah engkau duduk juga
bersama orangorang yang zalim itu.(QS Al An-am :68)
Selain ayat-ayat diatas masih ada hadis-hadis yang
melaknat

perbuatan

menggunjing

antaranya:Dari

abu

Hurairah

r.a,rasulullah

saw

bersabda ,Apakah kamu tahu apa ghibah (pengunjing) itu?.para sahabat menjawab.allah dan
rasulnya yang lebih mengetahuiNabi saw bersabdda,Ghibah adalah engkau menyebut
saudaramu tentang apa yang mereka tidak menyukainya,Rasulullah saw ditanya kembali
Bagaiamana jika yang kusebut itu benar adanya ?rasulullah menjawab ,Andaikata yang kau
ucapkan benar ada padanya ,berarti kamu telah mempergunjingkannya .jika apa yang kamu

ucapkan tidak ada

padanya ,maka sesungguhnya kamu memfitnah.(H.R Muslim,Abu

Dawud,turmudzi,dan NasaI)
Dari Anas r.a,rasulullah bersabda :
Ketika aku ddimirajkan ,aku melewati suatu kaum yang kukunya dari
tembaga,mencakari muka dan dada mereka .Seraya aku katakana.Siapakah mereka ini ya
jibril?.jibril menjawab,mereka ituadalah orang yang memakan ddaging manusia(bergunjing) dan
menjatuhkan martabat mereka
Jadi sudah jelas bahwa ghibah adalah perbuatan yang sangat tidak
berguna merugikan, berdosa dan dibenci Allah, maka wajib bagi kita untuk menghindarinya.
Beberapa kiat untuk menghindari diri kita dari perbuatan ghibah antara lain:
1. Menyelenggarakan kegiatan social agar terhindar dari permusuhan .
2. Memupuk kerjasama atas daar kebajikan dan taqwa sehingga tercipta ketahanan nasional .
3. Memelihara hubungan persaudaraan,persatuan,dan kesatuan sesama umat dan bangsa .seperti
tang terdapat pada surat Al-Hujurat:10
Artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara maka damaikanlah
antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya mendapat rahmat .
4. Persoalan yang timbul hendaknya diselesaikan dengan musyawarah,seperti yang termuat dalam
surat As syura:13.
Artinya:Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada
Nuh dan apa yang telah kami wasiatkan kepada ibrahim ,Musa,Isa yaitu :tegakkan agama dan
janganlah kamu berpecah belah tentangnya .Amat berat.
5. Memberikan maaf atas kesalahan orang lain tanpa menunggu lebih dulu ,dam mampu menahan
amarah sebagai latihan untuk meningkatkan kualitas katakwaan seperti yang termaktub dalam
surat Al imran 133-134:
Artinya :Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa(133).
(Yaitu) orang-orangyng menafkahkan (hartanya)baik di waktu lapang maupun sempit,dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan(kesalahan) orang.Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan (134) .
D. FITNAH

Fitnah adalah mengada-adakan dan menyebarkan berita-berita bohong yang sengaja


disampaikan oleh orang-orang tertentu, karena adanya suatu sebab supaya orang yang
dikehendaki memperoleh celaka (hancur nama baiknya) di masyarakat. Orang yang berbuat
fitnah atau tukang fitnah adalah orang-orang yang sering menambah-nambahi berita, dan suka
memutar balikkan kenyataan.
Fitnah merupakn sifat tercela yang harus dihindari, karena pelakunya semakin hari akan
semakin dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakat, karena menyebarkan berita bohong. Sedangkan
pembicaraan seseorang akan dibuat sebagai tolak ukur untuk menunjukkan kebaikan seseorang.
Agama islam melarang keras terhadap perbuatan fitnah, yang berarti secara

tidak

langsung menuduh seseorang berbuat tidak sewajarnya. Dakwaannya itu dituturkan kemanamana, padahal dirinya sendiri tidak mengetahui secara pasti, perbuatan demikian haram
hukumnya.
1) Dalil Tentang Fitnah
Artinya :Dan janganlah kamu setiap orang yang bersumpah lagi hina (10).Yang banyak
mencela,yang kian kemari dengan mengadu domba(membuat fitnah) .(QS Al-Qalam:10-11)
Artinya:Jika mereka berangkat bersamamu ,niscahya mereka tidak menambah kamu
selain dari kerusakan belaka,dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah
celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan diantaramu ,sedang diantara kamu ada orangorang yang suka mendengarkan perkataan mereka.Dan Allah megetahui orang-orang yang
zalim.(QS At Taubah:47)
Nabi saw bersabda :tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu
domba(menyebarkan fitnah).(H.S.R.Bukhari-Muslim).
Dalam salah satu hadis Nabi saw bersabda :Sejahat jahat hamba Allah adalah
ialah orang yang berjalan-jalan kian-kemari menyebarkan fitnah(mengadu domba),yang
memecah belah antara yang berkasih-kasihan,yang mencela orang-orang yang baik.(H.R
Ahmad).
Dikisahkan dalam suatu riwayat.Pernah seorang pria menghadap Umar bin Abdul
Aziz,,lalu membicarakan orang-orangyangbtidak disenanginya .Maka Umar bin Abdul
Azizberkata kepada pria itu,kami akan meneliti masalah itu .Jika anda berdusta ,maka amal
andda termasuk kepada orang yang disebutkan Allah dalam firmannya :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman ,jika atang kepadamu seorang fasik membawa
suatu berita,maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada
suatu kaum tanpa mengetahuikeadannya yang menyebabkan kamu meyesal atas perbuatanmu.
(QS Al-hujurat:6).
Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwaa orang yang suka membawa
pembicaraan kepadda orang baik berita itu benar atau salah, digolongkan salah .Karena itu untuk
keselamatan diri kita hendaknya masing-masing dari berusaha semaksimal mungkin untuk
menjauhi sifat mengadu domba dan menyebarluaskan fitnah, berkatalah yang baik atau
diam,ituah yang paling selamat.

Dalam pengertian sehari- hari,fitnah berarti berita bohong atau desas-desus


tentang seseorang karena ada maksud yang tidak baik.Firman Allah swt:
Artinya :Dan bunuhlah mereka dimana aja kamu jumpai,dan usirlah dari tempat diman
mereka telah mengusir kamu (mekkah)dan fitnah itu bahayanya lebih besar dar pembunuhan
dan janganlah kamu memerangi mereka di masjidil haram kecuali mereka memerangimu di
tempat itu,jika memerangi kamu (di tempat itu).maka bunuhlah mereka .demikianlah balasan
bagi orang-orang kafir.(QS Al Baqarah:191)
Hadis nabi saw :Dari Huzaifah r.a berkata ,rasulullah saw bersabda ,tidak akan masuk
surga orang yang suka menyebar fitnah (H.R bukhari-muslim).
Oleh karena itu upaya untuk mencegah perbuatan menyebarkan fitnah perlu diketahui
sumber fitnah itu sendiri.Fitnah dapat terjadi antara lain:
Penyakit hati seperti syirik,angkuh,dengki dan kikir.
Ucapan yang salah atau menyimpang dari sebenarnya.
Kebodohan ebagaimana hadis Nabi Muhammad saw:Bahwa fitnah dapat muncul dari kebodohan
merajalela,ilmu telah tercabut ,dan banyak pembunuhan serta kekacauan.(HR Bukhari-Muslim.
Oleh karena itu untuk mecegah penyebaran fitnah aatau menangkal fitnah,setiap
manusia terutama muslim harus:
1. Gemar untuk mengadakan aksi social(beramal saleh) secara terus-menerus.
2. Jangan kikir(pelit),artinya harus memiliki hati pemurah dengan merealisasikannya memberi
sedekah kepada fakir miskin,yatim piatu ,dan lain-lain.
3. Memupuk silaturahmi atau persaudaraan .

4. Ikut aktif melaksakan amar makruf nahi mungkar,yaitu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi
kemungkaran.
5. Amanah(terpercaya),artinya segala perkataan dan perbuatannya sangat dipercaya,mengandung
kebenaran,tidak bohong dan memegang teguh amanah yang dipercayakan kepadanya.