Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS TEORITIS THERMODINAMIKA PADA TEMPERATUR GAS BUANG

MOTOR DIESEL 2500 CC DAN PENGARUHNYA TERHADAP SUDU SUDU


TURBIN TURBO CHARGER
ABSTRAK
Motor diesel berkembang pesat saat ini, dan memiliki kinerja yang lebih baik,
teknologi dan mesin konstruksi telah mengalami inovasi - inovasi yang spektakuler, sistem
bahan bakar, sistem asupan udara dan sistem lainnya, yang dapat mendukung performa mesin
juga mengalami inovasi yang sangat baru-baru ini. Mesin diesel biasanya disebut mesin
pengapian kompresi (compression ignition engine), bagaimana bahan bakar pengapian
dilakukan dengan menyemprotkan bahan bakar ke udara yang telah bertekanan dan suhu
tinggi.
Saat ini mesin diesel dengan total volume kecil menghasilkan tenaga besar, tidak lain
adalah penggunaan telah luas pada turbo charger untuk menambah tekanan intake udara dan
meningkatkan tekanan efektif, peningkatan suhu udara dalam silinder sehingga tenaga mesin
meningkat sekitar 25 % dibandingkan dengan mesin tanpa turbo charger. Turbo Charger
digerakkan oleh gas buang dari pembakaran, dimana turbo charger memiliki dua komponen
utama dari roda turbin, yang terbuat dari metal cor resistan panas dan roda kompresor terbuat
dari paduan aluminium di rol dan kemudian dilakukan.
Roda turbin dominan mendapat panas langsung dari gas pembakaran yang tersisa, dan
suhu gas buang mesin turbo-diesel menggunakan kisaran antara 600 - 7000C. Ada juga mesin
diesel yang dilengkapi dengan pendingin udara sebelum udara masuk keselinder dengan
tujuan menghindari penurunan berat volume udara segar yang mempengaruhi jumlah udara
yang dimasukan / asap. Kegagalan dapat terjadi pada roda turbin yang mungkin disebabkan
oleh suhu gas dan kualitas gas buang tidak normal, dengan analisis teoritis termodinamika
dapat dihitung berdasarkan asumsi bahwa tekanan tidak normal.

Biodiesel yang dihasilkan dari campuran sabun murni dengan solar belum pernah
diteliti nilai viskositas, angka cetane, kandungan asam lemak, dan bentuk endapannya.
Dimana nilai tersebut sangat mempengaruhi unjuk kerja mesin diesel (peforma). Untuk itu
perlu dilakukan penelitian mengenai peforma antara penggunaan minyak solar, campuran
minyak solar dengan biodiesel, serta penggunaan biodiesel secara penuh.
Performa mesin diesel yang ingin diketahui adalah torsi mesin yang dihasilkan mesin
diesel dengan berbagai pembebanan yang diberikan. Serta gas buang yang dihasilkan oleh
mesin diesel dengan menggunakan bahan bakar yang berbeda.
Sebagai studi awal maka pengujian yang dilakukan pada mesin diesel sistim injeksi
adalah pada saat mesin dalam kondisi stasioner atau netral. Serta bahan bakar biodiesel yang
dipakai adalah biodiesel dari campuran minyak solar dan sabun murni.
Pada prakteknya tenaga motor diesel yang dihasilkan kadang kurang maksimal hal
tersebut biasanya dipengaruhi oleh :
1. Piston dan ring piston aus, silinder piston aus, katup dan dudukan mulai bocor, dan lain - lain
yang menyebabkan tekanan kompresi yang dihasilkan dibawah spesifikasi dari motor diesel.
2. Penyuplaian bahan bakar yang kurang baik diakibatkan nozel pada injektor tidak sesuai
dengan penggunaan dan tipe mesin diesel sehingga pengabutan tidak sesuai jenis dan standar
nozel, pegas injektor putus, dan lain lain.
3. Katup deliveri mulai bocor dan plunger sudah mulai aus yang mengakibatkan pompa injeksi
tidak bekerja optimal.