Anda di halaman 1dari 19

SEKSIO SESAREA / CESAREAN SECTION

DEFENISI : MELAHIRAN JANIN MELALUI SAYATAN


DINDING ABDOMEN (LAPAROTOMI) DAN SAYATAN
DINDING UTERUS (HISTEROTOMI)

CATATAN :MELAHIRAN JANIN MELALUI SAYATAN


DINDING ABDOMEN PADA KASUS RUPTURA
UTERI (JANIN SUDAH DIKAVUM ABDOMEN) ATAU
PADA KEHAMILAN ABDOMINAL, TIDAK TERMASUK
SEKSIOSESAREA

FREKUENSI SEKSIO SESAREA SEMAKIN MENINGKAT


DI USA THN 1965 FREKUENSI 4,5%
DI USA THN 1990 FREKUENSI 22,7%
DI MEDAN FREKUENSI SEKSIOSESAREA JUGA
MENINGKAT
WHO : MEMBATASI FREKUENSI SEKSIOSESAREA 15%
(MAKSIMUM

PENINGKATAN FREKUENSI DISEBABKAN


1. PARITAS IBU MENURUN (KEBANYAKAN KASUS
PERSALINAN NULLIPARA)
2. UMUR IBU HAMIL LEBIH TUA (>30 THN)
3. MONITOR DENYUT JANTUNG JANIN DENGAN ALAT
ELEKTRONIK YG KONTINU DAN RUTIN DIPAKAI
4. UMUMNUA PRESENTASI BOKONG DILAHIRKAN
DENGAN SEKSIOSESAREA
5. EV/EF TENGAH PANGGUL (MID PELVIC) JARANG
DILAKUKAN
6. UPAYA MENURUNKAN ANGKA MORBIDITAS DAN
MORTALITAS PERINATAL

7. UPAYA MENURUNKAN TUNTUTAN HUKUM


(MALAPRAKTEK )
8. FAKTOR SOSIAL EKONOMI
* SEMAKIN MAKMUR FREKUNSI
SEKSIOSESAREA SEMAKIN TINGGI
* FREKUENSI SEKSIOSESAREA LEBIH TINGGI DI
RS SWASTA DIBANDINGKAN RS PENDIDIKAN

9. INDIKASI SEMAKIN LUAS, OLEH SEBAB


TEKNIK SEKSIOSESAREA SEMAKIN MAJU
TEKNIK ANESTESIA SEMAKIN AMAN
KUALITAS PENANGANAN ASEPSIS SEMAKIN
BAIK
FASILITAS DAN SARANA BERTAMBAH BAIK
TERMASUK BANK DARAH
TENAGA AHLI BERTAMBAH BANYAK (SpOG,
SpA, SpAN)

INDIKASI SEKSIOSESAREA
ADA EMPAT BESAR INDIKASI SEKSIOSESAREA
1. SEKSIOSESAREA ULANG ELEKTIF
2.

DISTOSIA

3.

PRESENTASI BOKONG

4.

GAWAT JANIN (FETAL DISTRESS)

INDIKASI
1. PARTUS PERCOBAAN GAGAL PADA PANGGUL SEMPIT RINGAN
2. PANGGUL SEMPIT BERAT (CV < 8cm ATAU DISTANSIA
INTERSPINARUM < 6cm)
3. BEKAS SEKSIOSESAREA (PREVIOUS CS)
4. BEKAS MIOMEKTOMI YG LUAS
5. TUMOR MENGHALANGI JALAN LAHIR (MIOMA SERVIK, KISTA
OVARIUM YG BERADA DI KAVUM DOUGLASI)
6. PREEKLAMSI BERAT
7. EKLAMSIA BEBAS KEJANG 24 JAM

8. PLASENTA PREVIA TOTAL / PARSIALIS


9. SOLUSIO PLASENTA
10. PRESENTASI BAHU PADA HAMIL ATERM TERUTAMA
NULLIPARA
11. DM PADA UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU
12. PRESENTASI BOKONG TERUTAMA PADA PRIMIGRAVIDA TUA (
30 THN ATAU LEBIH)
13. RUTURA UTERI MENGANCAM
14. GAWAT JANIN
15. TALI PUSAT MENUMBUNG JANIN HIDUP
16. ANAK BERHARGA
17. BEKAS FISTULA VAGINAL YG SUDAH BERHASIL DIREPARASI

INSISI ABDOMEN
1. INSISI VERTIKAL INFRAUMBILIKUS
* INSISI (SAYATAN ) KULIT SUBKUTIS HINGGA FASIA
KELIHATAN 3 cm DIATAS SYMPHISIS PUBIS SAMPAI
2 cm DIBAWAH UMBILIKUS (PAKAI PISAU)
* LAPISAN FASIA ANTERIOR DISAYAT PAKAI PISAU +
1cm DAN DILANJUTKAN DENGAN GUNTING
* MUSKULUS RECTUS ABDONIMIS DAN
PYRAMIDALIS DIPISAHKAN DI GARIS TENGAH
HINGGA FASIA TRANSVERSALIS DAN PERITONEUM
KELIHATAN
* LAPISAN FASIA TRANVERSALIS DAN LEMAK
PREPERITONEAL DIBUKA DENGAN GUNTING
HINGGA KELIHATAN USUS, OMENTUM DAN UTERUS

2. INSISI PFANNENSTIEL MODIFIKASI


* INSISI KULIT, SUBKUTIS HINGGA KELIHATAN FASIA
(PAKAI PISAU). MENURUT GARIS ATAS RAMBUT
PUBIS (TRANSVERSAL)
* LAPISAN FASIA ANTERIOR DISAYAT PAKAI PISAU +
1cm. DILANJUTKAN LE LATERAL KANAN DAN
KIRI HINGGA TEPI LUAR MUSKULUS
RECTUS ABDOMINIS
* LAPISAN FASIA YG TERSAYAT DIANGKAT KEATAS
DENGAN KLEM, HINGGA FASIA TERPISAH DARI
MUSKULUS RECTUS ABDOMINIS DIPISAHKAN
(SECARA TUMPUL)

* PEMBULUH DARAH YG BERADA DIANTARA FASIA


DAN MUSKULUS DIKLEM, DIGUNTING DAN
DIIKAT(LIGASI)
* MUSKULUS RECTUS ABDONIMIS DI BAGIAN
TENGAH DIPISAHKAN SECARA TUMPUL
* PERITONEUM DIBUKA 1cm PAKAI GUNTING DAN
DILANJUTKAN GUNTINGAN VERTIKAL, HINGGA
KELUHATANUSUS, OMENTUM DAN UTERUS

KEUNGGULAN JENIS INSISI ABDOMEN

ASPEK KEUNGGULAN
LAMA KERJA
LAPANGAN OPERASI
PERDARAHAN
INSISI
-WOUND DEHICENCE
-HERMIA CICATRICIALIS
KOSMETIK
LEBIH DISUKAI UNTUK
UNTUK SEKSIOSESAREA
ULANGAN (PARUT)

INSISI VERTIKAL
INFRAUMBILIKUS

PFANNENSTIEL
MODIFIKASI

LEBIH CEPAT
DAPAT DIPERLUAS
LEBIH SEDIKIT

LEBIH LAMBAT
TERBATAS
LEBIH BANYAK

JARANG TERJADI
JARANG TERJADI
LEBIH BAIK
PASIEN GEMUK
LEBIH MUDAH

LEBIH SERING TERJADI


LEBIH SERING TERJADI
KURANG BAIK
PASIEN KURUS
LEBIH SULIT

INSISI BAWAH RAHIN (UTERUS LOW SEGMENT


TRANSOERITONEAL)
PERITONEUM TEPI ATAS VESIKA URINARIA
DIBUKA DAN DIBEBASKAN SECARA TUMPUL
SBR DISAYAT TRANSVERSAL
JANIN DILAHIRKAN
URI DILAHIRKAN
INSISI UTERUS KORPORAL (COPOREAL CONSERVATIVE
CS OR CLASIK CS)
KORPUS UTERI DISAYAT VERTIKAL DIMULAI DARI
TEPI ATAS VESIKA URINARIA MENUJU FUNDUS

KEUNTUNGAN KERUGIAN DARI JENIS INSISI


UTERUS
ASPEK KEUNGGULAN

INSISI SBR

INSISI KORPORAL

PERDARAHAN

LEBIH SEDIKIT

LEBIH BANYAK

LAMA KERJA

LEBIH CEPAT

LEBIH LAMA

INSIDEN RUPTURA
UTERI PADA
KEHAMILAN
BERIKUTNYA

LEBIH JARANG

LEBIH SERING

ALASAN MEMILIH INSISI KLASIK


1. DI SBR ADA PERLENGKETAN ATAU VARISES
2. DI SBR ADA NODUL MIOMA UTERI
3. JANIN LETAK LINTANG DENGAN TANGAN
MENUMBUNG
4. PLASENTA PREVIA YG LOKASINYA DI SBR
ANTERIOR (IMPLANTASI ANTERIOR)
5. PRESENTASI BOKONG DAN JANIN KECIL

POST MORTEM CESAREAN SECTION


- SEKSIO SESAREADILAKUKAN TERHADAP IBU
HAMIL YANG BARU SAJA MENINGGAL JANIN
MASIH HIDUP
- SEKSI HISTEREKTOMI / CESAREAN
HYSTERECTOMY
SETELAH JANIN, URI, DAN SELAPUT KETUBAN
DILAHIRKAN ATAS INDIKASI DILANJUTKAN DENGAN
HISTEREKTOMI TOTAL / SUBTOTAL

OPERASI PORRO
- UTERUS YG MASIH BERISI JANIN (UTERUS TDK
DISAYAT) DIEKSTERPASI (HISTEREKTOMI SUB
TOTAL)
INDIKASI SEKSIO HISTEREKTOMI ATAU
OPERASI PORRO
* JANIN DENGAN INFEKSI INTRAUTERIN
* ATONIA UTERI YG TDK RESPON TERHADAP TERAPI
OKSITOSIN, POSTAGLANDIN, ATAU
MASSASE
* KARSINOMA SERVIK STADIUM 0 ATAU DIPLASIA
* PLASENTA ACCRETA ATAU INCRETA

BERAT