Anda di halaman 1dari 8

METODE PELAKSANAAN

LATAR BELAKANG
Pengertian umum suatu pekerjaan adalah suatu organisasi yang dibentuk
dengan tujuan tertentu dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak
yang

berwenang

agar

bisa

menyelesaikan

suatu

pekerjaan

dengan

menghasilkan sesuatu yang bisa menguntungkan pihak pemberi pekerjaan.


Adapun pekerjaan yang akan dilaksanakan yaitu :
Kegiatan

: Peningkatan Jalan Gunung Dur Kelurahan Guntung

Lokasi

: Kota Bontang

Pada umumnya untuk merealisasikan suatu proyek terdapat beberapa tahapan


yang akan dicapai mulai pada saat perencanaan sampai pada saat selesainya
pelaksanaan pengoperasiannya secara menyeluruh, tahapan-tahapan yang
dimaksud adalah sebagai berikut:

PEKERJAAN UMUM
A. Mobilisasi
Setelah menerima SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), kontraktor sudah
menyiapkan segala sesuatunya untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan
antara lain:
Mobilisasi personil dan peralatan
Kegiatan mobilisasi yang diperlukan akan tergantung pada jenis dan
volume

pekerjaan

yang

harus

dilaksanakan,

sebagaimana

diisyaratkan, dan secara umum harus memenuhi hal-hal berikut:

Pemasangan

papan

nama

kegiatan

dimana

berisi

informasi

tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan .


Mobilisasi semua Personil sesuai dengan struktur organisasi
pelaksana yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan termasuk
para pekerja yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan dalam Kontrak, menyiapkan Koordinator Manajemen dan
Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) sesuai dengan ketentuan yang

diisyaratkan Personil Ahli K3 atau Petugas K3.


Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar
peralatan yang disyaratkan, dari suatu lokasi asal ke tempat

pekerjaan.
Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan lapangan yang disepakati dalam Rapat

Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction Meeting).


Membuat foto 0%
Pembersihan Lokasi
Pertama-tama melaksanakan setting out/patok batas daerah yang akan
dibersihkan. Pembersihan lokasi dilaksanakan dengan menggunakan
tenaga manusia untuk membersihkan semak belukar termasuk pohonpohon dan akarnya.

B. Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas ( Pengaturan Lalu


Lintas )
Hal yang perlu diperhatikan yaitu menyediakan perlengkapan jalan
sementara

untuk

mengendalikan

dan

melindungi

para

pekerja

pengguna jalan yang melalui daerah konstruksi, termasuk lokasi sumber


bahan

dan

rute

pengangkutan,

sesuai

dengan

rencana

detail

manajemen dan keselamatan lalu lintas yang telah disusun atau atas
perintah Direksi Pekerjaan.

Untuk

menjamin

keselamatan

lalu

lintas

maka

pertama-tama

dilaksanakan pembuatan rambu rambu lalu lintas seperti rambu stop


jalan, rambu batas kecepatan, rambu hati-hati, dan bendera berwarna
merah/hijau/kuning sebagai rambu tambahan. Selanjutnya di tugaskan
seorang

petugas

rambu

untuk

mengatur

lalu

lintas

sepanjang

pelaksanaan proyek.
PEKERJAAN DRAINASE
a. Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Sebelum melaksanakan pekerjaan galian type ini terlebih dahulu
Penyedia Jasa memberitahu Direksi Pekerjaan bahwa pekerjaan
galian segera dimulai. Pekerjaan Galian ini dilaksanakan dengan
menggunakan alat Excavator dibatu tenaga manusia dan alat bantu
sesuai

kebutuhan,

penggalian

harus

dilaksanakan

menurut

kelandaian garis elevasi yang ditentukan dalam gambar atau


menurut petunjuk direksi pekerjaan.

Galian Tanah dengan Excavator

b. Pembuatan Saluran Pengelak ( Diversion Channel)


Saluran pengelak dikerjakan dengan menggali saluran

dan

mengalihkan

saat

air

ke

tempat

lain

untuk

sementara

pada

pelaksanaan pekerjaan, agar tidak mengganggu proses pengerjaan


Drainase dan Saluran air.

c. Pengeringan Tempat Pekerjaan ( Dewatering/Unwatering )

Pengeringan tempat pekerjaan terlebih dahulu dilaksanakan sebelum


pelaksanaan pekerjaan pasangan batu atau pekerjaan konstruksi
untuk drainase, agar pasangan batu tidak tergerus oleh air.
d. Pembuatan Konstruksi Pengaman
Pembuatan Konstruksi pengaman dilakukan dengan pembuatan pagar
keliling lokasi proyek, untuk membatasi akses keluar masuk proyek
dari luar, sehingga lokasi tetap dapat steril dari gangguan luar .
PASANGAN BATU DENGAN MORTAR
Pekerjaan ini dilakukan secara mekanik. Semen, pasir dan air
dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan Concrete
Mixer. Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum
dipasang.

Pernyelesaian

dan

perapihan

dilaksakan

setelah

pemasangan batu selesai.


Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, galian, penyiapan
pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan
struktur

sesuai

dengan

spesifikasi

ini

dan

memenuhi

garis,

ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam


Gambar

atau

sebagaimana

yang

diperintahkan

oleh

Direksi

Pekerjaan.

Pasangan Batu Dengan Mortar


PEKERJAAN LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS B
Pekerjaan lapis pondasi Agregat Kelas B biasa dilakukan secara mekanis
yaitu dengan Whell Loader mencampur dan memuat agregat kelas B

kedalam Dump Truck di base camp kemudian dump truck mengangkut


agregat kelokasi pekerjaan. Setelah tiba di lokasi pekerjaan Agregat Kelas
B didumping dari dump truck kemudian dilakukan penghamparan,
penghamparan dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dan
disiram air dengan menggunakan Water Tank. Pemadatan dilakukan
dengan menggunakan alat Tandem Roller, dan selama pemadatan tepi
hamparan di rapihkan dengan dibantu tenaga manusia.

Proses Pemadatan Agregat Kelas B

PEKERJAAN STRUKTUR
a. Pekerjaan Bekisting
Sebelum pelaksanaan pekerjaan Beton terlebih dahulu di
lakukan pembuatan bekisting dimana bahan yang digunakan terbuat
dari triplek / papan dan rangka yang kokoh terbuat dari kayu keras,
dengan model kotak empat persegi panjang, Bekisting harus rapat
dan kedap air, terutama pada sambungan - sambungan. Pada saat
pengecoran beton, tidak boleh ada cairan atau adukan beton yang
mengalir keluar karena bocor. Bekisting yang sudah dipasang, harus
diperiksa oleh Direksi/ Pengawas terlebih dahulu sebelum pengecoran.
b. Pekerjaan Baja Tulangan BJ 32 Polos
Baja Tulangan BJ 32 Polos dipotong dan dibengkokkan sesuai
dengan yang diperlukan dengan menggunakan gunting potong baja
dan kunci pembengkok tulangan. Baja tulangan di pasang atau

disusun sesuai dengan gambar pelaksanaan dan persilangannya


diikat kawat atau sesuai dengan petunjuk direksi teknis
c. Anyaman Kawat Yang Dilas ( Welded Wire Mesh )
Besi Tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan yang
diperlukan dengan menggunakan gunting potong baja atai mesin
pemotong dan kunci pembengkok tulangan. Batang tulangan di pasang
atau disusun sesuai dengan gambar pelaksanaan dan persilangannya
kawat dilas dengan menggunakan mesin las listrik atau sesuai dengan
petunjuk direksi teknis.
d. Pekerjaan Beton Dengan Mutu fc = 20 Mpa ( K-250 )
Prosedur pekerjaan :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request

dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.


Menyerhakan hasil pengujian material (mix design) Beton K250

yang

akan

digunakan

dan

harus

sesuai

dengan

Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.


Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
Tahapan Pekerjaan :
Bahan material yang akan digunakan Agregat Kasar, Agregat

Halus dan Semen.


Beton tersebut di pesan langsung ke Produsen Beton

readymix (Batching Plant).


Komposisi campuran sesuai dengan spesifikasi teknik
Setelah bekisting dan tulangan ssudah dipasang, maka
pengecoran dilaksanakan dan pemadatannya menggunakan
alat concrete vibrator agar beton padat dan karakteristik
(kuat tekan) beton tercapai.

Dalam proses pengecoran harus dibuatkan benda uji kubus


beton untuk dilakukan pengetesan dilaboratorium.

Proses Pengecoran
e. Joint Filler Untuk Sambungan Konstruksi
Pelaksanaan Joint Filler material dipasang dengan seksama dengan
menggunakan alat pertukangan. Pemasangan Joint Filler dipasang pada
setiap sambungan perkerasan beton yang ditujukan untuk melidungi
struktur baja tulangan dari kemungkinan serangan karat dikemudian hari
dan mengurangi resiko kerusakan akibat repetisi oleh kendaraan.

PEKERJAAN DEMOBILISASI
Kegiatan terakhir dilaksanakan yaitu demobilisasi dimana pekerjaan
ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan
yang telah dipergunakan dan mengembalikan kondisi lapangan yang
telah

digunakan

sebagai

tempat

penyimpanan

alat,

dan

lain

sebagainya kembali ke kondisi awal.


Demikian Metode Pelaksanaan ini kami susun

sebagai gambaran

umum dalam pelaksanaan di lapangan.

Bontang, 5 September 2014


CV. SELI

SURYA LILINGAN
Direktur

SPESIFIKASI TEKNIS

Kami menyetujui dan sepakat mengikuti spesifikasi teknis yang tertuang


dalam dokumen pengadaan

Bontang, 5 September 2014


CV. SELI

SURYA LILINGAN
Direktur