Anda di halaman 1dari 4

Laporan Pendahuluan

ORDEHOLUM
Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata. Hordeolum
biasanya merupakan infeksi
staphylococcus pada kelenjar sabasea kelopak mata

ETIOLOGI
Disebabkan oleh kuman Stafilokokus
(Staphylococcus aureus adalah penyebab pada
9095% ) Biasanya dapat dicetuskan oleh
stress, nutrisi yang buruk,penggunaan pisau
cukur yang sama untuk mencukur rambut
disekitar mata dan kumis atau t,pemakaian
kosmetik bersama-sama, pemakaian handuk dan
washcloth bersama-sama.

TANDA GEJALA
Pembengkakan
Rasa nyeri pada kelopak mata
Perasaan tidak nyaman dan sensasi
terbakar pada kelopak mata
Riwayat penyakit yang sama
Eritema
Edema
Nyeri bila ditekan di dekat pangkal
bulu mata
Seperti gambaran abses kecil

KOMPLIKASI
Selulitas palpebra ( peradangan jaringan ikat
jarang palpebra di depan septum orbitan dan
abses palpebra)

PENATALAKSANAAN
Kompres hangat 10-15
menit,selama 4 kali hari
Obat topikal
(Entamycin, Neomycin, Polimyxin B,
Chloramphenicol, Dibekacin, Fucidic
acid, dan lain-lain. Obat topikal
digunakan selama 7-10 hari, sesuai
anjuran dokter, terutama pada fase
peradangan.)
Antibiotik
(Ampisilin, Amoksisilin, Eritromis
in, Doxycyclin. Antibiotik oraldigu
nakan jika hordeolum tidak
menunjukkanperbaikan dengan
antibiotika topikal. Obat ini diberikan
selama 7-10 hari)
Obat-obat simptomatis dapat diberikan
untuk meredakan nyeri misalnya
aetaminofen,asam mefenamagt,ibuprofen

PATHWAY ORDEHOLUM
Staphylococcus aureus

Infeksi pada kelenjar mata


Kelenjar Meibomian

Imflamasi

Gangguan rasa nyaman

Nyeri

Pembentukan nanah dalam lumen kelenjar

Kelenjar Zeis

Pembengkakan kelopak mata


Gangguan citra tubuh

Risiko Injury
Abses kearah kelopak mata dan konjugtiva

Kelopak mata sukar diangkat atau dibuka

Penglihatan menurun
Hordeolum internum
Gangguan persepsi sensor

Abses kearah kulit palpebra

Hordeolum eksternum

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ORDEHOLUM


PENGKAJIAN
1)
2)
3)
4)

Identitas
Riwayat kesehatan
Pemeriksaan fisik,
Pola fungsi kesehatan

Nyeri Akut
Kontrol Nyeri
Batas Nyeri
Batas Kenyamanan
Kriteria Hasil :
1. Mampu mengontrol
Nyeri
(pengertian,penyebab)
2. ampu menggunakan
teknik non-farmakologi
dan farmakologi
3. Melaporkan bahwa nyeri
berkurang dengan
menggunakan
manajemen nyeri
4. Mampu mengenal rasa
nyeri (frekuensi dan
tanda nyeri)

DIAGNOSA
1. Nyeri Akut b.d agen injury fisik ; inflamasi dan edema pada kelopak mata
2. Risiko Infeksi b.d kerusakan fungsi sensosri penglihatan
3. Gangguan rasa nyaman b.d inflamasi dan pembengkakan pada kelopak mata
4. Gangguan persepsi sensori penglihatan b.d penuruan penglihatan

Risiko infeksi
Status immun
Pengetahuan : kontrol
infeksi
Kontrol risiko
Kriteria Hasil :
1. Bebas dari tanda
gejala infeksi
2. Mendeskripsikan
proses penularan
penyakti,faktor yang
mempengaruhi serta
penatalaksanaan
3. Menunjukkan prilaku
hidup sehat

Gangguan rasa nyaman


Cemas
Tingkat ketakutan
Kenyamanan
Kriteria Hasil :
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Respon terhadap
pengobatan
3. Kualitas istirahat
meningkat
4. Menyatakan rasa
nyaman

Gangguan persepsi sensosri


penglihatan
Kriteria Hasil :
1. Menggenal gangguan
sensori dan
berkompensasi terhadap
perubahan
2. Edema pada mata hilang
3. Iritasi pada mata hilang
atau berkurang
4. Mengidentifikasi
potensial bahaya dalam
lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
1. Ilyas,Sidharta. Ilmu Penyakit Mata. Cetakan III. Balai Penerbitan FKUI. Jakarta.2010.
2. Ilyas,Sidharta; Mailangkay; Taim,Hilman ;Saman,Raman; Simarmata,Monang;Widodo,Purbo. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum
dan MahasiswaKedokteran. Edisi II. Sagung Seto. Jakarta. 2010.
3. Vaughan, Daniel; Asbury, Taylor; Riordan-Eva, Paul. Oftalmologi Umum. Edisi 14.KDT. Jakarta. 2000
4. NANDA Internasional Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. 2009-2010. Penerbit Buku Kedokteran: EGC.