Anda di halaman 1dari 7

BAB I

LATAR BELAKANG
A. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) adalah salah satu terapi modalitas dalam terapi
keperawatan jiwa. Terapi ini berbentuk terapi kelompok dimana pasien belajar
mengkomunikasi perasaan positif. Proses awal adalah bagaimana mensosialisasikan diri
dengan lingkungan sekitar. Apabila telah terjalin sosialisasi maka harapan kedepan adalah
bentuk perbaikan kondisi dalam menghadapi realita.
Terapi aktivitas kelompok adalah satu upaya untuk memfasilitasi psikoterapis terhadap
sejumlah pasien pada waktu yang sama untuk memantau dan meningkatkan hubungan antar
anggota.
Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi aktivitasnya berupa stimulus dan
persepsi. Stimulus dari pengalaman masa lalu yang menghasilkan proses persepsi pasien
yang maladapatif atau distruktif, misalnya kemarahan, kebencian, putus hubungan,
pandangan negatif terhadap orang lain, dan halusinasi. Didukung data dari Ruang Jati jumlah
pasien halusinasi cukup banyak.
Metode yang digunakan pada terapi aktifitas kelompok (TAK) biasanya adalah metode
diskusi dan tanya jawab serta melengkapi jadwal harian. Kegiatan TAK Halusinasi
menggunakan sistem Sesi yang dibagi menjadi lima sesi, setiap sesi memiliki tujuan khusus
yang berbeda.
Pasien yang ada di Ruang Jati berjumlah 28 orang, 14 orang mempunyai riwayat
penyakit dengan diagnosa keperawatan halusinasi. Hal ini berarti menandakan bahwa di
ruang Jati cukup banyak pasien yang mengalami halusinasi.
Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
pasien dengan halusinasi dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya,
tentu saja pasien yang mengikuti terapi ini adalah pasien yang sudah mampu mengontrol
dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK pasien dapat bekerjasama dan tidak
mengganggu anggota kelompok yang lain.

B. Tujuan
1.

Tujuan umum
Pasien mempunyai kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah yang

diakibatkan oleh paparan stimulasi kepadanya.


2. Tujuan khusus
a) Pasien dapat mengenal halusinasinya
b) Pasien dapat mengenal waktu terjadinya halusinasi
c) Pasien dapat mengenal situasi terjadinya halusinasi
d) Pasien dapat mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi
e) Pasien mampu melaksanakan cara mengatasi halusinasi yaitu dengan menghardik
halusinasi

BAB II
RENCANA KEGIATAN
A. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan terapi aktivitas kelompok sesi pertama ini direncakan dilaksanakan
pada :
Hari, Tanggal
Waktu
Tempat

:
:
:

Sabtu, 27 April 2015


10.00 WITA
Ruang Transit II RSJD Sambang Lihum

B. Peserta TAK
Pasien yang mengikuti kegiatan berjumlah 6 orang. Adapun nama pasien yang akan
mengikuti TAK yaitu :

No

Nama Peserta TAK

Masalah Keperawatan

.
1
2
3
4
5
6
1
2

Tn. A
Tn. F
Tn. A
Tn. K
Tn. X
Tn. K
Nama cadangan
Tn. M
Tn. R

Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi
Halusinasi

C. Kriteria Anggota
1. Kriteria Pasien
a) Pasien dengan riwayat skizofrenia dengan disertai gangguan persepsi sensori
halusinasi.
b) Pasien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk
dalam keadaan tenang.
c) Pasien dapat diajak kerjasama (cooperative).
d) Pasien tidak cacat fisik atau tidak ada kekurangan anggota tubuh
e) Komunikasi verbalnya baik
f) Tidak dalam pengaruh terapi
2. Proses seleksi
a) Seleksi dilakukan dalam 2 hari pengawasan di ruangan perawatan, kemudian ditetapkan
6 orang peserta TAK
D. Antisipasi Masalah
1. Tata Tertib :
a) Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK
b) Peserta berpakaian rapi, bersih, dan sudah mandi.
c) Peserta tidak diperkenankan makan, minum dan merokok selama kegiatan TAK.
d) Peserta tidak diperkenankan meninggalkan ruangan setelah tata tertib dibacakan.
e) Peserta hadir 5 menit sebelum kegiatan dimulai.
f) Peserta yang ingin mengajukan pertanyaan, mengangkat tangan terlebih dulu dan
berbicara setelah dipersilahkan.
g) Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan.
h) Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai.

i) Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun Tak belum selesai, maka
pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK
kepada anggota.
2. Program Antisipasi
Ada beberapa langkah yang dapat diambil dalam mengantisipasi kemungkinan yang
akan terjadi pada pelaksanaan TAK. Langkah-langkah yang diambil dalam program antisipasi
masalah adalah:
a. Penanganan pasien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
-

Memanggil pasien

Memberi kesempatan kepada pasien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau
pasien yang lain.

Memberikan motivasi

Bila pasien meninggalkan permainan tanpa pamit:

Panggil nama pasien

Tanya alasan pasien meninggalkan permainan

Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada pasien
bahwa pasien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu pasien boleh kembali lagi.

b. Bila ada pasien lain ingin ikut


-

Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada pasien yang dipilih.

Katakan pada pasien bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti oleh
pasien tersebut.

Jika pasien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran
pada permainan tersebut

c. Bila ada peserta yang direncanakan tidak bisa hadir, maka diganti oleh cadangan yang
telah disiapkan dengan cara ditawarkan terlebih dahulu kepada peserta.
d. Bila ada peserta yang tidak menaati tata tertib, diperingatkan dan jika tidak bisa
diperingatkan, dikeluarkan dari kegiatan setelah dilakukan penawaran.
e. Bila ada peserta TAK yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan tujuan, leader
memperingatkan dan mengarahkan kembali bila tidak bisa, dikeluarkan dari kelompok.
f. Bila ada peserta yang tidak menaati tata tertib, diperingatkan dan jika tidak bisa
diperingatkan, dikeluarkan dari kegiatan setelah dilakukan penawaran.
E. Susunan pelaksana dan uraian tugas

1. Tim Terapis Sesi III


Leader

: Risa Fariyana

Observer

: Resvia Arwinda

Fasilitator

: Devi Indah Permata dan Annisa Febriana

2. Tim Terapis Sesi IV


Leader

: Resvia Arwinda

Observer

: Risa Fariyana

Fasilitator

: Devi Indah Permata dan Annisa Febriana

Uraian Tugas Pelaksana


1. Leader
Tugas :
a. Menentukan topik, jadwal, dan mengelola Terapi Aktifitas Kelompok sampai akhir.
b. Katalisator, yaitu mempermudah komunikasi dan interaksi dengan jalan menciptakan
situasi dan suasana yang memungkinkan pasien termotivasi untuk mengekspresikan
perasaannya.

2.
Fasilitator
Tugas :
a. Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
b. Mengarahkan proses kegiatan kearah pencapaian tujuan dengan cara memberi
motivasi kepada anggota untuk terlibat dalam kegiatan terapi aktivitas kelompok.
3. Observer
Tugas :
a. Mencatat serta mengamati respon pasien ( dicatat pada format tersedia )
b. Mengawasi jalannya aktifitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga
penutupan.
c. Menilai tentang pelaksanaan terapi aktivitas kelompok dari masing-masing pasien
(skor 1-5), 5 = baik, 1 = sangat kurang
5. Pasien
Tugas :
Pasien harus mengikuti semua kegiatan pada terapi aktivitas kelompok ini dari awal
sampai akhir, mengikuti semua peraturan permainan, menyebutkan dan mengingat apa yang
ditanyakan oleh terapi.

F. Setting Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan di Ruang Jati RSJD Sambang Lihum, dimana peserta
akan duduk membentuk lingkaran, setelah dua pasien akan ada satu perawat. Observer berada
di depan barisan pasien untuk mengawasi jalannya kegiatan.

G.

Alat

1. Name tag untuk masing peserta


2. Hp dan speaker
3. ATK observer
4. Kertas kocokan dan karton
H. Metode
1. Dinamika Kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
I.

Proses Pelaksanaan
Lampiran

DAFTAR PUSTAKA
1. Keliat, Budi Anna & Akemat. Keperawatan Jiwa, Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC, 2004.
2. Lestari DL & Abdurrahman Wahid. Buku Panduan Praktikum Keperawatan
Kesehatan Jiwa I. Banjarbaru : FK Unlam, 2010.
3. Stuar, Gail W. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5 . Jakarta: EGC, 2010.
4. Yosep, Iyus. Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama, 2007.