Anda di halaman 1dari 38

DAFTAR

ISI
USULAN
TEKNIS
BAB I

PENDAHULUAN

BAB II

PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI PELAKSANAAN

PEKERJAAN
BAB III

PROSEDUR PELAKSANAAN PEKERJAAN (METODE KERJA)

BAB IV

JADWAL WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V

JENIS, KAPASITAS, KOMPOSISI DAN JUMLAH

PERALATAN
BAB VI

DAFTAR PERSONIL INTI

BAB VII

SPESIFIKASI

TEKNIS

LAMPIRAN-

LAMPIRAN :
a.
Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan / Time Schedule
(Curve "S")
b.

Tabel 5.1 Daftar Peralatan Yang Akan Dipergunakan

Dalam Pekerjaan ini


c.

Tabel 6.1 Daftar Personil Inti Yang Akan Ditugaskan

Dilapangan

Kolaka, 20 April 2015

BAB

PENDAHULUA
N
1.1

Umum
Mengacu kepada Dokumen Lelang pada Kegiatan Pembangunan Ruang
Bersalin Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara
Tahun Anggaran 2015, serta telah mengikuti rapat penjelasan pekerjaan
(Aanwijzing) untuk pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas
Baula.
Berdasarkan hasil dari tahapan tersebut diatas, kami telah memahami
akan esensi pekerjaan yang dimaksud sehingga memudahkan dalam
penyampaian proposal teknis ini sebagai salah satu persyaratan mutlak
dalam proses pelelangan.

1.2

Latar Belakang Mengikuti Pelelangan


CV. TANETA sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa
konstruksi dan berkantor pusat di
ikut berpartisipasi
dilaksanakan

dalam

Kolaka memiliki keinginan untuk

kegiatan

pembangunan

yang

gencar

di Kabupaten Kolaka dewasa ini yang mungkin dapat

diwujudkan melalui pelayanan jasa dengan bidang sesuai keahlian.


Untuk memenuhi keinginan
yang dapat

tersebut,

salah

satu

partisipasi

nyata

dilaksanakan adalah dengan mengikuti pelelangan umum pengadaan


barang dan jasa pemborongan / jasa lainnya (Pasca Kualifikasi) paket
Pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Baula Tahun Anggaran
2015 dengan harapan apabila perusahaan ini ditunjuk sebagai pelaksana
pekerjaan, maka kami bersedia untuk melakukan segala upaya dengan
daya dan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan hasil yang
terbaik nantinya.
1.3

Maksud dan Tujuan


Dalam dokumen lelang, dijelaskan bahwa pekerjaan ini adalah melakukan
pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Baula Kabupaten
Kolaka.

1.4

Lingkup Pekerjaan
Berdasarkan

uraian

diatas,

setelah

mempelajari

dengan

seksama

dokumen yang ada dan berdasarkan pengalaman kami dalam menangani


pekerjaan sejenis, dapat disimpulkan bahwa

Pekerjaan Pembangunan

Ruang Bersalin Puskesmas Baula Kabupaten Kolaka meliputi penyediaan


material dan peralatan yang akan digunakan serta personil kerja
lapangan.

1.5

Sasaran dan Lokasi


Pekerjaan

a.

Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari penyusunan Usulan Teknis ini adalah
melaksanakan setiap tahapan atau jenis pekerjaan sesuai dengan
alokasi waktu dan biaya yang tersedia, demikian pula halnya
dengan kwalitas pekerjaan harus dapat dipertanggung jawabkan
baik secara administrasi maupun secara teknis sesuai dengan
kualifikasi

tenaga

ahli

yang

terlibat

dalam

rangkaian

sistem

pekerjaan yang dimaksud disini.


b.

Lokasi
Lokasi Pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Baula
Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, berada di Kecamatan
Baula Kabupaten Kolaka.

BAB
II
PENDEKATAN TEKNIS DAN
METODOLOGI PELAKSANAAN
PEKERJAAN
Metodologi

dan

pendekatan

teknis

yang

diterapkan

pada

kegiatan

ini

dilaksanakan dengan mengacu terhadap beberapa hal, meliputi :


o
Lelang,

Dokumen

o
Aanwijzing
pekerjaan,

dan

risalah

penjelasan

o Pengalaman team dalam melaksanakan kegiatan sejenis khususnya yang


berkaitan dengan pembangunan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas
Baula,
o
Apresiasi
pekerjaan,

team

dalam

memahami

o Tinjauan lapangan tentang kondisi secara umum dan permasalahan serta


pemecahan yang akan dilakukan.
Dari butir-butir diatas, team yang dibentuk untuk menyusun usulan teknis
ini akan menguraikan secara ringkas, jelas dan mencapai/memenuhi sasaran.
Sebagai upaya untuk memudahkan panitia dalam memahami maksud dari
metodologi
pelaksanaan yang ditawarkan oleh CV. TANETA maka pentahapan pekerjaan
secara mutlak harus disusun sehingga diharapkan proses pelaksanaan nantinya
dapat berlangsung secara simultan. Tahapan kegiatan yang dimaksud, meliputi :
a.
Tahap
Persiapan

1.

Koordinasi dengan instansi terkait,

2.

Mobilisasi personil dan peralatan,

3.

Membuat barak kerja dan direksikeet,

4.
5.

Membuat papan nama proyek dan menyediakan air kerja,


Melakukan pengukuran,

6.
Menyiapkan kelengkapan administrasi dan dokumentasi yang
diperlukan.

b. Tahap Pelaksanaan Fisik Konstruksi


1.1

Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan Pembersihan Lokasi;
Pembuatan Papan Nama Proyek;

1.2

Pekerjaan Tanah dan Pondasi


Pek. Galian Tanah Pondasi;
Pek. Urugan Tanah Kembali;
Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi;
Pas. Batu Kosong (Aanstamping);
Pas. Pondasi Batu Gunung 1pc : 4ps
Pek. Urugan Tanah;

1.3

Pekerjaan Struktur
Pek. Sloof Beton 15 x 20 cm;
Pek. Kolom Beton 20 x 20 cm;
Pek. Kolom Beton 15 x 15 cm;
Pek. Balok Beton 13 x 13 cm;
Pek. Dack Beton T=8 CM;

1.4

Pekerjaan Pasangan Dinding Tembok


Pas. Batu Bata 1pc : 4ps;
Plasteran 1pc : 4 ps;
Acian Tembok;

1.5

Pekerjaan Kusen dan Pintu


Pek. Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pemas. Daun Pintu Panel
Pemas. Daun Jendela Kaca
Pemas. Kaca 5 mm

Pemas.
Pemas.
Pemas.
Pemas.

Grendel Jendela
Kunci Tanam
Engsel Pintu
Engsel Jendela

1.6

Pekerjaan Keramik
Pemas. Keramik 40 x 40 cm;
Pemas. Keramik WC 20 x 20 cm;

1.7

Pekerjaan Cat
Pek. Cat Dinding
Pek. Cat Kusen
Pek. Cat Daun Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pek. Cat Plafond
Pek. Cat Listplank

1.8

Pekerjaan Atap
Kuda-kuda dan Rangka Atap Baja Ringan
Nok Seng
Atap Soka Gelombang
Listplank Papan 20 cm

1.9

Pekerjaan Plafond
Pek. Rangka Plafond Kayu Podoh/Meranti Uk. 5/7 cm
Pek. Plafond Tripleks Uk. 120 x 240 cm, tebal 3mm

1.10 Pekerjaan Elektrical


Pemas. Lampu Pijar 10 W
Pemas. Sekelar Tunggal
Pemas. Sekelar Ganda
Titik Instalasi
Pemas. Stop Kontak
1.11 Pekerjaan Plumbing
Pemas. Kloset Jongkok Poncelin Toto
Pemas. Kran Air
Pemas. Westafel Standart
Pemas. Avur Pembuangan Westafel
Pemas. Pipa Pembuangan Air WC PVC AW 3
Pemas. Pipa Pembuangan Westafel PVC AW 2
Pemas. Pipa Pembuangan Limbah Padat PVC AW 4

c.

Tahap Pembersihan Akhir Dan Demobilisasi


1.

Pembersihan sisa bahan/kotoran,

2.

Demobilisasi peralatan dan personil.

Mengetahui / Menyetujui,
CV. TANETA
Pusat
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur

Kolaka,
2015

31

Maret

Dibuat
CV. TANETA
Pusat
Kolaka

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf Teknik

BAB
III
PROSEDUR

PELAKSANAAN

PEKERJAAN (METODE KERJA)

Berdasarkan tahapan / urutan kerja yang telah disusun pada bab sebelumnya,
maka untuk memberikan pandangan sejauh mana tingkat penguasaan CV.
TANETA terhadap jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, berikut ini akan
diuraikan mengenai metode kerja yang digunakan demi penyelesaian pekerjaan
secara baik dan memenuhi standart/spesifikasi. Metode tersebut adalah sebagai
berikut :

A.
Tahap
Persiapan
1.
terkait

Koordinasi dengan instansi

Pada tahap ini, kontraktor akan menugaskan personil yang akan


ditugaskan dilapangan untuk melakukan koordinasi dan konfirmasi
dengan

pihak

direksi

dan

konsultan

pengawas

dalam

upaya

memperoleh data-data pendukung pelaksanaan fisik konstruksi. Datadata tersebut meliputi:


Dokumen
Kontrak,
Gambar
Kerja,
Data pendukung
lainnya.
2.
Mobilisasi personil dan
peralatan
Pada

tahap

peralatan

ini

sesuai

kontraktor
dengan

akan

usulan

mengerahkan
daftar

personil

personil

dan

dan

peralatan

lapangan. Sebelum mobilisasi team, pimpinan perusahaan cq. Direktur


Teknik akan mengarahkan dan mempersiapkan surat

tugas untuk

masing-masing personil. Mobilisasi akan dilakukan dari kantor pusat


kelokasi kegiatan pekerjaan. Untuk memudahkan

pelaksanaan koordinasi antar team, perusahaan akan mendukung


segala fasilitas dan keperluan untuk kegiatan.
3.
Membuat barak kerja dan
direksikeet,
4.
Membuat papan nama proyek dan menyediakan
air kerja,
5.

Mengadakan pemeriksaan keadaan eksisting dan membuat


dokumentasi

0%

serta

mengadakan

penilaian

atas

ketepatan

rancangan yang ada untuk disesuaikan dengan keadaan/kebutuhan


lapangan yang sebenarnya (rekayasa lapangan),
6.

Atas dasar diatas, membuat satu program terperinci untuk kepentingan


pemeriksaan/pengambilan data

lapangan

tambahan

yang

masih

diperlukan dalam menangani pelaksanaan fisik,


7.

Menyiapkan

bahan-bahan,

alat-alat

serta

tenaga

kerja

yang

sehubungan dengan besarnya tingkat kemajuan yang ditargetkan dan


bilamana

perlu

dapat

mengambil

tindakan

yang

tepat

untuk

meningkatkan laju pekerjaan,


8.
Melakukan pengukuran bersama 3
(tiga)
9.
Menyiapkan kelengkapan administrasi yang
diperlukan.

B.
Tahap Pelaksanaan Pembangunan Fisik
Konstruksi
Untuk

memberikan

kemudahan

dalam

memberikan

pemahaman,

tahap

ini kemudian dibagi kedalam beberapa urutan pelaksanaan yang

dalam penilaian CV. TANETA dianggap sebagai urutan pelaksanaan yang


terbukti efektif dan efisien berdasarkan pengalaman sebelumnya. Urutan
tersebut meliputi :

1.

Pekerjaan Saluran
1.1 Galian tanah Biasa
Sebelum

dilakukan

penggalian,

ketersediaan personil dan

alat

pelaksana
yang

harus

akan

mengecek

digunakan dalam

pekerjaan tersebut. Pekerjaan galian dilaksanakan dengan cara


manual,

dengan

menggunakan

peralatan

tukang

batu

dan

melakukan penggalian dititik- titik yang ditentukan sesuai arahan


konsultan pengawas dan mengacu pada gambar rencana yang
tersedia.

Elevasi

galian

ditunjukkan

dalam

gambar

atau

diberitahukan oleh Direksi. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini,


patok tanda galian (bouwplank)

dipasang dengan teliti dan

elevasinya diukur serta disetujui oleh Direksi. Pada bouwplank ini


dituliskan elevasi-elevasi yang perlu serta titik as galian. Jarak
bouwplank untuk struktur tidak boleh lebih dari 2 m.
Tanah hasil galian yang tidak memenuhi syarat sebagai tanah
urug, maka segera
disingkirkan

dari

lokasinya.

Kami

sama

sekali

tidak

diperkenankan menimbun tanah galian di jalan. Apabila galian itu


memenuhi syarat sebagai tanah urug, maka penempatannya
sementara menunggu digunakan harus diusahakan agar tidak
mengganggu lalu lintas maupun lingkungan.

1.2 Urugan Tanah


pengurugan dilakukan dengan

memakai

tanah

galian

yang baik. Setiap lapis tidak melebih dari 20 cm dan tidak ada batu
yang lebih besar dari
2,5
dan

cm.
sisa

Tanah

urug

juga

bersih

tumbuh-tumbuhan. untuk pemadatan

dari

bahan

organik

digunakan stamper, timbris

seberat 5 kg atau alat mekanik lainnya. Untuk menambah kepadatan.

1) Cara Mengurug Tanah


Pengurugan tanah

dilakukan selapis demi selapis, dengan alat

pemadatan pada setiap pemadatannya. Tebal maximal setiap


pemadatan
20 cm.
2) Kwalitas Tanah Urug
Tanah urug yang digunakan bersih dari bahan-bahan organik
dan kotoran-kotoran lainnya.
1.3 Urugan Pasir
Pekerjaan ini dilakukan setelah semua rangkaian galian tanah
sesuai, pekerja melakukan pengurugan sepanjang galian dengan
menggunakan pasir urug yang telah disediakan sebelumnya Urugan
pasir dilakukan selapis demi selapis

dan

pemadatannya juga

dilakukan selapis demi selapis, dimana tebal lapisan maksimal 20


cm. Setiap urugan pasir disiram dengan air hingga padat. Setiap
tanah gembur yang dibuang diisi kembali dengan pasir hingga rata
dan padat.adapun tebal urugan pasir disesuaikan dengan gambar
kerja.
1) Kwalitas Pasir Urug
pasir yang digunakan untuk pengurugan berkwalitas kadar
lumpur tidak lebih dari 10%, tidak terkotori oleh benda-benda
organik. Petunjuk ini tidak mengurangi tanggungjawab kami
atas semua hasil pengurugan yang dilakukan.
2) Kelebihan Pasir Urug
Kelebihan pasir setelah pengurugan selesai akan diangkat dari
tempat-- tempat pekerjaan, dengan segala biaya ditanggung
oleh kami .

1.4
Tumbuk

Beton
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan Pasangan batu

gunung dilaksanakan dan

dilaksanakan setebal 5

cm

sesuai

dengan gambar kerja. Adapun bahan-bahan yang digunakan terdiri


dari:
a.

Semen

1) Semen dari jenis Portland Cement sesuai persyaratan ASTM E150 type
1 atau yang untuk pekerjaan khusus.
2) Dalam pengangkutan semen

terlindungi dari hujan, dan

kantong semen dalam keadaan tertutup rapat dan disimpan


digudang dan dalam penempatan semen

ditempatkan pada

tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai.


b. Pasir (Agregat Halus)
Pasir yang digunakan bersih, keras, awet dan tersusun dalam
gradasi yang baik, bebas dari bahan-bahan organik, lumpur serta
kotoran-kotoran lain.
c.

Kerikil/Batu Pecah (Agregat Kasar)


Kerikil/Batu Pecah

keras, awet dan tersusun dalam gradasi

yang baik, bebas dari bahan-bahan organik lumpur serta kotoran


- kotoran lain.
d.

Air untuk adukan bersih dan bebas dari bahan-bahan yang


merusak, atau yang mempengaruhi daya lekat semen dan air.
Untuk memakai pembuatan dan perawatan beton adalah air
yang dapat diminum, bebas minyak, asam alkali, garam-garam
dan bahan organik.

pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan material yang


telah disiapkan sebelumnya, yaitu material semen Portland, pasir
beton, air, serta batu

pecah

material untuk beton disatukan

yang

sesuai

standard.

Semua

dan dicampur menggunakan Alat Bantu tukang dan sebauh beton


molen yang disiapkan sebelumnya. Campuran yang digunakan
adalah 1 : 3 : 5 dengan komposisi, 1 Semen, 3 Pasir, dan 5 Kerikil/
Split.
1.5 Plat Beton Bertulang
a.

Pekerjaan ini diawali dengan pembuatan bekisting yang


dilaksanakan atas petunjuk direksi dan konsultan pengawas;

b.
Material besi dipotong dan dibentuk sesuai pola, kemudian
dirangkai dan
ditempatkan

sesuai

dengan

dimensi

dan

perletakan

pada

gambar atau sesuai arahan pelaksana dan direksi;


c.

Setelah
atas

rangkaian

besi

terpasang

sempurna,

selanjutnya

arahan pelaksana dan direksi, rangkaian besi diletakkan

kedalam bekisting yang telah dibuat sebelumnya;


d.

Pengecoran akan dilaksanakan setelah rangkaian besi dan


bekisting telah terpasang pada posisi yang benar;

e. Sebelum
disiapkan.

pengecoran,

adukan

beton

terlebih

dahulu

Pembuatan adukan beton dilaksanakan oleh pekerja dengan


perbandingan campuran untuk adukan beton sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam spesifikasi, gambar dan dokumen lelang;
f.

Pelaksanaan pengecoran dilakukan oleh tukang batu yang dibantu


oleh sekelompok pekerja;

g.
Pada saat pengecoran dan beton masih dalam kondisi basah,
sekelompok
pekerja akan melakukan penggetaran dengan menggunakan
concrette vibrator dan dibiarkan selama batas waktu tertentu
sampai umur beton dianggap cukup untuk memikul beban;
h. Setelah umur beton dianggap cukup, bekisting kemudian dibuka
dan selanjutnya diukur ketepatan dimensinya.

1.6 Pasangan Batu Gunung


a.

Seluruh bahan dan material yang dibutuhkan terlebih dahulu


dihadirkan kelapangan;

b.
Atas arahan pelaksana, kepala tukang bersama-sama dengan
tukang batu
melaksanakan penentuan alur pondasi yang akan dibuat dengan
cara merentangkan tali yang diikatkan pada papan bouwplank
yang telah dipasang sebelumnya;
c.

Sekelompok pekerja akan melaksanakan pembuatan adukan


yang

akan

digunakan

dipersyaratkan

dan

atas

dengan

perbandingan

monitoring

sesuai

pengawas

yang

dan

direksi

pekerjaan;
d.
Setelah adukan siap, tukang batu dibantu oleh pekerja Ialu
menyusun
batu-batu tersebut lapis perlapis dengan ketentuan setiap sisi
pertemuan batu harus dilapisi dengan adukan pasta semen yang
berfungsi sebagai perekat batu-batu tersebut;
e.

Pemasangan batu terus dilaksanakan secara simultan hingga


penampang pasangan telah dicapai atau telah sesuai dengan
batas-batas rentangan tali yang telah dipasang sebelumnya;

f.

Pengukuran dimensi pasangan selanjutnya akan dilaksanakan oleh


3 (tiga) pihak untuk mengecek kembali. Hal ini akan dilaksanakan
apabila

seluruh

pekerjaan

pasangan

batu

telah

selesai

sepenuhnya.
1.7 Plesteran
Plasteran

dilakukan

pada

permukaan

tembok

untuk

menutupi susunan batu yang Nampak dari dalam atau luar diplester
dengan campuran
1 Pc : 3 Psr dengan ketebalan 20 mm sesuai dengan gambar
dimana
sebelum dilakukan terlebih dahulu permukaaan yang akan diplester
dibasahi agar memudahkan ikatan mortal (campuran) dengan
permukaan tersebut

menghindari kerusakan serta tidak terjadi penguapan yang terlalu


banyak. Agar untuk mendapatkan hasil plesteran yang rata dan
tegak lurus, maka pada saat pelaksanaannya
waterpass atau Mistar perata

menggunakan

Yang kemudian diaci dengan

menggunakan campuran semen dan air.


1.8 Acian
Acian dilakukan pada permukaan tembok untuk menutupi
plesteran yang masih kasar dengan campuran semen dan air.
sebelum dilakukan terlebih dahulu permukaaan yang akan diaci
dibersihkan

dari

memudahkan

kotoran- kotoran dan material organik agar

ikatan

mortal

(campuran)

dengan

permukaan

tersebut menghindari kerusakan serta tidak terjadi penguapan yang


terlalu banyak.

2. Pekerjaan Duiker
2.1 Galian tanah Biasa
Sebelum

dilakukan

penggalian,

ketersediaan personil dan

alat

pelaksana
yang

akan

harus

mengecek

digunakan dalam

pekerjaan tersebut. Pekerjaan galian dilaksanakan dengan cara


manual,

dengan

menggunakan

peralatan

tukang

batu

dan

melakukan penggalian dititik- titik yang ditentukan sesuai arahan


konsultan pengawas dan mengacu pada gambar rencana yang
tersedia.

Elevasi

galian

ditunjukkan

dalam

gambar

atau

diberitahukan oleh Direksi. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini,


patok tanda galian (bouwplank)

dipasang dengan teliti dan

elevasinya diukur serta disetujui oleh Direksi. Pada bouwplank ini


dituliskan elevasi-elevasi yang perlu serta titik as galian. Jarak
bouwplank untuk struktur tidak boleh lebih dari 2 m.
Tanah hasil galian yang tidak memenuhi syarat sebagai tanah urug,
maka segera disingkirkan dari lokasinya. Kami sama sekali tidak
diperkenankan menimbun

tanah galian di jalan. Apabila galian itu memenuhi syarat sebagai


tanah urug, maka penempatannya sementara menunggu digunakan
harus diusahakan agar tidak mengganggu lalu lintas maupun
lingkungan.
2.2 Urugan Tanah
pengurugan dilakukan dengan

memakai

tanah

galian

yang baik. Setiap lapis tidak melebih dari 20 cm dan tidak ada batu
yang lebih besar dari
2,5

cm.

Tanah

urug

juga

bersih

dari

bahan

organik

dan

sisa tumbuh-tumbuhan. untuk pemadatan digunakan stamper,

timbris seberat 5 kg atau alat mekanik lainnya. Untuk menambah


kepadatan.
3)
Cara
Tanah

Mengurug

Pengurugan
dengan

tanah

dilakukan

selapis

demi

selapis,

alat pemadatan pada setiap pemadatannya. Tebal

maximal setiap pemadatan


20 cm.
4)
Kwalitas
Urug
Tanah

Tanah

urug

yang

digunakan

bersih

dari

bahan-bahan

organik dan kotoran-kotoran lainnya.


2.3 Urugan Pasir
Pekerjaan ini dilakukan setelah semua rangkaian galian tanah
sesuai, pekerja melakukan pengurugan sepanjang galian dengan
menggunakan pasir urug yang telah disediakan sebelumnya Urugan
pasir

dilakukan selapis demi selapis

dan

pemadatannya juga

dilakukan selapis demi selapis, dimana tebal lapisan maksimal 20


cm. Setiap urugan pasir disiram dengan air hingga padat. Setiap
tanah gembur yang dibuang diisi kembali dengan pasir hingga rata
dan padat.adapun tebal urugan pasir disesuaikan dengan gambar
kerja.

3) Kwalitas Pasir Urug


pasir yang digunakan untuk pengurugan berkwalitas kadar
lumpur tidak lebih dari 10%, tidak terkotori oleh benda-benda
organik. Petunjuk ini tidak mengurangi tanggungjawab kami
atas semua hasil pengurugan yang dilakukan.
4) Kelebihan Pasir Urug
Kelebihan pasir setelah pengurugan selesai akan diangkat dari
tempat-- tempat pekerjaan, dengan segala biaya ditanggung
oleh kami .
2.4
Tumbuk

Beton
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan Pasangan batu

gunung dilaksanakan dan

dilaksanakan setebal 5

cm

sesuai

dengan gambar kerja. Adapun bahan-bahan yang digunakan terdiri


dari:
e. Semen
3) Semen dari jenis Portland Cement sesuai persyaratan ASTM E150 type
1 atau yang untuk pekerjaan
khusus.
4) Dalam pengangkutan semen

terlindungi dari hujan, dan

kantong semen dalam keadaan tertutup rapat dan disimpan


digudang dan dalam penempatan semen

ditempatkan pada

tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai.


f.

Pasir (Agregat Halus)


Pasir yang digunakan bersih, keras, awet dan tersusun dalam
gradasi yang baik, bebas dari bahan-bahan organik, lumpur
serta kotoran-kotoran lain.

g. Kerikil/Batu Pecah (Agregat Kasar)


Kerikil/Batu Pecah

keras, awet dan tersusun dalam gradasi

yang baik, bebas dari bahan-bahan organik lumpur serta kotoran


- kotoran lain.

h.

Air untuk adukan bersih dan bebas dari bahan-bahan yang


merusak, atau yang mempengaruhi daya lekat semen dan air.
Untuk memakai pembuatan dan perawatan beton adalah air
yang dapat diminum, bebas minyak, asam alkali, garam-garam
dan bahan organik.

pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan material yang


telah disiapkan sebelumnya, yaitu material semen Portland, pasir
beton, air, serta batu

pecah

yang

sesuai

standard.

Semua

material untuk beton disatukan dan dicampur menggunakan Alat


Bantu tukang dan sebauh beton molen yang disiapkan sebelumnya.
Campuran yang digunakan adalah 1 : 3 : 5 dengan komposisi, 1
Semen, 3 Pasir, dan 5 Kerikil/ Split.
2.5 Plat Beton Bertulang
i.

Pekerjaan ini diawali dengan pembuatan bekisting yang


dilaksanakan atas petunjuk direksi dan konsultan pengawas;

j.

Material besi dipotong dan dibentuk sesuai pola, kemudian


dirangkai dan ditempatkan
perletakan

pada

gambar

sesuai

dengan

dimensi

dan

atau sesuai arahan pelaksana dan

direksi;
k. Setelah rangkaian besi terpasang sempurna, selanjutnya atas
arahan pelaksana dan direksi, rangkaian besi diletakkan kedalam
bekisting yang telah dibuat sebelumnya;
l.
Pengecoran akan dilaksanakan setelah rangkaian besi dan
bekisting telah
terpasang pada posisi yang
benar;
m. Sebelum
disiapkan.

pengecoran,

adukan

beton

terlebih

dahulu

Pembuatan adukan beton dilaksanakan oleh pekerja dengan


perbandingan campuran untuk adukan beton sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam spesifikasi, gambar dan dokumen lelang;

n. Pelaksanaan pengecoran dilakukan oleh tukang batu yang dibantu


oleh sekelompok pekerja;
o.

Pada saat pengecoran dan beton masih dalam kondisi basah,


sekelompok

pekerja

akan

melakukan

penggetaran

dengan

menggunakan concrette vibrator dan dibiarkan selama batas


waktu tertentu sampai umur beton dianggap cukup untuk memikul
beban;
p. Setelah
dibuka dan

umur

beton

dianggap

cukup,

bekisting

kemudian

selanjutnya diukur ketepatan dimensinya.


2.6 Pasangan Batu Gunung
g.

Seluruh bahan dan material yang dibutuhkan terlebih dahulu


dihadirkan kelapangan;

h. Atas arahan pelaksana, kepala tukang bersama-sama dengan


tukang batu melaksanakan penentuan alur pondasi yang akan
dibuat dengan cara merentangkan tali yang diikatkan pada papan
bouwplank yang telah dipasang sebelumnya;
i.

Sekelompok pekerja akan melaksanakan pembuatan adukan yang


akan digunakan dengan perbandingan sesuai yang dipersyaratkan
dan atas monitoring pengawas dan direksi pekerjaan;

j.

Setelah adukan siap, tukang batu dibantu oleh pekerja Ialu


menyusun batu-batu tersebut lapis perlapis dengan ketentuan
setiap sisi pertemuan batu harus dilapisi dengan adukan pasta
semen yang berfungsi sebagai perekat batu-batu tersebut;

k. Pemasangan batu terus dilaksanakan secara simultan hingga


penampang pasangan telah dicapai atau telah sesuai dengan
batas-batas rentangan tali yang telah dipasang sebelumnya;

l.

Pengukuran dimensi pasangan selanjutnya akan dilaksanakan oleh


3 (tiga) pihak untuk mengecek kembali. Hal ini akan dilaksanakan
apabila

seluruh

pekerjaan

pasangan

batu

telah

selesai

sepenuhnya.
2.7 Plesteran
Plasteran

dilakukan

pada

permukaan

tembok

untuk

menutupi susunan batu yang Nampak dari dalam atau luar diplester
dengan campuran
1 Pc : 3 Psr dengan ketebalan 20 mm sesuai dengan gambar
dimana
sebelum dilakukan terlebih dahulu permukaaan yang akan diplester
dibasahi agar memudahkan ikatan mortal (campuran) dengan
permukaan tersebut menghindari kerusakan serta tidak terjadi
penguapan yang terlalu banyak. Agar untuk mendapatkan hasil
plesteran

yang

rata

dan

tegak

lurus,

maka

pada

saat

pelaksanaannya menggunakan waterpass atau Mistar perata Yang


kemudian diaci dengan menggunakan campuran semen dan air.
2.8 Acian
Acian dilakukan pada permukaan tembok untuk menutupi
plesteran yang masih kasar dengan campuran semen dan air.
sebelum dilakukan terlebih dahulu permukaaan yang akan diaci
dibersihkan

dari

memudahkan

kotoran- kotoran dan material organik agar

ikatan

mortal

(campuran)

dengan

permukaan

tersebut menghindari kerusakan serta tidak terjadi penguapan yang


terlalu banyak.

BAB
IV

Pelaksanaan pembersihan akhir dan demobilisasi termasuk didalamnya


menyingkirkan

kotoran-kotoran

sisa

material,

puing-puing

serta

demobilisasi personil dan peralatan.

Kolaka, 31 Maret 2015


Mengetahui / Menyetujui,
CV. TANETA
Pusat Kolaka
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur
Teknik

Dibuat Oleh,
CV. TANETA
Pusat

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf

JADWAL
PEKERJAAN

WAKTU

PELAKSANAAN

Guna melaksanakan Pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Baula


pada SKPD Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kolaka Tahun Anggaran 2015
yang

efektif

dan

efisien

sesuai

dengan

tujuan

dari

penyelenggaraan

pembangunan. Berdasarkan urutan kegiatan yang telah dibuat sebelumnya


selanjutnya CV. TANETA membuat suatu program pelaksanaan kegiatan yang
diharapkan dapat mengakomodir seluruh tahapan kegiatan secara sempurna
dan menciptakan hasil pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan dengan jangka
waktu seperti yang telah ditentukan.

Kebutuhan waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan setiap urutan pekerjaan


secara jelas akan diuraikan pada dalam bentuk CURVE S sebagaimana
tercantum pada tabel 4.1
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan pada
memberikan

lembar

lampiran,

namun

untuk

gambaran umum, CV. TANETA akan menguraikannya sebagai berikut:

A.
Tahap
Persiapan
Total waktu efektif yang diperlukan untuk tahap persiapan mencapai 14
(empat belas)

hari

kalender, mengingat adanya beberapa scope

pekerjaan yang dilaksanakan secara beriringan.


B.
Tahap Pelaksanaan Pembangunan Fisik
Konstruksi
Total waktu efektif yang diperlukan untuk tahap pembangunan fisik
konstruksi adalah 100 (Seratus) hari kalender, mengingat adanya
beberapa scope pekerjaan yang dilaksanakan secara beriringan.

BAB
V

Total waktu efektif yang diperlukan untuk tahap Pembersihan akhhir dan
demobilisasi dijadwalkan selama 6 (enam) hari kalender, mengingat
jarak antara basecamp kantor dan lokasi proyek yang cenderung jauh.

Demikian sekilas uraian singkat mengenai alokasi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Ruang Bersalin Puskesmas Baula
yang berlokasi di Kolaka dengan total waktu seluruhnya yaitu selama 120
(Seratus Dua Puluh) hari kalender.

Kolaka, 31 Maret 2015


Mengetahui / Menyetujui,
CV. TANETA
Pusat Kolaka
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur
Teknik

Dibuat Oleh,
CV. TANETA
Pusat

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf

JENIS, KAPASITAS,
PERALATAN

KOMPOSISI

DAN

JUMLAH

Peralatan merupakan hal yang sangat penting artinya dalam menunjang seluruh
kegiatan

untuk

pelaksanaan

Puskesmas Baula

pekerjaan

Pembangunan

Ruang

Bersalin

pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kolaka Provinsi

Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2015.

Adapun jenis dan kapasitas peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan


pekerjaan ini, diuraikan
Dibutuhkan

Untuk

dalam

table

5.1

Daftar

Peralatan Yang

Menyelesaikan Pekerjaan ini tersaji pada lembar

lampiran.

Dalam daftar peralatan tersebut, juga telah memperhitungkan komposisi dan


jumlah yang paling sesuai dalam upaya melaksanakan pekerjaan yang efektif
dan efisien serta tepat waktu dan tepat guna.

Kolaka, 31 Maret 2015


Mengetahui / Menyetujui,
Oleh,
CV. TANETA
Pusat Kolaka
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur
Teknik

Dibuat
CV. TANETA
Pusat

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf

BAB
VI
DAFTAR
INTI

6.1

PERSONIL

KEBUTUHAN PERSONIL INTI


Personil yang akan ditugaskan untuk pekerjaan tersebut adalah tenagatenaga yang sudah berpengalaman pada bidangnya masing-masing dengan
kualifikasi pendidikan sesuai
Pemilihan.

Sedangkan

dengan

ketetapan

didalam

Dokumen

persyaratan lainnya yang akan dipenuhi oleh

personil inti adalah sebagai berikut:

Personil yang professional dan mempunyai kemampuan untuk bekerja


keras.

Sehat jasmani dan rohani untuk bekerja baik di kantor maupun di


lapangan dan mempunyai mental yang baik sesuai dengan bidang
masing-masing.

Bisa

bekerjasama

dengan

sesama

anggota

tim

dan

seluruh

instansi/lembaga yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat


dalam kegiatan ini.

Mampu berkomunikasi dan beradaptasi didaerah tugasnya.

Mampu menyusun laporan dengan sistematik.

Mampu menjelaskan disiplin ilmunya sesuai bidang tugas yang

diembannya. Komunikasi

atau

hubungan

yang

bersifat

terbuka

dan

konstruktif antar tim konsultan dan pemberi pekerjaan, akan menjamin


kelancaran penyelesaian tugas, dan pada gilirannya akan memperoleh
pencapaian

tugas

yang

optimal.

Setiap pemecahan masalah yang

mungkin timbul akan diselesaikan dengan prinsip kerja sama positif dan
konstruktif

antar

tim

pelaksana

dengan

tim

direksi

dan

konsultan

pengawas. Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam dokumen


pemilihan dan hasil analisis teknis CV. TANETA.,

6.2
INTI

KUALIFIKASI TENAGA
Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, perlu didukung oleh tim
terpadu yang terdiri dari tenaga-tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Adapun kualifikasi dari masing-masing tenaga inti yang diharapkan dalam
Dokumen
Pemilihan adalah sebagai berikut :
a.

General Manager (GM) 1 Orang : Lulusan perguruan tinggi negeri atau


Sekolah Menengah Atas yang telah diakreditasi atau yang telah lulus
ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
kualifikasi pendidikan minimal Diploma III/SMA dengan pengalaman
jabatan minimal 2 tahun dan pekerjaan 5 tahun.

b.
Pelaksana 1 Orang : Mempunyai sertifikat keahlian diterbitkan oleh
Lembaga
yang berwenang untuk itu, Lulusan perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus
ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
kualifikasi pendidikan minimal Diploma III (DIII) Teknik Sipil/SMK
Bangunan, dengan pengalaman kerja dibidang Pelaksana Pekerjaan
Sipil minimal 5 (Lima) Tahun dan pengalaman jabatan selama 2 (Dua)
Tahun .
c.

Pengawas Lapangan 1

Orang : lulusan sekolah menengah

kejuruan jurusan bangunan (STM Sipil) dengan pengalaman kerja


dibidang Pekerjaan Sipil minimal 5 (Lima) Tahun, dan pengalaman
jabatan 2 (Dua) Tahun.
d.
Tenaga Administrasi 1 Orang : Kualifikasi pendidikan minimal lulusan
sekolah
menengah umum/sederajat jurusan administrasi dengan pengalaman
kerja dibidang administrasi minimal 5 (Lima) Tahun dan pengalaman
jabatan selama
2
Tahun.

(Dua)

Uraian lengkap mengenai kualifikasi tenaga inti yang dipergunakan dalam


pekerjaan ini dapat dilihat pada tabel 6.1 Daftar Personil Yang Akan
Ditugaskan Dilapangan pada lembar lampiran.

6.3
LINGKUP
PERSONIL INTI

TUGAS

MASING-MASING

Masing-masing personil dalam melaksanakan tugasnya harus mengetahui


dengan jelas dan pasti hal yang menjadi tanggung jawabnya, maka untuk
menghindari miss understanding dan menyamakan persepsi antar personil,
berikut ini akan di uraikan tugas dan tanggung jawab masing-masing
personil:
a.
Manager/GM

General

Bertanggung jawab kepada Project Manager maupun Pengguna Jasa


atas kelancaran dan seluruh hasil pelaksanaan pekerjaan. General
Manager akan mengatur secara menyeluruh aktivitas proyek, baik yang
bersifat teknis maupun administrasi secara profesional.
Lingkup tugas General Manager adalah sebagai
berikut :
1)

Melakukan fungsi koordinasi dan supervisor/pengawas internal tim


kerja untuk seluruh rangkaian pekerjaan, baik pekerjaan lapangan
maupun pekerjaan pengurusan administrasi dan kantor.

2)

Memberi petunjuk dan pengarahan kepada masing-masing anggota


tim sesuai dengan bidang tugasnya.

3)
Meneliti kembali kondisi lapangan dengan melakukan rekayasa
lapangan
dan selanjutnya menyusun program kerja lapangan berdasarkan
kondisi tersebut.
4)
Melakukan mekanisasi kerja eksternal yang menyangkut tindakan
diskusi
atau rapat dengan pihak konsultan supervisi dan pengguna
jasa untuk kemudian diteruskan sebagai bahan arahan kerja semua
tim.

5)

Membuat Laporan Kemajuan Fisik Bulanan berdasarkan laporan


mingguan

dan

harian

yang

telah

dibuat

sebelumnya

oleh

pelaksana.
6)

Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus (day-today) dan koordinatif.

b. Pelaksana
Bertanggung jawab secara teknis dan administratif kepada General
manager atas seluruh kegiatan yang tekait dengan aspek teknis kerja
lapangan dan kualitas hasil pekerjaan.
Lingkup tugas Pelaksana adalah sebagai
berikut :
1)

Melakukan analisis dan menetapkan metode pelaksanaan yang


akan digunakan, kemudian menyiapkan requet sheet/lembar kerja
untuk

mendapatkan

persetujuan

dari

direksi

dan

konsultan

pengawasa;
2)

Melakukan pemeriksaan bahan/material dilaboratorium dan


memberikan jaminan kualitas terhadap bahan yang dipakai;

3)

Membantu General Manager saat melakukan mekanisasi kerja


eksternal yang menyangkut tindakan diskusi atau rapat dengan
pihak pengguna jasa dalam kaitannya dengan aspek teknik kerja
lapangan dan kualitas bahan / hasil pekerjaan;

4)

Melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada direksi teknis


konsultan supervisi dilapangan;

5)
Memantau
memberikan
pengarahan

aktivitas
kepada

kinerja
tim

dilapangan
kerja

setiap

saat

lapangan

serta

mengenai

mekanisme/prosedur kerja dan bentuk/dimensi bangunan yang


benar dengan mengacu terhadap gambar kerja, spesifikasi teknis
dan petunjuk/arahan direksi lapangan/konsultan supervisi.

6)

Memerintahkan pengawas dan tim kerja lapangan lainnya untuk


melakukan hal-hal teknis tertentu demi terciptanya hasil pekerjaan
yang sesuai spesifikasi.

7)
Menghentikan sementara aktivitas kerja lapangan pada kondisi
tertentu
yang memang mengahruskan untuk penghentian tersebut karena
dinilai

dapat

mengakibatkan

kecelakaan

penyimpangan terhadap prosedur kerja

kerja

atau

terjadi

atau pekerjaan yang

dilaksanakan tidaak sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis.


8)

Memerintahkan kepada tim kerja lapangan untuk membongkar


dan/atau memperbaiki hasil kerja yang tidak sesuai serta membuat
laporan mengenai perbaikan tersebut kepada General Manager
guna pengambilan kebijakan selanjutnya.

9)

Membuat laporan kemajuan pekerjaan fisik periode harian dan


mingguan berdasarkan realisasi lapangan.

10)

Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus (day-today) dan koordinatif.

c.

Pengawas
Bertanggung jawab secara teknis dan administratif kepada Pelaksana
atas seluruh aspek yang tekait dengan persediaan material / stok logistic
yang akan digunakan dilapangan.
Lingkup tugas Pengawas adalah sebagai
berikut :
1)

Membuat

daftar

permintaan

bahan/material

yang

akan

digunakan dilapangan sesuai petunjuk dari pelaksana;


2)
Mencatat jenis dan kuantitas material/bahan yang masuk dan
keluar
ataupun

material

yang

diterima

atau

ditolak

lapangan dan konsultan supervisi dalam setiap hari;

oleh

direksi

3)

Membantu pelaksana memantau aktivitas kerja lapangan ataupun


memberi petunjuk kepada pekerja mengenai teknis kerja lapangan
berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.

4)
Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus (day-today) dan
koordinatif.
d. Tenaga Administrasi
Bertanggung jawab kepada General Manager atas seluruh pekerjaan
yang terkait dengan aspek pengurusan adminitrasi dan keuangan.
Lingkup tugas Tenaga Administrasi adalah sebagai berikut :
1)

Membantu General manager dalam melakukan pengurusan


administrasi perusahaan meliputi : pengurusan administrasi untuk
penerbitan SPMK, SPL dan lain-lain.

2)

Membantu General Manager membuat administrasi untuk keperluan


pencairan keuangan;

3)

Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus (day-today) dan koordinatif.

Kolaka, 31 Maret 2015


Mengetahui / Menyetujui,
CV. TANETA
Pusat Kolaka
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur
Teknik

Dibuat Oleh,
CV. TANETA
Pusat

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf

BAB

VII

SPESIFIKASI
TEKNIS

Spesifikasi teknis yang digunakan dalam pekerjaan ini meliputi semua standar
yang telah ditetapkan dalam dokumen lelang. Meskipun demikian, ada baiknya
apabila pada bab ini perusahaan kami menguraikan beberapa hal penting terkait
spesifikasi teknis yang dipakai sebagai gambaran tingkat pemahaman mengenai
substansi pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Hal-hal penting yang terkait dengan spesifikasi teknis pelaksanaan yang akan
diterapkan dalam pekerjaan ini mencakup garis besar item pekerjaan, meliputi :

A.
Tanah

Galian

1.
Elevasi galian
diberitahukan oleh

sesuai

yang

ditunjukkan

dalam

gambar

atau

Direksi;
2. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini, patok tanda galian (bouwplank)
harus dipasang dengan teliti dan elevasinya diukur serta disetujui oleh
Direksi;
3. Pada bouwplank ini dituliskan elevasi elevasi yang perlu serta titik as
galian. Jarak
bouwplank untuk struktur tidak boleh lebih dari 2 m;
4.

Tanah hasil galian yang tidak memenuhi syarat sebagai tanah urug,
maka harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan;

5. Kontraktor sama sekali tidak diperkenankan menimbun tanah galian


di jalan;
6.

Apabila galian itu memenuhi syarat sebagai tanah urug, maka


penempatannya sementara menunggu digunakan harus diusahakan agar
tidak mengganggu lalu lintas maupun lingkungan.

B.

Urugan Tanah
1.

Kwalitas Tanah Urug


Tanah urug yang digunakan harus bersih dari bahan bahan organik dan
kotoran kotoran lainnya.

2. Cara Mengurug Galian


a.

Pengurugan

tanah

harus

dilakukan

selapis

demi

selapis,

dengan alat pemadatan pada setiap pemadatannya;


b. Tebal maximal setiap pemadatan 20 cm;
c.

Pekerjaan urug tanah yang dilakukan tidak memenuhi persyaratan


sehingga mengakibatkan permukaan tanah turun kembali, harus
diulang segera, dan jika diperlukan urugan harus diulang berkali kali,
sampai dengan permukaan yang diminta pada gambar rencana dan
sesuai dengan petunjuk Direksi.

C.

Urugan Pasir
1.

Urugan pasir dilakukan selapis demi selapis dan pemadatannya juga


dilakukan selapis demi selapis, dimana tebal lapisan maksimal 20 cm;

2. Setiap urugan pasir disiram dengan air hingga padat;


3.

Setiap tanah gembur yang dibuang diisi kembali dengan pasir hingga
rata dan padat.

D.

Pekerjaan Beton Tumbuk


Semua bahan yang akan dipakai harus disetujui oleh Direksi. Bahanbahan yang tidak disetujui Direksi harus disingkirkan dari lapangan.

i.

Semen
1)

Semen yang dipakai harus semen Portland dari jenis yang


disetujui dan yang dalam segala hal memenuhi syarat yang
ditetapkan dalam Peraturan Beton Indonesia.

2) Semen harus dari jenis Portland Cement sesuai persyaratan


ASTM E-150 type 1 atau yang untuk pekerjaan khusus. Agregat
semen harus memenuhi persyaratan ASTM E - 33 (spesifikasi
untuk agregat beton).
3) Dalam pengangkutan semen harus terlindungi dari hujan, dan
kantong semen dalam keadaan tertutup rapat dan harus
disimpan digudang dan dalam penempatan semen sedapat
mungkin ditempatkan pada tempat yang ditinggikan paling
sedikit 30 cm dari lantai.
4) Semen

harus

bersifat

kekal

bersih,

tidak

mengandung

bahan-bahan yang merusakkan kwalitas dan kuantitasnya.


j.

Agregat
Agregat, harus keras, bersifat kekal bersih, tidak mengandung
bahan-bahan yang merusakan kualitasnya. Agregat dalam segala
hal harus memenuhi syarat yang ditentukan dalam PBI 1971 / SKSNI
2002.
Sehubungan

dengan

ketentuan

tersebut,

maka

Kontraktor

diwajibkan menyediakan saringan sehingga agregat campuran


dihasilkan

oleh

saringan

sesuai

dengan

peraturan,

petunjuk

selanjutnya akan diberikan pada saat pelaksanaan.


1)
Pasir
Halus)

(Agregat

Pasir harus bersih, keras, awet dan tersusun dalam gradasi yang
baik, bebas dari bahan-bahan organik, lumpur serta kotorankotoran lain dan sesuai dengan persyaratan PBI - 71.
Gradasi Agregat Halus yang di syaratkan adalah sebagai
berikut:

Ukuran Saringan

Prosentase Sisa di atas

Saringan
4. mm

Minimum 2 %

1. mm

Minimum

0,25 mm

10

(80-95)%

2) Kerikil/Batu Pecah (Agregat Kasar)


Kerikil/Batu Pecah harus keras, awet dan tersusun dalam gradasi
yang baik, bebas dari bahan-bahan organik lumpur serta
kotoran - kotoran lain sesuai persyaratan P131 - 71.
Gradasi Agregat Kasar yang disyaratkan adalah sebagai
berikut :
Ukuran Saringan
Saringan

Prosentase Sisi di atas

31,5
0%

mm

4 mm
98)%

(90-

Selisih

antara

sisa

sisa

Maks 60 % Kumulatif
di atas 2 ayakan yang berurutan
10 %

Min

k. Cetakan Beton
1) Direksi harus menunjukkan jenis kayu yang akan dipergunakan
untuk
Cetakan
beton.
2)

Semua Cetakan beton harus menggunakan kayu-kayu atau


papan yang berkwalitas baik. Untuk menghendaki ketebalan
cetakan

yang

sama

dan

rapi

dianjurkan

untuk

memakai

multipleks dengan rangka penguat kayu/perancah kelas III yang


disesuaikan penggunaannya.
3)

Cetakan

harus

dibuat

sehingga dapat dicegah


dapat

mempermudah

dan
dari

disanggah

sedemikian

kerusakan-kerusakan

rupa
dan

penumbukan pada waktu pemadatan adukan mortal beton


tanpa merusak konstruksi.
4) Cetakan harus dengan berbagai bentuk, bidang-bidang batas
dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada
gambar atau seperti ditetapkan oleh direksi. Rencana cetakan
harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum pembuatan
cetakan dimulai, tetapi persetujuan yang demikian tidak akan
mengurangi tanggung jawab kontraktor terhadap keserasiannya
pada bentuk maupun terhadap perlunya perbaikan kerusakankerusakan, yang mungkin dapat timbul pada waktu pemakaian.
5)
Sewaktu-waktu direksi dapat menolak sesuatu bagian dari
bentuk yang
tidak dapat diterima dan dalam segi apapun kontraktor harus
dengan

segera

membongkar

bentuk

yang

ditolak

dan

menggantinya atas bebannya sendiri.


l.

Air
1)

Air untuk adukan dan merawat beton harus bersih dan


bebas

dari

bahan-bahan

yang

merusak,

atau

yang

mempengaruhi daya lekat semen dan air. Untuk memakai


pembuatan dan perawatan beton adalah air yang
diminum, bebas

minyak, asam

alkali,

dapat

garam-garam dan

bahan organik.
2) Apabila
Kontraktor

terdapat

keragu-raguan

mengenai

kwalitas

air,

diharuskan untuk mengirimkan contoh air itu kelaboratorium


sampai seberapa jauh air mengandung zat - zat yang dapat
merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal yang demikian
pekerjaan beton harus dihentikan sampai didapat keputusan
yang

pasti

mengenai air

Konstruksi Beton, dan

yang dapat

bagaimanapun juga

dipakai

untuk

penghentian pekerjaan ini tidak membebaskan Kontraktor dari


waktu pelaksanaan seluruh pekerjaan yang telah ditetapkan.
3)

Apabila
maka

pemeriksaan

contoh

air

tidak

dilakukan,

hal keraguan-raguan mengenai air harus diadakan

percobaan perbandingan antara kekuatan tekan mortar dengan


memakai air pada umur 7 dan 28 hari paling sedikit 90 % dari
kekuatan yang dipersyaratkan dalam PBI
1971 sesuai dengan mutu beton yang bersangkutan.

E.
1.

Plat Beton Bertulang


Semua bahan yang akan dipakai meliputi semen, pasir beton,
kerikil/batu pecah dan besi tulangan harus sesuai spesifikasi teknis
yang

telah

disyaratkan

dalam dokumen pengadaan dan harus

mendapat persetujuan dari direksi;


2.
Anyaman besi harus kokoh sehingga tidak berubah tempat selama
pengecoran;
3.

Cetakan beton harus dibuat sesuai persyaratan yang tercantum dalam


dokumen pengadaan;

4. Selimut beton harus tebal, dan untuk itu harus dibuat ganjal ganjal (bahu
beton) dari semen pasir campuran 1 : 2 dengan ukuran ukuran tertentu
yang diinginkan dan sesuai dengan petunjuk Direksi;
5.

Besi tulangan harus disatukan satu sama lain dengan menggunakan


kawat kecuali jika Direksi menginstruksikan menggunakan las;

6. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak
dapat berubah
atau bergeser pada waktu digetarkan dan

bilamana diperlukan

maka perlu pengukuran beton terhadap ukuran yang ditentukan;


7. Hubungan pada setiap bangunan konstruksi harus dipasang stek beton
pada setiap
jarak 75 cm digunakan sebagai pengikat antara sloof dan pondasi,
kolom yang tertanam pada pondasi dan stek antara kolom dan pasangan
kusen atau batu bata

atau antara ringbalk dengan pasangan batu bata dalam hal ini
dapat dilihat detailnya sesuai gambar;
8. Sebelum

melaksanakan

pengecoran,

maka

Kontraktor

harus

meminta persetujuan Direksi dibuktikan dengan Berita acara persetujuan


pengecoran;
9.

Sebelum pengecoran dilaksanakan sisi dalam papan bekisting harus


dicek terhadap kelurusan baik secara vetikal maupun secara horisontal,
harus bebas dari kotoran serta harus disiram dengan air sampai merata;

10. Bilamana pengecoran tidak menggunakan mesin penggetar yang dapat


diperlukan pada waktu pengecoran secara manual adalah bambu /kayu
bulat dan pemadatan secara manual adalah bambu/kayu bulat dan
pemadatan secara perlahan pada campuran beton;
11.

Pengadukan harus rata dan

sama kentalnya untuk setiap kali

pembuatan adukan sisa adukan yang mengeras tidak diperkenankan


dipakai;
12. Pembongkaran bekisting
mengalami

baru

dapat

diperbolehkan setelah

beton

periode pengerasan sesuai dengan PBI 1971 atau dengan izin direksi.

F.

Pasangan Batu Gunung


1. Batu yang digunakan adalah batu belah, batu kali atau batu gunung
berdiameter besar maksimal 30 cm dengan 3 bidang pecah (kecuali
gambar

rencana

menyatakan

lain),

bersifat

keras,

tidak

menunjukkan gejala lapuk karena cuaca, berukuran seragam, bersih


dari sampah sampah yang dapat mengurangi daya ikat semen;
2.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu harus dibuat profil


profil dari kayu bambu dengan bentuk ukuran dan peil sebagaimana
yang ditentukan dalam gambar;

3. Adukan semen menggunakan campuran 1 Pc : 4 Psr;

4.

Pada

pemasangan

diusahakan

ujung

pondasi

yang

perhentiannya

terpaksa

dihentikan

harus

bergigi,

sehingga

pada

penyambungan berikutnya terdapat ikatan yang kuat dan sempurna;


5. Tidak diperbolehkan adanya rongga/celah yang kosong dalam
pasangan
pondasi;
6. Bentuk pasangan pondasi batu harus sesuai dengan gambar rencana
dengan diberi adukan pengikat minimum 1 Pc : 4 Psr, kecuali untuk
pondasi yang dalam gambar diberi tanda trasram.
G.

Pasangan Plesteran dan Acian


1.

Seluruh bahan yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan


bahan yang tercantum dalam dokumen pengadaan;

2. Sebelum diplester, pasangan harus dibasahi terlebih dahulu supaya


plesteran dapat melekat dengan sempurna;
3. S e b e l u m p l e ste r a n k e r i ng
u k a n P e ng a c i a n te m b o k

b e tu l ,

dapat

dilak

b a g i a n d a l a m d e ng a n c a m p u r a n : 1 P c : 8 P c pu ti h
a ta u A P l u s. Di a c i d a n d i g o so k h i ng g a p e r - m u k a
a nnya l i c i n d a n r a ta , u ntu k te m b o k b a g i a n
l u a r d i a c i d e ng a n a d o n a n P o r tl a nd C e m e n .
Kolaka, 31 Maret 2015
Mengetahui / Menyetujui,
CV. TANETA
Pusat Kolaka
Kolaka

SUHARJO
ABBAS, ST
Direktur
Teknik

Dibuat Oleh,
CV. TANETA
Pusat

HESTY HAJRAWATI IDRIS


Staf

Anda mungkin juga menyukai