PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas bumi ini, karena
dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan
sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Kita dapat memahami maksud dan tujuan
orang lain berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan oleh
pembicara. Dengan kata lain, suatu ide atau gagasan akan dapat tersalurkan kepada
orang lain dengan adanya bantuan bahasa tersebut. Sehingga apa yang kita inginkan
dapat dipahami oleh orang lain.
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak
anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun
dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik
yang cepat, pertambahan berat maupun tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk
tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual. Pada perkembangan ini, pencapaian
kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan
idealistis). Dengan berkembangnya usia menjadi remaja, berkembang pula kosa kata
yang di gunakan dalam penyampaian informasi kepada orang lain. Sehingga orang lain
mudah mengerti apa yang kita maksut dengan pemberian informasi yang lebih detail
karna kosa kata yang bertambah atau berkembang.
Seiring dengan maraknya globalisasi sekarang ini, eksistensi bahasa Indonesia
dipertaruhkan. Apalagi banyak masyarakat khususnya para remaja yang menggunakan
bahasa Indonesia tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Para remaja justru lebih
suka menggunakan bahasa buatan mereka sendiri yang menurut mereka lebih modern.
Mereka tidak hanya menggunakan bahasa ini untuk percakapan saja atau sebagai
bahasa lisan tetapi juga sebagai bahasa tulis dalam menyampaikan pesan dalam sms.
Bahasa yang lebih merakyat di kalangan anak muda ini sering disebut bahasa gaul,
disebut demikian karena dalam penggunaanya bahasa ini terkesan memboroskan kata
dengan kata lain tidak efektif. Trend inilah yang membuat masyarakat sekarang hanya
sedikit yang menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
mengetahui
perkembangan
pengarauh
bahasa
gaul
terhadap
BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk
itulah
diperlukan
kesadaran
dari
masyarakat
Indonesia
yang
menggunakan bahasa Indonesia harus lebih bijak dalam memilih bahasa yang baik dan
buruk yang mereka dapat dari dampak perkembangan kemajuan informasi dan
komunikasi, sehingga mereka dapat membatasi penggunaan bahas asing, bahasa gaul
dan bahasa alay secara berlebihan. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia di
halaman-halaman sosial media atau aplikasi-aplikasi situs web juga dapat dilakukan
agar bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa internet, sehingga bahasa
nasional Republik Indonesia ini dapat menjadi bagian dari globalisasi, bukan menjadi
korban dari globalisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Bahasa Indonesia di era globalisasi
Bahasa Indonesia merupakan bahas resmi yang digunakan oleh Bangsa
Indonesia seperti yang telah diikrakan pada Sumpah Pemuda 1928 dan UUD 1945
pasal 36 bab XV. Oleh karna hal inilah bahasa Indonesia memiliki peranana yang
sangat penting dalam membangun jati diri Bangsa Indonesia. Di dalam era globalisasi
seperti saat ini yang ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi yang sangat cepat, bahasa Indonesia dapat terbawa arus oleh pengaruh buday
asing yang jelas tidak sesuai dengan budaya Bangsa Indonesia. Oleh karena hal itulah
masyarakat Indonesia harus mampu membina dan mempertahankan bahasa Indonesia
tetap menjadi jati diri bangsa.
Pengaruh dari luar atau asing sangat mungkin terjadi di era globalisasi seperti
saat ini. Kemajuan teknologri dibidang informasi dan komunikasi memungkinkan
pertukaran budaya yang sangat mudah dan cepat sehingga tak jarang pertukaran
informasi ini justru dapat member pengaruh yang buruk terhadap bangsa Indonesia
yaitu salah satunya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Masyarakat Indonesia
harus tetap konsisten mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahas nasional, oleh
karena itu diperlukan kedisiplinan dalam berbahasa nasional yaitu pematuhan aturanaturan yang berlaku dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
tetap memperhatikan kondisi dan situasi pemakaiannya.
Menurut Koentjaraningrat (1993:3) sebagian besar negara-negara di dunia
adalah multietnik. Dari sekitar 175 negara anggota PBB, hanya 12 negara yang
penduduknya dapat dikatakan homogeni dan diantara kedua belas negara yang
multietnik itu masih banyak hingga kini yang belum memiliki bahasa nasional.
Sedangkan Bangsa Indonesia yang terdiri atas 250 lebih suku bangsa dengan tidak
kurang 500 bahasa etniknya masing-masing patut berbangga hati karena memiliki
bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia
harus tetap dapat menjaga bahasa Indonesia agar tidak terbawa oleh arus globalisasi
karena hal ini menyangkut jati diri bangsa Indonesia.
Dengan adanya globalisasi serta kemajuan teknologi di bidang pertukaran
informasi dan komunikasi maka bahasa Indonesia pun mulai terpengaruh oleh bahas
5
dari Negara lain. Terdapat 3 bahasa yang paling banyak mempengaruhi penggunaan
bahas Indonesia saat ini yaitu bahasa Inggris, Jepang dan Korea. Masyarakat Indonesia
cenderung lebih senang mengucapkan bahas asing seperti good morning , ohayou
gozaimasu, dan annyeonghaseyo daripada kata-kata bahasa Indonesia seperti
selamat pagi. Mengingat kembali bahwa penggunaan bahasa Inggris lebih mendunia
dalam hubungan internasional sehingga masyarakat Indonesia cenderung lebih
memperdalam penggunaan bahasa Inggris agar lebih mudah diterima oleh dunia
internasional justru dapat membahayakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
walaupun tidak dapat dipungkiri ada juga beberapa negara yang ternyata mempelajari
bahasa Indonesia seperti Belanda, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Cina,
dan Korea Selatan.
Bahasa merupakan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya,
ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era globalisasi ini bangsa Indonesia harus ikut
berperan dalam persaingan pasar bebas dunia. konsep konsep dan istilah baru dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung dapat
memperkaya bahasa Indonesia. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang sangat pesat inilah membuat pergeseran pada bahasa Indonesia. Dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membawa dampak negatif dan
positif bagi bahasa Indonesia. Dampak positif yang diperoleh antara lain :
1. Dengan adanya perkembangan teknologi, orang-orang dapat saling bertukar
informasi melalui artikel yang dimuat melalui surat elektronik. Pengaruh positif
dari hal ini adalah dengan adanya pertukaran artikel tersebut penulis akan
menggunakan bahasa Indonesia dalam penulisan artikel dengan memperhatikan
kaidah penulisan yang baik dan benar sehingga pembaca dapat lebih mudah
memahami isi artikel tersebut.
2. Perkembangan teknologi seperti televisi akan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dalam pembacaaan berita dan disaksikan oleh masyarakat Indonesia sehingga
masyarakat akan lebih banyak mendengarkan bahasa Indonesia yang baik dan
benar dan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan
benar dikalangan masyarakat luas.
3. Pengaruh global teknologi dapat memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.
Pertukaran informasi dari bahasa asing terutama bahasa inggris dapat
menyebabkan munculnya kata serapan dan dapat memperkaya bahasa Indonesia.
Sedangakan dampak negatif yang diperoleh dari perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan antara lain :
6
Masa
remaja
memiliki
karakteristik
antara
lain
petualangan,
pengelompokan, dan kenakalan. Ciri ini tercermin juga dalam bahasa mereka.
Keinginan untuk membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan
bahasa rahasia (Sumarsana dan Partana, 2002:150).
Bahasa akan selalu berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya
pemakainya, baik berdasarkan kondisi sosiologis maupun kondisi psikologis dari
penggunanya. Oleh karena itu, dikenal ada variasi atau ragam bahasa pedagang, ragam
bahasa pejabat atau politikus, ragam bahasa anak-anak, termasuk ragam bahasa gaul.
Hal tersebut merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal. Bahasa akan terus
berkembang dan memiliki aneka ragam atau variasi.
Kosakata bahasa prokem di Indonesia diambil dari kosakata bahasa yang hidup
di lingkungan kelompok remaja tertentu. Pembentukan kata dan maknanya sangat
beragam dan bergantung pada kreativitas pemakainya. Bahasa prokem berfungsi
sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan
bahasa prokem, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat
yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.
7
Kehadiran bahasa prokem itu dapat dianggap wajar bagi kalangan remaja
karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani mereka. Masa hidupnya terbatas
sesuai dengan perkembangan usia remaja. Selain itu, pemakaiannya pun terbatas di
kalangan remaja kelompok usia tertentu dan bersifat tidak resmi. Jika berada di luar
lingkungan kelompoknya, bahasa yang digunakannya beralih ke bahasa lain yang
berlaku secara umum di lingkungan masyarakat tempat mereka berada.
Ragam bahasa menurut sarananya lazim dibagi atas 2 bentuk, yaitu:
A. Ragam tulisan
Penggunaan bahasa secara tertulis harus lebih teliti dan cermat, hal ini
disebabkan karena komunikator tidak berhadapan langsung, dengan komunikan.
Untuk menjamin keefektifan penyampaian suatu pesan maka fungsi
gramatikalnya seperti subjek, predikat dan objek harus lengkap. Namun
berdasarkan kenyataan sekarang, bahasa tulisan tidak lagi digunakan dengan
cermat karena masyarakat cenderung untuk berkomunikasi melalui telepon
genggam atau handphone.
Penggunaan bahasa tulisan dalam telepon genggam lebih dikenal
dengan short message service (sms) merupakan sebuah perkembangan teknologi
baru dalam menyampaikan pesan secara singkat dan cepat.penggunaan bahasa
tulisan pada sms umumnya menjadi lebih singkat karena pendek-pendek,
terpustus putus terdapat penyingkatan dan terdapat fungsi-fungsi kalimat yang
diresapkan. Khususnya dikalangan remaja yang lebih sering menggunakan sms
dengan penyingkatan- penyingkatan kosa kata yang sangat tidak sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh penggunaan bahasa tulis
dalam sms di kalangan remaja seperti, eh, u knp g dtg, aq udh nnggu u lm bgt
tp u g dtg2 yang seharusnya ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang benar
adalah eh, kamu kenapa tidak datang? Aku sudah menunggu kamu lama
banget tetapi kamu tidak juga datang. Ragam bahasa tulisan pada kalangan
remaja dapat dihasilkan dari:
1. Perubahan bahasa bak
Mengganti dan menghilangkan unsur konsonan atau vokal tertentu.
Contoh: ya menjadi ea, aku menjadi aq atau Q, kamu menjadi
amu, tidak menjadi gak atau g, kalau menjadi klo atau low,
yang menjadi yg atau iank, sudah menjadi dah, dan lain-lain.
8
bangsa
tercermin
pada
perilaku
masyarakat
yang
mulai
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Era
globalisasi dapat memberikan dampak negatif dan positif pada penggunaan
bahasa Indonesia. Konsistensi bahasa Indonesia semakin terganggu dengan
munculnya berbagai bahasa gaul di kalangan remaja. Bahasa gaul yang
digunakan sangat jauh dari kaidah penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan
benar. Hal ini semakin menurunkan derajat bahasa Indonesia dan membahayakan
keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
10
3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah hendaknya semakin banyak
masyarakat Indonesia terutama remaja harus mampu menggunakan bahasa
Indonesia sesuai kaidah yang baik dan benar. Memang kita harus mengikut
perkembangan ilmu pengetahuan yang cenderung dikuasai oleh bangsa barat.
Namun, tidak seharusnya kita bangsa Indonesia mengikuti dan mengadopsi
budaya mereka, alangkah lebih baik jika kita generasi bangsa Indonesia mampu
membawa bahasa Indonesia ke dunia internasional.
11