Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Helminthiasis merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama di
daerah tropis karena cukup banyak penduduk menderita penyakit tersebut. Di Indonesia,
penyakit cacing usus terutama yang ditularkan melalui tanah seperti Ascaris
lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yaitu Necator americanus dan
Ancylostoma duodenale masih merupakan penyakit rakyat dengan prevalensi yang
cukup tinggi terutama pada masyarakat sosial ekonomi rendah di pedesaan (Elmi,Tiangsa,
Susanti, Endang, Syahril, Chairuddin, 2004).
Helminthiasis selalu berhubungan erat dengan keterbelakangan dalam pembangunan
sosial ekonomi dan erat kaitannya dengan sindroma kemiskinan. Keadaan ini
menyebabkan penduduk tidak dapat mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan
perumahan, kuantitas dan kualitas makanan yang rendah, sanitasi lingkungan yang buruk
dan sumber air bersih yang kurang, pelayanan kesehatan yang terbatas (Sri Alemina
Ginting, 2003). Penyakit ini dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh
terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang tenak, karena cacing mengambil
sari makanan yang penting bagi tubuh, misalnya protein, karbohidrat, dan zat besi
yang dapat menyebabkan anemia (PD PERSI, 2008). Infeksi cacing usus masih
merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia.
Dikatakan pula bahwa masyarakat pedesaan atau daerah perkotaan yang sangat padat dan
kumuh merupakan sasaran yang mudah terkena infeksi cacing.(Moersintowarti,1992).
Penyakit yang banyak menyerang Unggas adalah penyakit parasit yang disebabkan
oleh Cacing, Dan sebagian besar unggas yang memucat banyak diserang adalah ayam
petelur karena ayam petelur memiliki hidup yang lama dan cacing juga memerlukan
waktu lama untuk siklus hidupnya. Berbeda dengan ayam pedaging yang masa
peliharaannya rata-rata satu kali masa panen hanya 35 Hari, sehingga untuk siklus hidup
cacing juga sangat pendek apalagi untuk menyerang dan menimbulkan penyakit.
Unggas yang baik adalah unggas yang dapat menghasilkan produksi yang tinggi, dan
untuk menghasilkan produksi yang tinggi, unggas perlu diberi perlakuan yang baik yaitu
dengan cara memberikan pakan sesuai kebutuhannya, dan dijaga agar terhindar dari
berbagai macam penyakit yang salat satunya adalah penyakit parasit yang di sebabkan
oleh cacing, umumnya pencegahannya dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan
kandang, rutin melakukan sanitasi kandang.

1.2 Rumusan masalah


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bagaimana etiologi dari cacing Ascaridia?


Bagaimana transimisi dan cara penularan Ascaridia?
Bagaimana patogenitas penyakit Ascaridiasis?
Bagaimana gejala penyakit Ascaridiasis?
Bagaimana diagnosis penyakit Ascaridiasis?
Bagaimana daya tahan tubuh unggas/ayam terhadap infeksi cacing A.galii?
Bagaimana pengobatan dan pencegahan penyakit ascaridiasis?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui etiologi dari cacing Ascaridia
2. Mengetahui transmisi dan cara penularan Ascaridia
3. Mengetahui patogenitas penyakit Ascaridiasis
4. Mengetahui gejala penyakit Ascaridiasi
5. Mengetahui diagnosis penyakit Ascaridiasis
6. Mengetahui daya tahan tubuh unggas atau ayam terhadap infeksi cacing Ascaridia
galii
7. Mengetahui pengobatan dan pencegahan penyakit Ascaridiasis
1.4 Manfaat
Bagi pemerintah
Mengurangi dampak angka kematian bagi unggas atau ternak yang menjadi salah
satu angka dari pendapatan daerah dan sebagian masyarakatnya yang

berpenghasilan sebagai peternak.


Bagi masyarakat atau peternak
1. Mengurangi kerugian akibat produksi ternak yang menurun karena cacing
2. Mengurangi dampak penyakit cacing yang bisa menular pada manusia
3. Mengurangi kerugian bagi masyarakat atau konsumen yang membeli daging
yang mengandung larva cacing dan meningkatkan kepercayaan konsumen
terhadap hasil jual kita.