Anda di halaman 1dari 3

Aplikasi Ekstraksi

Superkritis Cair

Ekstraksi minyak atsiri maupun komponen


yang terkandung didalamnya dengan
memanfaatkan fluida superkritis telah
dilakukan pada beberapa komoditas penghasil
minyak atsiri lavender, paprika, peppermint,
biji coriander dan sage
Ekstraksi menggunakan fluida superkritis
mempunyai keuntungan daripada dengan
distilasi air diantaranya yaitu
o aktivitas antioksidan yang lebih tinggi
o proses ekstraksi berlangsung cepat
o degradasi komponen termolabil dari ekstrak
o meningkatkan komponen ekstrak yang
mudah menguap

Contoh penerapan ekstraksi fluida superkritis


Kandungan linalyl asetat dari ekstrak lavender dari
proses distilasi air 12,1%, sedangkan dengan fluida
superkritis diperoleh linalyl asetat 34,7%.
Minyak jeruk tersusun atas senyawa terpena (>95%) ,
komponen teroksigenasi (<5%), wax dan pigmen.
Senyawa terpena harus dipisahkan agar minyak stabil.
Pemisahan terpena secara konvensional dilakukan dengan
distilasi, yang melibatkan temperatur proses tinggi.
Akibatnya akan terjadi degradasi thermal minyak jeruk.
Wax harus dihilangkan karena berpengaruh terhadap
turbiditas minyak
Penggunaan fluida superkritis untuk mengekstrak salah
satu komponen minyak atsiri juga memungkinkan
terjadinya fraksinasi substansi lainnya.Bahan yang akan
diekstrak umumnya daun, bunga, akar, buah, kulit buah,
biji dan bagian tanaman lain yang mengandung minyak
atsiri
Sumber : kimia FMIPA Universitas Negeri Jember