Anda di halaman 1dari 35

MITOKONDR

IA
OLEH::::
FRANSISKA FITRIA DAMAYANTI

(120302040)

FARIHATUL LAILI (12030204013)


PUNGKAS AYU HAPSARI

(120302040)

FATHONATUN NISAK U.M

(120302040)

MEGA SULISTIO ASTUTI (120302040)


HAMIDA GHOZIAH AKBAR (120302040)
HAFIS DWALUTHFI
NURIL HIDAYATI

(120302040)

(120302040)

ISTIQOMATUL AMALIYAH IZZAH (120302040)


DIANA PRATIWI

(120302040)

STRUKTUR MITOKONDRIA

DNA
RIBOSOM
MATRIKS
MEMBRAN LUAR
MEMBRAN DALAM
RUANG ANTAR MEMBRAN
KRISTA

PERBEDAAN DNAMITOKONDRIA
DENGAN DNA INTI
DNA mitokondria

DNA inti

Terdapat dalam jumlah


banyak (lebih dari 1000
kopi) dalam tiap sel

Hanya berjumlah dua


kopi

Hanya diwariskan dari


ibu (maternally
inherited)

Merupakan hasil
rekombinasi DNA kedua
orang tua

Berbentuk lingkaran

Berbentuk linier

FUNGSI MITOKONDRIA
RESPIRASI
FUNGSI LAINNYA TERMASUK:
SEL SINYAL UNTUK NEURON
MENGELOLA APOPTOSIS
MENGONTROL SIKLUS SEL
PEMANTAUAN DIFERENSIASI SEL PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN

Proses Respirasi

Respirasi terjadi pada seluruh sel yang hidup, khususnya di


Mitokondria. Proses ini bertujuan untuk membangkitkan energi
kimia (ATP). ATP dibentuk dari penggabungan ADP + Pi (fosfat
anorganik) dengan bantuan pompa H+-ATP-ase, dalam rantai
transfer elektron yang terdapat pada membran mitokondria.
Peristiwa aliran elektron dan atau proton (H+) dalam rantai
tranfer elektron pada dasarnya adalah peristiwa Reduksi
Oksidasi (Redoks). Oleh sebab itu, pembentukan ATP yang
digerakkan oleh energi hasil oksidasi dan perbedaan proton
antara ruang antar membran dengan membran sebelah dalam
mitokondria disebut fosfotilasi oksidatif. Teori pembentukan ATP
oleh gradient proton ini dicetuskan oleh Piter Mitchell yang
dikenalkan dengan teori Chemiosmotik.
Respirasi terbagi atas 2 yaitu :
A.
Respirasi Aerob
B.
Respirasi Anaerob

RESPIRASI AEROB
Respirasi aerob

Reaksi
katabolisme

Digunakan langsung oleh sel untuk


melangsungkan reaksi-reaksi kimia,
pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi,
dll

Membutuhkan
oksigen

Menghasilkan
energi dalam
jumlah besar
(ATP)

REAKSI RESPIRASI AEROB SECARA SEDERHANA ADALAH :


C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O

Secara Umum Tahapan Respirasi Aerob adalah sebagai


berikut:
Tahapan :
I : Pembongkaran glukosa
asam
piruvat.
Tahapan
ini
disebut
Glikolisis. Jalur pembongkaran ini
disebut jalur EMP atau jalus pusat.
Hal ini terjadi di sitosol atau di matrik
plastida (khusus pada tumbuhan).
II : Dekarboksilasi Oksidasi asam
Piruvat (senyawa 3-C)
as. AcetilCoA (2-C). Proses ini berlangsung di
matrik mitokondria.
III : Perombakan sempurna Acetil-CoA
dalam daun TCA (daur asam
trikarboksilat) atau daur Krebs.
Peristiwa ini terjadi di matrik
mitokondria.
IV : Oksidasi reduksi dalam rantai
transfer electron pada membran
mitokondria.

PERBEDAAN ANTARA AEROB DAN


ANAEROB

RESPIRASI ANAEROB
FERMENTASI ALKHOHOL

RESPIRASI ANAEROB
FERMENTASI ASAM LAKTAT

HOMOF
ERMEN
TATIF

RESPIRASI ANAEROB

HO
M
O
F
E
R
M
E
N
TA
TI
F

GLIKOLISIS
GLIKOLISIS BERLANGSUNG DI DALAM SITOSOL.
LINTASAN KATABOLISME INI ADALAH PROSES
PEMECAHAN GLUKOSA MENJADI:
ASAM PIRUVAT, PADA SUASANA AEROB (TERSEDIA
OKSIGEN)
ASAM LAKTAT, PADA SUASANA ANAEROB (TIDAK
TERSEDIA OKSIGEN)
GLIKOLISIS MERUPAKAN JALUR UTAMA METABOLISME
GLUKOSA AGAR TERBENTUK ASAM PIRUVAT, DAN
SELANJUTNYA ASETIL-KOA UNTUK DIOKSIDASI DALAM
SIKLUS ASAM SITRAT (SIKLUS KREBS). SELAIN ITU
GLIKOLISIS JUGA MENJADI LINTASAN UTAMA
METABOLISME FRUKTOSA DAN GALAKTOSA.

CLICK HERE:
HOW GLYCOLISIS
WORKS

DEKARBOKSILASI OKSIDATIF
REAKSI PENGUBAHAN ASAM
PIRUVAT YANG BERATOM
3 C BERATOM C DUA BUAH,
YAITU ASETIL KOENZIM-A
(ASETIL KO-A).

DEKARBOKSILASI OKSIDATIF
SERING JUGA DISEBUT SEBAGAI TAHAP PERSIAPAN
UNTUK MASUK KE SIKLUS KREBS. REAKSI DO INI
MENGAMBIL TEMPAT DI INTERMEMBRAN
MITOKONDRIA.

SETELAH GLIKOLISIS, JIKA MOLEKUL O2 CUKUP ASAM


PIRUVAT AKAN MENJALANI TAHAPAN REAKSI SELANJUTNYA
(SIKLUS KREBS DI MATRIKS MITOKONDRIA).
JIKA O2 CUKUP ASAM PIRUVAT AKAN MENJALANI REAKSI
FERMENTASI.
ASAM PIRUVAT YANG MENDAPAT MOLEKUL O2 YANG CUKUP
TIDAK DAPAT BEGITU SAJA MASUK KE SIKLUS KREBS

ASAM PIRUVAT MEMILIKI ATOM C TERLALU BANYAK, YAITU 3


BUAH

PERSYARATAN MOLEKUL YANG DAPAT MENJALANI SIKLUS


KREBS: MEMILIKI DUA ATOM C (2 C)

KARENA ITU, ASAM PIRUVAT AKAN MENJALANI REAKSI


DEKARBOKSILASI OKSIDATIF

MOLEKUL ASAM PIRUVAT YANG DIHASILKAN REAKSI


GLIKOLISIS AKAN MELEPASKAN 1 GUGUS KARBOKSILNYA
YANG SUDAH TEROKSIDASI SEMPURNA DAN MENGANDUNG
SEDIKIT ENERGI, YAITU DALAM BENTUK MOLEKUL CO2
2 ATOM KARBON YANG TERSISA DARI PIRUVAT AKAN
DIOKSIDASI MENJADI ASETAT (BENTUK IONISASI ASAM
ASETAT)
ASETAT AKAN MENDAPAT TRANSFER ELEKTRON DARI NAD+
YANG TEREDUKSI MENJADI NADH

KOENZIM A (SENYAWA YANG MENGANDUNG SULFUR YANG


BERASAL DARI VIT. B) DIIKAT OLEH ASETAT DENGAN IKATAN
YANG TIDAK STABIL DAN MEMBENTUK GUGUS ASETIL YANG
SANGAT REAKTIF, YAITU ASETIL KOENZIM-A, YANG SIAP
MEMBERIKAN ASETATNYA KE DALAM SIKLUS KREBS UNTUK
PROSES OKSIDASI LEBIH LANJUT.
SELAMA REAKSI TRANSISI INI, SATU MOLEKUL GLUKOSA
YANG TELAH MENJADI 2 MOLEKUL ASAM PIRUVAT LEWAT
REAKSI GLIKOLISIS MENGHASILKAN 2 MOLEKUL NADH.

SIKLUS KREBS
SIKLUS KREBS DISEBUT JUGA SIKLUS ASAM SITRAT,
KARENA SENYAWA PERTAMA YANG TERBENTUK
ADALAH ASAM SITRAT.
TEMPAT BERLANGSUNG : MEMBRAN MITOKONDRIA

TUJUAN SIKLUS KREBS


MENGGAMBARKAN BAHWA CO2 TIDAK HANYA
MERUPAKAN HASIL AKHIR METABOLISME, NAMUN
DAPAT BERPERAN SEBAGAI ZAT ANTARA, MISALNYA
UNTUK PROSES LIPOGENESIS.
MENGENALI PERAN SENTRAL MITOKONDRIA PADA
KATALISIS DAN PENGENDALIAN JALUR-JALUR
METABOLIK TERTENTU, MITOKONDRIA BERFUNGSI
SEBAGAI PENGHASIL ENERGI.

TAHAPAN SIKLUS KREBS


PEMBENTUKA
N ASAM
SITRAT
PEMBENTUKA
N ASAM
ISOSITRAT

sitratase mengkatalisis
reaksi kondensasi antara
asetil KoA dengan
oksaloasetat menghasilkan
sitrat.

cis-akonitat, dikatalis secara reversible


oleh enzim akonitase.
Enzim ini mengkatalisis reaksi
reversible penambahan H2O pada
ikatan rangkap cis-akonitat dalam dua
arah, yang satu ke pembentukan
isositrat.

PEMBENTUKA
N ASAM
KETOGLUTAR
AT

PEMBENTUKA
N ASAM
SUKSINAT

pembentukan senyawa antar


oksalosuksinat yang berikatan
dengan enzim isositrat
dehidrogenase dengan NAD
berperan sebagai koenzimnya.

Asam -ketoglutarat diubah


menjadi Suksinil KoA dengan
jalan dekarboksilasi oksidatif.
suksinil KoA melepaskan
koenzimnya dengan
dirangkaikan dengan reaksi
pembentukan energy, GTP dari
GDP dan fosfat

PEMBENTUK
AN ASAM
FUMARAT
PEMBENTUK
AN ASAM
MALAT

suksinat dioksidasi menjadi


fumarat oleh enzim
suksinat dehidrogenase
yang berkaitan dengan
flavin adenine dinukleotida
(FAD)
penambahan satu molekul
H2O ke ikatan rangkap
fumarat, menghasilkan Lmalat, dengan dikatalis
enzim fumarase

L-malat
PEMBENTUK
dioksidasi
AN ASAM
menjadi
OKSALOASET oksalo asetat
AT
oleh enzim Lmalat yang
berikatan
dengan NAD

TRANSPOR ELEKTRON
RANTAI TRANSPOR ELEKTRON ADALAH TAHAPAN TERAKHIR
DARI REAKSI RESPIRASI AEROB
DISEBUT JUGA SISTEM RANTAI RESPIRASI ATAU SISTEM
OKSIDASI TERMINAL.
BERLANGSUNG PADA KRISTA (MEMBRAN DALAM)
MITOKONDRIA
MOLEKUL YANG BERPERAN PENTING: NADH DAN FADH 2
YANG DIHASILKAN PADA REAKSI GLIKOLISIS,
DEKARBOKSILASI OKSIDATIF DAN SIKLUS KREBS
MOLEKUL LAIN YANG BERPERAN: MOLEKUL OKSIGEN,
KOENZIM Q (UBIQUINONE), SITOKROM B, SITOKROM C, DAN
SITOKROM A.

KOMPLEKS TRANSPOR ELEKTRON TERSUSUN ATAS


LIMA KOMPLEKS PROTEIN YANG MEMILIKI FUNGSI
SPESIFIK, ANTARA LAIN:
1. KOMPLEKS I

NADH REDUKTASE

2. KOMPLEKS II SUKSINAT DEHIDROGENASE


3. KOMPLEKS III SITOKROM REDUKTASE
4. KOMPLEKS IV ALIRAN ION HIDROGEN DARI
MATRIKS MENUJU RUANG
INTERMEMBRAN
5. KOMPLEKS V ENZIM ATP SINTASE

SECARA KESELURUHAN, SEJAK REAKSI GLIKOLISIS


SAMPAI SIKLUS KREBS TELAH DIHASILKAN NADH
SEBANYAK 10 MOLEKUL DAN FADH2 SEBANYAK 2
MOLEKUL.
10 NADH DAN 2 FADH2 MENGALAMI OKSIDASI SESUAI
REAKSI BERIKUT:

SETIAP OKSIDASI NADH MENGHASILKAN 3 MOLEKUL ATP


2 MOLEKUL ATP UNTUK SETIAP OKSIDASI FADH2
JADI, DALAM TRANSPOR ELEKTRON DIHASILKAN 34 ATP
DITAMBAH DARI HASIL GLIKOLISIS (2ATP) DAN SIKLUS KREBS
(2 ATP), MAKA SECARA KESELURUHAN REAKSI RESPIRASI
SELULER MENGHASILKAN TOTAL 38 ATP
JADI 1 MOLEKUL GLUKOSA MENGHASILKAN TOTAL 38 ATP
AKAN TETAPI, 2 ATP DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN
TRANSPOR AKTIF, MAKA HASIL BERSIH SETIAP RESPIRASI
SELULER ADALAH 36 ATP.

TERIMAKASIH......