Anda di halaman 1dari 1

1. Jelaskan sifat gadai tidak dapat dibagi-bagi ?

Hak gadai tidak dapat dibagi-bagi artinya sebagian hak gadai tidak akan menjadi hapus
dengan dibayarnya sebagian dengan hutang oleh karena itu gadai tetap melekat atas
seluruh benda itu.
2. Mengapa perjanjian penanggungan dapat dibuat tanpa sepengetahuan
debitur.Jelaskan
Penanggungan utang selalu di adakan antara Kreditur dan pihak ke tiga dalam perjanjian
dengan nama pihak ketiga guna kepentingan Kreditur mengikatkan diri untuk memenuhi
perikatannya bila mana Debitur sendiri tidak memenuhinya (pasal 1820 KUHPerdata).
Oleh karena, penanggungan utang ini di adakan untuk kepentingan Kreditur, maka
penanggungan utang dapat di adakan baik dengan sepengetahuan Debitur maupun tidak,
demikian dikatakan oleh pasal 1823 KUHPerdata. Dengan mengadakan perjanjian
penanggungan utang ini, bila mana Debitur lalai memenuhi perikatannya maka Kreditur
dapat menuntut pihak penanggung, tanpa mengurangi pihak penanggung untuk menuntut
agar barang-barang Debitur di sita terlebih dahulu dan di jual untuk melunasi utangnya.
3. Sertipikat Hak Tanggungan mempunyai kekuatan eksekutorial.Jelaskan
Sertifikat Hak Tanggungan kekuatan hukumnya sama dengan Putusan Pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (incrah) dan mempunyai kekuatan
Eksekutorial, dimana pada sertifikat Hak Tanggungan tersebut telah dibubuhkan irahirah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa tujuan dibebankan hak
tanggungan terhadap jaminan dari debitur adalah apabila debitur wan prestasi atau cidera
janji, maka Pihak Kreditur dalam hal ini Pihak Bank tidak lagi mengajukan gugatan ke
Pengadilan, tetapi hanya mengajukan permohonan lelang Eksekusi terhadap Hak
Tanggungan tersebut ke Pengadilan.
4. Bagaimana terjadinya jaminan fidusia?
a. Proses pertama, dengan membuat perjanjian pokok berupa perjanjian kredit;
b. Proses kedua, pembebanan benda dengan jaminan fidusia yang ditandai dengan
pembuatan Akta Jaminan Fidusia (AJF), yang didalamnya memuat hari, tanggal,
waktu pembuatan, identitas para pihak, data perjanjian pokok fidusia, uraian objek
fidusia, nilai penjaminan serta nilai objek jaminan fidusia;
c. Proses ketiga, adalah pendaftaran AJF di kantor pendaftaran fidusia, yang kemudian
akan diterbitkan Sertifikat Jaminan Fidusia kepada kreditur sebagai penerima fidusia;