Anda di halaman 1dari 25

KORELASI &

REGRESI
FASILITATOR :
GEMA NAZRI YANTI

KORELASI
Berfungsi untuk mengetahui derajat
atau keeratan hubungan, juga untuk
mengetahui arah hubungan dua
variabel numerik
Contoh: Apakah hubungan berat
badan dan tekanan darah mempunyai
derajat yang kuat atau lemah dan
apakah kedua variabel tersebut
berpola
positif atau negatif.

Hubungan dua variabel dapat dilihat


dari diagram tebar/pencar (Scatter Plot)
Dari diagram tebar dapat diperoleh
informasi tentang pola hubungan antara dua
variabel X dan Y. Selain itu juga dapat
menggambarkan keeratan hubungan dari
kedua variabel tersebut.

Correlation and Correlation Coefficient


The closer the magnitude of the correlation Coefficient is to 1, the less scatter
There is in the relationship between the two variables. The closer the correlation
coefficient is to 0 the weaker the relationship between the two variables

r=-1

r=+1

r = 0.8

r = 0.0

Derajat

keeratan hubungan (kuat


lemahnya hubungan) dapat dilihat
dari tebaran datanya (scatter
diagram)
semakin rapat tebarannya, semakin
kuat hubungannya dan sebaliknya
semakin melebar tebarannya
menunjukkan hubungannya semakin
lemah (scatter diagram)

Korelasi product moment


Mencari hubungan dua variabel jika data kedua
variabel berbentuk interval atau ratio
Melihat kekuatan hubungan 2 variabel
Angka koefisian korelasi berkisar antara -1
sampai +1
Rumus Pearson Product Moment ( r )
r =
NXY (X).(Y)
{NX2 _ (X)2 } . {NY2 (Y)2
R = koefisien determinan = r2
proporsi variasi

Nilai korelasi ( r ) berkisar 0 s.d. 1 atau bila


dengan disertai arahnya nilai antara -1
s.d. +1
r=0
tidak ada hubungan linier
r = -1
hubungan linier negatif sempurna
r = +1
hubungan linier positif sempurna

Hubungan dua variabel dapat berpola positif


maupun negatif.
Hubungan positif terjadi bila kenaikan satu
variabel diikuti kenaikan variabel yang lain.
Misalnya,semakin bertambah berat badannya
(semakin gemuk) semakin tinggi tekanan
darahnya.
Hubungan negatif dapat terjadi bila kenaikan
satu variabel diikuti penurunan variabel yang
lain. Misalnya, semakin bertambah umur
(semakin tua) semakin rendah kadar Hb-nya.

Menurut Colton, kekuatan hubungan dua


variabel secara kualitatif dapat dibagi
dalam empat area sebagai berikut:
r = 0,00 0,25
tidak ada hubungan
/hubungan lemah
r = 0,26 0,50
hubungan sedang
r = 0,51 0,75
hubungan kuat
r = 0,76 1,00
hubungan sangatkuat /
sempurna

Menentukan kemaknaan
(signifikansi)
Pengujian signifikan atau tidaknya 2 variabel
dapat digunakan dengan 2 cara yaitu :
1. Uji t dengan rumus

rN2
t=
1 - r2

2. Memakai tabel
Membandingkan r hitung dengan r tabel
( tabel product momen)
Jika r hitung > r tabel Ho ditolak artinya
ada hubungan yang signifikan antara 2
variabel ( diketahui taraf signifikan dan N )
Membandingkan t hitung dengan t tabel
( tabel t)
Jika t hitung > t tabel
Ho ditolak artinya
ada hubungan yang signifikan antara 2
variabel (diketahui dan dk=N-2)

Contoh soal 1:
Dari 22 orang ingin diketahui apakah umur
mempunyai korelasi dengan tekanan darah
dengan rumus korelasi product moment:
r =
NXY (X).(Y)
{NX2 _ (X)2 } . {NY2 (Y)2
Tentukan hubungan kemaknaan dari
korelasi tersebut dengan memakai rumus
t= rN2
1 - r2

UMUR
22
23
24
27
28
29
30
32
33
35
40
41
46
47
48
49
49
50
51
51
51
51

120
125
115
105
115
125
120
125
100
120
150
170
135
110
115
135
130
120
130
135
145
130

TEK DARAH
384
529 15625
576
729 11025
784
841
900
1024
1089
1225
1600
1681
2116
2209
2304
2401
2401
2500
2601
2601
2601
2704

x2
14400
2875
13225
2835
13225
15625
14400

y2
2640
2760
3220
3625
3600
15625
10000
14400
22500
28900
18225
12100
13225
18225
16900
14400
16900
18225
21025
16900

4000
3300
4200
6000
6970
6210
5170
5520
6615
6370
6000
6630
6885
7395
6760

x .y

Jawab :
x = 858, y= 2775, x2 = 35900, y2 = 355075
xy = 109580

a. r

=
22 x 109.580 858 . 2775
{22 x 35900 _ 8582 } . {22 x355.075 27752 }
= 0,386
R = koefisien determinan
R = r2
= (0,386) 2
= 0,148
0,15 (15 %),
Interpretasi : kenaikan tek darah 15% disebabkan oleh faktor
umur sedangkan sisanya 85% disebabkan oleh faktor lain.

b. t = r N 2
1 - r2
= 0,386 (22-2)
1- 0,3862
=

1,871

t tabel pada 0,05 dan dk=N-2 (22-2 = 20) yaitu 2,086


(lihat tabel t)
Kesimpulan :
Berarti t hitung tidak lebih besar dari t tabel atau
t hitung < t tabel maka tidak ada korelasi/ hubungan
yang signifikan antara umur dan tekanan darah pada
= 0,05

Hitung korelasi antara tinggi dan berat badan


martians
Observed
Height (x, cm)

Observed
Weight (y,g)

31
32
33
34
35
35
40
41
42
46

7.8
8.3
7.6
9.1
9.6
9.8
11.8
12.1
14.7
13.0

961
1024
1089
1156
1225
1225
1600
1681
1764
2116

241.8
265.6
250.8
309.4
336.0
343.0
472.0
496.1
617.4
598.0

369
X

103.8
Y

13841
X2

3930.1
XY

X2,cm2

XY, cm.g

REGRESI LINIER
HUBUNGAN ANTARA DUA VARIABEL YANG BEBAS,
MISALNYA ANTARA DOSIS OBAT DENGAN RESPON
THDP OBAT YG BERSANGKUTAN.
CTH : HUB ANTARA UMUR DGN TEK DARAH
KORELASI : APAKAH ADA HUB ANTARA UMUR DGN
TEK DARAH
REGRESI : JIKA UMUR BERTAMBAH, BAGAIMANA
AKIBATNYA TERHADAP TEK DARAH
Bentuk umum garis Regresi

Y = a + bx

Bentuk umum garis Regresi

Y = a + bx

Rumus b = N|x.y |x.|y


N|x 2 --- (|x)2
a = y b.x
Dimana x = 1
,x = x , y = y
N
N
N

Contoh soal :
Dari soal no 1 diatas, buat persamaan garis regresinya
. Jika umur pasien 60 tahun, berapa tek darah
sistoliknya dan gambarkan kurva regresinya.
Jawab : Y = a+ bx
b = N|x.y |x.|y
N|x 2 --- (|x)2
= 22.109580 (858) (2775)
22. 35900 (858)2
= 29810
53636
= 0,555

a = y bx, dimana x = x = 858 = 39


N
22
y = y= 2775= 126,136
N
22
a = y bx = 126,136 (0,555)(39)
= 104,491
Jadi pers garis regresi yg terbentuk :
Y = a+bx
= 104,491 + 0,555X

Jika x = 60 tahun, y???


y = a+bx
= 104,491 + 0,555.60
= 104.491 + 33,3
= 137,791
Jika umur 60 tahun, maka tek darah 137,791

Soal latihan:
1. Suatu populasi untuk melihat korelasi berat
badan dengan tekanan darah pada
pegawai bank mandiri dengan data sbb:
BB : 50, 70, 56, 64, 66, 73, 74, 78, 83, 85
TD : 115, 130, 130, 125, 134, 134, 140,
138, 145, 145.
Berdasarkan data diatas hitunglah :
a. Korelasi berat badan dengan tekanan
darah (r dan R) dan interpretasinya

b. Buktikan apakah terdapat hubungan


yang signifikan antara BB dengan TD pada
= 0,20.
c. Buat Persamaan garis regresi
d. Jika BB = 75 kg, berapa TD nya?
e. Gambarkan garis regresinya...

SOAL:
Suatu penelitian untuk melihat hubungan
antara Berat Badan dengan produktivitas
kerja pada 12 orang buruh di pabrik kopi.
BB : 70, 60, 60, 68, 77, 60, 55, 50, 64, 67,
67, 72.
Produktivitas kerja: 60, 60, 65, 85, 80, 65,
55, 55, 60, 65, 85, 80.

Berdasarkan data diatas, hitunglah:


a.Koefisien korelasi (r), koefisien
determinan (R) dan interpretasinya.
b.Buktikan apakah terdapat hubungan
yang signifikan antara BB dengan
produktivitas kerja pada = 0,10
c. Buat persamaan garis regresinya.
d.Jika BB= 90 kg, berapa nilai produktivitas
kerjanya.
e.Gambarkan garis regresinya.