Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................................1
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................2
Latar Belakang.......................................................................................................2
Tujuan.....................................................................................................................2
Manfaat...................................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................4
Dasar Teori.............................................................................................................4
Permasalahan dan Pembahasannya.....................................................................7
Soal..............................................................................................................7
Jawaban dan Pembahasannya..................................................................8
BAB III PENUTUP..........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................12

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Diferensiasi Numerik merupakan salah satu metode yang penting dalam ilmu
komputasi. Persoalan perhitungan turunan fungsi cukup banyak muncul dalam bidang
rekayasa, misalnya dalam bidang pengolahan citra (image processing), turunan fungsi
diterapkan untuk mendeteksi sisi (edge) obyek pada suatu citra. Sementara dalam
perhitungan numerik sendiri, turunan fungsi dalam orde yang lebih tinggi, f ', f ", f
"', ..., kadang-kadang diperlukan. Misalnya untuk menghitung batas-batas galat
interpolasi polinom atau untuk menghitung galat integrasi numerik dengan aturan
trapesium.
Bila persamaan fungsi

f(x) diberikan secara eksplisit, maka kita dapat

menentukan fungsi turunannya, f'(x), f"(x), ..., f(n+1)(x), lalu menggunakannya untuk
menghitung nilai turunan fungsi di x = t. Seringkali fungsi f(x) tidak diketahui secara
eksplisit, tetapi hanya diketahui memiliki beberapa titik data saja. Pada kasus seperti
ini kita tidak dapat menemukan nilai turunan fungsi secara analitik. Sebaliknya, pada
kasus lain, meskipun f(x) diketahui secara eksplisit tetapi bentuknya rumit sehingga
menentukan fungsi turunannya merupakan pekerjaan yang tidak mangkus dan tidak
praktis.
Untuk kedua kasus terakhir, perhitungan nilai turunan dapat dikerjakan secara
numerik (numerical differentiation atau numerical derivative). Nilai turunan yang
diperoleh merupakan nilai hampiran. Sebagaimana halnya pada integrasi numerik,
perhitungan turunan numerik juga menggunakan nilai-nilai diskrit. Maka, fungsi
dalam bentuk tabel merupakan bentuk alami untuk perhitungan turunan.
Oleh karena itu saya membuat Laporan Akhir Praktikum Fisika Komputasi
menggunakan pembahasan Diferensiasi Numerik karena metode ini dirasa mampu
1.2

menyelesaikan persoalan yang fungsi f(x)-nya tidak diketahui secara eksplisit.


Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum Fisika Komputasi adalah diharapakan
praktikan dapat memahami dan menjelaskan prinsip kerja software MatLab, dapat
mengolah data dengan software MatLab, serta dapat mengerjakan persoalan fisika
menggunakan perhitungan numerik dan melakukan pemodelan dengan software
MatLab.

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

1.3

Manfaat
1.3.1 Praktikan dapat memahami dan menjelaskan prinsip kerja software MatLab.
1.3.2 Praktikan dapat mengolah data dengan software MatLab
1.3.3 Praktikan dapat mengerjakan persoalan fisika menggunakan perhitungan
numerik dan melakukan pemodelan dengan software MatLab.

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Dasar Teori
Persoalan turunan numerik ialah menentukan hampiran nilai turunan fungsi f
yang diberikan dalam bentuk tabel. Meskipun metode numerik untuk menghitung
turunan fungsi tersedia, tetapi perhitungan turunan sedapat mungkin dihindari.
Alasannya, nilai turunan numerik umumnya kurang teliti dibandingkan dengan nilai
fungsinya. Dalam kenyataannya, turunan adalah limit dari hasil bagi selisih: yaitu
pengurangan dua buah nilai yang besar (f(x+h) - f(x)) dan membaginya dengan
bilangan yang kecil (h). Pembagian ini dapat menghasilkan turunan dengan galat
yang besar. Lagi pula, jika fungsi f dihampiri oleh polinom interpolasi p, selisih nilai
fungsi mungkin kecil tetapi turunannya boleh jadi sangat berbeda dengan nilai
turunan sejatinya. Hal ini masuk akal sebab turunan numerik bersifat "halus", dan ini
berlawanan dengan integrasi numerik, yang tidak banyak dipengaruhi oleh
ketidaktelitian nilai fungsi, karena integrasi pada dasarnya adalah proses penghalusan.
(Anonymous, 2012)
Misal diberikan nilai-nilai x di x0-h, x0, dan x0+ h, serta nilai fungsi untuk
nilai-nilai x tersebut. Titik-titik yang diperoleh adalah (x-1, f-1), (x0, f0), dan (x1, f1),
yang dalam hal ini x-1= x0-h dan x1= x0+h. Terdapat tiga pendekatan dalam
menghitung nilai f(x0):
1. Hampiran selisih-maju (forward difference approximation)
f ( x 0+ h )f ( x 0 )
f 1f 0
f(x0) =
=
h
h
2. Hampiran selisih-mundur (backward difference approximation)
f ( x 0 )f ( x 0h)
h

f(x0) =

f 0f 1
h

3. Hampiran selisih-pusat (central difference approximation)

f(x0) =

f ( x 0+ h )f (x 0h)
2h

f 1f 1
2h

Tafsiran geometri dari ketiga pendekatan di atas diperlihatkan pada Gambar 2.1

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

(b) forward difference

(a)
(d) backward difference
(e)

approximation

approximation

(c) central difference

approximation
Gambar 2.1 Tiga pendekatan dalam perhitungan turunan numeric
Rumus-rumus turunan numerik untuk ketiga pendekatan tersebut dapat diturunkan
dengan dua cara, yaitu:
1. Dengan bantuan deret Taylor
2. Dengan hampiran polinom interpolasi
Kedua cara tersebut menghasilkan rumus yang sama
Misalkan diberikan titik-titik (xi, fi) , i = 0, 1, 2, ..., n, yang dalam hal ini
xi = x0 + ih
dan
fi = f(xi).

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

Jika kita ingin menghitung f'(x), yang dalam hal ini x = x0+sh, s
ketiga pendekatan yang disebutkan di atas (maju, mundur, pusat), maka

1. Hampiran selisih-maju

2. Hampiran selisih-mundur

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

R dengan

3. Hampiran selisih-pusat

Perhatikan, bahwa hampiran selisih-pusat lebih baik daripada dua hampiran


sebelumnya, sebab orde galatnya adalah O(h2).
2.2

Permasalahan dan Pembahasannya


2.2.1 Soal:
Sebuah mobil bergerak beraturan dengan kecepatan v tercatat di berbagai titik
sepanjang jarak x sebagai berikut:
t (s)
v (m/s)

0
0

4
2

8
4

12
6

16
8

Tentukan percepatan mobil dengan menggunakan pendekatan numerik! Serta


bandingkan hasilnya dengan perhitungan secara analitik!

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

20
10

2.2.2

Jawaban dan Pembahasannya:


1. Secara Numerik
Soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan metode diferensiasi
numerik. Dalam metode ini terdapat tiga macam pendekatan, yaitu forward
modeling, backward modeling dan central modeling. Sedangkan pada
laporan akhir ini saya menggunakan pendekatan forward modeling.
Berikut pseudocode untuk metode diferensiasi numerik:

set x
set f(x)i, i=0..n
for i=1 to ntersebut
do
Pseudocode
diimplementasikan pada software MatLab. Kode
bd(x)i=[f(x)i-f(x)i-1]/x
program dijalankan pada command window dengan sebelumnya dituliskan
end for
dalam fungsi script. Berikut implementasi kode program yang dituliskan
pada fungsi script:

Pada kode program n berisikan nilai banyaknya data t; sedangkan f berisikan


data v atau kecepatan mobil. Lalu ada perintah i=1:n-1, i adalah bilangan
yang difungsikan dan masuk dalam perhitungan. Kemudian terdapat fungsi
dari forward difference yaitu fd(i)=(f(i+1)-f(i))/dt. Setelah difungsikan,
dalam kode program hasil perhitungan akan ditampilkan dalam command
window dengan nama Hasil..

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

Berkut hasil perhitungan yang telah dihitung dengan software MatLab:

Dari perhitungan yang telah dilakukan menggunakan software MatLab


diketahui bahwa untuk detik ke 0,00; 4,00; 8,00; 12,00; 16,00; dan 20,00
percepatan mobil adalah 0,500 m/s2.
2. Secara Analitik
Setelah dilakukan perhitungan secara numerik, saya melakukan perhitungan
secara analitik untuk membandingkan hasil perhitungan. Seperti yang telah
diketahui bahwa rumus untuk menghitung besarnya suatu percepatan benda
bergerak lurus beraturan adalah:
a=

Diketahui:

v tv 0
t

(Romo, 2010)

Vt = 10; t = 20
V tV 0
= 0,5 m/s2.
t

Hasil perhitungan secara numerik maupun secara analitik berhasil sama


yaitu 0,5 m/s2.
Kemudian bila diplot pada Ms. Excel, didapatkan hasil grafik seperti ini:

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

Garis lurus pada hasil grafik adalah menunjukkan bahwa gerak yang
dijalankan oleh mobil benar merupakan garak lurus beraturan, hal itu
dikarenakan nilai trend antara kecepatan dan tiap waktunya memiliki jarak
yang selalu sama.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan akhir ini adalah dalam fisika, penurunan
problem diferensiasi numerik dapat menggunakan metode finite difference. Metode ini terdiri
dari pendekatan selisih maju (forward difference), selisih mundur (backward difference) dan
selisih pusat (central difference). Pendekatan selisih pusat memiliki nilai hasil yang lebih baik
daripada dua pendekatan lainnya karena memiliki nilai error yang lebih kecil.
Dalam laporan ini saya membandingkan hasil perhitungan secara numeric dan
analitik, keduanya memiliki hasil yang sama yaitu 0,500 m/s2. Tidak hanya itu, saya juga

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

10

mem-plot pada software Microsoft Excel untu membuktikan bahwa gerak yang dijalankan
oleh mobil pada permasalahan adalah benar Gerak Lurus Beraturan.

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

11

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. (2012). Retrieved January 2014, from


http://informatika.stei.itb.ac.id/rinaldi.munir/Buku.pdf
Romo, I. (2010). Kinematika. Jurnal Fisika .

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Komputasi

12