Anda di halaman 1dari 12

Tugas Kewirausahaan

Proposal Usaha Fotocopy"

Disusun Oleh :
Nama

Nur Indasari

NIS

124856

Kelas

III A

SMK SMAK MAKASSAR


2015

BAB I
MANAGEMEN USAHA
1.1. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengharuskan para
pelaku

usaha

dan

masyarakat

untuk

lebih

cepat

beradaptasi

pada

perkembangan teknologi tersebut. Hadirnya mesin fotocopy merupakan suatu


bagian

dari perkembangan teknologi tersebut yang

sangat dirasakan

manfaatnya. Mesin fotocopy ini sangat dibutuhkan bagi semua kalangan. Baik
dari pelajar, mahasiswa, pegawai kantor, dan masyarakat pada umumnya.
Mesin fotocopy adalah peralatan kantor yang membuat salinan ke atas
kertas dari dokumen, buku, maupun sumber lain. Mesin fotocopy zaman
sekarang menggunakan xerografi, proses kering yang bekerja dengan bantuan
listrik maupun panas. Biasanya dalam sebuah pekerjaan, mesin fotocopy
sangat dibutuhkan untuk memperbanyak data dan dokumen secara singkat dan
mudah. Kita dengan mudah memperbanyak gambar dan tulisan, tinggal tekan
tombol, tunggu sejenak, semua pekerjaan penggandaan beres.
Sekarang ini, di kota Baturaja sudah banyak usaha yang menyediakan
jasa fotocopy namun, setelah kami amati di tempat fotocopy lain masih terdapat
beberapa kekurangan. Diantaranya para pegawai kurang profesional, hasil
fotocopyan kurang memuaskan, jam kerja terbatas, dan fasilitas lain yang
ditawarkan kurang lengkap.
Dari permasalahan-permasalahan di atas muncul obsesi dari kami untuk
mendirikan usaha jasa foto copy yang lebih memuaskan pelanggan.

1.2. VISI, MISI DAN MOTO RICO COPIER

VISI

: menjadi mitra yang baik dan di percayai oleh konsumen.

MISI

: memberikan

layanan

dengan

kualitas

terbaik

dan

terlengkap di bidang nya.

MOTTO

1. RAMAH dalam pelayanan


2. JUJUR dalam bekerja
3. BERSIH dalam penyajian
4. INDAH dalam penataan
5. NYAMAN bagi pengunjung
1.3. PERENCANAAN
Usaha fotocopy Rico Copier merupakan usaha perseorangan yang di
dirikan oleh Bapak Zulyadi, SKM dan keluarga. Usaha fotocopy Rico Copier
merupakan usaha dalam bidang fotocopy yang di peruntukkan untuk segala
kalangan yang menyediakan, jasa fotocopy, jilid, laminating, dan ATK.
konsep dari usaha jasa fotocopy kami ini adalah layanan prima 14 jam.
Jadi, Rico Copierberusaha memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yaitu
dengan jam kerja 14 jam. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen tidak
kesulitan mencari tempat fotocopy yang buka 14 jam. Selain itu karyawan kami
juga akan melayani dengan cepat, rapi, dan ramah.

1.3.1. Perencanaan Awal


Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:

Penataan Tempat Usaha


Prospek usaha fotocopy sangat menjanjikan dan pasar akan terus
berkembang. Usaha foto copy di operasikan di Jalan Kol. Burlian No. 026
Kelurahan Saung Naga Kec. Baturaja Barat OKU Sumsel
Berdasarkan tempat yang telah ditentukan oleh pemilik, pengelola
melakukan penataan usaha yang menjadi prioritas utama atas dasar
penyesuaian situasi dan kondisi yang nyata.

Penyediaan Sarana dan Prasarana

1. Penyediaan mesin fotocopy.


2. Kertas dengan berbagai ukuran dan ketebalan.
3. Penyediaan tinta mesin fotocopy.
4. Penyediaan mesin laminating
5. Penyediaan alat pemotong kertas
6. Penyediaan etalase.
7. Penyediaan meja.
8. Penyediaan alat-alat untuk menjilid berupa:
@ Staples besar
@ Staples kecil
@ Cutter
@ Mistar
@ Lakban
9. Sarana dan prasarana penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Rencana Manajemen Keuangan


Rincian dana yang diperlukan antara lain:
1.

1 Mesin Fotocopy

= Rp 25.000.000,-

2.

Kertas (F4, A4, & Q) 100 Rim X Rp 29.000,-

= Rp

2.900.000,-

3.

Tinta mesin fotocopy 3kg X Rp 125.000,-

= Rp

375.000,-

4.

Etalase

= Rp 1.500.000,-

5.

Meja dan Kursi

= Rp

300.000,-

6.

Alat pemotong kertas

=Rp.

300.000,-

7.

Mesin Laminating

= Rp. 1.000.000,-

8.

Alat-alat untuk menjilid:

Staples besar

= Rp

300.000,-

Steples sedang

= Rp.

200.000,-

Steples kecil

= Rp

27.000,-

Staples paling kecil

= Rp

20,000,-

Cutter

2 X @ Rp 10.000,-

= Rp

20.000,-

Mistar besi

2 X @Rp 5.000,-

= Rp

10.000,-

2 X @Rp 10.000,-

9.

Sarana dan prasarana penunjang lainnya

10. Modal kerja

= Rp 2.500.000,= Rp 1.000.000,-

Jumlah keseluruhan

= Rp 35.452.000,-

Rencana Manajemen Sumber Daya Manusia


a. Jabatan dan uraian tugas
1. Pemilik
Berperan sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab operasional
2. Karyawan
Berperan sebagai pelaksana pengoperasian mesin foto copy sekaligus
melayani konsumen
b. Jam Kerja
Toko fotocopy INDA FOTOCOPY menggunakan jam kerja hari senin s/d
minggu (siang jam 06.00-18.00, malam 19.00-21.00)
1.4. TUJUAN USAHA
a. Menerapkan konsep wirausaha dalam melakukan usaha bisnis fotocopy.
b. Usaha jasa fotocopy yang kami buat dapat diterima oleh konsumen
khususnya dari orang-orang sekitar yaitu pelajar, mahasiswa, pegawai
kantor, dan masyarakat pada umumnya.
c. Menambah

pengalaman

dalam

membuat

rencana

bisnis,

proses

pembuatan, cara memasarkan, dan pengelolaan keuntungan yang diperoleh


dari hasil penjualan.
d. Terciptanya usaha yang mendatangkan keuntungan bagi mahasiswa, dan
juga memberi peluang / kesempatan kerja bagi masyarakat luas serta dapat
memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang dunia usaha.
1.5. MANFAAT
Usaha jasa fotocopy kami ini bermanfaat untuk:

a. Meringankan dan memperingkas pekerjaan para pelajar, mahasiswa,


para pekerja, dan masyaraka tsekitar dalam memperbanyak dokumen
atau berkas.
b. Menyediakan berbagai macam ATK yang digunakan parapenggun aalat
tulis.
c. Memenuhi kebutuhan dan permintaan para konsumen.
BAB II
STRATEGI PEMASARAN
2.1. SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING
2.1.1.

Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar
(umum).

2.1.2.

Targeting
Yang menjadi target market adalah Pelajar, Pegawai, dan karyawan
serta masyarakat pada umumnya

2.1.3.

Positioning
Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak
konsumen sebagai tempat fotocopy yang berkualitas dengan harga yang
pas.

2.2.PENAWARAN
2.2.1.

Perkembangan penawaran saat ini


Perkembangan penawaran disektor usaha foto copy pada saat ini

memang umum di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan karena sektor


usaha ini sudah dibidik secara serius. Oleh karena itu, agar usaha foto copy
menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai
lebih bagi konsumen dengan cara mendiskon harga dengan ketentuan yang
berlaku.
2.2.2.

Prospek penawaran di masa yang akan datang

Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada
masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang
memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan
semakin variatif (lebih banyak produk yang ditawarkan dalam hal ini tidak
dimiliki oleh pesaing) maupun lebih kompetitif (dilihat dari kualitas kertas dan
hasil copy dan harga dalam hal ini tidak terlalu diperhitungkan dikarenakan para
pesaing juga melakukan banting harga) maka karena sudah ditunjang dengan
perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan
transaksi atau sebatas bertukar informasi.
2.3.PROGRAM PEMASARAN
2.3.1.

Tingkat pelayanan
Dalam usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui

layanan langsung, pemesanan dan tepat waktu pekerjaan .


2.3.2.

Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan

harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari


keuntungan yang relatif sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu
untuk meningkatkan pangsa pasar.
2.4. PROMOSI
Promosi merupakan objek vital dalam bidang pemasaran, karena dalam
promosi produk itu sendiri bisa dikenalkan kepada konsumen. Tetapi dalam hal
pemasaran fotocopy tidak memerlukan promosi berlebihan karena langsung
berhubungan dengan konsumen dan mesin fotocopy.

2.5.STRATEGI PEMASARAN
2.5.1.

Pemasaran Produk

Beberapa cara memasaran produk saya adalah dengan :


a. Melakukan promosi via people ( teman, saudara dan masyarakat).

b. Melakukan promosi via elektronik ( handphone, jejaring sosial di internet


seperti BBM, facebook, twitter, dan lain-lain)
c. Melakukan promosi dengan menggunakan brosur atau flayer-flayer.
2.5.2.

Tingkat Pelayanan
Dalam usaha ini, kami memberikan pelayanan yang memuaskan melalui

layanan langsung 14 jam, pegawai yang ramah dan cekatan, serta tepat waktu
pekerjaan.
2.5.3.

Penetapan Harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan

harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari


keuntungan yang relatif sehingga dapat menjalankan usaha secara continue
untuk meningkatkan pangsa pasar.

BAB III
PRODUKSI OPERASIONAL
3.1. PROSES OPERASI USAHA
Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana
persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan
kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.
3.2. KEBUTUHAN BAHAN OPERASI
Kebutuhan bahan operasi fotocopy dikelola oleh pimpinan mengenai
kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk, dan
kegiatan pemasaran.
3.3. KEGIATAN PERAWATAN MESIN
Mesin fotocopy yang digunakan mempunyai umur ekonomis selama
empat tahun. Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin

sesuai dengan mesin-mesin yang kami gunakan. Misalnya perawatan mesin


copy, perawatan

dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan

menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.

BAB IV
ANALISIS
4.1. KELAYAKAN DENGAN ANALISIS SWOT
Bisnis fotocopy sekarang ini jika kita melihat pangsa pasar yang setiap
harinya sangat membutuhkan mesin fotocopy atau jasa fotocopy. Dalam bisnis
ini sudah layak dilakukan sebab sistem internal yang dimiliki seperti: lokasi,
modal, SDM, dan sarana dan prasarana sudah bisa tercukupi secare efektif dan
efisien. Jika melihat sisi eksternal bisnis ini juga layak dilakukan karena pangsa
pasar yang jelas dan lokasi yang cukup strategis. Penentuan ketentuan yang
diperoleh untuk mencapai BEP antara total pengeluaran dan total pendapatan
sangat cepat dicapai. Untuk pengambilan keputusan mengenai kelayakan
bisnis perlu mengambil analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan
threats), adapun analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Strength (Kekuatan)

Sumber daya manusia yang unggul baik dari segi kuantitas maupun
kualitas.

Memiliki modal yang cukup.

Kemampuan dalam tataran konsep dan praktek.

Hasil fotocopy yang bagus karena mesin baru dan terawat.

Kemampuan melakukan pengembangan usaha karena dari unit usaha ini


akan mampu menyediakan kebutuhan dan keinginan yang lain.

Memiliki relasi bisnis fotocopy yang banyak.

2. Weakness (Kelemahan)

Pengelola masih berstatus mahasiswa, memungkinkan fungsi kontrol yang


kurang baik.

Jam kerja harus menyesuaikan dengan waktu perkuliahan.

Sulitnya koordinasi antara pemilik usaha dengan pengelola usaha.

3. Opportunity (Peluang)

Kecenderungan mahasiswa memfotocopy materi kuliah daripada membeli


buku.

Dekat dengan pangsa pasar dan aktivitas administrasi.

Mampu mengerjakan pekerjaan dalam partai besar karena pengelola


memiliki akses yang banyak.
4. Threats (Tantangan)

Mengalami kesulitan dalam perkembangan usaha, karena usaha baru


berada pada fase perintis.

Tingginya biaya operasional ketika usaha baru mulai berdiri.

Belum memahami karakter konsumen.

4.2. Perkiraan Break Event Point (BEP)


Perkiraan dihitung melalui rata-rata penghasilan bersih perbulan:
Pendapatan Rata-rata:
90 X 500 X 200

= Rp 9.000.000,-

Biaya yang dikeluarkan selama satu bulan:


Tinta

: 90 rim X 2500/kg

= Rp

312.500,-

Kertas : 90 rim X Rp 29.000,-

= Rp 2.610.000,-

Listrik : Selama 1 bulan

= Rp

Tenaga Kerja

270.000,-

= Rp. 500.000,-

Pengeluaran Lain-lain

= Rp

500.000,-+

Total pengeluaran

= (Rp 4.192.500,-)

Laba bersih

= Rp 4.807.500,-

BEP = Harga mesin fotocopy (Canon ir 6570 Rp 25.000.000,-)


Laba bersih
BEP = Rp 25.000.000,- = 5,20
Rp 4.807.500,Jadi BEP dapat dilakukan pada 6 bulan bisnis berjalan dengan operasi
mesin sebanyak 90 rim/bulan.

BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN
Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha fotocopy mampu
memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan.
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha fotocopy pada masa yang
akan datang. Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan fotocopy semakin
meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dalam
meminimalisasi biaya.
5.2. SARAN
Dalam menjalankan usaha fotocopy, yang perlu diperhatikan adalah
mengenai bagaimana menjaga kualitas hasil fotocopy yang baik, menjaga

stabilitas stock kertas serta mencari segmen yang tepat. juga menentukan
dalam harga pasar, dan yang tak kalah penting adalah menjaga kualitas
pelayanan terhadap konsumen.