Anda di halaman 1dari 20

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Perawatan Luka


Nama klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. K

Diagnosa Keperawatan

: Diabetes Miletus
: 6 April 2015
:

Nyeri

Tujuan Tindakan :
1. Mencegah infeksi.
2. Membantu penyembuhan luka.
3. Menurunkan nyeri
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Melakukan perawatan luka secara aseptik


Menggunakan cairan NaCl secukupnya tergantung dari besarnya luka

Rasional :

Agar dapat mencegah terjadinya infeksi dan menjaga kontaminasi luka


Dengan menggunakan cairan NaCl dapat mencegah timbulnya iritasi saat
mengankat sisa balutan yang menempel pada luka

Analisa tindakan yang dilakukan :


Diabaetes miletus merupakan kelainan kadar glukosa dalam darah atau
hiperglikemia yang disebabkan difisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak
adekuat. Tn. K mempunyai luka DM di kaki sebelah kanan. Kondisi lukanya
cukup lebar. Saat luka dibersihkan Tn.K masih merasakan sakitnya dalam
artian bahwa jaringannya masih berfungsi. Ketika seorang pasien didiagnosa
DM dan mempunyai luka diabetik maka harus segera dilakukan perawatan
luka sehingga lukanya tidak menyebar dan infeksi.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Peberian Obat/ Injeksi Intramuskuler (IM)


Nama Klien
Diagnosa medis
Tanggaldilakukan

: Tn. S
: Mixoid Fibrosarcoma
: 7 April 2015

Diagnosa Keperawatan :

Nyeri
Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Tujuan Tindakan :
Agar obat diabsrorbsi tubuh dengan cepat dengan mengijeksikan
dipenhidramin 1amp untuk mengatasi gejala alergi kulit dan memberi efek rasa
mengantuk.
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Mempertahankan sterilisasi alat terutama jarum suntik


Prinsip 7B (Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara,
benar dokumentasi, benar informasi)

Rasional :
Agar tidak terjadi infeksi atau kontaminasi terutama pada jarum suntik
dan peberian obat tepat pada pasien dengan menggunakan prinsip 7B.
Analisa tindakan yang dilakukan :
Pemberian obat secara intramuscular adalah pemberian obat/cairan
dengan cara dimasukkan langsung ke dalam otot (muskulus). Pemberian obat
dengan cara ini dilakukan pada bagian tubuh yang berotot besar, agar tidak ada
kemungkinan untuk menusuk saraf, misalnya pada bokong. Cairan yang
diinjeksikan adalah dipenhidramin 1amp sebelum klien melakukan
kemoteraphy.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Memandikan klien di atas tempat tidur


Nama klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. T
: Diabetes Militus
: 8 April 2015

Diagnosa Keperawatan :

Intoleransi Aktivitas

Tujuan Tindakan :
1.
2.
3.
4.

Menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit


Melemaskan otot-otot
Mencegah infeksi pada kulit
Menghilangkan bau keringat dan memberi rasa nyaman

Prinsip dan Rasional Tindakan


Prinsip :

Prinsip bersih dan menjaga privasi klien

Rasional :
Dengan menggunakan tehnik bersih dapat mengurangi bakteri pada
tubuh klien dan merasa nyaman dan klien tidak merasa malu sehingga harus
menjaga privasi klien.
Analisa tindakan yang dilakukan
Personal hygiene adalah upaya seseorang dalam memilih kebersihan
untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikis. Pasien yang terbaring
selama berhari-hari dan tidak dapat melakukannya sendiri, maka disinilah
tugas kita sebagai seorang perawat untuk melakukan personal hygiene salah
satunya memandikan pasien. Pada saat memandikan perlu diperhatikan yaitu
menghindari tindakan yang dapat menimbulkan rasa malu pada pasien,
memperhatikan keadaan umum pasien dan kelainan tubuh pasien jika adanya
luka. Pada pasien diabetik tersebut terdapat luka di daerah punggung jadi pada
saat memandikan harus hati-hati agar lukanya tidak teriritasi.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Pengambilan Darah Vena di vena mediana


cubiti
Nama klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. S
: Demam dangue
: 9 April 2015

Diagnosa Keperawatan :

Intoleransi aktivitas

Tujuan Tindakan :

Untuk mendapatkan sampel darah untuk pemeriksaan hematologi rutin.


Membantu menegakkan diagnosa

Prinsip dan Rasional Tindakan :


Prinsip :

Tehnik sterilisasi baik pada alat-alat maupun cara kerja

Rasional :
Agar tidak terjadi kontaminasi dan mendapatkan sampel darah yang
layak untuk uji laboratorium.
Analisa tindakan yang dilakukan
Pengambilan darah vena merupakan pengambilan darah yang
dilakukan agar dapat menegakkan diagnosa dengan memeriksakan ke
laboraturium. Pada saat pengambilan darah vena biasanya pada anterior lengan
(sisi dalam lipatan siku). Tindakan yang dilakukan dengan memasang turniket,
kemudian jarum dilepaskan dan menusuk bagian vena dan mengambil tabung
sehingga darah masuk ke dalam tabung yang telah disiapkan kemudian
dibawah ke lab untuk mengetahui hasilnya. Jumlah darah yang diambil
sebanyak 2cc dengan menggunakan tabung ungu.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Injeksi Intravena


Nama klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. A
: Dispepsia
: 10 April 2015

Diagnosa Keperawatan :

Nyeri

Tujuan Tindakan :
Agar obat diabsrorbsi tubuh dengan cepat melalui pembuluh darah vena
dengan menginjeksikan omeprazol 40 gram/12jam untuk menghambat sekresi
lambung.
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Melakukan tekhnik aseptic dan antiseptic


Prinsip 7B (Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar
cara, benar dokumentasi, benar informasi)

Rasional :
Untuk mempertahankan sterilisasi dan obat diberikan tepat pada pasien yang
ditujukan
Analisa tindakan yang dilakukan :
Injeksi intravena merupakan pemberian obat dengan memasukkan cairan ke
dalam pembuluh darah vena menggunakan spuit. Saat melakukan injeksi pada pasien
melalui infusnya dilakukan dengan hati-hati, adapun obat yang diinjeksikan adalah
omeprazol 40gram setiap 12 jam.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan Keperawatan yang dilakukan : Pemasangan infus

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Ny. R
: 30 Tahun
: Febris e.c. Demam Dengue
: 11 April 2015

Diagnosa Keperawatan :

Nyeri
Hipertermi

Tujuan Tindakan :
1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh klien
2. Menyediakan medium untuk pemberian obat intravena
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Prinsip steril

Rasional :
Agar tidak terjadi kontaminasi jarum intravena (infus)
Analisa tindakan yang dilakukan :
Pemasangan infus merupakan pemberian cairan ke dalam tubuh,
melalui jarum, ke dalam pembuluh vena untuk menggantikan kehilangan
cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Adapun cairan yang dimasukkan
adalah cairan NaCl dengan ukuran abocath 20 di vena radialis. Terpasangnya
infus dapat memberikan cairan ketika pasien tidak dapat menelan, tidak sadar,
dehidrasi atau syok, sehingga memberikan garam yang dirperlukan untuk
mempertahankan keseimbangan elektrolit, atau glukosa yang diperlukan untuk
metabolisme dan memberikan medikasi.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Bed Making

Nama klien
Umur
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. N
: 55 Tahun
: Hematokezia
: 13 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Kekurangan volume cairan

Tujuan Tindakan :
1. Untuk memberikan lingkungan yang bersih dan nyaman
2. Untuk mencegah iritasi kulit dengan menciptakan alas tempat tidur yang bebas
dari kotoran
3. Untuk meningkatkan gambaran diri dan harga diri klien dengan menciptakan
tempat tidur yang bersih, rapid an nyaman
4. Untuk mengontrol penyebaran mikroorganisme.
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Menggunakan prinsip asepsis dengan menjaga sprei lama agar jauh dari badan
Tidak mengibaskan sprei lama
Tidak meletakkan sprei lama di lantai

Rasional :

Agar sprei lama tidak menempel pada seragam


Agar tidak menyebarkan mikroorganisme lewat udara
Untuk mencegah penyebaran infeksi

Analisa tindakan yang dilakukan :


Bed making merupakan mengganti sprei kotor dengan sprei yang
bersih pada tempat tidur klien dengan klien di atas tempat tidur atau pada
tempat tidur yang kosong. Menjadikan tempat tidur bersih dan nyaman adalah
tanggung jawab kita sebagai seorang perawat. Kita harus memantau sprei agar
tetap bersih dan nyaman bagi klien.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Discharge Planning


Nama klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. R

Diagnosa Keperawatan

: Lifoma Maligna
: 14 April 2015
:

Kecemasan
Nyeri

Tujuan Tindakan :
Membantu klien dan keluarga untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Prinsip dan Rasional Tindakan :
Prinsip :

Penemuan kasus
Pengkajian

Rasional :

Untuk mengidentifikasi faktor resiko yang dapat diatasi oleh klien selama
perawatan di rumah
Agar dapat membantu untuk menentukan tingkat ketergantungan dari klien
Untuk menyusun rencana kepulangan dengan kordinasi tim kesehatan ataupun
dengan keluarga klien
Agar pelaksanaan dan evaluasi dari perencanaan pemulangan yang dikerjakan
sesuai

Kordinasi
Implementasi

Analisa tindakan yang dilakukan :

Discharge Planning (Perencanaan Pulang) merupakan komponen


sistem perawatan berkelanjutan, pelayanan yang diperlukan klien secara berkelanjutan
dan bantuan untuk perawatan berlanjut pada klien dan membantu keluarga klien
menemukan jalan pemecahan masalahnya. Rencana pulang pada klien dimulai pada

saat klien masuk rumah sakit dan secara periodik diperbaiki mencapai tahap akhir dan
segera dilaksanakan. Klien diberikan edukasi tentang penanganan, obat-obatan,
aktivitas yang boleh dilakukan dirumah, dan mengontrol setiap minggu di poli mata.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Perawatan Kuku Jari

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Ny. A
: 52 Tahun
: Ileus Paralitik
: 15 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Nyeri

Tujuan Tindakan :

1. Menjaga kebersihan kuku jari klien


2. Mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan kuku

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Menggunakan komunikasi terapeutik


Menghormati budaya, kepercayaan atau kebiasaan klien

Rasional :

Agar klien dapat mengerti tindakan yang akan dilakukan, dan memberi
penjelasan tentang merawat kuku jari
Agar hubungan interaksi kita dengan klien dapat terjaga dank lien
mempercayai kita setiap akan melakukan prosedur atau tindakan.

Analisa tindakan yang dilakukan :


Perawatan kuku merupakan tindakan keperawatan pada pasien
yang tidak merawat kukunya dengan baik. Dalam merawat kuku klien dapat
berbaring atau duduk tergantung dari kenyamanannya. Merawata kuku
merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri, melalui
kuku kuman dapat masuk ked alam tubuh. , untuk itu kuku harus tetap dalam
keadaan sehat dan bersih.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Memindahkan klien di atas tempat


tidur

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. Z
: 40 Tahun
: Chronic Kidney Disease Stase
: 16 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Intoleransi Aktivitas
Cemas

Tujuan Tindakan :

1. Mendapat perawatan atau tindakan medis lainnya (pasien pasca operasi)


2. Memberikan kenyamanan pada klien.

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Periksa alat tempat tidur agar bersih dan kering


Jangan meletakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh yang lain

Rasional :

Karena jika alas tidur yang lembab akan meningkatkan resiko terjadinya ulkus

dekubitus
Agar potur tubuh dan posisi klien nyaman

Analisa tindakan yang dilakukan :

Memindahkan klien yang mengalami ketidakmapuan dan

keterbatasan untuk berpindah dari satu brankard ke tempat tidur yang


dilakukan oleh 2 orang perawat dan dibantu 1 orang dari keluarga pasien.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemasangan Nasogatrik (NGT)

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. T
: 42 Tahun
: Hepatoma
: 17 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Nyeri

Tujuan Tindakan :

1. Memberikan suplemen cairan/makanan ke lambung untuk pasien yang tidak


dapat menelan
2. Dekompresia: mengeluarkan secret dan gas-gas dari saluran pencernaan untuk
mencegah terjadinya distensi

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Posisi kepala saat selang dimasukkan ke faring adalah fleksi


Pastikan selang berada di lambung

Rasional :

Agar selang NGT mudah masuk dan klien tetap rileks, bernafas normal sambil
menelan
Agar suplemen cairan atau makanan dapat masuk ke lambung melalui selang
NGT

Analisa tindakan yang dilakukan :

NGT merupakan alat yang digunakan untuk memasukkan


nutrisi cairan dengan selang plastic yang dipasang melalui hidung sampai
lambung. Ukurannya adalah 16-18fr. Pada saat memasukkan selang klien
diminta untuk relaks dan bernafas normal sambil menelan. Kemudian
menyambungkan spuit dengan ujung NGT menempatkan stetoskop pada
kuadran kiri abdomen klien, masukkan 10-20 ml udara dengat cepat sambil
diauskultasi.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Penyedapan EKG

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. A
: 44 Tahun
: Selulitis
: 19 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Gangguan Pola Nafas


Nyeri

Tujuan Tindakan :

Untuk mengetahui gambaran kelistrikan jantung

Prinsip :

Tubuh pasien tidak boleh menyentuh besi tempat tidur, aksesoris pasien
dibuka seperti jam, gelang dan yang berhubungan dengan logam

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Membersihkan daerah dada pergelangan tangan dan tungkai menggunakan


kapas alkohol

Rasional :

Agar hasil rekaman listrik jantung maksimal/baik


Agar kulit dengan besi lebih mudah menempel dan mendapatkan hasil
maksimal. Selain itu, kapas alkohol lebih baik digunakan daripada jelly karena
ketika menggunakan jelly besi EKG cepat berkarat.

Analisa tindakan yang dilakukan :

Elektrokardiagram (EKG) merupakan perekaman lisrtrik


jantung. Dalam pemasangan EKG harus benar-benar teliti karena kadang
gambaran EKG yang terbaca tidak sesuai dengan kondisi klien sehingga
diagnose tidak sesuai. Oleh karena itu, sebelum melakukan perekaman
pastikan semua alat yang dipasang daerah dada, pergelangan tangan, dan
tungkai tepat.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Injeksi Intradermal (skin tes)

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. T
: 42 Tahun
: Hepatoma
: 20 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Nyeri

Tujuan Tindakan :

Memasukkan obat dengan suntikan ke bawah dermis kedalam lapisan


dermal yang terletak dibawah lapisan epidermis (tes alergi)

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Mempertahankan sterilisasi alat terutama jarum suntik

Prinsip 7B (Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara,
benar dokumentasi, benar informasi)
Dosis yang diberikan dalam jumlah sedikit yaitu 0,1ml

Rasional :

Agar tidak terjadi infeksi atau kontaminasi terutama pada jarum suntik
Agar pemberian obat tepat pada pasien dengan menggunakan prinsip 7B
Agar klien tidak merasa kesakitan karena semakin banyak dosisnya maka
semakin tinggi alergi yang ditimbulkan jika obatnya tidak cocok untuk klien

Analisa tindakan yang dilakukan :

Skin tes dengan menginjeksikan cefatoxime untuk


mencocokkan dosis obat yang diberikan dengan menginjeksikan 0,1 ml.
Kemudian hasilnya ditunggu 15-20 menit dan melihat reaksi kulit. Hasil skin
test Tuan T dapat dilanjutkan renacana pengobatannya karena tidak terjadi
alergi, tidak gatal, dan tidak merah.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pembrian Oksigen melalui Nasal


Kanul

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. D
: 84 Tahun
: Dypsnea
: 21 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Pola nafas tidak efektif

Tujuan Tindakan :

1. Mencegah atau mengatasi hipoksia


2. Memberikan oksigen dengan konsentrasi rendah (24-25%) dan kecepatan
aliran 2-6 liter/menit.

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Nasal kanul untuk mengalirkan O2 dengan aliran ringan/rendah

Rasional :

Karena nasal kanul tidak bisa mengalirkan O2 dengan konsentrasi >40% dan
biasanya 2-3 liter/menit.

Analisa tindakan yang dilakukan :

Pemberian Oksigen merupakan suatu terminology untuk penggunaan


oksigen sebagai bahan farmakologis utama yang diberikan pada klien
berkaitan dengan penyakitnya. Pada saat pemberian O2 melalui nasal kanul
dengan pernapasan hidung pastikan selang tidak tertekuk dan ada gelembung
pada humidifier setelah memberikan aliran oksigen. Konsentrasi disesuaikan
dengan kenyamanan klien, pada Tn.D diberikan 2 liter/menit.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Transfusi Darah

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. A
: 44 Tahun
: Selulitis
: 22 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Nyeri

Tujuan Tindakan :

1. Meningkatkan volume darah sirkulasi setelah pembedahan

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Perhatikan kondisi darah yang akan ditransfusi, tidak menggumpal dan


berubah warna
Prinsip 7B (Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara,
benar dokumentasi, benar informasi)

Rasional :

Agar pada saat ditransfusi darah yang dialirkan ke tubuh klien tidak tersumbat
Agar pemberian transfusi tepat pada pasien dengan menggunakan prinsip 7B

Analisa tindakan yang dilakukan :

Transfusi darah merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada


klien yang membutuhkan darah dengan memasukkan darah melalui vena
dengan menggunakan set transfusi. Tn. A menderita selulitis dan selesai
melakukan pembedahan pada tangan bagian kiri sehingga Tn.A dianjurkan
untuk transfusi darah agar sirkulasi volume darahnya meningkat. Darah yang
ditransfusikan adalah darah AB+ sebanyak 1 kantong darah yang isinya
250ml.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Oral Hygiene

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. J
: 63 Tahun
: Sirosis Hepatis
: 23 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Kelebihan volume cairan


Gangguan perfusi jaringan

Tujuan Tindakan :

1. Mencegah timbulnya penyakit infeksi, baik lokal maupun penularan melalui


mulut
2. Memberikan perasaan segar pada klien

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Klien yang tidak dapat menggunakan sikat gigi


Klien yang sakit parah

Rasional :

Agar klien mampu menggunakan sikat gigi meskipun dibantu oleh


keluarganya
Agar kebersihan mulut klien tetap terjaga meskipun dalam kondisi yang tidak
sadar atau setengah sadar

Analisa tindakan yang dilakukan :

Oral Hygiene (kebersihan mulut) adalah melaksanakan kebersihan


rongga mulut, lidah dari semua kotoran / sisa makanan dengan menggunakan
kain kasa atau kapas yang dibasahi dengan air bersih. Secara sederhana Oral
hygiene dapat menggunakan air bersih, hangat dan matang. Pada saat
melakukan oral hygiene keluarga klien diberikan edukasi agar kedepannya
mampu melakukan dengan mandiri.

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemberian Obat Oral

Nama klien
Umur klien
Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Tn. R
: 26 Tahun
: Discamiite Intravasculer Coagulation
: 24 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Nyeri

Tujuan Tindakan :

Pemberian metoclopramid tablet 10mg sebagai obat anti mual yang diberikan
pada pasien yang mengalami migraine, setelah menjalani operasi dan
kemoterapy

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Prinsip 7B (Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara,
benar dokumentasi, benar informasi)

Rasional :

Agar pemberian obat tepat pada pasien dengan menggunakan prinsip 7B

Analisa tindakan yang dilakukan :

Metoclopramide biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami


gangguan pada lambung seperti mual dan mutntah. Pada kasus Tn. R setiap
selesai makan maka makanan dimuntahkan dan kadang mual dan selalu
merasakan lapar. Oleh karena itu. Diresepkan metoclopramid tablet oral 10mg
dengan dosis 3x1 hari (tiap 8 jam)

ANALISA TINDAKAN

Nama Mahasiswa

: Mulyani

NIM

: C 121 11 261

Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemasangan Nebulizer

Nama klien
Umur klien

: Tn. B
: 84 Tahun

Diagnosa medis
Tanggal dilakukan

: Dypsnea
: 25 April 2015

Diagnosa Keperawatan

Pola nafas tidak efektif

Tujuan Tindakan :

1. Untuk mengurangi sesak


2. Untuk mengencerkan dahak

Prinsip dan Rasional Tindakan :

Prinsip :

Penatalaksanaan pemasangan nebulizer harus teliti dan tangggap terhadap

reaksi klien
Pengobatan melalui nebulizer lebih efektif dari obat minum

Rasional :

Agar klien merasa nyaman


Karena langsung di hirup ke paru-paru

Analisa tindakan yang dilakukan :

Nebulizer dengan penguapan merupakan suatu cara pemberian obat


melalui inhalasi/pernafasan. Cara kerjanya dengan melarutkan obat dalam
bentuk cairan yang diisikan ke nebulizer. Nebulizer mengubah partikel
menjadi uap yang di hirup sehingga langsung menuju paru-paru dan juga
mampu menghancurkan dahak. Terapi penguapan 5-10 menit 3-4 kali sehari.