Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
System ialah merupakan istilah dari bahasa Yunani system yang artinya adalah
himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan
bersama. System akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur erat hubungannya dengan
system pengawasan produksi, karena sebagian besar kegiatan perusahaan manufaktur berada di
dalam fungsi produksi. Sistem pengawasan produksi terdiri dari jaringan prosedur untuk
mengawasi order produksi yang dikeluarkan agar terjadi koordinasi antara kegiatan penjualan,
penyediaan bahan baku, fasilitas pabrik, dan penyediaan tenaga kerja guna memenuhi order.
System akuntansi biaya terdiri dari jaringan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan
data biaya nonproduksi untuk menyajikan informasi biaya bagi kebutuhan manajemen.
Salah satu perusahaan manufaktur adalah A.A Catering yang merupakan perusahaan yang
mengolah bahan baku menjadi makanan yang siap untuk dihidangkan. A.A catering merupakan
perusahaan yang mengelola dibidang makanan. Pada era globalisasi sekarang ini perusahaan
dituntut untuk lebih efisien, efektif dan ekonomis dalam besarnya biaya produksi dan biaya
operasional perusahaan, karena factor ini adalah salah satu yang terpenting untuk menghadapi
persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan lain. Dalam melaksanakan kegiatan operasi
perusahaan diperlukan adanya manajemen perusahaan yang baik.
Untuk menjalankan kegiatan dengan efektif dan efisien, sebuah perusahaan memerlukan
suatu system pengolahan data informasi yang mendukungnya. Kebutuhan ini akan terpenuhi
dengan adanya system informasi akuntansi. System akuntansi harus dirancang dan digunakan
secara efektif, karena informasi akuntansi merupakan bagian yang paling penting dari seluruh
informasi yang diperlukan manajemen.
Dalam suatu perusahaan apabila system akuntansi tidak baik akan menimbulkan suatu
gejala yang merugikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengendalian internal yang memadai.
Untuk menciptakan pengendalian internal yang memadai diperlukan system akuntansi yang baik.
System informasi akuntansi ini merupakan prosedur dan teknik yang diperlukan untuk
mengumpulkan data dan mengolahnya sehingga menjadi informasi yang diperlukan sebagai alat
bantu pimpinan perusahaan dalam melakukan pengawasan kerja.
1

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui system akuntansi biaya yang diterapkan pada perusahaan A.A Catering
2. Untuk mengetahui unsur-unsur yang terkait dalam system akuntansi biaya pada perusahaan
A.A Catering.
3. Untuk menilai apakah system akuntansi biaya yang diterapkan pada perusahaan A.A
Catering sudah sesuai dengan system pengendalian intern yang memadai.
4. Menambah wawasan pembaca tentang Sistem Akuntansi biaya Pada Perusahaan
Manufaktur.
5. Untuk menyeleseikan salah satu tugas mata kuliah PKA Sistem Akuntansi.
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
Bagi Mahasiswa:
1. Untuk menambah pengetahuan tentang system akuntansi biaya pada perusahaan
manufaktur
2. Untuk memperluas pendalaman mata kuliah PKA Sistem Akuntansi
Bagi Perusahaan:
1. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh perusahaan agar dapat secara tepat,
cepat, efektif dan efisien dalam membuat system, khususnya system akuntansi biaya pada
perusahaan manufaktur.
Bagi Politeknik Negeri Padang:
1. Untuk menambah pengetahuan tentang system akuntansi biaya pada perusahaan
manufaktur
2. Dapat memberikan pengetahuan baru terhadap mahasiswa selanjutnya tentang system
akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur terutama bidang pengolahan makanan
seperti catering

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Pendirian Perusahaan
Produk A.A catering pertama kali mulai dirintis sejak tahun 1978 di kota Padang, dengan
dimulai dari sebuah usaha keluarga yaitu bapak Azwar Azis, yang berprofesi sebagai Kadispen
Mapoldan Sumatera Barat. Bersama dengan istrinya, Ibu Suarni yang mempunyai bakat khusus
dalam urusan boga, mereka berkeinginan untuk mencari usaha sampingan untuk menambah
penghasilan. Istilah nama A.A catering ini diambil dari nama pekerjaan Suarni sebagai Asisten
Apoteker, dan secara kebetulan A.A dapat diartikan sebagai singkatan dari nama suaminya
Azwar Azis. Maka sebagian orang mengartikan istilah A.A itu sebagai singkatan dari Asisten
Apoteker dan Azwar Azis.
Diawali dari usaha kecil-kecilan dengan hanya mengandalkan peralatan seadanya. Tenaga
yang dibayar hanya jika ada order serta memanfaatkan dapur rumah tinggal sebagai tempat
pengolahan. Berkat kesabaran dan ketekunan serta produk akhir yang dapat diterima dengan
selera masyarakat, maka A.A catering pada saat itu berkembang terus dan diminati pasar yang
awalnya dari kalangan terbatas meluas masyarakat umum dan komersil.
Dalam proses perkembangan selanjutnya, Suarni juga memperluas usaha dengan
menerima catering untuk minuman. Aspek lain yang cukup membantu/menunjang perkembangan
A.A Catering adalah system pelayanan dan standarisasi resep (komputerisasi resep). Secara
berangsur dari tahun ke tahun, usaha A.A Catering bertambah luas jangkauannya. Ini dapat
dilihat pada tahun 2002 mulai melayani catering untuk penerbangan pada tahun 2002. Setelah
itu, tahun 2003 dibuka cabang di Pekanbaru.
Pada tahun 2004, A.A Catering

yang beralamat di Jl.Pramuka no,20 Ulak Karang,

Padang ini meningkatkan status perusahaannya dari usaha Perseorangan menjadi Perseroan
Terbatas (PT) yang diberi nama PT. Anugerah Agung Citratama, dan melibatkan semua anggota
keluarga Azwar Azis untuk menjalankan usaha. Walaupun telah mengalami perubahan dan telah
memiliki badan hukum sendiri, tetapi nama A.A Catering masih tetap dipakai sebagai merek
dagang. Seiring perubahan bentuk perusahaan tersebut, maka struktur manajemen juga berubah.
Selanjutnya pada tahun 2006, sesuai dengan perkembangan permintaan dan kebutuhan pasar,
A.A Catering membuka cabang khusus penerbangan di Bandara International Minangkabau.
3

A.A catering adalah satu-satunya unit usaha pemesanan makanan yang berbentuk PT
(Perseroan Terbatas), pada tahun 2004 menerima sertifikat halal dengan nomor 014.V.2004 dari
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat. Selain itu AA Catering juga memiliki sertifikat
Hygiene Sanitasi Jasa Boga dengan nomor 725/Far-izin/Yankes DKK/VIII/2006 yang berlaku
selama tiga tahun.
Dalam perjalanan usaha A.A Catering mempunyai metode khusus dalam melayani
konsumen, antara lain menyesuaikan mutu dan rasa dengan permintaan/pesanan konsumen.
Walaupun dalam hal penentuan harga A.A Catering termasuk mempunyai tarif yang relative
lebih tinggi, dibandingkan dengan catering-catering lain. Akan tetapi pelanggan baik dari
instansi pemerintah, swasta dan masyarakat umum masih cendrung memesan makanan kepada
A.A Catering. Disinilah tampak bahwa usaha yang dijalankan secara professional, akan dapat
bertahan dan bahkan lebih maju. Berbagai tanggapan dan respon masyarakat juga
memperlihatkan bahwa A.A Catering adalah merupakan salah satu usaha jasa makanan yang
cukup dikenal dan diminati hingga saat ini.
2.2 Struktur Organisasi Perusahaan
Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan, diperlukan manajemen yang
baik yang mampu mendayagunakan semua sumber daya yang ada secara efektif dan efisien, dan
mampu menyelaraskan pencapaian tujuan perusahaan dengan tujuan setiap individu yang ada di
dalam perusahaan.
Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, salah satunya diperlukan suatu struktur
organisasi yang bisa menjadi pedoman kerja bagi semua pekerja yang terlibat dalam pencapaian
tujuan perusahaan, baik tugas, wewenang dan tanggungjawab yang harus dijalankan.
Dengan adanya struktur organisasi yang jelas akan mempermudah setiap individu baik itu
bawahan maupun atasan supaya

mengetahui

kepada siapa masing-masing individu

bertanggungjawab dan apa saja tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka.


Untuk menjelaskan dan mempertegas struktur organisasi tersebut perlu digambarkan
dalam bagan organisasi, yang dimaksud dengan bagan organisasi adalah gambar struktur
organisasi yang ditunjukkan dengan kotak-kotak atau garis-garis yang disusun menurut
kedudukannya, yang masing-masing memuat fungsi tertentu dan satu sama lainnya dihubungkan
dengan garis-garis saluran wewenang. Dengan bagan organisasi akan dapat mewujudkan satuan4

satuan organisasi serta garis wewenang dan tanggungjawab, serta dapat menghindari keraguan
dan kesalahpahaman akan posisi masing-masing dari satuan organisasi.
Struktur organisasi A.A Catering (PT. Anugerah Agung Citratama):

2.3 Tugas atau Fungsi Bagian-Bagian Pada Perusahaan


1. Komisaris
a. Pemilik perusahaan sudah pasti Komisaris sedangkan Komisaris belum
tentu pemilik perusahaan. Komisaris berfungsi sebagai pengawasan, dia
mengawasi kebijakan-kebijakan perusahaan yang telah diambil dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan.
Komisaris menunjuk seorang direktur dalam perusahaan, direktur
mengangkap bawahannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Jadi dalam perusahaan, kekuasaan tertinggi adalah Dewan Komisaris,
berdasarkan komposisi kepemilikan mayoritas, komisaris bisa
membekukan/memecat dewak direksi. Dalam hal pengurus perusahaan
(dewan direksi) mempertanggungjawabkan segala kepengurusannya kepada
Dewan Komisaris pada saat RUPS.

2. General Manager
3. Manager operasional
4. Administrasi
a. Kegiatan administrasi sangat bermanfaat bagi pengusaha yang ingin
mengembangkan usahanya. Sebab daya ingat manusia serba terbatas,
sehingga ketika usaha semakin maju, semakin banyak pula data-data
transaksi yang berada dihadapan pengusaha. Tidak mungkin semua data itu
disimpan dalam pikiran pengusaha saja, karena akibatnya akan menghambat
proses produksi maupun pelayanan pada konsumen. Kegiatan administrasi
sangat menolong pengusaha dengan tugas administrasi yaitu antara lain
sebagai berikut:
1. catatan data-data transaksi bisnis
2. catatan keuangan
3. catatan produksi
4. catatan persediaan produk
5. catatan penjualan
Adapun kegunaan dari administrasi adalah sebagai berikut :
1. Sebagai alat manajemen bagi para wirausaha
2. Sebagai penilaian bagi para wirausahawan
6

3. Sebagai alat bukti pertanggungjawaban para wirausahawan dalam


menajalankan kegiatan

usahanya

5. Cost control perusahaan


Ada 16 Tugas dan Tanggung Jawab:
1. Bertanggung jawab atas pengendalian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh masingmasing departement.
2. Menyusun anggaran.
3. Mengecek harga barang di pasar dan menyetujui pembelian barang (bekerja sama
dengan purchasing).
4. Mengecek order pembelian (PO) dan market list.
5. Memastikan bahwa semua barang yang diterima receiving sesuai dengan price list
(harga kontrak dengan suplier).
6. Sehingga cost control dapat mengetahui harga barang dalam proses penentuan harga
dasar barang tersebut.
7. Menentukan biaya per unit (standarisasi) barang hingga menjadi harga pokok,
anggaran jangan sampai over-cost.
8. Mengawasi keluar masuk barang (storekeepers) harus disertai dengan dokumen.
9. Membuat laporan daily flash cost.
10. Mengatur dan melaksanakan proses inventory setiap bulan.
11. Mengatur item mana yang menguntungkan dan yang mana yang tidak
menguntungkan.
12. Aktifitas mana yang harus ditingkatkan atau dikurangi.
13. Apakah perlu menambah bahan, alat atau mesin.
14. Dimana kelebihan kas seharusnya diinvestasikan.
15. Monitoring dan audit internal strategi, procedure dan kebijaksanaan telah
diimplementasikan dengan benar.
16. Pengukuran kinerja perusahaan untuk mengetahui perusahaan untung atau rugi.
6. Chief vehicle/kepala kenderaan
a. Tugas Pokok Urusan Kenderaan
1. Melakukan identifikasi surat peminjaman kenderaan yang tealah disetujui
2. Melakukan penjadwalan driver
3. Melakukan koordinasi denagn staf dan driver
4. Melakukan pengecekan kenderaan secar rutin
5. Melakukan perawatan kenderaan secara rutin
6. Melakukan pengurusan surat-surat kenderaan
7. Memproses pencarian tagihan rekanan service & pergantian oli
8. Membuat surat pelepasan kenderaan yang telah dijual/dilelang
9. Membuat laporan secara periodik
7

7. Chief service & stewart/kepala pelayan


a. Seksi ini mempuyai tugas pokok untuk menyiapkan semua peralatan yang diperlukan
oleh bagian tata hidangan dan tata boga,tuga ini termasuk membersihkan,menyiapkan
yang tidak dipakai
8. Koordinator pecah belah
9. Koordinator liner
10. Dish wisher/pencuci piring

Tugas Dan Tanggungjawab Dishwasher


1. Membersihkan peralatan makan dan peralatan kerja.
2. Merapikan dan membuang sampah.
3. Menanak nasi.
4. Membersihkan area dapur dan dishwasher.
5. Membantu pekerjaan cook ( cook helper).
6. Membersihkan, mengelap dan membawa peralatan makan ke counter

11. Waiter/pelayan
Tugas dan tanggung jawab :
a. Mengatur dan menyajikan makanan dan minuman sesuai dengan fungsi, arahan dan
cara untuk mendapatkan kepuasan tamu secara maksimal.
b. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh kebijakan manajemen atau atasan
langsung nya yang tidak tertulis disini.
c. Penampilan selalu baik dan melakukan tugas yang menyenangkan di setiap hari.
d. Membersihkan semua meja, kursi termasuk peralatan lain seperti papan tulis, daftar
menu, dll.
e. Memperoleh item dari gudang dan memastikan penyimpanan yang benar.
f. Mengatur meja, meja prasmanan, bahan dekorasi dan peralatan sesuai instruksi dari
atasan dan kapten sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
g. Menyajikan makanan dan minuman dengan cara yang efisien dan sopan untuk
mendapatkan kepuasan tamu secara maksimum
8

12. Chief maintenance


13. Maintenance staf
14. Chief finance/kepala keuangan
a. Tugas dan kepala keuangan
1. Menetapkan struktur keuangan entitas. Yaitu menetapkan kebutuhan entitas akan
dana untuk sekarang (modal kerja jangka pendek) dan masa depan (keperluan
investasi jangka panjang) dan menetapkan sumber dana yang dapat menutup
kebutuhan-kebutuhan itu secara sehat. Di dalam prinsipnya, kebutuhan dana jangka
pendek dibiayai oleh sumber jangka pendek, dan kebutuhan dana jangka panjang
dibiayai dari sumber jangka panjang.
2.Mengalokasikan dana sedemikian rupa agar dapat memperoleh tingkat efisiensi atau
profitabilitas yang o
3.Mengendalikan keuangan perusahaan dengan mengadakan sistem dan prosedur
yang dapat mencegah penyimpangan dan mengambil langkah perbaikan jika terjadi
penyimpangan di dalam pelaksanaan usaha dan memengaruhi struktur keuangan dan
alokasi dana.

15. Koordinator storage


16. Purchasing/pembelian
17. Stock keeper/gudang
a. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SOCK KEEPER

Mengelola persediaan, mengawasi persediaan, memastikan tersedianya persedian


sesuai dengan kebutuhan.
Memastikan dipatuhinya prosedur untuk memesan, mendapat, prosedur keluar masuk
barang.
Melakuan penyimpanan barang secara tepat, melakukan pengawasan dan pengaturan
barang keluar.
membuat catalog mengenai barang keluar dan masuk berdasarkan tanggal dan bulan.
Memastikan gudang memiliki barang cukup untuk di jual.
Melakukan pengawasan terhadap barang masuk, pencatatan terhadap tanggal
kadaluarsa dan memastikan barang keluar secara sistematis untuk menghidari kadaluarsa.
melakukan pemeriksaan terhadap barang yang rusak, memastikan bahwa barang
tersebut dapat di tukar kembali pada suplier.
Memastikan terjalinnya koordinasi mengenai pencatatan aktivitas keluar masuk
barang dengan aktivitas transaksi keuangan dan penjualan.
Melakukan penyimpanan facts dokumen Arsip lengkap termasuk didalamnya:
pesanan, faktur (salinan), penerimaan, pengiriman, pembatalan, dan lainnya.
9

Melakukan pelaporan stok opname, aktivitas dan inventori akhir bulan kepada Allfunction Accountant
Bekerjasama dengan Suplier dalam hal menjaga stok pasokan serta hubungan kerja
lainnya.
Menghadiri rapat/ assembly koordinasi yang di selenggarakan oleh perusahaan
Menjaga kerahasiaan dokumen dan kebijakkan perusahaan.
Mematuhi dan menjalankan peraturan perusahaan dengan baik
Untuk menangani tugas lain / tanggung jawab yang diberikan oleh atasan

18. Composer
19. Chief kitchen/kepala dapur
20. Koordinator cook
21. Cook helper
Adalah juru masak yang belum cukup memiliki ketrampilan memasak.
Tugas yang dilaksanakan oleh cook helper adalah melaksanakan persiapan awa ,
pekerjaan yang ringan , sedikit resiko seperti mengupas kentang, memotong sayur dan
memasak makanan sederhana. Sambil bekerja mereka meningkatkan ketrampilan dan
pengetahuan mereka. Seelah memiliki kemampuan yang cukup, akan diberi tugas yang
lebih berat, dan dipromosikan ke jenjang kepangkatan yang lebih tinggi.
22. Koordinator kithchen runner
23. Personalia
a.

Tugas

dari

kepala

bagian

personalia

adalah

sebagai

berikut:

a. Mengadakan pengangkatan dan pemberhentian (pemecatan) karyawan


dan menyelesaikan konflik antara sesama karyawan antara atasan dan
bawahan.
b. Mengatur hal - hal yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan
c.

Membantu

pimpinan

dalam

promosi

dan

mutasi

karyawan

d. Mengatur hal - hal yang berhubungan dengan pihak luar terhadap


perusahaan.

24. Koordinator security


25. Internal auditor
a. adalah suatu posisi pekerjaan yang berfungsi untuk melakukan audit
pemeriksaan seluru transaksi neraca keuangan di suatu perusahaan,
biasanya dalam perbankan. Auditor Internal akan memeriksa segala aspek
financial perusahaan tersebut yang meliputi Area Pemasaran, Pengeluaran,
Biaya Operasional, Income, Revenue, Sales Turn Over, Penggunaan Aset
10

26. Quality auditor


27. Kepala operasional
28. Liners
29. Asisten manager produksi
Tugas dari Asisten manager produksi
1. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi
produk akhir.
2. Melakukan pengawasan terhadap identifikasi yang berhubungan dengan proses
pengolahan sampai pada final produk di gudang.
3. Mempersiapkan agenda meeting yang berhubungan dengan proses pengolahan seperti
produksi, tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan kimia yang digunakan.
4. Membuat rencana pemakaian tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan kimia yang
digunakan pada proses pengolahan
5. Melakukan pengawasan terhadap jumlah bahan baku yang diterima serta produksi yang
dikirim.
6. Melakukan adjustment sesuai dengan data-data yang telah diberikan oleh Asisten
Laboratorium.
7. Membuat laporan manajemen pengolahan.
8. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai bahan baku yang
diterima.
30. Kepala produksi
Adapun

tugas

Kepala

Bagian

Produksi

adalah

sebagai

berikut

a. Mengawasi semua kegiatan proses produksi yang berlangsung di lantai


pabrik seperti pemotongan, pengeleman, perakitan, dan proses lainnya .
b. Mengkoordinir dan mengarahkan setiap bawahannya serta menentukan
pembagian

tugas

bagi

setiap

bawahannya.

c. Men gawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan produksi agar dapat


mengetahui

kekurangan

dan

penyimpangan/kesalahan

sehingga

dapat

dilakukan perbaikan untuk kegiatan berikutnya

31. Koordinator protein,sayur,pondok


32. Avsec
a. Tugas dari AVSEC
11

Pemeriksaan Dokumen
Pemeriksaan Penumpang, Bagasi, Dan Bagasi Kabin
Pelaporan (Check In)
Pemeriksaan Awak Pesawat
Pemeriksaan Penumpang Transit & Transfer
Penanganan Senjata
Penanganan Bagasi Kabin & Bagasi
Penanganan Penumpang Khusus
Pemeriksaan Jamaah Haji, Bagasi Kabin Dan Bagasinya
Pengawasan Jalur Dari Check-In Ke Ruang Tunggu Dan Ke Sisi Udara
Pengawasan Jalur Menuju Ke Dan Dari Pesawat Udara
Penertiban Kargo
Penggolongan
Pengemasan
Pengiriman
Pengawasan
Penanganan Bahan Dan/Atau Barang Berbahaya
Kiriman Pos
Kiriman Diplomatik

33. Sisten manager administrasi & keuangan


a. Tugas dari Asisten manager Adm&Keuangan
1. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasikeuangan
untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkanperusahaan secara
akurat
2.

dan

Mengkoordinasikan

danpembayaran
tepatwaktu,

dan

kewajiban

dan

sesuai

tepat
mengontrol

pajak
dengan

waktu.

perencanaan,

perusahaan
peraturan

agar

pelaporan

efisien,

pemerintah

akurat,

yangberlaku.

3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kasperusahaan


(cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang,sehingga memastikan
ketersediaan dana untuk operasionalperusahaan dan kesehatan kondisi
keuangan.
4. Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaranperusahaan,
dan

mengontrol

penggunaan

anggaran

tersebut

untukmemastikan

penggunaan dana secara efektif dan efisien dalammenunjang kegiatan


operasional
5.

perusahaan.

Merencanakan

danprosedur

dan

keuangan

mengkoordinasikan
dan

akuntansi,

pengembangan
serta

sistem

mengontrol

pelaksanaannyauntuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan


12

berjalandengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.


6.

Mengkoordinasikan

keuanganuntuk

dapat

pimpinanperusahaan

dan

melakukan

memberikan
dalam

perencanaan

masukan

mengambil

dari

sisi

keputusan

dan

analisa

keuangan

bisnis,

baik

bagi
untuk

kebutuhaninvestasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya.


7. Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruhperusahaan
untuk

memastikan

efisiensi

biaya

dan

kepatuhan

terhadapperaturan

perpajakan

34. Keuangan
a. Tugas dari keuangan
1. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan AP/AR untuk
memastikan status hutang/piutang.
2. Membuat , mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim
kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.
3. Menerima, memeriksa tagihan dari vendor dan membuat rekapnya untuk memastikan
pembayaran terkirim tepat waktu.
4. Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan ketersediaan kas
kecil yang efektif.
5. Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan, dan pembayaran ke supplier dengan
tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan
maupun pembayaran.
6. Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data terinput dengan benar.
7. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban administrasi dan
memudahkan penelusuran dokumen.
8. Melakukan stock opname setiap akhir bulan untuk melihat ada/tidaknya selisih jumlah
barang di gudang dan catatan di keuangan.
35. Gudang
a. Tugas dari abgaian gudang
1.Memeriksa barang barang yang di retur dari konsumen, toko dan counter.
2.Menyiapkan barang - barang dengan benar dan cepat sesuai dengan Sales
Order

SO

)/

DO

danSurat

Pengantar(SP)yangditerima.

3. Mempacking barang - barang yang akan dikirim dengan benar.


4.Membantu mencek perlengkapan/ jumlah/ kondisi atas barang - barang
yang

akan

dikirim.
13

5.Mengembalikan semua peralatan dan barang yang telah selesai digunakan.


6.Turut menjaga kebersihan, keselamatan kerja dan keutuhan barang didalam
gudang.
7.Membantu

Proses

bongkar

muat

barang.

8.Melaporkan hal hal yang mencurigakan.


9.Bersama HRD menjalankan peraturan dan disiplin yang berlaku di
perusahaan.
10.Melaksanakan

instruksi

dari

atasan

langsung/tidak

langsung

yang

disampaikan secara lisan dan tulisan guna mencapai produktifitas kinerja


perusahaan.
11.Melaksanakan tugas tugas lainnya yang dipercayakan kepadanya.

36. SPG/sales promotion girl

Fungsi seorang Pramuniaga / SPG / SA secara umum adalah sbb :

Membantu koordinator dan supervisor dalam mengelola merchandise / barang dagangan


di counter (area penjualan).

Fungsi seorang Pramuniaga / SPG / SA secara khusus adalah sbb :

Membentuk kepercayaan pelanggan terhadap performance perusahaan (toko) dan kualitas


barang yang dijual.
Menebak kebutuhan pelanggan dan membantu memilihkan barang yang sesuai dengan
apa yg di inginkan konsumen

Menjawab pertanyaan pelanggan dan melayani complain dari pelanggan dengan baik.

Menginformasikan kualitas barang s/d cara perawatannya kepada pelanggan

Melaksanakan Standar layanan pramuniaga dengan baik.

2.4 Bidang Usaha Perusahaan


A.A Catering merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan
makanan mulai dari bahan baku diolah menjadi makanan jadi yang siap untuk dihidangkan.
Pengolahan makanan pada perusahaan A.A catering diproduksi berdasarkan pesanan yang dibuat
oleh pelanggan.
14

Sebelum menetapkan pangsa pasar, perusahaan dalam hal ini telah merumuskan satu
tujuan dan arah yang akan menjadi sasaran utama dalam mengelola segmentasi dan
pengembangan pasarnya, dimana kelompok-kelompok yang dibagi dalam bentuk divisi-divisi
sebagai berikut:
1. Event party
Divisi ini adalah divisi yang konsentrasinya untuk melayani kegiatan atau acara
yang berbentuk pesta, seperti pernikahan, pesta ulang tahun, gala diner (jamuan
makan), acara peresmian atau launching produk dan acara-acara pertemuan atau
meeting pada suatu perusahaan. Karakter divisi ini melayani kebutuhan pelanggan
sesuai order /pesanan pada waktu tertentu pada lokasi yang ditentukan sendiri oleh
pemesan. Pelanggan berasal dari masyarakat umum, perorangan, instansi pemerintah.
Kapasitas pada divisi ini mampu melayani hingga 5000 pax per hari atau per
eventnya.
2. Industrial/contract catering
Divisi ini khusus melayani dalam pengadaan makan dan minuman secara rutin
bagi seluruh karyawan dalam suatu perusahaan tertentu dan waktu tertentu, baik itu
sarapan pagi, makan siang maupun makan malam sesuai dengan kontrak yang telah
disepakati antara kedua belah pihak. Kapasitas A.A Catering mampu menyediakan
permintaan seperti diatas perkontrak kerja sama dengan satu perusahaan adalah 1000
2000 pax per hari.
3. Inflight Catering
Divisi ini adalah divisi yang khusus melayani kerjasama dengan operator airline,
divisi ini melayani pengadaan meal catering uplift untuk penumpang pesawat. Mula
dari snackbox hingga meal berupa breakfast, lunch atau dinner. Kapasitas dalam unit
ini ditargetkan mampu melayani penumpang hingga 1000 1500 pax perharinya.

15

BAB III
SISTEM AKUNTANSI PERUSAHAAN
3.1 Gambaran Sistem Akuntansi Biaya
3.1.1 Deskripsi Sistem Akuntansi Biaya
Prosedur akuntansi biaya dimulai dengan prosedur permintaan bahan baku ke
gudang. Ketika ada pesanan dari pelanggan, senior cook membuat material sesuai standar
resep sebanyak 2 rangkap. Lalu Material request (MR) diserahkan ke chef produksi. Chef
produksi memeriksa dan mencocokkan Material request dengan standar kebutuhan bahan
dan resep, lalu chef produksi mengotorisasi Material request. Material request yang
diotorisasi dikirim ke cost control. Cost control memilih bahan baku sesuaiu Material
request, lalu beri identifikasi bahan baku pada Material request, dan dikirim ke bagian
stock keeper. Bagian stock keeper memeriksa barang gudang. Jika stock tidak ada, maka

16

Material request diserahkan ke Cost control dan dilaporkan secara lisan bahwa stok
3.1.2

barang tidak ada. Jika stok ada, maka diser Material request
Informasi yang Dibutuhkan oleh Manajemen
1. Order produksi yang belum selesai
2. Order produksi yang telah selesai
3. Harga pokok produk jadi

3.1.3

Dokumen yang Dibutuhkan


1. Material request
2. Form return
3. Purchase order
4. Bukti pengeluaran kas
5. Absensi harian
6. Daftar gaji
7. Rekap daftar gaji
8. Slip gaji
9. Form distribusi
10. Form tanda terima makanan jadi
11. Nota order

3.1.4

Catatan Akuntansi yang Dibutuhkan


1. Kartu stock
2. Jurnal pengeluaran kas
3. Kartu hutang

3.1.5

Sistem Pengendalian Intern (SPI)


Organisasi:
1. Fungsi pencatat biaya terpisah dari fungsi produksi
2. Fungsi pencatat biaya terpisah dari fungsi yang menganggarkan biaya
3. Fungsi gudang terpisah dari fungsi produksi
4. Fungsi gudang terpisah dari fungsi akuntansi
System Otorisasi dan Prosedur Pencatatan:
1. Material request diotorisasi oleh kepala fungsi produksi
2. Bukti pengeluaran kas diotorisasi general manager atau manager keuangan
Praktik yang Sehat:
1. Purchase order, material request bernomor urut tercetak dan penggunaannya
dipertanggungjawabkan
2. Secara periodic dilakukan persediaan yang ada digudang untuk dicocokkan dengan
kartu persediaan

17

3.1.6

Flowchart document
1. Prosedur permintaan bahan baku ke gudang
Senior Cook

2.
3.
4.
5.
6.

Chef Produksi

Cost control

Stock Keeper

Prosedur pembelian tunai


Prosedur pembelian kredit
Prosedur pengembalian barang gudang
Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja
Prosedur distribusi barang jadi

3.2 Analisis Kelemahan Sistem dan Rekomendasi Perbaikan


18

3.2.1
3.2.2
3.2.3

Prosedur
Dokumen
Catatan

3.3 SPI setelah Perbaikan


3.4 Gambaran Flowchart Dokumen Setelah Perbaikan
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
Berdasarkan pembahasan diatas maka penulis dapat memberikan saran:

19

PKA SISTEM

Sistem Akuntansi Biaya Pada Perusahaan AA Catering


PT ANUGERAH AGUNG CITRATAMA
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
Mata kuliah PKA Sistem
Oleh :
Kelompok
Nama

No.Bp

Dwi Putri Yosa

(1301073008)

Iim Yanson Putra

(130107)

Putri Monalisa

(1301072026)

Yureka Destiana

(130107)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


POLITEKNIK NEGERI PADANG
20

JURUSAN AKUNTANSI
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT , yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya,
sehingga penulis dapat menyeleseikan makalah PKA Sistem yang berjudul Sistem Akuntansi
pada Perusahaan AA Catering.
Maksud penulisan makalah ini adalah untuk menyeleseikan tugas Komputer Akuntansi II
dan menambah wawasan mahasiswa serta pembaca tentang Laporan Keuangan. Dan tidak lupa
pula penulis ucapkan kepada dosen pembimbing dan rekan-rekan yang telah membantu dalam
menyeleseikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih.

21

DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Manfaat Penulisan
BAB II. GAMBARAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Pendirian Perusahaan
2.2 Struktur Organisasi Perusahaan
2.3 Tugas/Fungsi Masing-Masing Bagian Perusahaan
2.4 Bidang Usaha Perusahaan
BAB III. SISTEM AKUNTANSI PERUSAHAAN
1.1 Gambaran Sistem Akuntansi Biaya
1.1.1

Deskripsi Sistem Akuntansi Biaya

1.1.2

Informasi yang Dibutuhkan Oleh Manajemen

1.1.3

Dokumen yang Dibutuhkan

1.1.4

Catatan Akuntansi Yang Dibutuhkan

1.1.5

Sistem Pengendalian Intern (SPI)

1.1.6

Flowchart Document

1.2 Analisis Kelemahan Sistem dan Rekomendasi Perbaikan


1.2.1

Prosedur

1.2.2

Dokumen

1.2.3

Catatan
22

3.3 SPI Setelah Perbaikan


3.4 Gambaran Flowchart Dokumen Setelah Perbaikan
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

23