Anda di halaman 1dari 14

Toluena adalah bahan kimia dengan aroma yang kuat dan khas.

Senyawa ini ditemukan di alam pada jenis pohon balsam yang disebut balsam tolu,
serta minyak mentah.
Toluena dapat pula ditemukan sebagai aditif dalam berbagai produk seperti cat kuku,
rokok, bensin, pewarna, parfum, bahan peledak, cat dan thinner, perekat, serta
barang-barang manufaktur lainnya.
Bahan kimia ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang bila dihirup atau ketika
air yang terkontaminasi dengan toluena tertelan.
Meskipun memiliki berbagai bahaya, toluena masih belum digolongkan sebagai
senyawa karsinogen.
Orang yang merokok terpapar dengan toluena saat menghirup asap tembakau.
Dalam kasus lain, orang bisa terpapar dengan toluena saat minum atau kontak
dengan sumber air yang terkontaminasi.
Kontaminasi terjadi saat terdapat kebocoran pada tangki penyimpanan atau ketika
suatu industri melepaskan toluena ke lingkungan secara tidak sengaja.
Toluena, juga dikenal sebagai toluol, methylbenzene, phenylmethane, dan
methylbenzol, bersifat racun dan bisa membahayakan kesehatan.
Bila terhirup, toluena dapat mempengaruhi sistem saraf serta mempengaruhi
koordinasi tubuh dan menyebabkan sakit kepala, kebingungan serta pusing.
Paparan konstan dengan senyawa ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lebih
serius yang dapat menyebabkan kematian.
Seseorang yang menghirup toluena dalam jumlah besar akan menderita kehilangan
pendengaran, tremor, kehilangan memori, serta gejala lainnya.
Minum air yang terkontaminasi toluena dapat memicu gejala yang sama. Bahan
kimia ini juga dapat mempengaruhi kesehatan hanya dengan kontak dengan kulit.

Toluena sering disalahgunakan sebagai inhalan (substansi yang dihirup) yang dapat
memicu perubahan permanen pada otak melalui paparan berulang dan dalam
konsentrasi tinggi.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang bisa terpapar toluena dari knalpot mobil, udara
yang terkontaminasi di tempat kerja, atau dari menghirup uap dari cat kuku.
Paparan juga bisa terjadi saat tinggal di dekat lokasi yang telah terkontaminasi,
seperti tempat pembuangan sampah atau ketika bekerja dengan produk yang dibuat
dengan bahan kimia ini, seperti minyak pemanas, minyak tanah, dan bensin.
Paparan toluena dapat mengancam anak-anak maupun orang dewasa. Ibu hamil
yang terpapar toluena beresiko melahirkan bayi cacat fisik serta mengalami
gangguan kemampuan mental.[]

TOLUENE

Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Kimia Lingkungan II

Disusun Oleh :
Rahmi Febrita Dewi
NIM : 33121009

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS PELITA BANGSA
2013
TOLUENE

Rahmi Febrita Dewi


Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Pelita Bangsa
Jl. Inspeksi Kalimalang Jababeka Cikarang Baru, Bekasi, Indonesia
Email: amhie_88@yahoo.co.id
ABSTRACT
Toluene is a hydrocarbon, C6H5CH3, also known as toluol and methyl benzene. It is a
colorless, highly refractive inflammable liquid obtained from tolu and other resins and from
coal tar. It boils at 110.4 oC. and has an odor similar to that of benzene. It is insoluble in
water and is miscible with alcohol, ether, chloroform, carbon disulfide and petroleum
benzine. Its specific gravity is about 0.865 at 250 oC. It dissolves iodine, phosphorus, sulfur
and, when used in large amounts, resins and fats.Toluene constitutes 2 to 10 per cent of
commercial benzene. It is used extensively as a solvent in the rubber, lacquer and munitions
industries. It affords an excellent solvent for certain types of synthetic rubber because it dries
rapidly. It is used as a starting material in the manufacture of trinitrotoluene.
ABSTRAK
Toluena adalah hidrokarbon, C6H5CH3, juga dikenal sebagai metil benzena dan toluol.
Toluena tidak berwarna, cairan mudah terbakar yang sangat bias diperoleh dari tolu dan resin
lainnya dan dari tar batubara. Ini mendidih pada 110,4 C dan memiliki bau yang mirip
dengan benzena. Toluena tidak larut dalam air dan larut dengan alkohol, eter, kloroform,
karbon disulfida dan bensin minyak bumi. Gravitasi spesifik adalah sekitar 0.865 pada 250
oC. melarutkan yodium, fosfor, sulfur dan, bila digunakan dalam jumlah besar, resin dan
lemak.Toluena merupakan 2 sampai 10 persen dari benzena komersial. Hal ini digunakan
secara luas sebagai pelarut dalam karet, pernis dan amunisi industri. Ini memberikan sebuah
pelarut yang sangat baik untuk beberapa jenis karet sintetis karena mengering dengan cepat.
Hal ini digunakan sebagai bahan awal dalam pembuatan trinitrotoluene.

I. PENDAHULUAN
Toluena adalah suatu senyawa tidak berwarna, cairan berbau aromatic yang khas dimana
tidak setajam benzena. Asal kata toluena diambil dari sebuah resin alami, kata tolu,
merupakan sebuah nama dari sebuah kota kecil di Colombia, Amerika Selatan. Toluena
ditemukan antara produk degradasi dengan cara pemanasan resin tersebut. Toluena dikenal
juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmetana yaitu cairan bening tak berwarna yang tak
larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzene.
Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri
dan juga sebagai bahan pelarut bagi industri lainnya. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena
juga digunakan sebagai obat inhalan oleh karena sifatnya yang memabukkan. Toluena juga
mudah sekali terbakar. (Wikipedia, 2011)
Sebelum perang dunia pertama, sumber utama dari toluena adalah pemanasan batu arang.
Pada waktu itu, trinitrotoluena (TNT) menghasilkan daya ledak yang tinggi dan produksi
toluena dalam jumlah besar diperlukan untuk pembuatan TNT tersebut.
Toluena secara umum diproduksi bersama dengan benzene, xylene, dan senyawa aromatik C9
dengan pembentukan katalitik dari nafta. Hasil pembentukan kasar ini diekstraksi,
kebanyakan terjadi dengan sulfolane atau tetraetilena glikol dan zat terlarut, ke dalam sumur
campuran dari benzene, toluena, xylena dan senyawa C9-aromatik dimana dipisahkan dengan
cara fraksinasi. Toluena sangat lipofilik yang dapat mempengaruhi system pusat saraf jika

kita terpapar, oleh karena itu Badan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja (OSHA) menetapan
batas maksimum konsentrasi toluene di udara yaitu 200 ppm..
II. TEORI DASAR
2.1 Tatanama

Golongan: Hidrokarbon Aromatik

Sinonim/nama dagang: Toluol, Tolu-Sol, Methylbenzene, Metha- cide, Phenylmetana,


Methylbenzol.

Nomor Identifikasi:
Nomor CAS : 108-88-3
Nomor EU
: 203-625-9
Nomor RTECS : XS5250000
Nomor UN
: 1294
2.2 Sifat Fisika
Rumus Molekul : C7H8
Rumus Bangun :
Warna : tidak bewarna
Bau
: ciri
Ambang Bau : 0,2 68,6 ppm
pH : tidak berlaku
Titik lebur : - 95 oC
Titik didih : 110,6 oC (1,013hPa)
Titik nyala : 4 oC
Batas ledakan : 1,2% - 8%
Tekanan uap : 29 hPa (20 oC)
Density uap : 3,18
Density relatif : 0,87 gr/cm3 (20oC)
Kelarutan dalam air : 0,52 gr/ l
(20 oC)
Viscositas : 0,6 mPa.s (20 oC)
Suhu nyala : 535 oC
Konduktifitas : <0,01 S/cm
Kelarutan : larut dalam dietil eter, etanol, benzene, asam asetat, karbon disulfide dan aceton
tapi tidak larut dalam air dingin
2.3 Sifat Kimia
v Reaksi Hidrogenasi, dengan katalis nikel, platinum atau palladium dapat menjenuhkan
cincin aromatic sebagian maupun keseluruhan, menghasilkan benzene, metana dan bifenil.
v Reaksi Oksidasi, dengan katalis kobalt, mangan dan bromida pada fase cair menghasilkan
asam benzoat.
C5H5CH3 + 3/2 O2
Br/Co/Mn
C6H5COOH + H2O
v Reaksi Subsitusi oleh metil, pada temperatur tinggi dan reaksi radikal bebas. Klorinasi pada
100oC atau dengan ultraviolet membentuk benzil klorida, benzal klorida dan benzotriklorida.
v Reaksi Subsitusi oleh logan alkali menghasilkan normal propil benzena, 3-fenil pentana
dan 3-etil 3-fenil pentana.
2.4

Sumber Toluene

Sumber utama toluena adalah katalis konversi minyak bumi dan aromatik dari
hidrikarbon alifatik, dan sebagai produk sampingan dari industry oven arang. Sebagian
produksi dalam bentuk campuran benzene toluene xilene yang di gunakan pada blending
bensin untuk meningkatkan nilai oktan.
2.5 Frase Resiko, Frase Keamanan Dan Tingkat Bahaya
Peringkat NFPA ( skala 0-4)
* Kesehatan 2 : tingkat tinggi
* Kebakaran 3 : mudah terbakar
* Reaktivitas 0 : tidak reaktif
Klasifikasi EC:
R 11 : sangat mudah terbakar
R 20 : berbahaya jika terhirup
R 38 : menyebabkan iritasi pada kulit
R 63 : beresiko membahayakan janin
R 65 :dapat menyebabkan kerusakan
paru paru
R 48/20: kesrusakan yang seris akibat pemaparan jangka panjang.
S 16 : jauhkan dari sumber nyala
S 25 :hindari jangan sampai kena mata
S 29 :jangan buang ke saluran limbah
S 33 : ambil tindakan pencegahan terhadap buangan statis
S 36/37: pakai sarung tangan
S 46 : jika tertelan cari segera pertolongan medis
S 62 : jika tertelan jangan muntahkan
Klasifikasi WHMIS (Kanada)
Kelas B-2
: cairan mudah terbakar
Kelas D-2A : bahan dapat menyebab- kan efek sangat toksik
Kelas D -2B
: bahan dapat menyebab-kan efek toksik
2.6 Kegunaan Toluena
Toluena merupakan cairan tidak bewarna yang banyak di gunakan sebagai bahan baku
dalam pembuatan:
TNT (2, 4, 6 trinitro toluena)
Adalah zat padat kuning yang digunakan sebagai bahan peledak untung kepentingan militer.
Dibuata dari nitrasi toluena.
Asam Benzoat
Digunakan sebagai bahan pengawt makanan dan minuman seperti pada minman ringan
dengan pH < 4.5. Karena pada kondisi asam (pH < 4) dapat mencegah perkembangan bakteri.
Karena asam benzoat sukar larut dalam air, maka digunakan dalam bentuk garamnya yaitu
Natrium benzoat.
Asam Salisilat
Digunakan untuk membuat asetol atau aspirin. Aspirin merupakan obat pembunuh rasa sakit
dan juga sebagai penyembuh radang, seperti obat sakit kepala, flu, sakit gigi, demam dsb.
Anilina C6H5NH3
Merupakan zat cair bewarna, sukar larut dalam air. Dlam kehidupan sehari-hari analin
digunakan untuk pembuatan zat warna, bahan bakar roket dan sebagai bahan peledak.


Stirena C6H5CH = CH2
Digunakan untuk membuat plastik polystirena.

Naftalena
Terdiri atas dua inti benzena dengan rumus C10H8, untuk kapur barus.
Selain itu toluena digunakan untuk campuran bensin yang bertujuan untuk menaikkan nilai
oktan. Toluena juga digunakan untuk memproduksi benzene, sebagai pelarut cat, pelapis,
pengharum sintesis, lem, tinta dan produksi polimer (pembuatan nilon, botol plastik,
poliurine).
2.7 Sumber Bahaya
Sebagai bahan pencemar udara, toluene dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke
udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. Toluene merupakan polutan
primer karena dilepas ke udara ambien secara langsung.
Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri
plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri
sebesar 10 % berupa HC. Sumber HC dapat pula berasal dari sarana transportasi. Kondisi
mesin yang kurang baik akan menghasilkan HC. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di
udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan
kemudian menurun lagi pada malam hari. Adanya hidrokarbon di udara terutama metana,
dapat berasal dari sumber-sumber alami terutama proses biologi aktivitas geothermal seperti
explorasi dan pemanfaatan gas alam dan minyak bumi dan sebagainya. Jumlah yang cukup
besar juga berasal dari proses dekomposisi bahan organik pada permukaan tanah, Demikian
juga pembuangan sampah, kebakaran hutan dan kegiatan manusia lainnya mempunyai
peranan yang cukup besar dalam memproduksi gas hidrokarbon di atmosfir.
Pengaruh hidrokarbon aromatic (toluene) pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel
dibawah ini.
ppm
Efek setelah terpapar 8 jam
100
Sakit kepala, pusing, kelelahan dan mengan-tuk
200
Koordinasi lemah, kesa-daran menurun
600
Mengantuk dan control emosi mengurang
800
Gelisah, otot lemah dan insomnia
>10000
Kehilangan kesadaran, merusak jantung, hati dan kematian
(Dept of Health and Human Service 2009:3)
2.8
Identifikasi Bahaya

Resiko utama dan sasaran organ


Dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat. Dapat menyebabkan kerusakan hati dan
ginjal. Toluena juga menye-babkan efek pada sistem reproduksi dan janin binatang. Dapat
menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan, pencemaran, mata dan kulit. Dapat masuk ke
dalam paru-paru dan menyebabka kerusakn. Aspirasi dapat terjadi jika tertelan. Dapat
terserap utuh oleh kulit.
Organ sasaran: sistem saraf pusat, ginjal, hari. Saluran pernafasan, mat dan kulit.


Rute paparan
o Paparan Jangka Pendek
Terhirup
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Terhirup pada konsentrasi tinggi (> 200
ppm) dapat menyebabkan enselopati pada sistem saraf, sakit kepala, depresi, gagal
koordinasi, kehilangan memori, pusing, pingsan dan koma.
Kontak dengan kulit
Dapat menyebabkan iritasi pada kulit tingkat sedang: peradangan kulita yang ditandai dengan
rasa gatal, kemerahan dan kadang-kadang melepuh.
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi, uapnya dapat menyebabkan iritasi pada mata.
Tertelan
Dapat meyebabkan efek yang sama seperti rute paparan terhirup. Aspirasi bahan ke dalan
paru-paru menyebabkan pneumonitis kimia dan mengakibatkan fatal, depresi sistem saraf
pusat.
o Paparan Jangka Panjang
Terhirup
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan bagian atas.
Kontak dengan kulit
Paparan yang berulang atau dalam jangka waktu panjang dapat meyebabkan dematitis dan
deffating (kehilangan lemak tubuh).
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi pada mata.
Tertelan
Dapat terjadi kerusakan/ gagal hati dan ginjal, kerusakan otak, kehilangan berat badan, darah,
perubahan sumsum tulang, ketidakseimbangan elektrolit dan lemah otot.
2.9
Stabilitas dan Reaktivitas
Reaktivitas : stabil pada suhu dan tekanan normal.
Kondisi yang harus dihindari : sumber api, panas berlebih, ruang terbatas, bahan yang
inkompatibel.
Inkompatibilitas: oksidator kuat, asa, nitrat, asam sulfat dan perak perklorat.
Produk dekomposisi: karbon dioksida dan karbon monoksida.
Polimerisasi: tidak terpolimerisasi.
Toluene dengan:
Bromide Triflouride: bereaksi hebat pada suhu 80 oC
Nitrogen oksida/halogen: secara berurutan membentuk nitrotoluene, nitrobenzene,
nitrophenol dan produk halogen lainnya.
2.10
Penyimpanan
* Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik
* Simpan di tempat tertutup rapat

*
*
*

Simpan di area terpish, beri label pada wadah penyimpanan


Jauhkan dari panas dan sumber api
Jauhkan dari bahan yang tidak kompatibel

2.11Efek Klinis
Keracunan akut
Terhirup
Menghirup uapnya dapat menye-babkan iritasi saluran pernafasan disertai batuk dan piek.
Terhirup bahan dengan konsentarsi tinggi dapat mempengaruhi perilaku dan menye-babkan
efek pada system saraf pusat yang ditandai dengan mual, sakit kepala, pusing, tremor,
gelisah, kepala terasa ringan, rasa gembira berlebihan, kehilangan memori , insomnia,
gangguan reaksi gerakan tubuh, mengantuk, ataksia, halusinasi, somnolen, kontraksi otot atau
kejang-kejang, pingsan dan koma.
Terhirup dalam konsentrasi yang tinggi juga dapat berpengaruh pada system kardiovaskuler
(jantung berdetak cepat, papitasi jantung, penurunan atau peningkatan tekanan darah),
respirasi (edema paru-paru akut), menyebabkan gangguan penglihatan dan dilatasi pupil,
kehilangan nafsu makan.

Kontak Dengan Kulit


Dapat menyebabkan iritasi kulit derajat ringan hingga sedang.

Kontak Dengan Mata


Dapat menyebabkan iritasi pada mata derajat ringan hingga sedang dengan sensasi rasa
terbakar. Percikan pada mata juga menyebabkan konjung-tivitas, biasa sembuh dalam waktu
kurang lebih 2 hari.
Tertelan
Bahaya aspirasi dapat menyebabkan pneuminitis kimia. Dapat menye-babkan iritasi saluran
pernafasan yang di sertai mual, muntah dan nyeri. Dapat menyebabkan efek yang sama
seperti efek terhirup.
Keracunan Kronik
v Terhirup dan Tertelan
Terpapar dalam waktu yang lama dan berulang mempengaruhi system saraf pusat dan
kardivaskular, gejalanya sama seperti efek klinis akut. Dapat juga menyebabkan
kerusakan/gagal hati dan ginjal, kerusakan otak, kehilangan berat badan, darah, perubahan
sumsum tulang, keseimbangan elektrolit dan lemah otot.
v Kontak dengan Kulit
Paparan berulang atau dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kehilangan kulit lemak.
2.12 Pengendalian Dampak

Kesehatan
Terhirup
Jika terhirup, pindahkan ke tempat berudara bersih. Jika tidak bernafar berikan
bantuan pernapasan.
Pada kasus serius: pindahkan korban ke tempat yang aman, longgarkan pakainnya dan cari
pertolongan medis segera.

Kontak Dengan Kulit


Bersihkan bagian yang terkonta-minasi basuh dengan air yang mengalir selama 15-20 menit
dan segera cari pertolongan medis.
Kontak Dengan mata
Bilas mata yang terkontaminasi dengan banyak air kurang lebih 15-20 menit.
Tertelan
Jangan menginduksikan muntah. Jangan memberikan apapun melalui mulue pada korban
yang pingsan. Jika korban pingsan, sandarkan kedepan untuk mengurangi resiko muntahan
terhirup kembali. Longgarkan pakaian. Jika sejumlah kesil tertelan, cuci mulut sampai rasa
tolune hilang. Jika dalam jumlah banyak segera hubungi bantuan medis.

Lingkungan
Mitigasi Dampak Toluena. Terdapat empat strategi dalam mitigasi dampak toluena :
-Kontrol emisi kendaraan bermotor, hal ini dapat dilakukan secara periodik.
-Kontrol emisi sumber stasioner seperti kilang minyak, petrokimia dengan menggunakan
metode kondensasi, evaporasi, insenerasi, absorpsi dan subsitusi.
-Penghindaran reseptor dari daerah yang tercemar.
-Kontrol lingkungan (Controlled environment). Ada beberapa macam teknik yang telah
digunakan untuk mengontrol emisi toluene dari sumbernya, yaitu insinerasi, adsorbsi,
absorbsi dan kondensasi.
Alternatif penggunaan Bahan Bakar.
Alternatif mengganti bahan bakar
kendaraan bermotor dengan menggunakan energi sinar matahari dan juga minyak-minyak
sayuran (nabati). Kelebihan menggunakan bahan bakar alternatif ini adalah melakukan
penghematan, karena per liter lebih murah dibanding bahan bakar pada umumnya, memiliki
nilai tambah bagi Indonesia, dan ramah lingkungan, karena tidak akan menghasilkan gas
toluena.
Alternatif Penggantian Bahan Dasar Produk Paint/ Coating Semakin Mauna perkembangan
zaman dan teknologi banyak produk paint/ coating yang menggunakan bahan dasar berbasis
air. Seperti Bio Industries yang melakukan terobosan besar dengan water based paint and
coating berbasis air yang sangat aman dan ramah lingkungan.
2.13
Pencegahan
Sumber Bergerak

Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.

Melakukan pengujian emisi secara berkala dan KIR kendaraan.

Memasang filter pada knalpot.


Sumber Tidak Bergerak

Memasang scruber pada cerobong asap.

Memodifikasi pada proses pembakaran.


Manusia
Apabila kadar oksidan dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (200 mg/Nm3 dengan
waktu pengukuran 8jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan upaya-upaya:

Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.

Mengurangi aktifitas di luar rumah.


2.14
Penanggulangan
Adapun cara penanggulangan dari efek polusi toluene ini adalah sebagai berikut:

v Mengatur pertukaran udara didalam ruang, seperti menggunakan exhaust-fan.


v Bila jatuh korban keracunan maka lakukan :

Berikan pengobatan atau pernafasan buatan.

Kirim segera ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.


v Mengganti based dari pembuatan cat dan coating.
v Menggunakan bahan bakar yang mengandung kadar toluene tinggi dengan yang ramah
lingkungan.
v Menanami tumbuhan yang dapat dapat efektif menghilangkan cemaran tolune seperti: Ivy
(Hedera helix), Ficus (Ficus benjamina) dan Dracaena Masisangeana.
III. Kesimpulan Dan Solusi
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat kita tarik beberapa kesimpulan :
Toluene merupakan senyawa hidrokarbon dngn rumus molekul C6H5CH3 yang tidak
bewarna dan memiliki bau yang khas. Toluena dapat menimbulkan berbagai macam dapak
jika kita terpapar seperti mual, pusing, gangguan system syaraf dan dapat menyebabkan
kematian klo terpapar dalam jangka panjang.
Adapun sumber dari tolune adalah adalah katalis konversi minyak bumi dan aromatik dari
hidrikarbon alifatik, dan sebagai produk sampingan dari industry oven arang.
Tolune digunakan pada industri cat, coating, lem, bahan bakar, kosmetik dan obat.
3.2 Solusi
Untuk menghindari paparan dari toluene adalah mengatur sirkulasi udara yang baik, tanggap
jika terjadi keracunan. Beralih ke bahan dasar dan pelarut yang ramah lingkungan dari
toluene jadi air atau pelarut lainnya.
Menanam tanaman yang dapat meredam polusi atau paparan dari toluene.
DAFTAR PUSTAKA
Clair N. Sawyer. 2003. Chemistry for Enviromental Enginerring and Science. Perry L.
McCArty. Mc Graw Hill. New York.
Dennis Beauregard. 1993. Locating And Estimating Air Emissions Form Sources Of Toluene.
U.S. Enviromental Protection Agency: California.
Martin Darmasetiawan. 2013. Kimia Lingkungan. Universitas Pelita Bangsa. Cikarang.
Richard C. Flagan. 1988. Fundamental of Air Pollution Engineering. John H.Seinfeld.
Prentice Hall. United States Amerika.
Romdhoni. Diktat Kimia Lingkungan. Universitas Gunadarma. Jakarta.
Sentra Informasi Keracunan Nasional. 2012. Toluena. Pusat Informasi Obat dan Makanan.
BPOM RI.
Merck. 2006. Material Safety Data Sheets (MSDS). Toluena.
WHO Regional Office For Europe. 2000. Air Quality Guidelines. Second Edition. Denmark.
http://ultrawomen.wordpress.com/tag/toluena/
http://sharingdisini.com/2013/01/09/10-tanaman-penyejuk-ruangan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Toluena
http://jujubandung.wordpress.com/2012/08/20/dampak-toluena-c6h5ch3-pada-manusia/
http://rahmifebritadewi.blogspot.com/2013/11/toluena.html

Toluena

Nama : - Hadi Gimantoro


(061130401460)
- Muh. Irfan siddik (061130401463)
Kelas : 3 PK
Tugas : Satuan proses
Toluena
Toluena adalah suatu senyawa tidak berwarna, cairan berbau aromatic
yang khas dimana tidak setajam benzena. Asal kata toluena diambil dari sebuah
resin alami, kata tolu, merupakan sebuah nama dari sebuah kota kecil di
Colombia, Amerika Selatan. Toluena ditemukan antara produk degradasi
dengan cara pemanasan resin tersebut. Toluena dikenal juga sebagai
metilbenzena ataupun fenilmetana yaitu cairan bening tak berwarna yang tak
larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti
benzena. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas
dalam stok umpan industri dan juga sebagai bahan pelarut bagi industri lainnya.
Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai obat inhalan
oleh karena sifatnya yang memabukkan. Toluena juga mudah sekali terbakar.
(Wikipedia, 2011)
Sebelum perang dunia pertama, sumber utama dari toluena adalah
pemanasan batu arang. Pada waktu itu, trinitrotoluena (TNT) menghasilkan
daya ledak yang tinggi dan produksi toluena dalam jumlah besar diperlukan
untuk pembuatan TNT tersebut.
Toluena secara umum diproduksi bersama dengan benzene, xylene, dan
senyawa aromatik C9 dengan pembentukan katalitik dari nafta. Hasil
pembentukan kasar ini diekstraksi, kebanyakan terjadi dengan sulfolane atau
tetraetilena glikol dan zat terlarut, ke dalam sumur campuran dari benzene,
toluena, xylena dan senyawa C9-aromatik dimana dipisahkan dengan cara
fraksinasi. (Othmer & Kirk, 1989) Struktur toluena seperti pada gambar 2.2
berikut ini merupakan senyawa turunan benzena dengan gugul metana berada
pada cincin benzena.
Gambar 2.2 Struktur senyawa toluena

a. Sifat Fisika
1. Massa Molar : 92,14 gr/mol
2. Temperatur leleh normal : 178,15 0K
3. Titik didih normal : 383,15 0K
4. Densitas
- Padat pada 93,15 0K : 11,18 L/mol
- Cair pada 298,15 0K : 9,38 L/mol
5. Tekanan kritis : 4,108 Mpa
6. Temperatur kritis : 591,8oK

7. Volume kritis : 0,316 L/mol


8. Faktor kompresibilitas kritis : 0,264
9. Viskositas : 0,548 mPa.s (cPa)
10.
Panas pembentukan : 50,17 kJ/mol
11. Panas penguapan : 33,59 kJ/mol
12.
Panas pembakaran : -3734 kJ/mol
(Kirk & Othmer, 1989)
b. Sifat Kimia
1. Reaksi hidrogenasi, dengan katalis nikel, platinum atau paladium dapat
menjenuhkan cincin aromatik sebagian maupun keseluruhan, menghasilkan
benzena, metana dan bifenil.
2. Reaksi oksidasi, dengan katalis kobalt, mangan atau bromida pada fase cair
menghasilkan asam benzoat.
C6H5CH3 + 3/2 O2 Br/Co/Mn C6H5COOH + H2O
3. Reaksi substitusi oleh metil, pada temperatur tinggi dan reaksi radikal bebas.
Klorinasi pada 100oC atau dengan ultraviolet membentuk benzil klorida, benzal
klorida dan benzotriklorida.
4. Reaksi substitusi oleh logam alkali menghasilkan normal-propil benzena, 3fenil pentana, dan 3-etil-3-fenil pentana.
Kegunaan dari toluena
Penggunaan utama dari toluena adalah sebagai campuran yang
ditambahkan ke bensin untuk meningkatkan nilai oktan. Toluena juga
digunakan untuk memproduksi benzena dan sebagai pelarut dalam cat, pelapis,
pengharum sintetis, lem, tinta, dan agen-agen pembersih. Toluena juga
digunakan dalam produksi polimer yang digunakan untuk membuat nilon, botol
soda plastik, dan poliuretan serta untuk obat-obatan, pewarna, produk kosmetik
kuku, dan sintesis kimia organik.
Referensi : universitas sumatera utara
http://simpangbayat.blogspot.com/2012/11/toluena.html

Dampak Toluena
(C6H5CH3) pada
manusia (pelarut)
August 20, 2012LimbahB3jujubandung

Dampak pada Kesehatan

Terhirup : sakit kepala, mual, muntah, efek bius, mati lemas, tekanan darah
rendah, tekanan sistem syaraf pusat.

Terhirup uap : batuk, sakit dada, sesak napas/pingsan.

Larutan/cairan mengiritasi kulit dan mata, dermatitis.

Kontak pada mata : kerusakan corneal sementara.

Bila tertelan : pusing, mual, muntah, iritasi pada sistem pencernaan dan
pingsan.

Keracunan kronis membahayakan ginjal dan/atau hati.

Organ yang diserang adalah sistem syaraf pusat, hati, ginjal dan kulit.
https://jujubandung.wordpress.com/2012/08/20/dampak-toluena-c6h5ch3-pada-manusia/

Toluena C6H5H3
Toluena merupakan cairan tidak berwarna yang banyak
digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan:
a.

TNT (2, 4, 6 trinitro toluena)

TNT adalah zat padat kuning yang digunakan sebagai bahan


peledak untuk kepentingan militer. Dibuat dari nitrasi
toluena.
b. Asam benzoat
Asam benzoat digunakan sebagai pengawet makanan dan
minuman seperti pada minuman ringan dengan pH kurang
dari 4,5. karena kondisi asam (pH < 4) dapat mencegah
perkembangan bakteri. Karena asam benzoat sukar larut

dalam air, maka digunakan dalam bentuk garamnya yaitu


Natrium benzoat.
c. Asam salisilat
Asam salisilat digunakan untuk membuat asetol atau aspirin.
Aspirin merupakan obat pembunuh rasa sakit dan juga
sebagai penyembuh radang, seperti obat sakit kepala, flu,
sakit gigi, demam, dan lain sebagainya.
d. Anilina C6H5NH3
Merupakan zat cair tidak berwarna, sukar larut dalam air.
Dalam kehidupan sehari-hari, anilin digunakan sebagai bahan
baku pembuatan zat warna, bahan bakar roket dan sebagai
bahan peledak.
e. Stirena C6H5CH = CH2
Stirena digunakan untuk membuat plastik polystirena.
f. Naftalena
Senyawa yang terdiri atas dua inti benzena dengan rumus
C10H8, digunakan untuk kapur barus.
http://matakristal.com/tag/toluena-c6h5h3/