Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Putri Rahmadini

NPM

: 12.11.106.401201.1355

Kelas

: B1 Akuntansi

ALOKASI BIAYA

Alokasi biaya adalah biaya-biaya yang memberikan manfaat bersama, yang


terjadi ketika sumber daya yang sama digunakan dalam keluaran dua atau lebih jasa
atau produk, disebut sebagai biaya bersama ( commont cost). Contonya: upah yang
dibayarkan pada penjaga keamanan di suatu pabrik merupakan biaya bersama semua
produk berbeda yang diproduksi di pabrik tersebut. Manfaat keamanan dapat
dirasakan oleh semua produk, tetapi pembebanan biaya keamanan kesetiap produk
adalah proses arbitrer.
Jenis Jenis Departemen
Dalam model fungsi diperusahaan, obyek biaya adalah departemen. Terdapat
dua kategori departemen yaitu :
1. Departemen produksi, adalah departemen secara langsung mengerjakan
produksi yang diproduksi. Contoh, departemen pengesahan dan perakitan
2. Departemen pendukung yaitu menyediakan pelayanan pendukung yang
diperlukan oleh departemen produksi. Departemen ini berhubungan secara
tidak langsung dengan suatu jasa atau produk organisasi tersebut, misalnya:
pemeliharaan, permesinan
Jenis Jenis Dasar Alokasi
Departemen produksi membutuhkan jasa pendukung: oleh sebab itu, biaya
departemen pendukung ditimbulkan oleh aktivitas departemen produksi.
Faktor-faktor penyebabnya adalah variabel atau aktivitas dalam departemen

produksi, yang menyebabkan munculnya biaya jasa pendukung. Dalam memilih


dasar pengalokasian biaya departemen pendukung, berbagai usaha harus
dilakukan untuk mengidentivikasi faktor penyebab yang sesuai (penggerak biaya).
Menggunakan faktor penyebab akan menghasilkan biaya produk yang lebih
akurat. Selanjutnya, jika faktor penyebab diketahui, para manajer dapat
mengontrol konsumsi jasa pendukung dengan lebih baik.
Tujuan Alokasi
Beberapa tujuan penting berhubungan dengan alokasi biaya departemen
pendukung ke departemen produksi, dan akhirnya ke produk tertentu:
1. Untuk menghasilkan satu kesepakatan harga yang menguntungkan
2. Untuk menghitung profibilitas lini produk
3. Untuk memprediksi pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian
4. Untuk meniai persedian
5. Untuk memotivasi para manajer
Pengalokasian Biaya Satu Departemen Ke Departemen Lainnya
1. Tarif Pembebanan Tunggal
2. Tarif Bembebanan Berganda
Pengembangan Tarif Tetap
Biaya jasa tetap dapat di anggap sebagai biaya kapasitas, mereka di keluarkan
guna menyediakan kapasitas yang diperlukan untuk mengirim unit jasa yang
dibutuhkan oleh departemen produksi. Pengalokasian biaya tetap mengikuti prosedur
tiga langkah ;
a) Penetapan biaya jasa tetap yang di anggarkan.
b) Perhitungan rasio alokasi

c) Pengalokasian.
Pengembangan Tarif Variabel
Tarif variabel tergantung pada biaya yang berubah ketika penggerak biaya
berubah.
Penggunaan aktual versus yang di anggarkan
Prinsip umum dari evalusai kerja adalah bahwa manajer tidak boleh di bebani
tanggung jawab atas biaya atau aktivitas yang berada di laur kendalinya. Karena para
manajer departemen produksi memiliki input yang signifikan berkaitan dengan
tingkat jasa yang di konsumsi, mereka harus di bebani tanggung jawab atas bagian
biaya jasa mereka. Namun, pernyataan ini, mempunyai kualifikasi penting ; evaluasi
departemen tidak boleh dipengaruhi oleh tingkat efisiensi yang di capai oleh
departemen lain.
Memilih Metode Alokasi Biaya Departemen Pendukung
Dalam menentukan metode alokasi biaya departemen pendukung yang
digunakan, perusahaan hatus menetapkan batasan interaksi departemen pendukung.
Selain itu, mereka harus menimbang biaya dan manfaat yang berhubungan dengan
ketiga metode pengalokasian biaya, yakni ;
1. Metode langsung
Adalah metode paling sederhana dan paling langsung mengalokasikan biaya
departemen pendukung. Biaya jasa variabel dialokasikan langsung ke departemen
produksi secara proporsional terhadap masing-masing departemen pengguna jasa.
Biaya tetap juga dialokasikan langsung kepada departemen produksi, tetapi
berdasarkan proporsi pada kapasitas normal atau praktis departemen produksi.
2. Metode Berurutan
Metode ini mengetahui bahwa interaksi diantara departemen pendukung telah
terjadi. Akan tetapi, metode berurutan tidak secara penuh mengakui interaksi

departemen pendukung. Alokasi biaya dilakukan secara tahap demi setahap


mengikuti prosedur penetapan peringkat yang ditentukan terlebih dahulu. Biasanya
urutanya ditentukan dengan menyusun peringkat departemen pendukung dalam suatu
tatanan jumlah jasa yang diberikan, dari yang terbesar ke yang terkecil. Tingkat jasa
biasanya di ukur dengan biaya langsung dari setiap departemen pendukung;
departemen dengan biaya tertinggi dinilai sebagai pemberi dana terbesar.

Alokasi yang didapatkan dengan metode berurutan didapatkan dengan beberapa


langkah, yaitu :
a. Langkah pertama adalah menghitung rasio alokasi. Perhatikan bahwa rasio
alokasi untuk departemen pemeliharaan mengabaikan penggunaan oleh
departemen listrik karena biayanya tidak dapat dialokasikan ke departemen
pendukung.
b.

Langkah kedua adalah mengalokasikan biaya departemen pendukung


dengan menggunakan rasio alokasi yang dihitung pada langkah pertama.

3. Metode timbal balik


Metode ini mengakui semua interaksi di antara deprtemen pendukung. Menurut
metode ini salah satu departemen pendukung menggunakan angka departemen lain
dalam menentukan total biaya setiap departemen pendukung dimana total biaya
mencerminkan interksi iantara departemen pendukung. Jadi, total biaya yang baru
dari departemen pendukung dialokasikan ke departemen produksi.