Anda di halaman 1dari 9

Swamedikasi Influenza

Suci Nurjanah
10112027

Definisi
Influenza merupakan Infeksi Saluran
Pernapasan Akut yang disebabkan
karena
infeksi
virus
Influenza.
Penyakit ini mempengaruhi saluran
pernapasan atas dan bawah (Fauci et
al., 2008)

Gejala
Gejala umum adalah peningkatan
suhu secara cepat/demam, myalgia,
sakit kepala, malaise, batuk tak
berdahak/berdahak,
sakit
tenggorokan dan rhinitis.
Gejala lain pada anak adalah mual,
muntah dan otitis media. (Dipiro,
2008)

Etiologi
Influenza Virus tipe A, B, dan C yang merupakan
anggota
dari
famili
Orthomyxoviridae
dan
mempengaruhi banyak spesies termasuk manusia,
babi, kuda dan burung. Influenza disebabkan oleh
virus tipe A dan B (Dipiro, 2008).
Influenza dapat ditularkan dari orang ke orang
droplet pernapasan orang yang terinfeksi, seperti
saat seseorang bersin atau batuk.
Penularan juga dapat terjadi bila seseorang
menyentuh benda yang terkontaminasi sekret
pernapasan dan menyentuh membran mukus
orang tersebut (Dipiro, 2008).

Waktu Inkubasi Influenza antara 1-4 hari dengan


rata-rata 2 hari. Transmisi dapat terjadi selama
orang yang terinfeksi mengeluarkan virus dari
organ respirasinya. Orang dewasa dapat
menginfeksi sejak sebelum gejala muncul
hingga 15 hari setelah puncak penyakit,
sedangkan pada anak-anak dapat menginfeksi
hingga 10 hari setelah puncak penyakit. Virus
dapat ditularkan selama berminggu-minggu
hingga bulan pada orang dengan penyakit
immunocompromised parah (Dipiro, 2008).

Tujuan terapi
Tujuan terapi Influenza adalah
mengendalikan gejala, mencegah
komplikasi dan mencegah
penyebaran infeksi

Terapi non farmakologis


Influenza termasuk dalam self limiting desease,
yaitu penyakit yang dapat diatasi oleh sistem
imun tubuh.
Pasien
yang
menderita
Influenza
harus
istirahat/tidur yang cukup dan tak banyak
beraktivitas serta tetap berada di rumah untuk
mencegah penyebaran.
Minum air yang banyak juga diperlukan.
Membantu
meredakan
gejala batuk dan
gangguan tenggorokan dapat menggunakan
lozenges, teh hangat atau sup. (Dipiro, 2008)

Terapi farmakologis
Terapi
farmakologis
untuk
pengobatan gejala :
Antipiretik dan analgesik Obat
yang
dapat
digunakan
untuk
mengatasi keluhan demam
Antitusiv / ekspektoran antitusiv
untuk
menekan
batuk
/
mengencerkan dahak
Antihistamin untuk mengobati
alergi
Dekongestan
oral

zat
simpatomimetik yang bekerja pada
reseptor adrenergik pada mukosa
hidung yang dapat menyebabkan
vasokontriksi, memperbaiki mukosa
yang
membengkak,
dan
memperbaiki ventilasi

Terapi farmakologis
influenza kronis :

untuk

Amantadine
dan
Rimantadine golongan
adamantanes yang memiliki
aktivitas hanya terhadap
virus Influenza tipe A H1N1
musiman.
Oseltamivir dan Zanamivir

golongan
inhibitor
neuraminidase
yang
memiliki aktivitas terhadap
virus Influenza A dan B.

Pencegahan
Cara tebaik untuk menghindari kematian karena
Influenza adalah dengan melakukan vaksinasi.
Pengendalian infeksi :
Higienitas tangan
Etika pernapasan (seperti orang batuk harus
menutup mulut ketika batuk)
Menghindari kontak mencegah penyebaran
Alternatif lain adalah menggunakan kemo
profilaksis.

Anda mungkin juga menyukai