Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

PS
DENGAN KANKER SERVIKS STADIUM III B
DI RUANG CEMPAKA TIMUR RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 9 - 10 NOVEMBER 2014

OLEH :
NI WAYAN CINTIA DEVI UTAMI
P07120012056 / 3.2 REGULER

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2014

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. PS


DENGAN KANKER SERVIKS STADIUM III B
DI RUANG CEMPAKA TIMUR RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 9 - 10 NOVEMBER 2014
A.

PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 9 November 2014 pukul 19.35 WITA di
kamar 3 bed 4 Ruang Cempaka Timur RSUP Sanglah Denpasar dengan sumber
data : Pasien, Suami Pasien, Catatan Medik Pasien dan Petugas Kesehatan.
Dengan metode : wawancara, observasi, pemeriksaan dan study dokumentasi
catatan medik.
1.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: PS

Umur

: 44 Tahun

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Petani

Status perkawinan

: Sudah Menikah

Agama

: Hindu

Alamat

: BD. Pucak Sari Gerokgak Buleleng

No. CM

: 14018729

Tangal MRS

: 05 November 2014

PENANGGUNG/ SUAMI
Nama

: KM"

Umur

: 49 Tahun

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Petani

2.

ALASAN DIRAWAT
a. Keluhan Utama MRS
Nyeri pada diseluruh bagian perut terutama di perut bagian bawah sejak
2 minggu yang lalu disertai mual
b. Alasan MRS
Pasien datang ke IGD RSUP Sanglah pada tanggal 5 November 2014
Pukul 23.05 WITA diantar oleh anak dan suaminya karena pasien
mengeluh nyeri di seluruh bagian perut terutama diperut bagian bawah
sejak 2 minggu yang lalu disertai mual, akan tetapi makin memberat
sehari sebelum pasien masuk rumah sakit. Sebelumnya pada tanggal 1
November 2012 pasien menjalani rawat inap di ruang Angsoka 3 untuk
dilakukan kemoterapi dan diperbolehkan pulang pada tanggal 3
November.
c. Keluhan saat dikaji
Pada saat pengkajian pasien mengeluh nyeri di seluruh bagian perutnya
terutama di perut bagian bawah, nyeri seperti di remas-remas yang
mengganggu aktifitasnya,skala nyeri yang dirasakan 4 dari skala (0-10)
yang diberikan, pasien juga mengeluh tidak enak makan akibat mual yang
dirasakan dan sulit BAK sejak 2 hari yang lalu.

3.

RIWAYAT OBSTERTRI DAN GINEKOLOGI


1. Riwayat Menstruasi :
Menarche

: Umur 13 tahun, Siklus teratur

Banyaknya

: 60 cc,

Lamanya

: 5 hari

Keluhan

: Tidak ada keluhan

HPHT

: Pasien mengatakan lupa mengenai HPHT nya.

2. Riwayat Pernikahan :
Menikah

: 1 kali

Umur Menikah : 24 Tahun

Lama: 20 tahun.

Pernikahan yang ke 1 (pertama)

3. Riwayat kelahiran, persalinan, nifas yang lalu :


Anak ke
No Thn
1
2

Kehamilan
Umur Peny

kehamilan ulit
38
1994
minggu
39
1996
minggu
1999

38-39
minggu

Persalinan
Jenis
Spont
an
Spont
an
Spont
an

Komplikasi nifas
Anak
Penyul Lasera Infek Pedarah Jenis
Penolong
BB
it
si
si
an kelamin
Bidan
2800
P
Klinik
gr
2700
Bidan
P
gr
RSUD
3000
Wanga
L
gr
ya

4. Riwayat Keluarga Berencana :


Akseptor KB : jenis : Suntik 3 Bulan

Lama : 5 tahun

Masalah

Rencana KB

:-

:-

5. Riwayat Kesehatan
Pasien
Pasien mengatakan sebelum dia terdiagnosa kanker serviks pasien pernah
dirawat inap di rumah sakit dengan riwayat penyakit gagal ginjal kronik
disertai hipertensi.
Keluarga
Pasien tidak ada keluarganya yang memiliki riwayat penyakit yang sama
dengan yang di derita oleh pasien saat ini. Di keluarga pasien juga tidak
ada yang menderita penyakit DM, dan sakit jantung tetapi ada yang
menderita hipertensi yaitu nenek pasien.
6. Riwayat Penyakit Kelamin
Pasien mengatakan sekitar 6 bulan setelah didiagnosa terkena kanker
serviks pasien mengalami pendarahan seperti menstruasi hingga bisa 3-4
kali ganti pembalut dalam sehari, pasien juga mengalami keputihan pasien
baru mau memeriksakan keluhannya pada tanggal 8 september 2014.

Pj
50
cm
48
cm
50
cm

4.

POLA KEBUTUHAN SEHARI-HARI


a.

Bernafas
Pasien mengatakan sebelum sakit dan saat pengkajian tidak memiliki
gangguan dalam pernafasan, pasien bernafas secara spontan tanpa
menggunakan alat bantu nafas.

b. Makan Minum
Pasien mengatakan sebelum sakit makan 3x sehari, porsi makan 1 piring
habis setiap kali makan. Jenis makanan bervariasi. Dan minum air putih,
jumlah minum sehari 6 8 gelas perhari (1600 ml) per hari. Namun saat
pengkajian pasien mengatakan tidak enak makan karena merasa mual,
pasien tidak dapat menghabiskan bubur yang diberikan dari RS dan dapat
menghabiskannya serta pasien mengatakan minum air putih 1 gelas (
120 ml), mual (+)
c.

Eliminasi
Pasien mengatakan sebelum sakit tidak mengalami gangguan BAB
maupun BAK, frekuensi BAB 1 x/hari, dengan konsistensi lembek, bau
khas feses. Tidak ada darah atau lendir. BAK 4-5 x/hari, warna kuning,
tidak ada darah atau nanah.
Saat pengkajian pasien belum BAB sejak dari dirawat di RS. pasien
menggunakan dower kateter dan tertampung urine 50 cc dengan warna
merah kecoklatan keruh bercampur darah disertai nanah dan berbau.

d. Gerak dan Aktifitas


Pasien mengatakan sebelum sakit sebelum masuk rumah sakit biasa
mengurus rumah dan anak-anaknya. Saat pengkajian pasien mengeluh
tidak bisa bergerak dengan leluasa akibat nyeri yang dirasakan pada
bagian perutnya, dan ADL dibantu oleh keluarganya.
Kemampuan Perawatan Diri

4
0:

Keterangan:
Mandiri

e.

Makan/ Minum
Mandi

1:
2:

Toileting
Berpakaian
Mobilitas di tempat tidur
Berpindah

3:

4:

Dibantu alat
Dibantu orang
lain
Dibantu orang lain
dan alat
Tergantung
Total

Istirahat dan Tidur


Pasien mengatakan sebelum sakit tidak mengalami gangguan tidur. Pasien
biasa tidur 6-8 jam/hari, pasien kadang kadang tidur siang 1 2 jam.
Saat pengkajian pasien mengatakan bisa tidur tetapi terkadang terjaga
karena merasakan nyeri pada perutnya. Dengan jumlah jam tidur 6
jam/hari.

f.

Kebersihan Diri
Pasien mengatakan sebelum sakit biasa mandi 2 x sehari yaitu pada pagi
dan sore hari. Saat pengkajian pasien mengatakan hanya di lap saja oleh
suaminya 2 x/hari yaitu pagi dan sore.

g.

Pengaturan Suhu Tubuh


Pasien mengatakan sebelum sakit tidak ada masalah tentang suhu
tubuhnya. Saat pengkajian suhu tubuh pasien terukur 36,70C.

h. Rasa Nyaman
Pasien mengatakan sebelum sakit tidak merasakan nyeri apapun. Saat
pengkajian pasien mengatakan terasa nyeri pada perutnya, nyeri dirasakan
seperti di remas-remas, skala nyeri yang dirasakan 4 dari (0-10) skala
nyeri yang diberikan.
i.

Rasa Aman
Saat pengkajian pasien tampak gelisah dan merasa khawatir dengan
kondisinya saat ini. Pasien mengatakan pasrah dan sudah iklas dengan
kondisinya saat ini.

j.

Sosial dan Komunikasi


Pasien mengatakan sebelum sakit sering berinteraksi dengan keluarga di
rumah dan tetangganya. Saat pengkajian pasien tampak berkomunikasi
baik dengan keluarganya, dengan pasien lain dan juga dengan tim medis
yang ada di ruangan. Pasien kooperatif dengan tindakan yang diberikan
oleh paramedis di ruangan.

k. Pruduktifitas
Pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit tidak memiliki masalah
dengan perannya sebagai seorang istri maupun ibu rumah tangga dan
melakukan kegiatan bertani. Saat pengkajian pasien mengatakan tidak
bisa melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga karena masih berada
di rumah sakit.
l.

Rekreasi
Pasien mengatakan sebelum sakit sering menghibur diri dengan menonton
tv dan terkadang rekreasi ke tempat wisata bersama suami dan keluarga.
Selama dirawat di RS pasien hanya menghibur diri dengan mengobrol
antar sesame pasien maupun suami serta anaknya.

m. Belajar
Pasien dan keluarga cukup mengerti dengan prognosis, gejala dan cara
mengobati penyakit yang pasien alami karena pasien dan keluarga sering
berkonsultasi mengenai penyakit yang pasien alami dengan tenaga
kesehatan.
n. Ibadah
Pasien beragama Hindu. Pasien dan keluarga mengatakan menurut
mereka gangguan kesehatan yang dialami oleh pasien murni merupakan
masalah medis dan bukan berasal dari factor spiritual. Sebelum sakit
pasien biasanya berdoa setiap sehari. Namun setelah MRS pasien
biasanya hanya berdoa dengan berbaring di tempat tidur saja.
5.

PEMERIKSAAN FISIK

a. Keadaan Umum Pasien


1) Tingkat Kesadaran : CM (Compos Mentis)
2) GCS : E=4 V=5 M=6
3) Gejala Kardinal :
- Suhu : 36.7 0C
- N : 78 x/ mnt
- RR : 20 x /mnt
- TD : 140/80 mmHg
4) BB Biasanya : 53 kg
BB Saat ini : 51 Kg

TB : 155

cm
LILA : 25 cm
b. Head to toe
1) Kepala Wajah
Kepala : Bentuk oval, semetris, tidak ada benjolan, tidak ada
nyeri tekan, kebersihan cukup, rambut pendek hitam,
Mata

penyebaran rambut merata, tidak ada lesi.


: Mata simetris, konjungtiva pucat, sclera putih, pupil

isokor, reflek mata baik.


Hidung : Hidung simetris, tidak ada secret, kebersihan cukup,
tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada lesi.
Telinga : Telinga simetris, pendengaran baik, tidak terpasang alat
Mulut

bantu dengar, tidak ada nyeri tekan.


: Mukosa bibir kering , gusi tidak berdarah, lidah bersih,
tidak ada stomatitis, gigi cukup bersih, jumlah gigi

2) Leher

lengkap.
: Tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid, tidak terdapat
bendungan vena jugulari, tidak ada nyeri tekan, tidak

3) Dada

ada lesi.
: Tidak ada lesi, warna rata dengan warna sekitar,
pergerakan simetris kiri dan kanan. Tidak terdapat nyeri
tekan, tactile fremitus teraba sama kiri dan kanan,
ekspansi paru kiri dan kanan sama. Resonan pada
daerah paru. Bunyi vesicular, bunyi jantung normal,
teratur, tidak terdengar bunyi jantung tambahan.

4) Mamae

: Bentuknya simetris, puting susu menonjol, tidak


terdapat pengeluaran cairan, kebersihan cukup dan tidak
ada lesi. Tidak terdapat nyeri tekan dan benjolan.

5) Abdomen
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi
6) Genetalia

: Kebersihan cukup, perdarahan (-).


: Bising usus 10 kali per menit
: Terdapat nyeri tekan (+)
: Kebersihan cukup, udema (-), nyeri tekan (-), terpasang

dower kateter
7) Perineum dan Anus : Tidak terdapat hemoroid
8) Ekstermitas
Atas
: Tidak terdapat odema, tidak terdapat lesi, CRT (<2detik),
tidak ada kelainan dan dapat digerakkan secara mandiri.
Terpasang infus di tangan kiri.
Bawah : Tidak terdapat odema, tidak terdapat lesi, CRT (<2detik),
tidak ada kelainan dan dapat digerakkan secara mandiri,
tidak ada varises.
6.

DATA PENUNJANG
Hasil pemeriksaan lab pada tanggal 8 November 2014, pukul 11.51 wita
Kimia Klinik
Natrium (Na)
Kalium (K)

Hasil
137
4,9

Satuan
mmol/L
mmol/L

Nilai Rujukan
136-145
3.50-5.10

Ket
Normal
Normal

Hasil Analisis Gas Darah (AGD)


AGD
pH
pCO2
pO2
BEecf
HCO3SO2c
TCO2

Hasil
7.13
49
78
-12.9
16.3
90
17,8

Satuan
mmHg
mmHg
mmol/L
mmol/L
%
mMol/L

Nilai Rujukan
7.35-7.45
35.00-45.00
80.00-100.00
-2-2
22.00-26.00
95%-100%
24.00-30.00

Ket
Rendah
Tinggi
Rendah
Rendah
Rendah

Hasil Pemeriksaan Lab pada tanggal 9 November 2014


Kimia Klinik

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Ket

BUN
Creatinin
7.

34
7.67

mg/dL
mg/dL

8.00-23.00
0.50-0.90

Tinggi
Tinggi

DIAGNOSA MEDIS
Ca. Serviks stadium III B

8.

PENGOBATAN
Premedikasi :
Infus (IVFD) NaCl 0,9% 8 tetes/menit
Captopril 3 x 25 mg ( Per Oral)
Amlodipin 1 x 10 mg (Per Oral)
Alopurunol 1 x 100 mg ( Per Oral)
Omeprazole 1 x 20 g (Per Oral)
Surclafat Sirup 3 x 1 sdm (Per Oral)
Asam Folat 2 x 2 g ( Per Oral)
Ciprofloxacin 2 x 200 gr ( IV)
Metronodazole 1 x 500 gr (IV)

B.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.

No
1

Analisa Data
Data Fokus

DS :
Pasien mengeluh nyeri di
seluruh bagian perutnya
terutama di perut bagian
bawah, nyeri seperti di
remas-remas yang
mengganggu
aktifitasnya,skala nyeri yang
dirasakan 4 dari skala (010) yang diberikan.
DO :

Etiologi
Ca. Serviks

Tahap Lanjut

Menyebar kepelvik

Tekanan Intarpelvik

Tekanan Intraabdomen

Nyeri akut

Masalah Keperawatan
Nyeri Akut

Pasien tampak meringis dan


hanya berbaring di tempat
tidur, TD : 140/80 mmHg,
N : 78 kali/menit, S : 36,7
2

C, RR : 20x/mnt
DS :
Pasien mengatakan tidak
enak makan karena merasa
mual, pasien tidak dapat
menghabiskan bubur yang
diberikan dari RS
DO:
Pasien tampak lemas,
mukosa bibir kering, BB
biasanya 53 kg, BB
sekarang 51 Kg, TB 155
cm.
Jenis Diet Protein 40 gr,
Energi 1800 Kkal jenis
makanan nasi

DS :
Pasien mengeluh tidak bisa
bergerak dengan leluasa
akibat nyeri yang dirasakan
pada bagian perutnya, dan
ADL dibantu oleh
keluarganya.
DO :
Pasien tampak berbaring
ditempat tidur,pasien
tampak lemas, wajah pasien
tampak pucat.

Ca. Serviks

Terapi

Post Kemoterapi

Gastrointestinal

Tekanan Gaster

Mual,Muntah

Anoreksia

Ketidakseimbangan Nutrisi
Kurang Dari Kebutuhan
Tubuh
Ca. Serviks

Tahap Lanjut

Menyebar kepelvik

Tekanan Intarpelvik

Tekanan Intraabdomen

Nyeri akut

Aktifitas Fisik Terbatas

Ketidakseimbangan
Nutrisi Kurang Dari
Kebutuhan Tubuh

Intoleransi Aktivitas

TD : 140/80 mmHg, N:

Intoleransi Aktifitas

78x/mnt
2.

Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan injuri fisik (pembedahan) yang ditandai
dengan pasien mengeluh nyeri di seluruh bagian perutnya terutama di
perut bagian bawah, nyeri seperti di remas-remas yang mengganggu
aktifitasnya,skala nyeri yang dirasakan

4 dari skala (0-10)

yang

diberikan. Pasien tampak meringis dan hanya berbaring di tempat tidur,


2.

TD : 140/80 mmHg, N : 78 kali/menit, S : 36,7 C, RR : 20x/mnt


Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan mual muntah sekunder terhadap penyakit dan pengobatan ditandai
dengan pasien mengatakan tidak enak makan karena merasa mual, pasien
tidak dapat menghabiskan bubur yang diberikan dari RS, pasien tampak
lemas, mukosa bibir kering, BB biasanya 53 kg, BB sekarang 51 Kg, TB

3.

155 cm.
Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan kelemahan fisik ditandai
dengan pasien mengeluh tidak bisa bergerak dengan leluasa akibat nyeri
yang dirasakan pada bagian perutnya, dan ADL dibantu oleh keluarganya,
pasien tampak berbaring ditempat tidur,pasien tampak lemas, wajah
pasien tampak pucat. TD : 140/80 mmHg, N: 78x/mnt.

C.

INTERVENSI KEPERAWATAN
Prioritas Diagnosa :
1. Nyeri akut berhubungan dengan injuri fisik (pembedahan) yang ditandai
dengan pasien mengeluh nyeri di seluruh bagian perutnya terutama di
perut bagian bawah, nyeri seperti di remas-remas yang mengganggu
aktifitasnya,skala nyeri yang dirasakan

4 dari skala (0-10)

yang

diberikan. Pasien tampak meringis dan hanya berbaring di tempat tidur,


2.

TD : 140/80 mmHg, N : 78 kali/menit, S : 36,7 C, RR : 20x/mnt


Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan mual muntah sekunder terhadap penyakit dan pengobatan ditandai

dengan pasien mengatakan tidak enak makan karena merasa mual, pasien
tidak dapat menghabiskan bubur yang diberikan dari RS, pasien tampak
lemas, mukosa bibir kering, BB biasanya 53 kg, BB sekarang 51 Kg, TB
3.

155 cm.
Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan kelemahan fisik ditandai
dengan pasien mengeluh tidak bisa bergerak dengan leluasa akibat nyeri
yang dirasakan pada bagian perutnya, dan ADL dibantu oleh keluarganya,
pasien tampak berbaring ditempat tidur,pasien tampak lemas, wajah
pasien tampak pucat. TD : 140/80 mmHg, N: 78x/mnt

Rencana Keperawatan :
No
1

Hari/Tgl/

No.

Jam
Minggu, 9

Dx
1

Tujuan
Setelah diberikan

Intervensi

Kaji KU pasien dan

Rasional

Untuk mengetahui

November

asuhan keperawatan

tanda-tanda nyeri

keadaan umum pasien

2014

selama 1x24 jam

pasien

dan skala nyeri pasien

Pukul

diharapkan nyeri

dalam melakukan

19.35 Wita

yang dirasakan

tindakan selanjutnya
Untuk mengetahui

keadaan umum pasien


Mengurangi resiko

pasien berkurang,
dengan Kriteria :

Mampu

Menganjurkan pasien
untuk tidak

mengontrol nyeri

yang berat dan

menggunakan

mengurangi

teknik

pergerakan
Lakukan tindakan

untuk

delegasi dalam

mengurangi nyeri

pemberian obat nyeri

salah satunya

seperti asam

dengan teknik

mefenamat, ketorolac
Kaji factor- factor

nafas dalam)

nyeri bertambah

melakukan aktifitas

(mampu

nonfarmakologi

Pantau TTV

Untuk mengurangi
resiko nyeri
bertambah

Untuk mengetahui

Wajah pasien

yang menyebabkan

sumber nyeri,

nyeri

sehingga bisa

tampak tenang
Skala nyerinya 1

diberikan pengobatan

Kontrol lingkungan
yang dapat

yang tepat
Agar pasien merasa
nyaman dan bisa

mempengaruhi nyeri

mengurangi rasa nyeri

seperti pencahayaan ,
tempat tidur pasien

dan kebisingan
Memberikan posisi

rasa nyeri pada pasien

yang nyaman pada


2

Minggu, 9

Setelah diberikan

pasien
Anjurkan pasien

Untuk mengurangi

Untuk membantu

November

asuhan keperawatan

makan sedikit tapi

dalam pemenuhan

2014

selama 1x24 jam

Pukul

diharapkan

sering
Monitor TTV pasien

nutrisi pasien
Untuk mengetahui

19.35 Wita

pemenuhan
kebutuhan nutrisi

Keadaan Umum

Monitor adanya

pasien terpenuhi

penurunan berat

dengan kreteria

badan
Monitor adanya

evaluasi :

mual dan muntah

Tidak adanya

makan
Kolaborasi dengan

Pasien
Untuk mengetahui
kecupukan nutrisi

pasien selama di rawat


Untuk mengetahui
penyebab penurunann
nafsu makan

lingkungan selama

malnutrisi
Mampu

serta monitor

tanda-tanda

Mengidentifikasi

mengidentifikasi

ahli gizi untuk

kebutuhan nutrisi pada

kebutuhan nutrisi

menentukkan jumlah

pasien

Tidak terjadi

kalori dan nutrisi

penurunan berat

yang dibutuhkan

badan yang

pasien

Minggu, 9

berarti
Setelah diberikan

Observasi KU pasien

Untuk mengetahui

November

asuhan keperawatan

keadaan umum pasien,

2014

selama 1x24 jam

untuk tindakan

Pukul

diharapkan pasien

19.35 Wita

bisa melakukan

Pantau TTV

aktifitas dengan

kriteria hasil :

pasien agar dapat


Bantu pasien dalam

memberikan terapi

melakukan aktifitas

1. Pasien tidak

mengeluh
badannya lemas
2. Tanda-tanda

Mengajarkan pasien

sedikit demi sedikit

dan tidak melakukan

yaitu :
TD : (120-140)-

aktifitas yang berat


Memasang pengaman

(60-90) mmHg

pada tempat tidur

N : 70-80

x0mnt

pasien
Menganjurkan pasien

S : 36,5-37,5 C

untuk makan-

R : 20x/mnt

makanan yang bergizi

3. Wajah pasien
tidak pucat
(segar)
4. Pasien dapat

makanan

pada pasien
Agar otot-otot pasien
tidak kaku dan
mengurangi resiko
terjatuh

Untuk mengurangi
resiko terjatuh

Untuk menambah
tenaga pasien

seperti telur
Kolaborasi dalam
pemberian suplemen

berikutnya
Untuk mengurangi
resiko terjatuh (cidera)

melakukan aktifitas

vital normal

selanjutnya
Mengetahui keadaan

Untuk menambah nafsu


makan pasien sehingga

melakukan

pasien memiliki energy

aktifitas dengan

atau tenaga sehingga

baik

tidak lemas lagi

D.

IMPLEMENTASI

Hari/Tgl/

No.

Jam

Dx

Implementasi

Evaluasi Proses

Paraf

Minggu, 9

1,2,3 Mengobservasi KU pasien

Pasien tampak sedang beristirahat,

November

wajah pucat, pasien dalam kondisi

2014 Pukul

lemas

19.35 Wita
Pkl. 19.40

Wita

Mengkaji keluhan nyeri

Pasien mengeluh nyeri di seluruh

(PQRST)

bagian perutnya terutama di perut


bagian bawah, nyeri seperti di
remas-remas yang mengganggu
aktifitasnya,skala
dirasakan

nyeri

yang

4 dari skala (0-10)

yang diberikan.
Pkl 19.45

Wita

Menganjurkan pasien untuk

Pasien mengeluh mual dan tidak

mencoba makan bubur yang

nafsu makan

diberikan dari RS sedikit


demi sedikit , dan
menganjurkan suami dalam
membantu pasien untuk
makan
Pkl 20.35

Wita

Pkl. 20.50

Wita

Melatih pasien untuk miring

Pasien mampu mengikuti, akan

kanan maupun miring kiri

tetapi pasien tampak meringis

untuk mencegah letih selama

ketika

berbaring

posisi

Memberikan

KIE

melakukan

perpindahan

kepada Pasien mengerti tentang informasi

pasien tentang manajemen yang

diberikan

dan

dapat

nyeri relaksasi napas dalam melakukan relaksasi napas dalam


Pkl 21.00

dan pengalihan pikiran


Menganjurkan kepada suami Suami pasien mengerti dan mau
pasien untuk mengkompres melakukan
bagian yang nyeri dengan air

Pkl 22.00
Wita
Pkl 23.00

hangat
1,2,3 Mengecek TTV pasien

S : 36,7C
N : 78 x/menit
RR: 20 x/menit
TD: 140/80 mmHg
1,2,3 Kolaborasi dalam pemberian Pasien tidak menunjukkan reaksi

Wita

Pkl 23.05

1,3

obat :
alergi terhadap pemberian obat
Metronidazole
Paracetamol
Captopril
Memberikan KIE kepada Pasien kooperatif dan mau

Wita

pasien pentingnya istirahat mendengarkan instruksi perawat

Pkl. 23.10

agar tidak lemas


Memberikan

Wita

1,3

lingkungan Sampiran telah dipasang , pasien

yang nyaman kepada pasien istirahat tidak mau menggunakan


untuk istiahat

Senin, 10

selimut akibat lingkungan yang

1,2,3 Memantau TTV pasien

November
2014
pk. 05.00
Wita
Pk.05.30 wita

panas
S : 36,50C
N : 80x/mnt
TD : 140/70mmHg
RR : 20x/mnt

1,2,3 Mengobservasi KU

Pasien tampak istirahat, wajah


pasien

tampak

pucat,

infuse

(IVFD) NaCL 0,9% 8 tpm lancar,


pk. 06.15
Wita
Pkl. 06.30
Wita
pk. 08.00
Wita

1,2,3 Merapikan

tempat

tidak ada tanda-tanda phlebitis


tidur Pasien mengucapkan terima kasih

pasien agar pasien merasa dan pasien tampak lebih nyaman,


nyaman
sampiran sudah diikat rapi
1,2,3 Menganjurkan suami pasien Suami pasie mau melakukan hal
untuk mengelap pasien

tersebut

dan

pasien

kooperatif
1,2,3 Kolaborasi dalam pemberian Pasien kooperatif,
obat :

obat

diberikan, reaksi alergi (-)


Metronidazole

tampak
telah


pk. 09.30

Wita

Paracetamol

Vitamin B komplek
Mengevaluasi rasa nyeri Pasien
pasien

merasakan

mengatakan
nyeri

masih

pada

perut

bagian bawah, nyeri hilang timbul


masih

seperti

diremas-

remas.Skala nyeri 3 dari skala (0Pkl 09.30

Wita

Mengevaluasi

10) skla yang diberikan


Pemenuhan Suami pasien mengatakan pasien

kebutuhan nutrisi pasien

hanya mau makan 3 sendok bubur


dari RS, pasien mengatakan masih
merasa mual sehingga tidak enak

pk. 09.30
Wita

Mengevaluasi kemampuan

makan
Pasien mengatakan masih perlu

aktivitas secara mandiri

dibantu suami untuk melakukan

(ADL)

aktifitas

seperti

mandi/dilap,

menyisir

rambut,

makan

minum

dan

E.
No
1

Tgl/ Jam
Senin, 10

EVALUASI
No. Dx
1

Evaluasi Sumatif
S : Pasien mengatakan masih merasakan nyeri pada

November

perut bagian bawah, nyeri hilang timbul masih

2014
pk. 05.00

seperti diremas-remas.Skala nyeri 3 dari skala (010) skla yang diberikan


O : Pasien tampak agak meringis ketika bergerak, S :

Wita

36,5C, N : 80x/mnt, TD : 140/70mmHg, RR :


20x/mnt
A : Nyeri Akut
P : Lanjutkan Intervensi :

Anjurkan pasien untukmenggunakan teknik


nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri salah
satunya dengan teknik nafas dalam

Anjurkan pasien untuk tidak melakukan aktifitas


yang berat dan mengurangi pergerakan

Senin, 10

November

Lakukan tindakan delegasi dalam pemberian

obat nyeri seperti paracetamol/asam mafenamat


S : Suami pasien mengatakan pasien hanya mau makan
3 sendok bubur dari RS, pasien mengatakan masih

2014
pk. 05.00

merasa mual sehingga tidak enak makan.


O : Pasien tampak pucat, mukosa bibir kering, BB=51

Wita

kg.
A : Ketidakseimbangan

Nutrisi

Kurang

Dari

Kebutuhan Tubuh
P : Lanjutkan Intervensi :
Monitor adanya penurunan berat badan
Monitor adanya mual dan muntah serta monitor

lingkungan selama makan


Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukkan
jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan

Senin, 10

pasienAnjurkan pasien makan sedikit tapi sering


S : Pasien mengatakan masih perlu dibantu suami

Paraf

November

untuk melakukan aktifitas seperti mandi/dilap,

2014
pk. 05.00

menyisir rambut, makan dan minum, miring kanan

Wita

maupun kiri
O : Pasien tampak berbaring di tempat tidur
A : Intoleransi Aktifitas
P : Lanjutkan Intervensi :
Bantu pasien dalam melakukan aktifitas
Mengajarkan pasien melakukan aktifitas sedikit
demi sedikit dan tidak melakukan aktifitas yang

berat
Memasang pengaman pada tempat tidur pasien

Denpasar, 10 November 2014


Mengetahui

Mahasiswa

Pembimbing Klinik/ CI

Luh Eka Wintari, S.ST


NIP. 19780925200512004

Ni Wayan Cintia Devi Utami


NIM. P07120012056

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

Ns. Suratiah, S.Kep, M.Biomed.


NIP. 197112281994022001

Anda mungkin juga menyukai