Anda di halaman 1dari 15

Flavonoid

Kelompok 4

PETA KONSEP
FLAVONOID

Uji BATE
SMITH
MATECALVE

Uji
WILSTATE
R

Secar
a
Panas
Secar
a
Dingi
n
KLT

Teknik Identifikasi dan Isolasi


Teknik Preparasi dan Sampling
Identifik
asi
Warna
Identifikas
i Flavonoid
Spektrosk
opi
Ekstrasi

Te
kn
ik

Te

Id

en
tif
ka
s

ik
n
k

si
a
r
pa

i
Te
Flavonoi
Tek
si
a
n ik
l
o
s
d
I
Sam
k
kni

p lin

Kromatogr
afi
KK

e
Pr

HPLC

Uji
Aktivitas
Antioksid
an

Probability
Sampling
NonProbability
Sampling

Teknik Identifikasi Flavonoid Secara


Umum
1. Identifikasi Dengan Reaksi warna
a. Uji WILSTATER
Uji ini untuk mengetahui senyawa yang mempunyai inti
benzopiron.
b. Uji BATE SMITH MATECALVE
Reaksi warna ini digunakan untuk menuniukkan adanya
senyawa leukoantosianin, reaksi positif jika terjadi warna merah
yang intensif atau warna ungu.

2. Identifikasi flavonoid
Sebagian besar senyawa flavonoid alam ditemukan
dalam bentuk glikosidanya, dimana unit flavonoid
terikat pada suatu gula. Glikosida adalah kombinasi
antara gula dan suatu alcohol yang saling berikatan
melalui ikatan glikosida. Pada prinsipnya, ikatan
glikosida terbentuk apabila gugus hidroksil dari
alcohol beradisi kepada gugus karbonil dari gula,
sama seperti adisi alcohol kepada aldehid yang
dikatalis oleh asam menghasilkan suatu asetal. Pada
hidrolisis oleh asam, suatu glikosida terurai kembali
atas komponen-komponennya menghasilkan gula dan
alcohol yang sebanding dan alcohol yang dihasilkan
ini disebut aglokin.

Teknik Isolasi Flavonoid Secara


Umum
1. Isolasi Dengan metanol
Terhadap bahan yang telah dihaluskan, ekstraksi dilakukan
dalam dua tahap. Pertama dengan metanol:air (9:1)
dilanjutkan dengan metanol:air (1:1) lalu dibiarkan 6-12
jam. Penyaringan dengan corong buchner, lalu kedua
ekstrak disatukan dan diuapkan hingga 1/3 volume mulamuIa, atau sampai semua metanol menguap dengan
ekstraksi menggunakan pelarut heksan atau kloroform
(daIam corong pisah) dapat dibebaskan dari senyawa yang
kepolarannya rendah, seperti lemak, terpen, klorofil, santifil
dan lain-lain

2. Isolasi Dengan Charaux Paris


Metode ini sangat baik dipakai dalam mengisolasi
flavonoid dalam tanaman karena dapat dilakukan
pemisahan flavonoid berdasarkan sifat
kepolarannya.
3. Isolasi dengan beberapa pelarut.
Serbuk kering diekstraksi dengan kloroform dan
etanol, kemudian ekstrak yang diperoleh dipekatkan
dibawah tekanan rendah. Ekstrak etanol pekat
dilarutkan dalam air lalu diekstraksi gojog dengan
dietil eter dan n-butanol, sehingga dengan demikian
didapat tiga fraksi yaitu fraksi kloroform, butanol

Ekstrasi
Ekstraksi artinya mengambil atau menarik suatu
senyawa yang terdapat dalam suatu bahan dengan
pelarut yang sesuai. Dalam prosedur ekstraksi,
larutan berair biasanya dikocok dengan
pelarutorganik yang tak dapat larut dalam sebuah
corong pemisah. Zat zat yang dapat larut akan
terdistribusi diantara

Metode Ekstrasi
1. Ekstraksi Secara Panas
a. Ekstraksi Secara adalah
cara berkesinambungan
dimana cairan penyari secara
kontinyu menyari zat aktif
dalam sampel.
b. Ekstraksi Secara
Destilasi Uap

2. Ekstraksi Secara Dingin


a.

Ekstraksi Secara Maserasi

b.

Ekstraksi Secara Perkolasi

c.

Ekstraksi Secara Soxhletasi

Kromatografi
Kromatografi adalah suatu nama yang diberikan untuk
teknik pemisahan tertentu.
a. Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Kromatografi lapis tipis adalah suatu metode pemisahan
yang menggunakan plat atau lempeng kaca yang sudah
dilapiskan adsorben yang bertindak sebagai fasa diam.

b. Kromatografi Kolom
Kromatografi kolom adalah suatu metode pemisahan dan
pemurnian senyawa dalam skalapreparative.
c. High Pressure Liquid Chromatography (HPLC)
High Pressure Liquid Chromatography (HPLC) atau
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan salah satu
metode kimia dan fisikokimia. KCKT termasuk metode analisis
terbaru yaitu suatu teknik kromatografi dengan fasa gerak
cairan dan fasa diam cairan atau padat.

Metode Spektroskopi
Spektroskopi merupakan suatu metode untuk penentuan
rumus struktur dari suatu senyawa.
Spektroskopi memiliki beberapa keuntungan,
diantaranya : Jumlah zat yang diperlukan untuk analisis
relatif kecil dan zat tersebut sering kali dapat diperoleh
kembali dan waktu pengerjaannya relatif cepat.
Dasar metode spektroskopi adalah molekul pada suatu
energi level tertentu,misalnya E1, disinari dengan sinar
tertentu.

Jurnal
1. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DALAM
DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.)
Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dalam
daun beluntas (Pluchea indica L.). Isolasi dilakukan dengan cara
ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96% p.a selama 7
hari dan partisi menggunakan pelarut n-heksana yang menghasilkan
ekstrak kental daun beluntas. Ekstrak yang diperoleh dipisahkan
dengan Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen n-butanol :
asam asetat : air (BAA) (4:1:5). Isolat 3, hasil dari pemisahan
Kromatografi Lapis Tipis positif mengandung senyawa golongan
flavonoid. Dari spektrum Ultra Violet - Visibel, dapat diduga bahwa
senyawa flavonoid tersebut merupakan golongan flavonol, yang
dapat dilihat dari rentang panjang gelombangnya yaitu antara 250-

2. Isolasi, Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Flavonoid


dari Ekstrak Air Kulit Batang Ketapang Kencana (Terminalia
muelleri Benth.)
Identifikasi jenis flavonoid dilakukan dalam lima tahap, tahap
pertama adalah preparasi serta ekstrasi sampel menggunakan
metode infudasi, tahap kedua, penapisan fitokimia serbk ekstrak
air, tahap ketiga, isolasi senyawa flavonoid meliputi pemisahan
menggunakan kromatografi kolom, hidrolisis asam dan ekstrasi
fraksi serta uji kemurnian isolat, tahap keempat, karakterisasi
dan elusidasi isolat murni flavonoid hasil isolasi secara
spekttroskopi menggunakan spektrometer Infra merah (IR),
Spektrofotometer UV-Vis dengan penambahan pereaksi geser,
spektrometer H-NMR serta C-NMR dan tahap kelima yaitu uji
aktivitas antioksidan isolat menggunakan metode DPPH. Isolat
berupa serbuk kuning dengan rendemen 0,2% dan memiliki titik
lebur 306-307,5 C, Karakterisasi secara spektrometri