Anda di halaman 1dari 2

Apa perbedaan arus AC dan DC?

Ikuti
3 jawaban
Laporkan Penyalahgunaan

Jawaban
Peringkat

Jawaban Terbaik: AC merupakan singkatan dari Alternating Current. Arus AC adalah arus listrik
yang nilainya berubah terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula disebut dengan arus bolak-balik.
Listrik arus bolak-balik dihasilkan oleh sumber pembangkit tegangan listrik yang terdapat pada pusatpusat pembangkit tenaga listrik. Pada umumnyalistri arus bolak-balik banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai penerangan rumah (lampu) dan keperluan rumah tangga
seperti kipas angina, setrika, dan lain-lain (Kanginan, 2006:226).
Sementara itu, DC merupakan singkatan dari Direct Current. Arus DC adalah arus listrik yang nilainya
tetap atau konstan terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula disebut dengan arus searah. Contoh
sumber listrik arus searah adalah baterai dan akumulator (accu). Karena itulah listrik banyak
digunakan untuk alat elektronik, control, automotive, dan lain-lain.
Namun demikian sejalan dengan berkembangnya teknologi listrik arus AC dapat dirubah menjadi
listrik arus DC, begitu juga sebaliknya. Cara mengubahnya dengan menggunakan alat yang disebut
power supply atau adaptor. Contoh perubahan listrik AC ke DC adalah charger handphone yang
digunakan untuk mengisi baterai handphone (DC) melalui listrik AC yang terpasang di rumah-rumah.

Perbedaan Listrik Arus AC dan DC


Ditinjau dari definisinya listrik arus AC dan DC memang sudah berbeda. Namun agar perbedaan
antara listrik AC dan DC lebih nampak sehingga mudah dimengerti, maka perlu juga dipelajari
beberapa perbedaan yang sifatnya khusus.
Perbedaan yang pertama dapat dilihat dari bentuk gelombangnya. Bentuk gelombang ini dapat diteliti
dengan menggunakan osiloskop. Osiloskop adaah alat yang digunakan untuk melihat gelombang
sinus yang ditimbulkan tenaga AC dan DC ( Sapiie dan Osamu Nishino , 2002:229) . bentuk
gelombang keduanya akan terlihat perbedaan ketika dilihat melalui osiloskop. Bentuk dan lambing
gelombang listrik arus AC dan DC dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Perbedaan yang kedua dapat dilihat dari metode penggunaannya. Arus AC memiliki besar dan arah
yang berubah-ubah secara bolak-balik. Maksudnya, kutub arus ini selalu berubah-ubah dari positif ke
negartif dan negative ke positif. Karena itulah, walaupun stop kontak (colokan listrik) dipasang bolakbalik tidak akan terjadi konsleting ataupun kerusakan lainnya. Sebaliknya jika sebuah baterai yang
merupakan listrik arus DC dipasang terbalik, maka beterai tidak akan berfungsi. Bahkan untuk alatalat listrik DC lain akan terjadi ketidaknormalan fungsi. Hal ini terjadi karena kutub arus DC tidak
pernah berubah dari positif ke negatif maupun sebaliknya.

Bahaya Listrik Arus AC dan DC


Sebenarnya bahaya dari listrik arus AC dan DCadalah sama, yaitu karena sengetannya. Namun
tingkat kebahayaannya cukup berbeda. Hal tersebut akan dibahas pada subbab berikutnya.
Sengatan listrik atau yang sering disebut setrum merupakan bahaya yang sering terjadi akibat
kelalaian manusia. Istilah kesetrum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa hubungan singkat dimana
tubuh manusia menjadi konduktor bagi arus listrik. Konduktor ialah benda-benda yang dapat
menghantarkan listrik (Soetarno, 2001:197). Definisi lain dari kesetrum adalah peristiwa mengalirnya
arus listrik pada tubuh manusia akibat kontak antara tubuh manusia dengan sumber listrk yang dapat
menyebabkan stimulasi (rangsangan) pada saat yang berlebihan. Itulah yang menyebabkan timbulnya
rasa sakit saat kesetrum.