Anda di halaman 1dari 7

Karya ini dibuat untuk mengikuti #FMLoversStory.

Dari Komunitas FM Indonesia


untuk FMLovers Indonesia. Disponsori oleh Blognya FMLovers, Aremania dan Blognya
Football Manager.
Ayam Jantan dari Timur (Akhirnya) Berkokok Kembali!

Miris. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan klub kesayangan Kota Daeng
saat ini. PSM Makassar, klub tradisional yang sarat sejarah kini justru terseok-seok dan
terancam tak bisa mengikuti kompetisi ISL 2014/2015. Klub ini harus berhadapan dengan
masalah teknis seperti tunggakan gaji pemain, sarana latihan tidak memadai hingga kesiapan
stadion sebagai kandang.

Musim baru, Manajemen klub dibawah pimpinan Erwin Aksa, melakukan langkah
mengejutkan, menunjuk Setia Budi sebagai manager baru di PSM. Penunjukan ini menuai
beragam reaksi. Banyak yang meragukan kapabilitas Budi sebagai Manager muda, tapi tak
sedikit yang mendukung keputusan ini.

Target awalpun hanya bermain sebagus mungkin. Kompetisi Piala Indonesia dijadikan
ajang untuk berprestasi bagi klub ini. Undian nampaknya cukup bersahabat. Di putaran
pertama Juku Eja bertemu PSBiak Numfor yang berhasil dikalahkan dengan Agregat 5-1.

Di babak kedua Piala Indonesia, nasib baik masih memihak klub ini, undian
mempertemukan PSM dengan klub asal Papua lainnya yakni Perseman Manokwari. Sesuai
prediksi media, anak-anak asuhan Setia Budi kembali menang mudah dengan agregat 4-1.

Memasuki babak ketiga, PSM mendapatkan lawan berat kali ini, PBR menjadi batu
sandungan PSM. Di leg pertama PSM hanya mampu mencuri 1 gol di kandang PBR, namun
di Stadion Mattoanging, PSM menggila dengan mencukur PBR 3 gol tanpa balas. PSM
melaju ke babak 4 dengan aggregat 4-0.

Babak keempat Piala Indonesia, kembali mempertemukan Juku Eja dengan lawan
yang terbilang mudah, Persepam Pamekasan. Michael Baird striker andalan PSM menjadi
bintangnya. PSM Makassar 5 Persepam Pamekasan 0.

Di babak perempatfinal, PSM menemui lawan tangguh. Semen Padang. Sempat


pesimis dengan peluang yang mereka miliki, lagi-lagi Setia Budi mampu menunjukkan
kemampuannya sebagai Under-Rated Manager. Kabau Sirah terkapar oleh Ayam Jantan dari
Timur 3-1.

Di semifinal, Dewi Fortuna memihak Juku Eja. Persibat Batang yang tidak
diunggulkan dan secara mengejutkan lolos ke semifinal, berhasil dipermalukan. Persibat
Batang hancur lebur dengan agregat 11-0. Untuk pertama kali dalam sejarah, PSM Makassar
melaju ke Partai FINAL Piala Indonesia.

Tak banyak waktu untuk bersenang-senang. Di Final PSM telah ditunggu oleh raksasa
ISL, Arema Cronus. Partai Final dipastikan menjadi sangat ketat bagi kedua tim.

Hari itupun tiba, awan mendung menyelimuti SUGBK. Sebuah hari bersejarah buat
Manager muda Setia Budi. apapun hasil dari pertandingan nanti, namanya akan dikenang
oleh Maczman sebagai orang yang mampu mengangkat PSM dari keterpurukan. Sekitar
3000-an Maczman memadati SUGBK tak sabar menanti tim kesayangannya kembali berjaya.

Setelah berjuang mati-matian. Apa daya, keberuntungan nampaknya tak ingin lagi
berpihak ke PSM. Ya, PSM harus mengakui keunggulan Arema Cronus dengan skor tipis 0-1
oleh gol Samsul Arif.

Kecewa? Pasti. Tapi melihat kondisi PSM saat ini tak ada alasan untuk berlarut-larut
didalamnya. Setidaknya PSM Makassar melalui Manager mudanya, Setia Budi mampu
kembali mengangkat derajat persepakbolaan Makassar dan Sulawesi Selatan.
Besar harapan kami melihat PSM Makassar kembali berjaya di persepakbolaan
Nasional. Sebagai putra daerah, setidaknya prestasi inilah yang mampu kami berikan kepada
klub kebanggaan Makassar ini. Ewako PSM! Saatnya Ayam Jantan dari Timur Berkokok
Lagi!